Sebuah Kisah dari Acara Termehek-mehek

termehek-mehekPasti sudah pada tahu acara ini kan? Acaranya setiap Sabtu – Minggu sore di Trans TV. Dari awal gue tahu acara ini langsung suka karena basic nya dari reality show, jadi (seharusnya) ini semua asli apa adanya tanpa rekaan. Acaranya sih mengenai mencari orang yang (tiba2) hilang. Beberapa cerita yang gw tonton mengenai kekasih yang tiba-tiba ngga kasih kabar dan seperti lenyap ditelan bumi, lalu seorang anak angkat yang mencari ibu kandungnya, dan lain-lain. Terkadang borok manusia terbongkar, masalah keluarga, dan hal-hal sensitive lainnya. Heran juga ya Trans TV bisa terus menayangkan acara ini tanpa adanya tuntutan dari pihak2 yang dipermalukan karena beberapa hal masih termasuk aib untuk ukuran budaya Timur.


Hari Minggu ini kisahnya cukup menyentuh. Alkisah, ada seorang perempuan yang bernama Dinita. Karena suatu kecelakaan korneanya pecah dan ia tidak bisa melihat. Lalu sang kekasih, Irwan dengan setia menemani selama masa pengobatan, mulai dari mencari donor mata sampai menguatkan Dinita. Namun menjelang kesembuhan Dinita, Irwan malah menghilang. Sejak itulah Dinita berusaha mencari Irwan.

Bersama tim termehek-mehek, Dinita berhasil mencari alamat Irwan, lewat sebuah tanda terima paket yang Irwan pernah kirimkan kepada Dinita. Ternyata alamat tersebut adalah alamat rumah kakak wanitanya Irwan. Namun Irwan tidak ada di sana. Dan sang kakak menolak untuk menjelaskan mengapa Irwan tidak ada disana dan di mana Irwan sekarang. Bahkan sang kakak mengatakan kepada Dinita, apakah tidak cukup kesusahan yang Dinita sebabkan kepada keluarga tersebut. Lalu Dinita mengungkapkan kepada tim termehek-mehek bahwa hubungan mereka tidak pernah direstui oleh keluarga Irwan.

Namun tim termehek-mehek berhasil membujuk sang pembantu rumah untuk memberikan alamat relasi dekat Irwan di saat tim termehek-mehek datang untuk kedua kali ke rumah kakak wanitanya Irwan. Ternyata alamat yang diberikan itu adalah alamat orang tua Irwan. Segera tim termehek-mehek berangkat ke sana.

Di rumah orang tua Irwan, tim dan Dinita disambut oleh ayahnya Irwan. Di saat Dinita mengatakan tujuan kedatangannya, Ayah Irwan berkata, “Tidak mungkin bertemu Irwan, tidak mungkin!” Lalu ia mengusir Dinita dan tim termehek-mehek. Tiba – tiba ibunya Irwan keluar dari dalam rumah, dan begitu ia melihat Dinita, ia langsung terenyuh dan memanggil, “Kamu Dinita ya?” Dan si Ibu langsung merangkul Dinita. Dinita langsung menangis, dan ia bertanya dimanakah Irwan sekarang …

Dan si Ibu menceritakan apa yang terjadi … Irwan menderita suatu penyakit berat, dan sudah pergi (meninggal). Sebelum Irwan meninggal, ia mendonorkan matanya untuk Dinita. Dan oleh karena mata Irwan itulah Dinita saat ini bisa melihat kembali…

Dinita langsung pingsan, ….

Luar biasa kisah kali ini, seperti dongeng aja. Memang Irwan tahu dia akan meninggal, dan sebelum itu terjadi ia memberikan apa yang ia miliki bagi Dinita yang membutuhkannya. Jadi inget apa yang Yesus katakana … Joh 15:13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Memang Irwan tidak memberikan nyawanya bagi Dinita, tapi tetap saja apa yang Ia berikan adalah sesuatu yang teramat sangat berharga bagi dia. Belum lagi dia harus berusaha agar keluarganya menyetujui keinginannya.

Mungkin kita tidak harus memberikan mata kita bagi orang lain. Tetapi di luar sana banyak orang yang berkekurangan. Ada orang yang membutuhkan makanan, ada orang yang membutuhkan baju, ada orang yang membutuhkan sekedar teman untuk curhat, dll. Maukah kita menjadi seperti Irwan? Memberikan yang terbaik yang kita bisa berikan bagi orang lain.

You may also like...

5 Responses

  1. imey says:

    bro,.. aq nonton yang itu… mengharukan….
    aq ampe nangisss wuaduhhh…..

  2. tiara says:

    emang sediiih ban93ttttt

    koQ ada ya cowok yang masih mau berkorban demi ceweknya………….

    gue pikiir cerita2 kya gitu cuma ada di sinetr0n doank……..

  3. sa says:

    ksh y ni mank bnr” sdh bgt…. g jg lg mengharapkan kdtgan seseorang y special bgt buat g y dah 3 thn lbh ilang tnp jjk sm sx, gk kebayang dech kl akhir penantian g kyk dy, kl akhirnya g cm dpt kbr kl dy dah gk da

  4. David says:

    @sa …
    kok bisa? pergi tanpa meninggalkan jejak? Mau ceritain kisahnya? Siapa tau kita disini bisa bantu doa …

  5. Adek says:

    beberapa kisah seperti gini pernah ku baca sebelumnya disalah satu renungan dengan akhir cerita yang sedikit berbeda…dan itu terjadi di tahun2 yang udah lampau banget,tapi ternyata gak disangka, hal seperti itu masih terjadi diabad sekarang, dimana kasih semakin dingin dan orang lebih mementingkan kepentingannya sendiri. What a really true man..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.