MUJIZAT YANG SERING KITA LEWATKAN

MUJIZAT YANG SERING KITA LEWATKAN Ratapan 3:22-23

Kita sering berdoa memohon mukjizat besar, seperti kesembuhan, pekerjaan, atau keuangan. Saat Tuhan mengabulkannya, kita bersukacita. Sering kali kita terlalu sibuk menunggu mukjizat besar hingga melupakan pemeliharaan Tuhan yang hadir setiap hari. Berikut adalah beberapa mukjizat harian yang sering kita lewatkan:

1. KASIH SETIA-NYA SELALU BARU (Rat. 3:22-23)
• Ayat ini ditulis saat penulisnya berada dalam situasi yang sangat sulit. Namun, ia tetap bisa memuji Tuhan. Setiap pagi adalah bukti nyata pemeliharaan Tuhan. Kita mungkin menganggap napas dan hari yang baru sebagai rutinitas biasa. Padahal, justru di situlah letak mukjizat harian yang sering kita lewatkan.
2. HAL-HAL YANG BIASA TERJADI, KITA LUPA ITUPUN MUJIZAT TUHAN
• Rutinitas seperti bernapas, makan, dan berkumpul dengan keluarga sering terasa biasa karena kita sudah terbiasa menerimanya. Akibatnya, kita lebih mudah meminta hal baru daripada bersyukur atas apa yang sudah ada. Masalahnya bukan Tuhan berhenti bekerja, melainkan kita yang berhenti memperhatikan kebaikan-Nya.
3. BELAJAR MELIHAT RUTINITAS SEBAGAI PENYERTAAN TUHAN.
• Rutinitas harian seperti pekerjaan, tugas, dan mengurus keluarga memang kadang terasa monoton, tetapi di sanalah Tuhan memberi kesempatan untuk hidup dan mengasihi. Bersyukur bukan berarti kita tidak punya masalah, tidak boleh lelah, atau tidak boleh sedih. Kita tetap bisa membawa semua pergumulan kepada Tuhan. Bersyukur berarti di tengah masa sulit sekalipun, kita memilih untuk tetap melihat dan mengingat kebaikan-Nya.
4. BELAJAR SELALU BERSYUKUR
• Kita bisa bersyukur atas mukjizat harian dengan cara berhenti sejenak setiap pagi untuk berterima kasih atas hari yang baru, menyebutkan tiga hal baik yang kita miliki, dan mengubah keluhan menjadi doa meminta kekuatan.

PENUTUP
Jangan tunggu masalah selesai baru kita bersyukur. Mari berhenti mengeluh dan mulailah melihat kebaikan-Nya dalam hal-hal kecil, sebab di sanalah pemeliharaan Tuhan yang selalu nyata setiap hari. Amin!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.