TERGANTUNG TANAHNYA

Yohanes 15:5

Untuk suatu pohon / tanaman bisa menghasilkan buah, harus diawali dengan adanya benih yang ditanam. Dalam hidup orang percaya, benih yang ditanam adalah Firman Tuhan dan tanah / tempat benih di tanam adalah hati orang percaya. Sejauh mana benih itu bisa bertumbuh sampai akhirnya menghasilkan buah, ditentukan lebih dulu oleh seperti apa “kualifikasi tanahnya”

Dari Kisah Perumpamaan Penabur (Luk.8:4-15), hari ini kita akan mengevaluasi kualitas hati kita, sehingga akan menentukan apakah kita bisa berbuah, apakah kita bisa menghasilkan buah yang banyak, dan apakah kita bisa terus menerus berbuah?
1. TANAH DI PINGGIR JALAN (ayat 12)
• Orang yang menerima Firman namun membiarkan Iblis mencurinya dari hati dan pikiran mereka

2. TANAH BERBATU-BATU (ayat 13)
• Orang yang menerima Firman dengan gembira namun tidak berakar dan ketika pencobaan datang mereka menjadi murtad

3. TANAH SEMAK DURI (ayat 14)
• Orang yang menerima Firman namun membiarkan kesulitan, kesusahan, kekuatiran mengisi pikiran mereka sehingga Firman tidak bisa bekerja dengan optimal

4. TANAH YANG BAIK (ayat 15)
• Orang yang menerima Firman dan menyimpannya dengan baik, lalu dengan tekun melakukan Firman tersebut sampai akhirnya menghasilkan buah

PENUTUP
Penabur pasti akan menaburkan benih yang baik, tetapi belum tentu jatuh di tanah yang baik. Oleh karena itu kita harus senantiasa memeriksa keadaan hati kita, apalagi kita menghargai Firman sedemikian rupa sehingga perilaku kita berorientasi kepada Firman itu (Mazmur 119:11), atau jangan-jangan kita merasa diri kita sudah berbuah padahal buah yang kita hasilkan tidak matang? Mari terus jaga hati kita dalam kekudusan supaya kita bisa terus hidup berbuah (Ams.4:23) Amin!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.