Home » Renungan

Kenapa tidak sekarang?

28 September 2008 533 views One CommentPrint This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Bel
Beberapa waktu lalu beberapa kenalan dekat dipanggil Tuhan. Yang pertama adalah kakek dari istri saya, disusul dengan adik nenek dari istri saya juga. Saat itu kami disibukan dengan acara melayat.

Di dalam salah satu kebaktian penghiburan, seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa sisi positif dari kematian adalah kelaurga yang mungkin tadinya jauh berkumpul kembali. Yang tadinya tidak mau bertemu jadi harus bertemu.

Di sini saya mencoba merenung, memang hampir semua keluarga memiliki permasalahannya masing-masing, dan ngga sedikit juga yg memiliki permasalahan dalam hubungan antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga lain.

Tetapi justru akan menjadi sangat ironis kalau karena kematian hubungan antar keluarga itu dipulihkan. Bukankah akan sangat jauh lebih indah jika seluruh anggota keluarga hidup rukun satu sama lain, dan anggota keluarga yang kemudian dipanggil Tuhan menjadi saksi indahnya kasih sayang antar anggota keluarga satu sama lain.

Oleh karena itu, yuk kita saling mengampuni, dan pergunakan sisa hidup kita untuk hidup di dalam kasih terhadap semua orang. Kita ngga pernah tahu kapan lonceng itu berbunyi.
Amin.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

One Comment »

  • Devita said:

    betul. renungannya bagus:D thank you.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.