MENANTI JANJI TUHAN

Yosua 21:45

Berbagai macam tantangan dalam kehidupan bisa membuat kita kehilangan atau kekurangan berbagai hal dalam hidup ini. Kalau kita menghadapinya, janganlah sampai kita menyerah pada keadaan, karena kita memiliki Tuhan yang bisa diandalkan untuk memulihkan kondisi jiwa / mental / Kesehatan / keluarga / keuangan / pelayanan dan lain sebagainya. Kita memegang teguh janji Tuhan karena Ia tidak pernah berdusta (Yousa 211:45, Bilangan 23:19). Yang perlu kita lakukan adalah menguatkan hati kita untuk menantikan janji-janji Tuhan. Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan memiliki kekuatan yang luar biasa / meluap-luap / meledak-ledak karena kuasa Tuhan yang bekerja di dalam kita (Yesaya 40:29-31)
Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan dan janjiNya akan melakukan hal-hal berikut ini :

1. BERSYUKUR DI SEGALA KEADAAN (1 Tesalonika 5:18, Ibrani 13:5)
• Sikap bersyukur dapat menenangkan hati karena kita mempercayakan diri kepada Tuhan yang tidak akan membiarkan / meninggalkan kita.3
• Dalam kelimpahan maupun kekurangan, kita harus senantiasa bersyukur dan jangan lupakan pertolongan Tuhan di masa lalu.
• SIkap bersyukur membuat kita merasa cukup, sehingga bisa menghindarkan diri dari kebiasaan bersungut-sungut.

2. BERDOA TANPA HENTI (Filipi 4:6-7, Kisah Para Rasul 16:25-26)
• Berdoa mengingatkan kita akan sumber pengharapan kita dan bagaimana Ia tidak pernah gagal di dalam menggenapkan janjiNya. Oleh karena itu kita harus terus berdoa sehingga pengharapan dan iman kita semakin kuat kepadaNya.
• Berdoa di masa sulit terkadang lebih sulit dibanginkan di masa tenang, oleh karena itu tetaplah berdoa dan peliharalah dengan tekun dan teguh kebiasaan ini.

3. MENABUR PERBUATAN BAIK (Galatia 6:9-10, Mazmur 126:5-6)
• Taburan kebaikan pasti mendatangkan tuaian kebaikan pula. Gunakan kesempatan menabur kebaikan yang Tuhan beri selama kita masih hidup.
• Menabur benih di masa sulit adalah korban terbaik di hadapan Tuhan. Persiapkan diri kita untuk panen raya atas taburan seperti ini.

PENUTUP
Dapatkan selalu kekuatan baru sambal menanti-nantikan Tuhan, sehingga sekalipun janji Tuhan belum tergenapi saat ini, kita tetap dapat bersukacita dan penuh dengan damai sejahtera. Kita harus tetap ada di dalam Tuhan, maka janjiNya pasti digenapi. Doa kita tidak akan sia-sia. Amin!

MENGALAMI PENGGENAPAN INJIL

Markus 1:3-8, Kisah Para Rasul 5:42, Markus 3:14, 16:15

Kehadiran Tuhan Yesus di dalam dunia ini adalah membawa misi untuk memberitakan Injil. Kita sebagai murid-murid Tuhan memiliki misi kehidupan yang sama. Apapun latar belakang kita dalam hidup dan apapun pekerjaan atau aktifitas kita, misi untuk memberitakan Injil haruslah tetap diemban oleh mereka semua yang menamakan dirinya Kristen, karena memberitakan Injil itu adalah perintah Tuhan Yesus pada pengikutnya.

Pemberitaan Injil bermaksud untuk menuntun setiap orang dalam pertobatan (mengimani Yesus sebagai Tuhan atas hidupnya), untuk mengarahkan perjalanan kehidupan sebagai “manusia baru” dan untuk mempersiapkan setiap orang agar tetap setia sampai pada akhir hidupnya sehingga ia layak menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kembali. Jika kita mengalami ketiga hal tersebut artinya kita mengalami penggenapan Injil yang utuh.

Hal-hal yang harus kita lakukan dan alami sehingga penggenapan Injil seutuhnya bisa terjadi atas kita setelah menerima Tuhan Yesus adalah sebagai berikut :
1. MEMATIKAN PERBUATAN DAGING (Roma 8:13, Galatia 5:19-21)
• Ini adalah proses untuk menjadi kudus dalam setiap aspek kehidupan kita (1 Petrus 1:15-16)
• Karena proses, maka hal ini harus terus menerus kita lakukan / jalani sampai kita bertumbuh sempurna (2 Korintus 7:1)

2. MENGALAMI BAPTISAN ROH KUDUS (Markus 1:8, Kisah Para Rasul 1:8)
• Orang yang bertobat dan lahir baru tidak otomatis dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Ketika Orang lahir baru, Tuhan memeteraikan orang tersebut dengan Roh Kudus.
• Mereka yang sudah lahir baru dapat berdoa untuk menerima Baptisan Roh Kudus.
• Baptisan Roh Kudus berdampak pada kuasa pelayanan pekerjaan Tuhan (khususnya penyelesaian Amanat Agung) dan pada pengalaman kedalaman keintiman dengan Bapa (penyembahan dalam roh).

3. MEMILIKI PENGALAMAN ILAHI DAN MENJADI SAKSI KRISTUS (Mazmur 103:3-5, Ayub 42:5, 1 Petrus 2:9)
• Berkat keselamatan Kristus mendatangkan mujizat pemulihan, kesembuhan, transformasi dan lain sebagainya.
• Berkat-berkat tersebut menjadikan sebuah pengalaman akan Tuhan yang nantinya dapat disaksikan sebagai bagian dari pengabaran Injil kepada orang-orang di sekitar kita.

4. MENJADI KRISTEN YANG BERJAGA-JAGA (Matius 24:42, 1 Tesalonika 5:2)
• Fokus kita dalah untuk mempersiapkan diri sebagai mempelai Anak Domba, oleh karena itu harus selalu bersiaga karena kita kedatangan Tuhan akan secara tiba-tiba. (1 Tesalonika 4:17)
• Karena kedatanganNya tidak diketahui kapan, seharusnya kita sebagai orang percaya harus semakin lagi hidup menjaga iman dan integritasnya supaya kelak didapati layak mengalami pengangkatan (2 Petrus 3:11,14)
• Berjaga-jaga bukanlah sebuah sikap pasif, namun aktif yaitu dengan menjadi alatNya untuk menyelesakan Amanat Agung.

PENUTUP
Penggenapan Injil bukan hanya sampai kelahiran baru saja, melainkan akan terus berjalan seiring dengan pertumbuhan rohani kita ke arah kedewasaan rohani sehingga kita menjadi serupa dengan Kristus. Amin!