DIBENTUK MELALUI PROSES
Yakobus 1:2-3
Kita sering mau hasil instan: sukses tanpa perjuangan, dipakai Tuhan tanpa dibentuk, berkat tanpa proses. Padahal, Tuhan lebih peduli pada prosesnya, bukan hasil yang cepat. Lewat proses itulah karakter kita dibentuk. Sama seperti emas dimurnikan dalam api dan padi ditumbuk menjadi beras, Tuhan memakai proses hidup untuk membentuk kita jadi pribadi yang kuat.
1. PROSES MEMBENTUK KARAKTER (Roma 5:3-4)
• Tuhan mengizinkan kita mengalami hal-hal yang pahit, seperti air mata, penantian, kegagalan dan tekanan hidup. Semuanya dipakai untuk membentuk karakter. Seperti Yusuf, ia dibenci, dijual, difitnah dan dipenjara. Semua itu adalah proses menuju istana. Jika ia langsung menjadi penguasa tanpa proses, karakternya belum siap. Proses memang sering menyakitkan, tapi hasilnya indah.
2. PROSES MELATIH KEPERCAYAAN (Amsal 3:5-6)
• Pada saat doa kita belum dijawab, jalan belum terbuka, dan keadaan belum berubah, Tuhan sedang mengajar kita untuk tetap percaya. Iman yang sejati bukan hanya percaya ketika keadaan baik, melainkan tetap percaya sekalipun jawaban belum terlihat. Seperti Abraham yang menanti janji Tuhan dalam waktu lama sebelum kelahiran Ishak. Penundaan Tuhan bukanlah bentuk penolakan.
3. PROSES MEMBUAT KITA RENDAH HATI.
• Tuhan mengizinkan proses agar manusia menyadari keterbatasan diri, kebutuhan akan Tuhan, dan bahwa keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan sendiri (Ulangan 8:2). Orang yang tidak mengalami proses cenderung mudah menjadi sombong. Sebaliknya, orang yang dibentuk Tuhan umumnya menjadi lebih sabar, lebih berempati terhadap penderitaan orang lain, dan lebih bergantung kepada-Nya.
4. TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA (Yesaya 43:2).
• Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa pencobaan, tetapi Ia berjanji menyertai kita di dalamnya. Meskipun kita tidak mengerti, merasa lelah, bahkan ingin menyerah, Tuhan tetap bekerja sekalipun hasilnya belum terlihat.
PENUTUP
Jangan menolak proses kehidupan yang sedang dijalani. Proses tersebut berfungsi untuk membentuk karakter, melatih iman, menumbuhkan kerendahan hati, serta mempersiapkan berkat yang lebih besar untuk membentuk masa depan kita. Amin!