C O O L – 23 September 2008

TIDAK BERBUAH
Yohanes 15:1-17

keringPada tanggal 29 September 2008 pada pukul 18.00, kita akan memasuki tahun yang baru menurut penanggalan Yahudi, yaitu tahun Samekh Teth (5769) meninggalkan tahun yang lama Samekh Chet (5678). Teth atau angka Sembilan digambarkan sebagai sebuah rahim, yang mengandung arti sebagai masa untuk melahirkan / berbuah setelah 9 bulan anak di dalam kandungan. Secara Alkitabiah, angka 9 berarti berbuah-buah (fruitfulness). Sebuah benih ditanam untuk bertunas dan untuk menjadi pohon yang berbuah-buah lebat, dimana buahnya haruslah manis dan dapat dinikmati banyak orang. Demikian pula dengan kita orang benar, kita adalah benih yang ditanam di bait Elohim yang harus bertunas dan menghasilkan banyak buah.

Dalam Yohanes 15:1-17 kita mempelajari mengenai konsep berbuah dari pohon anggur. Ternyata tidak semua ranting itu sama dalam merespon kepada pengusahanya, beberapa ada yang berbeda. Ada beberapa tingkatan berbuah:

TIDAK BERBUAH

Dipotong, dipaksa berbuah – Fruit Yoh.15:2a

SUDAH BERBUAH

Dipangkas! More Fruit Yoh. 15:2b

BERBUAH LEBIH BANYAK

Keintiman! Much Fruit Yoh. 15:5

BERBUAH TETAP

Lakukan Perintah Tuhan! Permanent Fruit!
Yoh. 15:16b – 17

Kita akan mempelajari terlebih dahulu tingkatan pertama, yaitu TIDAK BERBUAH – DIPOTONG! (Yohanes 15:2a)

Dipotong di dalam bahasa Yunani tertulis “AIRO” yang atinya diangkat. Petani kebun Anggur menyatakan bahwa setiap ranting adalah asset untuk menghasilkan buah / fruit. Ranting-ranting baru yang muncul secara alami akan menjulur ke bawah dan tumbuh menjalar di atas tanah sehingga daun-daunnya akan tertutupi debu. Kalau hujan akan menjadi lumpur dan berjamur, rantingnya menjadi sakit dan itulah yang menyebabkan ranting tersebut tidak berbuah. Maka petani akan meng”airo”kan atau mengangkat ranting tersebut, mengkaitkannya ke pagar.

Ranting yang berdebu adalah gambaran dari orang Kristen yang jatuh ke dalam dosa, dan dosa itu akan menghambat dia untuk berbuah. Jika kondisi kita sedang tidak berbuah, maka pengusaha kita akan mengangkat dan mendisiplinkan kita agar kita dapat menghasilkan buah-buah pertobatan. Kita bisa mempelajarinya dari kisah Daud, bagaimana ia melakukan dosa dan di mata Tuhan, dan di saat Nabi Natan menegur Daud, ia bertobat, namun ia tetap harus menuai apa yang telah ia tabur.

Berbuah adalah sebuah keharusan bagi setiap orang percaya, kita dapat lihat dari Yeremia 17:8 bagaimana seharusnya keadaan kita sebagai orang benar. Bahkan Tuhan Yesus pun menyatakan berulang-ulang bahwa kalau sebuah pohon tidak berbuah, maka ia akan ditebang dan dibakar (Matius 7:19). Oleh karena itu, kalau Tuhan mendapati kita tidak berbuah, maka Ia akan mendisiplinkan kita. Mungkin kita akan dihajar, ditegur, disesah, dan itu rasanya akan sakit, tidak enak dan tidak nyaman, namun itu perlu agar semua kebiasaan dosa di dalam kita terpangkas habis dan kita mampu untuk berbuah kembali.

PENUTUP
Karena Ia mengasihi kita, maka Ia akan membuat kita berbuah. Dalam menyambut Samekh Teth, marilah kita dorong setiap kita untuk menghasilkan buah-buah yang baik, yang manis di dalam hidup kita, sehingga kita menjadi seperti apa yang Ia inginkan. Amin!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.