BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS

Kolose 2:6-7

Paulus menulis dari dalam penjara untuk jemaat di Kolose karena kerinduan dan tanggung jawabnya agar jemaat Kolose tidak jatuh pada ajaran yang menyesatkan yang sedang terjadi pada saat itu. Paulus memberikan nasihat melalui rekan sepelayanannya yaitu Epafras. Nasehat Paulus ini sangat berguna bagi jemaat di Kolose pada saat itu, dan bagi kita saat ini karena tekanan dunia dan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Apa yang diajarkan rasul Paulus agar kita bertumbuh di dalam Kristus.

1. TETAP HIDUP DALAM TUHAN (ay. 6b, Yohanes 15:4)
• Kata “di dalam” yang menunjukan Posisi (yang tetap) baik dalam waktu, tempat maupun keadaan. Ciri orang yang hidup Dalam Kristus yaitu bergantung pada Tuhan bukan kekuatannya sendiri, selalu hidup sesuai Firman Tuhan dan memiliki keintiman dengan Tuhan.

2. BERAKAR DAN DIBANGUN DALAM KRISTUS (ay. 7a, Mazmur 1:3)
• Untuk memiliki pondasi Iman yang kuat kepada Kristus kita harus berakar artinya kita harus tertanam terlebih dahulu. Seberapa dalam dan kuat akar / pondasi kita yang menentukan ketahanan kita saat menghadapi ujian.

3. TEGUH DALAM IMAN (ay. 7b).
• Iman merupakan sarana untuk bertumbuh dalam kehidupan Kristen, saat akar / pondasi kita kuat maka iman kita semakin besar dan teguh dan tidak mudah goyah dalam menghadapi setiap masalah yang ada..

4. MELIMPAH DENGAN UCAPAN SYUKUR (ay. 7c, 1 Tesalonika 5:18)
• Mungkin hari-hari ini kita sedang dihadapkan dengan masalah yang tak kunjung selesai tetapi tetap mengucap syukur sangatlah penting atas hidup orang percaya.

PENUTUP
Bagaimana dengan pertumbuhan Iman kita kepada Tuhan hari-hari ini apakah kita sudah tinggal, berakar, teguh dan bersyukur agar tidak mudah terbawa ajaran-ajaran yang membuat kita ragu. Amin!

DIBENTUK MELALUI PROSES

Yakobus 1:2-3

Kita sering mau hasil instan: sukses tanpa perjuangan, dipakai Tuhan tanpa dibentuk, berkat tanpa proses. Padahal, Tuhan lebih peduli pada prosesnya, bukan hasil yang cepat. Lewat proses itulah karakter kita dibentuk. Sama seperti emas dimurnikan dalam api dan padi ditumbuk menjadi beras, Tuhan memakai proses hidup untuk membentuk kita jadi pribadi yang kuat.

1. PROSES MEMBENTUK KARAKTER (Roma 5:3-4)
• Tuhan mengizinkan kita mengalami hal-hal yang pahit, seperti air mata, penantian, kegagalan dan tekanan hidup. Semuanya dipakai untuk membentuk karakter. Seperti Yusuf, ia dibenci, dijual, difitnah dan dipenjara. Semua itu adalah proses menuju istana. Jika ia langsung menjadi penguasa tanpa proses, karakternya belum siap. Proses memang sering menyakitkan, tapi hasilnya indah.

2. PROSES MELATIH KEPERCAYAAN (Amsal 3:5-6)
• Pada saat doa kita belum dijawab, jalan belum terbuka, dan keadaan belum berubah, Tuhan sedang mengajar kita untuk tetap percaya. Iman yang sejati bukan hanya percaya ketika keadaan baik, melainkan tetap percaya sekalipun jawaban belum terlihat. Seperti Abraham yang menanti janji Tuhan dalam waktu lama sebelum kelahiran Ishak. Penundaan Tuhan bukanlah bentuk penolakan.

3. PROSES MEMBUAT KITA RENDAH HATI.
• Tuhan mengizinkan proses agar manusia menyadari keterbatasan diri, kebutuhan akan Tuhan, dan bahwa keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan sendiri (Ulangan 8:2). Orang yang tidak mengalami proses cenderung mudah menjadi sombong. Sebaliknya, orang yang dibentuk Tuhan umumnya menjadi lebih sabar, lebih berempati terhadap penderitaan orang lain, dan lebih bergantung kepada-Nya.

4. TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA (Yesaya 43:2).
• Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa pencobaan, tetapi Ia berjanji menyertai kita di dalamnya. Meskipun kita tidak mengerti, merasa lelah, bahkan ingin menyerah, Tuhan tetap bekerja sekalipun hasilnya belum terlihat.

PENUTUP
Jangan menolak proses kehidupan yang sedang dijalani. Proses tersebut berfungsi untuk membentuk karakter, melatih iman, menumbuhkan kerendahan hati, serta mempersiapkan berkat yang lebih besar untuk membentuk masa depan kita. Amin!

JANGAN JEMU-JEMU BERDOA

Lukas 18:1

Di tengah situasi saat ini, bagimana dengan kehidupan doa kita, apakah kita masih tetap bertekun dalam doa atau sudah mulai meragukan akan kuasa doa? Ada beberapa hal yang membuat kita berhenti berdoa:

1. MERASA DOA TIDAK DIJAWAB
• Banyak orang berhenti berdoa karena merasa doanya tak kunjung dijawab. Padahal Tuhan tidak selalu menjawab doa kita sesuai dengan waktu dan cara yang kita harapkan (Efesus 3:20).

2. MERASA KECEWA
• Merasa kecewa terhadap keadaan yang dialami dapat membuat seseorang menjauh dari Tuhan. Justru saat kecewa, kita diundang untuk datang kepada Nya (Matius 11:28).

3. MERASA TIDAK LAYAK
• Rasa tidak pantas karena dosa yang telah dilakukan sering menghentikan doa kita (1 Yohanes 1:9).

PENUTUP
Doa adalah perintah Tuhan (1 Tesalonika 5:17). Karena itu, jangan jadikan doa sekedar aktivitas rohani melainkan jadikanlah sarana untuk membangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan. Amin!

HIDUP DENGAN RASA CUKUP

1 Timotius 6:6-9

Banyak orang hidup dengan ketidakpuasan, iri hati, dan tertekan karena kebahagiaan sering disamakan dengan seberapa banyak yang kita miliki dibandingkan dengan orang lain. Ada 3 hal yang dapat kita pelajari agar kita dapat merasa cukup dengan apa yang kita miliki:

1. ESENSI RASA CUKUP (1Tim. 6:6-8)
• Paulus mengajarkan batas minimal kecukupan, jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi kita harus bersyukur, mengejar impian boleh saja tetapi bukan terus mengejar keinginan yang tak terbatas, kita harus percaya bahwa Tuhan akan memelihara hidup kita.

2. DAMPAK RASA CUKUP (1Tim. 6:9-10)
• Orang yang merasa cukup tidak akan bersungut-sungut, ia bergantung penuh akan pemeliharaan Allah, bukan pada kekuatan atau kekayaan materi. Kita akan bebas dari perbudakan keinginan materi, gaya hidup mewah, dan persaingan dunia yang tiada akhir.

3. CARA MEMBANGUN RASA CUKUP (Mzm. 90:12)
• Kita lahir tanpa membawa apa-apa dan meninggal pun tidak membawa apa-apa. Tetapi saat kita memiliki Kristus, kita sudah memiliki harta yang terindah, karena materi tidak dapat menggantikan kekosongan batin. Hitunglah berkat Tuhan yang telah kita terima daripada menghitung keinginan yang belum terpenuhi.

PENUTUP
Salah satu karunia yang Tuhan berikan adalah kita bisa menikmati berkat-Nya dengan apa yang kita miliki saat ini. Rasa cukup dapat membuat hidup menjadi lebih indah. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa besar kita bisa mengucap syukur apa yang ada pada kita saat ini. Amin!

PERBEDAAN ORANG BENAR DAN ORANG FASIK

Maleakhi 3:13-18

Dalam kehidupan saat ini pun nampaknya orang fasik bisa hidup berlimpah dan mujur. Padahal mereka adalah orang yang mengaku beragama tapi tidak sungguh beriman, tahu firman tapi tidak menghidupinya, berani berbuat dosa tanpa merasa melanggar firman Tuhan, penuh kemunafikan / kepalsuan; dan sementara itu, orang benar bisa saja mulai merasa lelah untuk tetap hidup benar. Orang benar adalah orang yang telah dibenarkan, bukan karena ia sudah sempurna melakukan hal-hal yang benar. Apa yang membedakan orang benar dan orang fasik?:

1. SUKA TERANG VS SUKA GELAP (Mazmur 1:2)
Gembira / senang jika membaca, merenungkan, dan melakukan firmanNya. Orang benar menyukai perbuatan terang, bukan perbuatan kegelapan. Orang benar tidak bebas dari masalah tapi punya pondasi yang kokoh untuk bertahan dan menang.

2. BERDAMPAK KEHIDUPAN VS BERDAMPAK KEMATIAN (Mazmur 1:1)
Orang benar seumpama gandum yang memberikan daya kehidupan, sementara orang fasik bagaikan ilalang yang membawa daya rusak (Matius 13:24,30, 23:36-43).

PENUTUP
Saat bersosialisasi, orang benar membawa kesegaran / kehidupan, sebaliknya orang fasik membawa kekuatiran / perpecahan / emosi negatif. Orang benar pada saatnya pasti ditinggikan Tuhan (Matius 13:43); gandum dan lalang harus tumbuh bersama-sama, tapi pasti kelak ‘dipisahkan’ Amin!

BELAJARLAH DARI YESUS

Matius 11:29

Sebagai orang percaya kita bukan saja belajar tentang Yesus tapi kita juga harus belajar dari Yesus. Belajar tentang Yesus tidaklah menuntut ‘hubungan’, tapi belajar dari Yesus tentu menuntut (menjalin) hubungan pribadi dengan diriNya. Belajarlah memiliki hubungan dengan Tuhan Yesus, maka kita akan jadi makin serupa dengan Dia dalam hal:

1. KELEMAHLEMBUTAN
Menjadi pribadi yang mudah mengampuni (Lukas 23:34), tidak ingin membalas (Matius 26:53,67-68), penuh belaskasihan (Lukas 7:36-50), punya kendali diri yang kuat (Yohanes 18:3,22-23)

2. KERENDAHAN HATI
Menjadi pribadi yang menyadari peran Tuhan dalam hidup (Yohanes 5:19), tidak sombong (Amsal 18:12).

PENUTUP
Jangan pernah berhenti belajar dari Yesus. Miliki dan hidupilah setidaknya 2 karakteristik tersebut dan jadilah serupa dengan Kristus.. Amin!

TUHAN BEKERJA WALAU TIDAK TERLIHAT

Yohanes 5:17

Seringkali kita menilai kehadiran Tuhan berdasarkan ‘apa yang kita rasakan / lihat’, sehingga ketika doa belum terjawab, atau situasi tampak buntu, kita cenderung berpikir bahwa Tuhan mengabaikan bahkan meninggalkan kita. Ketahuilah bahwa Elohim tidak pernah berhenti bekerja (Ergazetai; Yunani); bahkan sebaliknya, Dia bekerja terus menerus tak terputus oleh ruang, waktu, aturan manusia, dsb. Beberapa hal penting yang harus kita ingat mengenai cara kerja Tuhan :

1. KASIH SETIA TUHAN MELAMPAUI WAKTU (Ratapan 3:22-23)
Tuhan bekerja dalam skala kekekalan. Saat manusia merasa ‘habis’ atau ‘sudah terlambat’, Elohim justru tetap menatanya agar indah dan tepat pada waktuNya. Kasih setia Tuhan selalu baru tiap hari, tiap bulan, tiap tahun, tiap masa.

2. PEKERJAAN TUHAN TAK TERBATAS (Efesus 3:20)
Jangan ukur pekerjaan Tuhan berdasarkan logika kita. Tuhan sangat bisa diandalkan sekalipun situasi sangatlah buruk. Dia bisa bekerja melalui kegagalan kita, melalui orang yang tidak kita kenal, dll. Tujuan akhirnya adalah demi kebaikan kita dengan cara-caraNya yang ajaib / tak terpikirkan.

3. BEKERJASAMALAH DENGAN KRISTUS (Yohanes 15:5b)
Tuhan bekerja melalui hidup kita dengan Roh KudusNya yang ada dalam kita. Dia berikan kita kekuatan dan pintu-pintu kesempatan yang dibukakanNya. Berkolaborasilah: Tuhan bagian yang mustahil, kita bagian yang bisa kita kerjakan. Fokus selalu pada ‘siapa yang berjalan bersama kita’, bukan ‘kapan masalah ini selesai’.

PENUTUP
Keheningan dalam kehidupan yang kita rasakan, bukanlah karena Dia tidak hadir. Tuhan selalu hadir dan kita harus selalu percaya untuk menantikan dan melihat kemuliaanNya pada akhirnya pasti dinyatakan. Amin!

MEMANDANG SALIB KRISTUS

Matius 27:32-44

Jumat Agung adalah peringatan penyaliban dan kematian Tuhan Yesus di Bukit Golgota. Peristiwa itu bukan sekedar sejarah tapi adalah peristiwa puncak kasih Elohim bagi umat manusia, bahkan menjadi dasar bagi kemenangan kehidupan bagi setiap orang yang percaya pada Kristus. Inilah yang dilakukan Tuhan bagi kita melalui salibNya:

1. PENEBUSAN DOSA MELALUI PENGORBANAN (1 Petrus 2:24-25)
Pembenaran manusia dari dosa di hadapan Elohim hanya diperoleh saat mereka percaya pada pengorbanan Yesus.

2. KETAATAN YANG SEMPURNA (Flp.2:8)
Penderitaan yang begitu hebat tidaklah menghalangi komitmen Yesus untuk tetap taat pada kehendak Elohim, bukan pada kemauanNya sendiri.

3. KASIH TANPA SYARAT (Yoh.3:16)
Elohim mengasihi semua manusia tanpa peduli apa atau seberapa besar dosa mereka. Anak Elohim direlakanNya mati bagi keselamatan manusia di segala masa dan jaman.

PENUTUP
Bagian kita saat ini adalah hidup meneladani Kristus. Tetaplah tegak dalam kebenaran. Tetap maju melakukan yang benar. Jangan mundur, jangan menyerah. Pandang salib Kristus adalah kunci kita bisa berhasil hidup benar dan setia sampai akhir. Yesus pernah lalui jalan sengsara sampai mati disalibkan, untuk menggantikan kita sehingga sanggup memikul salib kita dan menang atas badai dan derita. Amin!

JANGAN SIA-SIAKAN WAKTUMU

Efesus 5:16

Memiliki keinginan dan ambisi yang begitu besar tanpa melibatkan Tuhan di dalam kehidupan, seringkali membuat seseorang lupa waktu, sehingga dapat menyusahkan diri dengan apa yang dilakukannya; bahkan bisa membawa kepada berbagai pencobaan karena perbuatannya itu. Dunia menawarkan kesenangan, sehingga berpotensi membuat orang percaya menjadi lupa akan makna kehidupan, yaitu untuk melakukan segala sesuatu buat Tuhan, termasuk dalam menggunakan waktu yang dimilikinya. Untuk itu sebagai orang percaya kita harus bisa mengelola waktu dengan benar.

1. PRIORITASKAN BERJUMPA TUHAN TIAP HARI (Mazmur 5:4)
Pemazmur mengajarkan kepada kita bagaimana pentingnya untuk secara disiplin memprioritaskan untuk berjumpa Tuhan setiap pagi (bukan hanya setiap hari).

2. NANTIKAN DAN DENGARKAN TUNTUNANNYA (Roma 10:17, Mazmur 119:115)
Meresponi setiap Firman yang diterima dengan benar, sehingga Iman kita terus bertumbuh dan berbuah dalam perbuatan serta tindakan hidup.

3. BIJAK DALAM KEHIDUPAN (Efesus 5:15,17, Mazmur 90:12)
Waktu yang terbatas ini haruslah dimanfaatkan dengan bijaksana, yaitu dengan tepat sesuai dengan kehendak Tuhan atas tuntunan dari Roh Kudus.

PENUTUP
Waktu itu teramat sangat berharga. Kita harus betul-betul mempergunakannya dengan sebaik mungkin, agar tidak terbuang percuma. Pergunakanlah waktu untuk mendekatkan diri kita pada Tuhan agar kita diperlengkapiNya untuk memberitakan Kabar Baik dan menjangkau jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan. Amin!

ORANG YANG BERUNTUNG

Ada kalimat yang umum kita dengar: “Wow, kamu beruntung banget (hoki) bisa …”. Berdasarkan KBBI, keberuntungan artinya: kondisi bernasib baik, mujur, atau mendapatkan hasil positif yang seringkali tidak terduga. Artinya, sesuatu yang didapatkan secara tidak sengaja. Pertanyaannya, apakah orang kristen percaya dengan keberuntungan? Apa yang Alkitab katakan tentang keberuntungan??

1. TERJADI KARENA MELAKUKAN APA YANG FIRMAN KATAKAN (Ulangan 29:9)
Ketaatan melakukan Firman Tuhan akan mengantar kita untuk menggenapi apa yang menjadi rancangan Tuhan atas hidup kita. Yeremia 29:11 mengatakan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai Sejahtera dan bukan kecelakaan, yang artinya penuh dengan kebaikan bagi kita.

2. TERJADI KARENA DISIPLIN ROHANI (Yosua 1:8)
Disiplin dalam memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan serta mengawasi setiap perilaku, perkataan dan pebuatan kita agar selalu selaras dengan Firman Tuhan akan membawa kita menjalani kehidupan yang selalu ada di jalan-jalanNya.

PENUTUP
Apakah kita sudah siap jadi orang yang beruntung? Apakah kita sudah taat dan disiplin rohani untuk mengundang keberuntungan itu? Sudahkah mempersiapkan diri dalam segala kondisi supaya waktu kesempatan itu datang, kita siap untuk mendapatkan keberuntungan itu? Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menerima kondisi yang kita doakan? Amin!