MUJIZAT YANG TIDAK LAZIM

1 Korintus 2:9

Jika kita mendengar kata “mujizat”, tentu kita berpikir bahwa itu adalah hal yang ajaib dan luar biasa yang Tuhan lakukan karena keterbatasan manusia. Lalu, bagaimana dengan mujizat yang tidak lazim? Apakah itu?

Dalam Alkitab, Tuhan banyak melakukan “mujizat yang tidak lazim”, seperti membelah laut Teberau, mengeluarkan air dari batu karang, memberi makan Nabi Elia melalui burung gagak, dan masih banyak lagi. Jadi “mujizat yang tidak lazim” adalah hal ajaib dan luar biasa yang Tuhan lakukan bagi kita melampaui apa yang dapat kita bayangkan dan pikirkan. Tuhan nyatakan hal ini bagi umatNya karena Ia mengasihi kita dan Ia tengah mempersiapkan kita untuk menghadapi masa penuaian besar, Pentakosta yang ketiga. Padahal banyak orang mengatakan bahwa tahun 2018 adalah tahun yang sulit dan banyak masalah, tetapi bersama Tuhan, kita pasti bisa melewati semua tantangan ini dan keluar sebagai pemenang.

Supaya mujizat yang tidak lazim ini kita alami, ada beberapa hal yang Tuhan mau kita lakukan :

  • Perbarui kehidupan Rohani Kita (Efesus 4:17)
    • Marilah kita tinggalkan cara hidup kita yang masih tidak berkenan di hadapan Tuhan. Bangun kerohanian kita dengan semakin lagi dekat dan intim dengan Tuhan.
    • Bangsa Israel pun melalui perjalanan di Gurun “dipaksa” untuk memperbarui karakter dan kebiasaan mereka melalui proses yang panjang, supaya kerohanian mereka terbangun dan cara hidup lama mereka ditinggalkan, diganti dengan cara hidup yang baru, yang berkenan di hadapan Tuhan.
  • Tinggalkan Pikiran lama kita (Yesaya 43:18-19)
    • Kita tidak bisa mengalami kuasa dan mujizat Tuhan jika kita belum bisa berpaling dari hal-hal di masa lalu. Kita harus memilih untuk maju dan memikirkan hal-hal yang berada di depan.
    • Pikiran yang baru, selain memikirkan hal-hal yang di depan, juga haruslah pikiran-pikiran yang lahir dari tuntunan / inspirasi Roh Kudus, sehingga kita tidak lagi dikuasai oleh keraguan, namun dikuasai oleh Iman yang menakarkan hal-hal luar bisa dari Tuhan.

Penutup

Apapun keadaan hidup kita saat ini, percayalah bahwa Tuhan sanggup untuk mengubah dan memperbaharui hidup kita. Maju terus dalam Tuhan, lebih lagi fokus kepadaNya, semakin bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan iman. Percayalah bahwa mujizat yang tidak lazim PASTI akan kita alami. Amin!

C O O L – Selasa 25 November

Krisis perekonomian yang kali ini menghantam Amerika Serikat, ternyata dampaknya mengglobal. Hampir seluruh dunia ikut merasakan dampak dari krisis ini, dan tanpa terkecuali bangsa kita pun ikut juga merasakannya.

BERKELIMPAHAN DI MASA SULIT

Krisis perekonomian yang kali ini menghantam Amerika Serikat, ternyata dampaknya mengglobal. Hampir seluruh dunia ikut merasakan dampak dari krisis ini, dan tanpa terkecuali bangsa kita pun ikut juga merasakannya.

Kita bisa melihat banyak pemberitaan di surat kabar mengenai kemungkinan PHK yang akan dilakukan, belum lagi jatuhnya pasar saham ke tingkat terendah dalam 3 tahun. Order pekerjaan yang biasanya sudah datang di akhir tahun ini sampai sekarang belum ada. Luar biasa dampak dari krisis kali ini dan kita pun tidak bisa memungkiri bahwa anak-anak Tuhan pun ikut merasakan dampaknya.

Namun kita perlu melihat kembali kepada janji Tuhan, apa menjadi kehendakNya bagi kita di saat-saat ini. Karena semua yang terjadi bukanlah suatu kebetulan, ini adalah sebuah goncangan seperti yang tertulis di dalam Hagai, agar harta bangsa-bangsa berpindah kepada rumah Tuhan. Ada maksud Tuhan lewat goncangan ini.

Ada 3 kebenaran agar bisa berkelimpahan di masa sulit:

1. Tuhan menginginkan supaya kita berkelimpahan.
Dalam 3 Yohanes 1:2 dikatakan bahwa Yohanes berharap jemaat dalam keadaan yang baik-baik. Di dalam bahasa inggris, kata baik berasal dari kata prosper yang artinya berkelimpahan. ArtinyaTuhan menginginkan kita dalam keadaan yang berlimpah, hidup sejahtera agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Kita menjadi berhasil bukan dengan “diam saja”, tetapi Tuhan akan membuat “jalan” agar kita berhasil dalam semua yang kita lakukan. Jadi bagian kita di saat sulit ini adalah :
a. Melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa ( bekerja dengan rajin, memiliki roh excellent yang membuat kita berbeda dengan orang lain )
b. Membuka mata dan hati untuk melihat peluang, jalan dan kesempatan yang akan Tuhan tunjukan.

2. Mulai membangun keintiman dengan Tuhan ( 2 Tawarikh 26:5 dan Yohanes 15:7 )
Kita harus sadari betul bahwa hanya dengan intim dengan Tuhan saja kita bisa melewati krisis ini di dalam kelimpahan, karena Tuhan adalah sumber segala sesuatu, di dalam Dia ada segalanya, dan dengan dekat dengan Dia maka kita akan senantiasa mendapatkan inspirasi, kekuatan yang baru, pengurapan, yang membuat kita tidak pernah salah langkah, bahkan terus maju.

3. Mulai meminta Keberhasilan. ( Mazmur 33:18-19 dan Mazmur 37:19 )
Karena kita yakin bahwa Tuhan menginginkan kita berkelimpahan, maka mulailah membangun pengharapan tersebut di dalam hati kita. Janji Tuhan adalah kita akan tetap kenyang di saat kelaparan, kita akan tetap berkelimpahan di saat sekeliling kita sedang krisis! Jadi di masa sulit pun kita pasti berhasil, kita pasti bisa melewati semua dengan baik oleh karena Tuhan. Ingat Yabes, karena dia mengenal siapa yang Dia sembah maka dia tidak takut dan ragu untuk meminta kelimpahan, karena ia tahu itu yang Tuhan inginkan.

PENUTUP

Ini adalah kabar baik dari Tuhan, bahwa oleh karena Dia kita bisa berkelimpahan bahkan di saat sulit sekalipun. 1 Yohanes 5:14 mengatakan bahwa kita akan mendapatkan jawaban doa kita kalau kita berdoa sesuai dengan kehendakNya. Kita telah mengetahui kehedakNya bagi kita di masa sulit ini. Peganglah dengan teguh pengertian ini, apapun krisis yang kita hadapi, bersama Tuhan kita akan keluar menjadi pemenang, Haleluyah!
Amin!