MENGALAMI PENGGENAPAN INJIL
Markus 1:3-8, Kisah Para Rasul 5:42, Markus 3:14, 16:15
Kehadiran Tuhan Yesus di dalam dunia ini adalah membawa misi untuk memberitakan Injil. Kita sebagai murid-murid Tuhan memiliki misi kehidupan yang sama. Apapun latar belakang kita dalam hidup dan apapun pekerjaan atau aktifitas kita, misi untuk memberitakan Injil haruslah tetap diemban oleh mereka semua yang menamakan dirinya Kristen, karena memberitakan Injil itu adalah perintah Tuhan Yesus pada pengikutnya.
Pemberitaan Injil bermaksud untuk menuntun setiap orang dalam pertobatan (mengimani Yesus sebagai Tuhan atas hidupnya), untuk mengarahkan perjalanan kehidupan sebagai “manusia baru” dan untuk mempersiapkan setiap orang agar tetap setia sampai pada akhir hidupnya sehingga ia layak menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kembali. Jika kita mengalami ketiga hal tersebut artinya kita mengalami penggenapan Injil yang utuh.
Hal-hal yang harus kita lakukan dan alami sehingga penggenapan Injil seutuhnya bisa terjadi atas kita setelah menerima Tuhan Yesus adalah sebagai berikut :
1. MEMATIKAN PERBUATAN DAGING (Roma 8:13, Galatia 5:19-21)
• Ini adalah proses untuk menjadi kudus dalam setiap aspek kehidupan kita (1 Petrus 1:15-16)
• Karena proses, maka hal ini harus terus menerus kita lakukan / jalani sampai kita bertumbuh sempurna (2 Korintus 7:1)
2. MENGALAMI BAPTISAN ROH KUDUS (Markus 1:8, Kisah Para Rasul 1:8)
• Orang yang bertobat dan lahir baru tidak otomatis dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Ketika Orang lahir baru, Tuhan memeteraikan orang tersebut dengan Roh Kudus.
• Mereka yang sudah lahir baru dapat berdoa untuk menerima Baptisan Roh Kudus.
• Baptisan Roh Kudus berdampak pada kuasa pelayanan pekerjaan Tuhan (khususnya penyelesaian Amanat Agung) dan pada pengalaman kedalaman keintiman dengan Bapa (penyembahan dalam roh).
3. MEMILIKI PENGALAMAN ILAHI DAN MENJADI SAKSI KRISTUS (Mazmur 103:3-5, Ayub 42:5, 1 Petrus 2:9)
• Berkat keselamatan Kristus mendatangkan mujizat pemulihan, kesembuhan, transformasi dan lain sebagainya.
• Berkat-berkat tersebut menjadikan sebuah pengalaman akan Tuhan yang nantinya dapat disaksikan sebagai bagian dari pengabaran Injil kepada orang-orang di sekitar kita.
4. MENJADI KRISTEN YANG BERJAGA-JAGA (Matius 24:42, 1 Tesalonika 5:2)
• Fokus kita dalah untuk mempersiapkan diri sebagai mempelai Anak Domba, oleh karena itu harus selalu bersiaga karena kita kedatangan Tuhan akan secara tiba-tiba. (1 Tesalonika 4:17)
• Karena kedatanganNya tidak diketahui kapan, seharusnya kita sebagai orang percaya harus semakin lagi hidup menjaga iman dan integritasnya supaya kelak didapati layak mengalami pengangkatan (2 Petrus 3:11,14)
• Berjaga-jaga bukanlah sebuah sikap pasif, namun aktif yaitu dengan menjadi alatNya untuk menyelesakan Amanat Agung.
PENUTUP
Penggenapan Injil bukan hanya sampai kelahiran baru saja, melainkan akan terus berjalan seiring dengan pertumbuhan rohani kita ke arah kedewasaan rohani sehingga kita menjadi serupa dengan Kristus. Amin!