DALAM PERLINDUNGAN TUHAN

Mazmur 9:10, 37:39

Dunia saat ini diperhadapkan terhadap situasi yang tidak menentu sehingga banyak orang menjadi ketakutan. Ada ancaman sakit penyakit, krisis ekonomi global dan juga ada krisis rohani yang dialami oleh banyak orang di dunia. Dalam situasi seperti ini kita harus selalu mengingat janji Firman Tuhan, bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak dan mengalami kesesakan. Di tengah goncangan yang terjadi saat ini, kita harus menghadapinya dengan kekuatan perlindungan Tuhan dan bukan dalam kekuatan manusiawi kita, harta kita, atau apapun yang ada di dunia ini.
Bagaimanakah ciri orang percaya yang hidup dalam perlindungan Tuhan?
1. Hidupnya selalu berjaga-jaga (Efesus 6:16-18)
• Berdoa adalah sarana untuk berjaga-jaga sehingga kita selalu siap dalam segala situasi dan kondisi kehidupan.
• Hidup yang berjaga-jaga adalah hidup yang intim dengan Roh Kudus, karena Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk terus berjaga-jaga.
2. Hidupnya merasa tenang / tidak dikuasai takut (Markus 6:50-52 dan Yesaya 30:15)
• Karena hidup kita berjaga-jaga maka kita akan mudah untuk merasa tenang, karena lewat doa kita memiliki akses langsung kepada Tuhan yang dapat memberikan kepada kita ketengangan dan damai, bahkan di tengah goncangan sekalipun.
• Jika kita mengijinkan takut untuk berkuasa menjadi ketakutan di dalam pikiran kita, maka penyakit akan dengan mudah menyerang tubuh ini. Rasa resah dan gelisah biasanya akan dirasakan juga dengan jantung yang berdebar, tekanan darah yang naik dan rasa lemas di dalam tubuh. Oleh karena itu kita tidak boleh membiarkan rasa takut berkuasa di dalam diri kita.
3. Hidupnya mengandalkan Janji Firman Tuhan
• Tuhan sudah menyediakan pedang Roh bagi kita yaitu “Firman Elohim”, itulah mengapa kita harus bertekun dalam membaca, merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan supaya kita memiliki akses terhadap semua “senjata” yang kita butuhkan di dalam menghadapi peperangan.
• Mengandalkan Janji Firman Tuhan akan menguatkan dan meneguhkan hati kita (Yosua 1:7-9), dan bahkan akan mendatangkan kepada kita damai sejahtera yang tidak ada habis-habisnya (Yesaya 48:18-19). Di tengah goncangan ini kita memerlukan sumber damai sejahtera yang melimpah untuk dapat memadamkan setiap intimidasi yang bertujuan untuk membuat kita takut dan ciut hati.
PENUTUP
Tidak ada kemenangan tanpa peperangan. Situasi yang saat ini kita hadapi adalah peperangan rohani kita, kuatkan dan teguhkanlah hati kita! Hadapilah dengan selalu berpegang kepada perlindungan Tuhan yang senantiasa sanggup untuk meluputkan (Mazmur 34:8). Amin!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.