Home » Renungan

Kenali Orang dari Buahnya

7 July 2008 765 views 9 CommentsPrint This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Matius 7:17

man-wearing-mask ~COM046Satu hal dari keberadaan kita yang kita tak bisa pungkiri adalah buah-buah yang kita hasilkan. Kita bisa mengklaim memiliki kepribadian yang baik atau hidup yang baik, bahkan kita bisa mengenakan topeng untuk memunculkan citra yang baik, namun buah kehidupan kitalah yang menunjukan apa diri kita sesungguhnya.

Siapakah yang mengecap buah itu terlebih dahulu? Tentu orang-orang di sekitar kita, orang-orang yang dekat dengan kita. Oleh karena itu, jika kita hendak mengetahui kebenaran mengenai buah-buah kehidupan apa saja yang telah dihasilkan, tanyakanlah kepada orang-orang berada di sekeliling kita. Kita juga harus siap untuk menerima jawabannya, apapun jawaban itu. Jadikanlah sebagai sebuah masukan yang kita bsia bawa kembali ke hadapan Tuhan untuk di evaluasi, manakah yang layak untuk dijadikan masukan dan manakah yang harus kita tepis.

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

9 Comments »

  • teguh said:

    shalom.

    terima kasih untuk renungannya

    terus menulis yaa..
    God bless you abundantly,… :)

  • andita said:

    intinya minta orang lain untuk mengoreksi terhadap kekurangan kita, perbaiki dan tetap bersyukur… mungkin gitu ya he he he… salam.

  • Tha said:

    renungan yang bagus :)
    keep on writing, Jesus Bless You

  • brillie said:

    thanks 4 the article

  • Manik said:

    Buah yg mana maksudnya??
    Buah dari orangtuanya atau…??

    btw, makasih Pak telah mampir ke tempat saya

    Horas..!!

  • David said:

    @Manik :
    Yang dimaksud buah itu adalah apa yang keluar dari diri kita melalui sikap, perbuatan, dan tindakan.

    Horas juga lae, … :)

  • nancy said:

    bener Dave,
    Orang sering memakai topeng terutama pada waktu ke gereja. Pura-pura suci, menyembah tutup mata, angkat tangan, lompat-lompat, haleluya-halleluya tapi siapa mereka sebenarnya adalah apa yang mereka lakukan di balik pintu tertutup.

    Joh Maxwell, bilang “siapa kita sebenarnya adalah apa yang kita kerjakan pada waktu tidak ada seorangpun yang melihatnya”

    salam…

    CONGRATULATION… kalau nggak salah baru jadi ‘Daddy’ ya??

  • Eka Pras Esabara said:

    Setuju Nancy..memang di gereja itu orang2nya kebanyakan pake topeng, di gereja baik2, ramah2, saling menyapa,,tapi kalau udah diluar gereja udah bisnis, udah buka toko lagi, teman satu gereja pun ga ditanya, ga disapa kadang pura2 ga kenal..
    Orang kristen ga harus nunjukin depan umum kalau sayalah kristen, tapi cukup dengan perilaku baik, ramah, nanti mereka pun akan bertanya dan menyadari siapa kita
    dalam kehidupan bermasyarakat, kadang orang kristen buat tembok/pagar rumah yang paling tinggi diantara tetangganya, jarang bergaul, kurang perduli jika ada masyarakat yang sakit..hal2 kecil seperti ini yang membuat orang kristen disisihkan..
    marilah kita mulai dari lingkungan tetangga saja dulu..ga usah muluk2 ingin eksis.OK
    semoga Tuhan memberkati..

  • julio said:

    saya org yg jauhh dari sempurna, namun berusaha menjadi lebih baik drpd hari kemarin.
    Sekedar ide, saya tulis motto : Apa nilai tambah saya ?
    tulisan tsb saya print, laminating & tempel di dinding. Selalulah bertanya pd diri sndiri & mohon kekuatanNya…. GBU amazingly

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.