D E W A S A

D E W A S AYohanes 21:18
Dalam satu kesempatan, Tuhan Yesus menanyakan kepada Petrus apakah ia mengasihi Tuhan sampai tiga kali. Maksud Tuhan di sini adalah untuk mengubah Petrus menjadi dewasa dengan kasih Agape.
Perbedaan antara seseorang yang dewasa dan yang belum dewasa adalah :
1. Keadaan masih muda, belum dewasa ( Yohanes 21:18 )
Muda artinya muda rohani, masih kekanak-kanakan, tidak konsisten, mudah terombang ambing – fokus kepada dirinya sendiri. Cirinya adalah :
• Mengikat pinggang sendiri
Pinggang berbicara tentang kekuatan (Yehezkiel 47:4) menunjukan ketika Yehezkiel masih muda, ia masih dapat menahan dengan kekuatannya sendiri sampai air setinggi batas pinggang. Pinggang juga berbicara mengenai Kebenaran
• Berjalan kemana saja yang dikehendaki diri sendiri. (Mikha 2:13)
Orang muda masih sering fokus kepada dirinya sendiri dan mengutamakan tujuannya masing-masing, bukan tujuan bersama sehingga sulit mengikuti tuntunan, visi dan cenderung liar atau cepat berubah-ubah karena bergerak sendiri.
2. Keadaan tua / dewasa
Tua artinya : dewasa, matang, konsisten, bertanggung jawab, bijaksana, menimbang segala keputusan dan fokus pada tujuan hidup, cirinya adalah :
• Mau mengulurkan tangan. (Mazmur 24:4)
Tangan berbicara mengenai pelayanan, pekerjaan dan usaha. Mau melakukan sesuatu dalam tuntunan,
yang memiliki arahan dan bertanggung jawab. Menjelaskan juga bahwa tangan yang bersih dan hati yang suci menunjukkan kematangan dalam bertindak.
• Mau diikat orang lain. (Jangan menabrak visi dari Tuhan ; Efesus 4:16)
Artinya bersedia di bawah otoritas kepemimpinan yang ditunjuk oleh Tuhan. Memiliki komitmen dan penundukan diri yang sangat kuat kepada Tuhan dan hamba-hambaNya.
• Mau dibawa ke tempat yang tidak dikehendaki.
Seorang yang dewasa akan fokus kepada tujuan dan rela menuju tujuan itu, sekalipun tidak enak untuk dijalani. Petrus rela menjalani pelayanan sekalipun ia tahu bahwa ia akan mati dalam pelayanan, tapi ia tahu tujuan pelayanan itu dan berdampak sampai hari ini.
PENUTUP
Menghadapi krisis global seperti saat ini, kita harus sikapi dengan benar, dan tidak gegabah. Kedewasaan rohani akan sangat menentukan sikap kita dalam semua keputusan dan tindakan. Jadilah pribadi yang dewasa dalam Tuhan.
So true …
Thanks for the article.
Gbu