C O O L – SELASA 1 September 2009
MANUSIA MASA DEPAN
Amsal 23:18 dan Amsal 24:20
Jaman cepat berubah, informasi bergerak sangat cepat. Dunia bergerak dengan cepat, berubah dan berevolusi. Gereja harus siap dengan perubahan. Gereja yang tidak berubah akan ditinggalkan. Sebagai umat Tuhan, hidup kita pun diperhadapkan dengan situasi yang sama. Untuk dapat bertahan dan terus maju maka kita harus berubah menjadi semakin cakap dan pintar dalam menghadapi hidup sesuai dengan tuntunan Firman Tuhan.
Berdasarkan jenis tindakan / sikap manusia di dalam hidup maka ada 3 jenis manusia yang dapat kita bagi, yaitu manusia masa lalu, manusia masa kini dan manusia masa depan. Kita perlu untuk menentukan pilihan, untuk menjadi manusia seperti apakah kita karena setiap pilihan tersebut akan menghasilkan hasil yang berbeda-beda di dalam hidup. Agar kita dapat mengerti lebih dalam lagi, mari kita pelajari ketiga jenis manusia tersebut :
1. Manusia masa lalu ( Man of Yesterday )
Manusia masa lalu adalah manusia yang berpaku kepada masa lalu, entah sebagai bagian yang membuatnya trauma atau sebagai hal yang membuatnya bangga. Oleh karena itu tingkah laku dan pola pikirnya tidak pernah lepas dari pola lama, cenderung pasif, dan cepat merasa puas dengan keadaan yang ada. Bahkan mungkin hidupnya saat ini terfokus kepada membereskan masa lalunya yang bermasalah.
2. Manusia masa kini ( Man of Present )
Manusia masa kini adalah manusia yang berpaku kepada aktivitasnya saat ini, sibuk dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan dan mulai terpaku kepada pola pikir dan hidup yang stagnan serta tidak berubah – ubah. Oleh karena itu, jenis manusia seperti ini akan dengan mudah terjebak ke dalam rutinitas kehidupan dan merasa bosan. Tidak memiliki tujuan hidup selain dari menyelesaikan apa yang saat ini ia tengah kerjakan. Manusia masa kini lebih mensukai keadaan yang stabil dibandingkan membayar harga untuk bertumbuh dan berubah.
3. Manusia masa depan ( Man of Tomorrow )
Manusia masa depan berfokus kepada apa yang akan ia capai / raih. Manusia masa depan memiliki tujuan yang jelas. Ia menggunakan masa lalu sebagai cambuk untuk memperbaiki dirinya di saat ini, dan menggunakan aktivitasnya sehari-hari sebagai bagian dari sebuah tujuan yang harus ia capai. Setiap tindakan dan keputusannya selalu berdasarkan kepada tujuan / visi yang akan ia raih. Karena tujuan dan visinya jelas, maka manusia masa depan akan menghadirkan masa depan di saat sekarang. Manusia masa depan sepenuhnya menyadari bahwa masa depan adalah hasil dari setiap keputusan dan pilihan yang ia buat di hari ini, sehingga setiap keputusan dan pilihan ia ambil dengan pertimbangan yang bijak berdasarkan kepada hikmat Tuhan. Karena keadaan dunia yang progresif, maka manusia masa depan akan selalu siap untuk berubah, menaikan standar hidupnya agar senantiasa bisa menang atas keadaan. Oleh karena itu manusia masa depan adalah manusia yang siap untuk menghadapi tantangan hidup, karena tantangan itu adalah bagian dari sebuah proses kehidupan yang membawanya selangkah lebih dekat kepada tujuan akhir.
PENUTUP
Yeremia 29:11 mengatakan bahwa Tuhan memiliki rancangan masa depan yang penuh dengan harapan. Namun itu semua tidak dating dengan sendirinya, kita harus tekun berjuang mengerjakannya dengan gigih dan bahkan berkorban. (Mazmur 126:5-6) Tidak ada yang yang gratis di dunia ini, semuanya harus berdasarkan kepada hukum tabur tuai, oleh karena itu mujizat dan kesembuhan yang kreatif pun harus kita perjuangkan dengan gigih dalam proses hidup yang membentuk kita menjadi manusia yang semakin serupa dan segambar dengan Dia. Amin.