C O O L – SALENDRO 1 SELASA 10 Juni 2008
L I D A H
Sebagai sebuah organ tubuh, lidah memiliki fungsi yang unik. Walaupun secara fisik bentuknya tidak lebih dari selembar selapur berlendir dengan berat sekitar dua ons, namun di dalamnya terdapat rangkaian otot dan saraf yang rumit yang memungkinkan kita untuk mengunyah, mengecap dan menelan. Dan selain fungsinya sebagai salah satu alat pencernaan kita, lidah juga memiliki peranan penting di dalam komunikasi, karena dengan adanya lidah kita bisa mengucapkan sebuah perkataan dengan jelas, sehingga manusia bisa saling memahami satu sama lain. Sungguh lidah sangat penting dan bermanfaat. Namun Firman Tuhan menangkap potensi lain dari lidah yang pada ujungnya bisa menjadi sebuah hal yang positif atau negative. Bahkan di dalam Yakobus 3:5-6 dikatakan bagaimana lidah dapat memegahkan perkara besar atau juga dapat mencemarkan seluruh tubuh kita bagaikan racun.Oleh karena itu kita harus sadari betul bahwa lidah adalah salah satu bagian penting dari tubuh kita yang harus kita kendalikan, dan untuk mengerti lebih banyak lagi mengenai lidah, kita akan melihat apakah yang Firman Tuhan katakana mengenai lidah.
- Lidah itu memiliki kuasa. ( Yakobus 3:3-5 )
Yakobus menggambarkan lidah dengan kekang pada kuda dan kemudi pada kapal. Kuda adalah binatang yang sangat kuat, sehingga kekuatan mesin diukur dengan satuan tenaga kuda (horsepower). Demikian pula dengan kapal yang besar. Namun kekang dan kemudi yang kecil mampu mengendalikan jalannya kuda dan kapal besar. Artinya,lidah berkuasa untuk menentukan kea rah mana kita akan bergerak. Oleh karena itu kita harus mulai memperkatakan hal-hal yang positif dan baik di dalam hidup kita. Mulailah menciptakan sesuatu yang besar dengan lidah kita.
- Lidah itu alat untuk memuliakan Tuhan.
Dalam memuliakan Tuhan, ada dua peranan lidah :
- Sebagai instrument untuk memuliakan Tuhan. ( Kisah Para Rasul 2:25-26 ). Dibandingkan dengan anggota tubuh kita yang lain lidah adalah alat yang paling unggul untuk memuliakan Tuhan. Jadi Tuhan memberikan lidah kepada kita sebagai alat untuk memuliakan Tuhan.
- Untuk menyatakan hormat dan takut kita kepada Tuhan, yaitu dengan mengendalikan lidah kita. (Mazmur 34:12-14) Dengan senantiasa menjaga setiap perkataan dan ucapakan kita, maka kita telah memuliakan Tuhan.
- Lidah itu tidak dapat dikontrol ( Yakobus 3:7-8 )
Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa lidah bukanlah sesuatu yang gampang dikontrol, oleh karena itu ktia tidak bisa menganggap remeh dan menggampangkan hal ini. Itulah sebabnya banyak sekali penyakit lidah, yaitu :
- Bicara terlalu banyak (Amsal 10:19)
- Bicara teledor (Amsal 29:20)
- Bicara gossip ( Amsal 20:19)
- Bicara dusta (Amsal 12:22)
- Bicara Menjilat (Yudas 16 dan Amsal 29:5)
- Bicara Sombong (Amsal 27:1-2)
PENUTUP
Amsal 18:21 mengatakan bahwa hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah. Raja Daud dalam nats di atas menyadari betul pentingnya mengendalikan lidah. Oleh karena itu biarlah menjadi kerinduan kita semua untuk dapat mengendalikan lidah kita sesuai dengan yang Tuhan mau. Amin

pagi ini, oma kena masalah besar berhubungan dg lidah 🙁 bad bad bad
sabar ya oma …
semua orang juga punya masanya untuk menghadapi ini, untuk salah dan bangkit kembali ..
Gbu