Kenapa tidak sekarang?

Bel
Beberapa waktu lalu beberapa kenalan dekat dipanggil Tuhan. Yang pertama adalah kakek dari istri saya, disusul dengan adik nenek dari istri saya juga. Saat itu kami disibukan dengan acara melayat.

Di dalam salah satu kebaktian penghiburan, seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa sisi positif dari kematian adalah kelaurga yang mungkin tadinya jauh berkumpul kembali. Yang tadinya tidak mau bertemu jadi harus bertemu.

Di sini saya mencoba merenung, memang hampir semua keluarga memiliki permasalahannya masing-masing, dan ngga sedikit juga yg memiliki permasalahan dalam hubungan antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga lain.

Tetapi justru akan menjadi sangat ironis kalau karena kematian hubungan antar keluarga itu dipulihkan. Bukankah akan sangat jauh lebih indah jika seluruh anggota keluarga hidup rukun satu sama lain, dan anggota keluarga yang kemudian dipanggil Tuhan menjadi saksi indahnya kasih sayang antar anggota keluarga satu sama lain.

Oleh karena itu, yuk kita saling mengampuni, dan pergunakan sisa hidup kita untuk hidup di dalam kasih terhadap semua orang. Kita ngga pernah tahu kapan lonceng itu berbunyi.
Amin.

You may also like...

1 Response

  1. Devita says:

    betul. renungannya bagus:D thank you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.