Home » Renungan

Motivasi Hati

21 April 2011 845 views 3 CommentsPrint This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Motivasi Hati | Matius 9:1-8

“Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Elohim.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?” (Matius 9:2-4)

Kalau kita melihat apa yang ahli Taurat itu katakan mengenai Yesus, apakah itu pikiran yang jahat? Bukankah Ahli Taurat itu memikirkan sesuatu yang rohani? Kalau memang Ahli Taurat itu tidak mengenal siapa Yesus, bukankah wajar kalau Ia mempertanyakan apa yang Yesus lakukan di dalam hatinya?

Yesus dapat melihat sampai bagian hati yang paling dalam. Ketika ahli taurat itu berkata di dalam hati, “Ia menghujat Elohim “, sesungguhnya bukanlah itu motivasi sesungguhnya. Ahli Taurat itu sama sekali tidak memikirkan mengenai Elohim atau penghujatan, tetapi hatinya didasari oleh iri hati dan dengki. Itulah yang Yesus lihat dan nilai sebagai pikiran jahat, motivasi dasar di balik perkataan rohani yang hanya dapat dilihat oleh Tuhan.

Ahli Taurat di sini menggambarkan kita yang sudah mengenal Elohim, yang sudah memiliki “pengalaman” Rohani bersama Elohim. Apakah motivasi kita murni di hadapan Elohim? Atau kita memiliki motivasi2 yang Tuhan nilai jahat di balik segala “kerohanian” kita? Apakah kita melayani untuk dipandang terhormat?

Kita semua setiap hari bergumul dengan daging dan pikiran kita. Pikiran menjadi medan peperangan rutin antara kita dan iblis. Oleh karena itu setiap hari pula kita harus melatih diri kita untuk taat kepada Firman Elohim, taat melakukan apa yang Firman katakan BENAR.

Dengan demikian kita melatih diri kita untuk memiliki motivasi yang murni di hadapan Elohim. Untuk memiliki motivasi yang murni kita membutuhkan seumur hidup kita untuk diproses Tuhan. Tuhan akan ijinkan kita jatuh dan bangkit kembali supaya kita semakin lagi terlatih dan motivasi hati kita semakin murni di hadapan Tuhan.
Amin.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

3 Comments »

  • pungo said:

    ternyata masih ada orang gila yang mengaku Yesus sebagai tuhan.Woi…yesus itu manusia dan bukan tuhan….haha…

  • David (author) said:

    @pungo : orang Kristen dibilang gila sudah biasa bro, tapi cobalah renungi satu hal ini : sudah 2000 tahun sejak Yesus mati, pengikutnya terus bertambah, mendunia dan mengalami hidup yang luar biasa! Kok bisa? :)
    God bless you my friend.

  • Timor Leste said:

    Ketuhanan Yesus Kristu tidak pernah tergantung pada pengakuan anda (manusia). Anda mengakui atau tidak, Yesus Kristu tetap Tuhan dari awal mulanya.

    Praise God
    SFC

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.