COOL 9 September 2008

menaburMENABUR
2 Korintus 9 : 6-8, Mazmur 126 : 5

Menabur adalah hal yang ada semenjak awal bumi dijadikan. Dalam Kejadian 8 : 22 Bapa menyatakan bahwa selama bumi ada, maka menabur dan menuai tidak akan pernah berhenti.

Menabur atau memberi, adalah hal yang Tuhan mau kita kerjakan. Bukan sebagai suatu kewajiban melainkan bukti bahwa kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Bahkan lebih dari itu, Tuhan mau kita menabur supaya seluruh janji Allah yang telah difirmankanNya dapat digenapi dalam kehidupan seseorang (Yohanes 10 : 10b)

Banyak hal yang dapat kita cermati dalam menabur. Pada kesempatan ini, kita akan memfokuskan kepada 2 hal

1. Menabur di tempat yang tepat. (Matius 13 : 3-9)
Saat ini kita mempunyai benih bagus yang berasal dari Tuhan. Untuk membuat benih yang baik itu dapat dituai dan tuaiannya pun maksimal, maka kita harus menebarkannya di tempat yang tepat – dengan kata lain, di tanah yang subur dan baik. Dengan menabur di tempat yang tepat, maka tuaian yang terbaik dan maksimal pasti akan kita dapatkan.

2. Menabur di saat yang tepat (Kejadian 26 : 12)
Pengkhotbah 3 menyatakan : “Untuk apa pun di bawah langit ada waktunya”. Demikian pula dengan menabur. Dalam Kejadian 26, ketika berada dalam ketakutan, Ishak tidak menabur. Tetapi saat Abimelekh memberikan jaminan kepadanya, maka mulailah Ishak menabur. Saat yang tepat membuat hasil tuaian yang cepat dan berlipat-lipat. Contoh lain dapat kita lihat di Yohanes 21 : 6.

Tempat dan saat yang tepat tidak datang begitu saja. Seringkali mata kita tidak dapat melihat hal tersebut. Karena itu kita harus meminta hikmat dari Tuhan supaya apa yang kita tabur dapat kita tuai secara maksimal dan itu menjadi kemuliaan bagi namaNya.

PENUTUP
Seperti yang sudah sering kita dengar dari mimbar, pada akhir September 2008 ini kita akan memasuki tahun Samekh Teth yang diambil berdasarkan penanggalan Yahudi. Tahun itu berarti tahun masa berbuah, tahun panen raya, tahun penuaian. Dikaitkan dengan kehidupan kita, inilah saat kita dapat menuai dalam berbagai aspek kehidupan. Tangkap kesempatan ini dengan menabur benih yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Sekarang tinggal kita memeriksa benih apa yang ada pada kita. Kasih, sukacita, kebaikan, damai sejahtera, harta?
Minta hikmat Tuhan dimana benih tersebut harus kita tabur dan ingat bahwa apa yang kita tuai akan sesuai dengan apa yang kita tabur. (Galatia 6 : 7b, Hosea 8 : 7). Amin.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.