C O O L – SALENDRO 1 SELASA 8 April 2008

PILIHAN ADA PADA ANDA (UNTUK PERCAYA JANJINYA ATAU TIDAK)

Ulangan 1:21

Perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke tanah perjanjian adalah sebuah gambaran mengenai perjalanan kita manusia menuju ke kehidupan yang kekal. Ketika Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan menjanjikan akan membawa mereka ke sebuah negeri yang berlimpah susu dan madunya, yaitu tanah Kanaan. Namun kesepuluh pengintai yang Tuhan kirimkan untuk melihat keadaan negeri itu memilih untuk tidak mempercayai Janji Tuhan, sedangkan dua pengintai yang lain ( Yosua dan Kaleb ) memilih untuk percaya akan apa yang telah Tuhan janjikan mengenai tanah perjanjian itu. Dua sikap ini mewakili keadaan orang Kristen pada umumnya di saat ini. Ada yang meragukan dan ada yang percaya terhadap Janji Tuhan. Tentunya kita harus seperti Kaleb dan Yosua, yang tidak percaya kepada apa yang dilihat oleh mata jasmani, melainkan percaya kepada apa yang belum dilihat oleh mata jasmani. Tariklah pelajaran dari sikap Yosua dan Kaleb, yaitu :

  1. Tidak ragu akan Janji Tuhan – Bilangan 14:7

    Kaleb dan Yosua tidak memberikan tempat bagi keraguan di dalam hati mereka, mereka percaya penuh kepada apa yang telah Tuhan janjikan sebab janjiNya adalah Ya dan Amin, dan Ia tidak pernah berdusta kepada manusia. ( Bilangan 23:19 ) Kita pun juga harus demikian, setiap janji Tuhan atas kita terdapat di dalam FirmanNya.

  2. Mempercayai ada berkat di balik janjiNya. Bilangan 14:8

    Setiap janji Tuhan mengandung kebaikan dan berkat bagi kita. Bagian Tuhan adalah untuk memberkati kita, sedangkan bagian kita adalah untuk menerima berkat itu. Jadi jika kita memilih untuk mempercayai janjiNya, sebetulnya kita mempercayai sesuatu yang baik bagi kita. Seharusnya hal ini menjadi mudah, namun seringkali kita jatuh karena apa yang dilihat oleh mata jasmani kita berbeda dengan apa yang dijanjikanNya dan dengan cepat kita jatuh kedalam keraguan dan ketidak percayaan.

  3. Tidak Takut – Bilangan 14:9

    Kesepuluh pengintai dikuasai oleh roh ketakutan. Hal itu yang membuat mereka tidak bisa melihat apa yang akan Tuhan berikan / apa yang Tuhan janjikan. ( Bilangan 13:32-33 ) Itu juga yang membutakan mereka sehingga mereka menjadi lupa status mereka dihadapan Tuhan, yaitu bangsa pilihanNya dan mau menerima intimidasi iblis yang mengatakan bahwa mereka hanyalah seperti belalang. Kaleb dan Yosua memiliki miltansi yang luar biasa. Yang mereka pegang hanyalah janjiNya dan mereka focus pada itu. Di tahun 2008 ini roh ketakutan juga bekerja untuk menyerang setiap orang percaya memalui kondisi perekonomian yang tidak menentu, becana alam, dan lain-lain. Tapi percayailah Firman Tuhan yang mengatakan bahwa Tuhan menyertai kita dan Ia bekerja lewat segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka uang mengasihiNya.

PENUTUP

Kita bukanlah orang yang kalah, tetapi umat pemenang. Kalau Tuhan berada di pihak kita siapa yang bisa melawan kita? Oleh karena itu peganglah denga teguh setiap janjiNya, janganlah buka peluang bagi keraguan, kekhawatiran dan kebingungan untuk masuk ke dalam pikiran kita. Isilah senantiasa dengan Firman Tuhan. Amin

 


 

C O O L – SALENDRO 1 SELASA 15 April 2008

MENTALITAS KERAJAAN ALLAH

Filipi 3:20

Setiap kita yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, otomatis kita sudah menjadi warga Kerajaan Surga. Di kesempatan yang lalu di dalam COOL pernah didiskusikan bagaimana kita yang telah menjadi warga Negara kerajaan Surga, kita juga menjadi milik Tuhan, sehingga apapun yang kita lakukan bukan lagi karena keinginan kita, melainkan keinginanNya. Demikian juga dengan mentalitas kita. Kolose 3:10 mengatakan bahwa sebagai manusia yang baru kita terus menerus diperaharui. Oleh karena itu mentalitas kita pun terus diproses oleh Tuhan agar kita pada akhirnya memiliki mentalitas Kerajaan Tuhan. Sudah seharusnya dan sepantasnyalah sebagai seorang warga kerajaan Surga kita memiliki mentalitas yang berbeda dengan warga dunia. Seperti apakah mentalitas kerajaan Tuhan?

  1. Melakukan segala sesuatu dengan maksimal atau Do The Best! (Kolose 3:22-23)

    Jangan asal-asalan, tetapi lakukanlah dengan maksimal dan optimal,yang luar biasa, bahkan lebih dari yang dapat dilakukan oleh orang biasa, bukan hanya sekedar melakukan sesuatu untuk menyenangkan atasan kita (ABS). Alkitab mencatat bahwa Daniel adalah seseorang yang memiliki Roh yang luar biasa, karena itu ia diberikan penghormatan dan jabatan oleh manusia. (Daniel 6:4)

  2. Punya Jiwa Memberi dan tidak hanya menerima saja.(Kisah Para Rasul 20:35)

    Memberi memiliki artian yang sangat luas, perbuatan memberi tidak hanya terbatas pada pemberian materi saja, tetapi juga kepada hal-hal yang sangat penting seperti mengampuni ( memberi ampun ), mengasihi ( memberikan kasih ) dan lain-lain. Mentalitas kerajaan Tuhan adalah untuk menjadi berkat bagi orang lain dengan memberi

  3. Memiliki Jiwa Pemenang ( Roma 8:37 )

    Kita telah ditetapkan untuk menjadi lebih dari pemenang, oleh karena itu kita harus menanamkan dengan kuat hal ini di dalam hidup kita agar kita tidak gampang menyerah. Ciri-ciri orang yang berjiwa pemenang adalah:

    1. Tidak menyerah ( Filipi 4:13 )
    2. Tidak berputus asa ( Mazmur 23:4)
    3. Berpengharapan ( Ibrani 6:19a )
    4. Tidak Takut ( Mazmur 27:1 )

    Minggu lalu kita melihat bagaimana Kaleb dan Yosua memiliki jiwa pemberani, karena mereka percaya sepenuhnya kepada Firman Tuhan. Mereka tahu karena Tuhan ada di pihak mereka, maka mereka akan berkemenangan.

PENUTUP

Siapapun kita dan apapun posisi kita di dunia ini, di hadapan Tuhan kita adalah sama milikNya. Milikilah mentalitas kerajaan Tuhan, milikilah jiwa dan karakter selayaknya seorang warga kerajaan Tuhan.

 


 

COOL Salendro 1 – Selasa 25 Maret 2008

DIKENAN TUHAN DAN DIHORMATI MANUSIA

Roma 14:18

Setelah kita mengenal Tuhan secara pribadi, kita mengerti bahwa kehidupan Kekristenan yang kita jalani berbeda dengan sebelumnya. Kini Tuhan telah menganggap kita sebagai warga Negara Kerajaan Surga ( Filipi 3:20, 2 Tesalonika 1:5). Dan konsekwensi dari keberadaan kita sebagai warga negara Kerajaan Surga adalah kita menjadi seteru bagi dunia ini, sehingga sudah sepantasnya juga kita meninggalkan cara berpikir dan cara hidup seperti dunia (Efesus 4:17, Kisah Para Rasul 14:15).

Cara hidup warga kerajaan surga tidak lagi memfokuskan kepada masalah keduniawian yang hanya bersifat untuk memuaskan keinginan daging, tetapi kepada keinginan Roh Kudus yaitu untuk hidup dalam damai sejahtera. Karena keinginan daging adalah perseteruan kepada Tuhan, mendatangkan kesia siaan bahkan maut ( 1 Yohanes 2:16, Roma 8:6 ).Dikenan Tuhan dan dihormati oleh manusia adalah suatu cara hidup warga kerajaan surga yang menjadi berkat bagi sesama dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan.Berikut ini adalah pedoman bagi kita untuk memiliki hidup yang dikenan Tuhan

  1. Hidup untuk perkara-perkara Rohani, bukan Daging ( Roma 8:8 )
  2. Menjadikan Tuhan sebagai fokus penyembahan dan mempersembahkan korban yang terbaik yaitu hidup kita yang kudus. ( Roma 12:1 )
  3. Memiliki pola pikir yang sudah diubahkan / dibaharui oleh Roh Kudus. ( Roma 12:2, Kolose 3:1-2 dan Filipi 4:8-9 )
  4. Hidup dengan iman, percaya tanpa melihat. ( Ibrani 11:6 dan 2 Korintus 5:7 )

Sedangkan pedoman bagi kita untuk dihormati manusia adalah …

  1. Memiliki dasar perilaku yang benar, tidak berusaha untuk menghakimi orang lain dan tidak menjadi batu sandungan ( Roma 14:13b )
  2. Memiliki motivasi yang berdasarkan kepada kebenaran Firman Tuhan, dan seallu ingin melakukan segala hal yang dapat membuat orang merasa sejahtera dan terbangun ( Roma 14:19 )
  3. Memiliki hidup yang menghasilkan buah-buah baik yang dapat dinikmati oleh setiap orang di sekeliling kita. ( Filipi 1:22a )

PENUTUP

Dengan memiliki hidup yang dikenan Tuhan dan dihormati manusia, hidup kita akan senantiasa dipenuhi oleh sukacita dan damai sejahtera yang tidak akan ada habis-habisnya. Sekalipun mungkin kita mengalami pergumulan di dalam hidup kita, kita harus tetap bertahan di dalam kesetiaan yang semakin dalam dan kuat, karena Kasih Tuhan telah begitu hebat dan kesetiaanNya akan menyertai kita selama-lamanya ( Mazmur 117:2 ). Dengan demikian kita pasti dimampukan untuk melalukan cara hidup seperti ini hingga akhir hidup kita nanti. Amin !

COOL Salendro 1

MENJADI ORANG BENAR

Kejadian 6:9

Tahun ini adalah momentumnya Tuhan, di mana tahun ini akan menjadi tahun dimana Tuhan menggenapkan janji-janjiNya kepada kita semua. Pesan Tuhan secara khusus melalui Gembala Pembina menyatakan bahwa tahun ini akan terjadi pelimpahan berkat dari orang-orang berdosa / orang Fasik kepda orang benar. ( Amsal 13:22 ). Kita tidak perlu mempertanyakan bagaimana hal itu akan terjadi, namun sebaiknya kita lebih berfokus kepada diri kita, apakah kita telah menjadi orang benar? Salah seorang benar di dalam Alkitab adalah Nuh, dikatakan dalam Firman Nuh tidak memiliki cela di dalam kelakuannya dan ia hidup bergaul dengan Tuhan. Sebuah standar yang tinggi, namun demikianlah Firman mendeskripsikan bagaimana seseorang yang benar di mataNya, dan kita harus memenuhi standar tersebut. Untuk mengetahui apakah kita telah menjadi “orang benar”, kita harus mengetahui seperti apakah “orang benar” menurut Firman Tuhan

  1. Seseorang yang senantiasa jujur dan suka melakukan keadilan (Ulangan 16:19 – Amsal 21:15)

    Di zaman sekarang ini, kejujuran adalah sebuah hal yang langka. Bukan saja yang menyakut akan uang, dimana sekarang pun banyak orang tergoda untuk menerima suap dan korupsi, namun juga kejujuran terhadap diri sendiri. Tuhan melihat hati kita, oleh karena itu kita harus terbiasa jujur di hadapanNya, merendahkan diri kita dan tidak berusaha menyembunyikan sesuatu dari Tuhan.

  2. Seseorang yang membenci kekerasan (Mazmur 11:5) dan menjaga mulutnya (Mazmur 37:30, Amsal 10:11)

    Kekerasan bukanlah sesuatu yang Tuhan suka, bahkan itu sangat bertentangan dengan kasihNya. Oleh karena itu untuk menjadi orang benar, kita harus menjauhkan diri kita dari segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun mental. Orang benar adalah orang yang tidak dikuasai oleh emosi, amarah yang pada akhirnya bisa mengakibatkan kekerasan dan menyebabkan kita kehilangan kendali atas diri kita dan mulut kita.

  3. Seseorang yang pengasih dan pemurah ( Mazmur 37:21)

    Makna lain dari Firman ini adalah juga mengampuni. Oleh karena itu kita harus menggiatkan diri kita untuk bermurah hati, mengasihi dan mengampuni. Seringkali bermurah hati dikaitkan dengan kapasitas atau kemampuan keuangan kita, padahal untuk bermurah kita bisa berikan banyak hal bagi orang lain selain dari hanya materi.

Deskripsi lain dari orang benar bisa kita lihat juga dari Yehezkiel 18:5-9.

PENUTUP

Mazmur 27:17, 25 dan 29 mengatakan kepada kita bahwa orang benar akan ditopang Tuhan, tidak ditinggalkan Tuhan dan hidup di dalam keadaan tidak berkekurangan. Menjadi orang benar harus disertai dengan kesetiaan di dalam menjalankannya, sehingga janji Tuhan untuk kita di dalam Yohanes 10:10 dapat digenapi. Amen!

COOL SALENDRO 1

UMAT KEPUNYAAN TUHAN

1 Petrus 2:9-10

Kalau sampai hari ini kita tetap boleh percaya dan dapat melayani Dia sebagai TUhan dan Juruselamat kita, bahkan kita tetap hidup di dalam berkat-berkatNya, sadarilah bahwa semuanya itu bukan karena kemampuan kita, tetapi adalah karena Kasih Karunia Tuhan.

Atas semua anugerahNya itu, kita harus memahami kehendak Tuhan, bahwa Ia memilih kita sebagai umatNya untuk satu tujuan, yaitu untuk diberkati, berbuah, dan menjadi saksi dengan cara memberitakan perbuatan-perbuatanNya atas hidup kita.

Kehendak Tuhan atas kita sebagai “Umat KepunyaanNya” adalah :

  1. Mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani ( Efesus 1:3 )

    Tuhan telah memberikan kepada kita segala berkat rohani yang kita butuhkan untuk bertumbuh dan menjadi saksiNya. Ia telah mempersiapkan kita. Yang luar biasa lagi adalah Ia menanamkan RohNya di dalam kita agar kita dimampukan untuk menjalani rencanaNya di dalam hidup kita, agar kita bertumbuh dan bahkan dpat mengalami “kebangunan rohani” yang besar.

     

  2. Memilih untuk dikuduskan ( Efesus 1:4 )

    Dengan kerohanian yang bertumbuh, maka kita dimampukan untuk menjalani hidup dalam kekudusan dan menjaga kekudusan tersebut, supaya kita tak bercacat dihadapanNya. Ia menghendaki kita kudus sebab dengan kekudusan tersebut Tuhan dapat bekerja melalui kita untuk melakukan perkara-perkara ajaib di dalam kehidupan umatNya. ( Yosua 3:5 ) Di dalam kekudusan terdapat mujizat dan terobosan. Sebaliknya jika kita tidak kudus dihadapanNya bagaimana Ia bias bekerja melalui kita?

     

  3. Menetapkan kita untuk menjadi saksiNya ( Yeremia 1:5 )

    Dengan kondisi kerohanian yang terus bertumbuh dan senantiasa kudus, kita akan semakin mudah untuk menyampaikan kepada dunia tentang apa yang Tuhan sudah dan sedang kerjakan di dalam kehidupan kita, bahwa anugerah dan kebaikanNya juga akan dinyatakan kepada siapapun yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.

PENUTUP

Kita diciptakan secara ajaib oleh Tuhan untuk satu tujuan dan maksud yang luar biasa. ( Mazmur 139:14 )Tidak ada seorangpun anak-anak Tuhan yang kebetulan diselamatkan, kita semua adalah pilihanNya, sebab semuaNya adalah untuk Dia dan untuk kemuliaan Tuhan ( Roma 11:36 dan Galatia 1:5 ). Oleh karena itulah kita sepatutnya selalu bersyukur dan memberikan segenap hidup kita untuk kemuliaanNya. Amin

COOL 19 September 2008

BERHASIL MENGATASI KEGAGALAN

Kejadian 39:2-3

Yusuf berhasil karena Tuhan menyertainya. Namun demikian, dalam hidup Yusuf ada saat-sat di mana hidup sepertinya gagal, hancur dan tidak adaharapan. Dia dijual dan menjadi budak (Kejadian 37:12-36), Dia masuk penjara karena dituduh menggoda istri Potifar ( Kejadian 39 :11-20). Sekalipun hidupnya penuh dengan kesulitan, Yusuf selalu mengalami keberhasilan demi keberhasilan. Setiap kegagalan dia lewati dengan mendapatkan keberhasilan demi keberhasilan. Untuk memperoleh keberhasilan, seseorang justru tidak boleh gentar menghadapi kegagalan. Peribahasa mengatakan kegagalan adalah sukses yang tertunda, tetapi seringkali kegagalan malah menjadi sebuah akhir dari proses. Beberapa hal yang menyebabkan seseorang takut terhadap kegagalan adalah:

  1. Takut dikritik.

    Beberapa orang memiliki pengalaman traumatik dengan kritik. Mungkin karena kritik yang pernah disampaikan kepada orang tersebut menyebabkan kekecewaan bahkan luka batin, sehingga ia menjadi takut untuk dikritik. Ada juga yang takut untuk dikritik karena masalah gengsi, sehingga walaupun mungkin kritik yang disampaikan benar, karena gengsi ia tidak mengakuinya dan malah mencari pembenaran-pembenaran yang menyebabkan ia juga semakin takut untuk dikritik. Sikap seperti ini janganlah ditiru. Sebagai anak Tuhan yang memiliki integritas, kita harus siap untuk menerima kritik, walau mungkin tidak semua kritik yang pernah disampaikan kepada kita itu benar. Oleh karena itu jikalau seseorang menegur kita, kita wajib mendengarnya, namun jika seseorang mengkritik kita, kita wajib mempertimbangkannya.

  2. Takut mengambil resiko

    Beberapa orang memilih untuk tinggal di dalam lingkungan nyamannya. Tetapi kita juga belajar dari kisah Yusuf, walaupun ia harus masuk penjara, demi integritas, ia tetap menjalaninya dengan baik.

  3. Takut kehilangan rasa percaya diri.

    Banyak orang merasa takut untuk mengalami kegagalan karena ia takut kehilangan rasa percaya dirinya, padahal seperti kita tahu, di dalam Tuhan tidak ada yang sia-sia, kalau Ia ijinkan kita gagal pun, itu artinya Ia tengah mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar, lebih baik, dan lebih indah di depan.

  4. Takut tidak mendapat kesempatan lagi.

    Kesempatan akan selalu datang, oleh karena itu janganlah kita takut untuk mengalami kegagalan, karena di dalam Tuhan selalu ada kesempatan dan peluang untuk memperbaiki diri kita dan bertambah baik.

Jikalau kita sudah berani dan tidak takut lagi akan kegagalan, kita harus mempersiapkan diri kita untuk mengatasi kegagalan dengan cara:

  1. Kenalilah penyebab kegagalan.
  2. Belajar dari kegagalan. Kegagalan sebetulnya adalah sebuah langkah maju bagi kita untuk mengenal dan mengindentidikasi jalan kita menuju keberhasilan.
  3. Mengenali kelemahan kita. Kelemahan kita janganlah dijadikan menjadi sebuah hal yang merongrong, dengan mengenali kelemahan kita dan dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang baik.
  4. Ubah cara kerja kita.

Penutup

Yusuf memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga apa yang manusia bilang sebagai kegagalan, Yusuf melihatnya sebagai potensi untuk menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itulah Tuhan menyertai Yusuf. Yusuf pun selalu melakukan yang terbaik. (Kolose 3:23) Karena itulah ia menjadi berhasil. Faktor terpenting dalam mencapai keberhasilan adalah cara mengatas kegagalan, oleh karena itu sebagaimana Yusud berhasil mengatasi kegagalan di dalam hidupnya, kita pun harus demikian. Amin!

        

COOL 5 Februari

TAHUN 2008 TAHUN KELIMPAHAN (2)

Di waktu yang lalu kita telah mempelajari mengenai tahun 2008, di mana akan menjadi tahun yang luarbiasa, akan nada kelimpahan yang Tuhan berikan kepada kita. Kita juga mempelajari bahwa ada bagian-bagian yang harus kita lakukan di dalam mempersiapkan penggenapan janji Tuhan tersebut, yaitu kita harus focus dan berani menghadapi tantangan. Saat ini kita akan mempelajari hal-hal apa saja yang mengakibatkan kelimpahan menjadi bagain kita.

Di tahun 2008 akan muncul raja-raja di antara kita seperti yang tertulis di kejadian 17 :6. Tugas seorang raja adalah berperang. Raja harus berperang, keluar dari istananya untuk berperang dan membawa pulang jarahannnya. Tahun ini tahun adalah musim perang. Kita harus melakukannya, jangan seperti Daud yang pada suatu saat tidak berperang, dan di saat ia tinggal di istananya malah ia jatuh ke dalam dosa. Dalam peperangan itu kita akan menduduki kota-kota musuh (Kejadian 22:17).

Israel masuk ke tanah Kanaan, berperang dan menang karena mereka menguasai pintu gerbang kubu pertahanan musuh. Secara rohani prinsipnya sama dengan apa yang kita hadapi sekarang, kita pun akan berperang dengan Kanaan. Kanaan memiliki arti sebagai “tempat yang melimpah dengan berkat” dan juga berarti “pedagang.” Seorang pedagang selalu menghitung untung dan rugi. Jika di dalam pelayanan kita selalu menghitung untung-rugi, maka kita sedang dalam bahaya besar, dan oleh karena itulah seharusnya kita untuk menghitung untung – rugi di dalam pelayanan kita kepada Tuhan. Sebagai raja, kita harus memerangi dan memgalahkan roh Kanaan agar hidup berkelimpahan dan mampu menjarah berkat-berkat Kanaan.

Cara untuk memerangi roh kanaan ini adalah dengan memberi / menabur (Lukas 6:38 dan Amsal 11:24) :

  1. Persembahan
    1. Persembahan anak sulung : Keluaran 13:2
    2. Perpuluhan : Imamat 27:30 dan Maleakhi 3:10-12
  2. Pemberian : Kepada orang miskin, jompo, anak yatim ( Yesaya 58:7-10 )

PENUTUP

Pastikan bahwa tahun 2008 adalah tahun kelimpahan untuk kita semua dengan bangkit sebagai raja-raja yang mau berperang untuk mengalahkan “Spirit of Canaan”. Kekayaan bangsa-bangsa akan datang dengan segala kelimpahannya kepada kita. Amin

COOL SALENDRO 1

TAHUN 2008 TAHUN KELIMPAHAN (1)

Yesaya 43:19

Firman Tuhan tersebut merupakan tuntunan yang Tuhan berikan bagi Gereja Tuhan, bahwa di tahun 2008 Tuhan akan membuat sesuatu yang baru, Ia akan melakukan perkara-perkara ajaib dan Tuhan akan memberikan kelimpahan berkatNya, Ia akan mengendalikan langkah hidup kita dan Tuhan punya rencana yang indah untuk anak-anakNya.

Tahun 2008 adalah tahun yang LUAR BIASA dan UNIK. Berdasarkan Alkitab, angka – angka memiliki pengertian yang mendalam dan memiliki arti spiritual. Angka delapan merupakan salah satu angka yang sering muncul di Alkitab, sebagai contoh : Daud lahir sebagai anak yang ke delapan, Anak disunat di hari yang kedelapan. Nuh dan keluarganya di dalam bahtera seluruhnya berjumlah delapan orang. Yesus menampakan diri kepada Thomas setelah 8 hari kebangkitanNya. Elia membuat mujizat 8 kali, sedangkan Elisa membuat mujizat 2 X 8 kali. Bahkan nama Yesus di dalam bahasa Yunani tertulis : I (10 ), H (8), ??(200), ????????Y(400)????(200), bila dijumlahkan menjadi 888, Yesus sendiri adalah ???( Alfa ) dan ??? Omega ) dimana Omega = 800.

Dalam bahasa Ibrani, angka delapan memiliki arti “sh’moneh’ yang artinya “to make fat” atau “menjadi gemuk” atau “super abundant number” yang artinya kelimpahan / berlimpah – limpah.

Namun kelimpahan yang akan Tuhan berikan kepada kita tidak akan kita dapatkan dengan bersantai saja, ada bagian-bagian yang harus kita lakukan.

  1. Di dalam Yesaya 43:18 dikatakan bahwa kita harus memandang ke depan dan tidak lagi memikirkan mengenai masa lalu. Mungkin di dalam 2007 kita mengalami kegagalan, melakukan kesalahan atau kecerobohan, ataupun mungkin banyak hal di dalam permasalahan kita di mana kita gagal, atau tidak mampu atau berkekurangan,… kita harus tinggalkan semua itu dan mulai focus kepada apa yang Tuhan lakukan dan janjikan di tahun 2008 ini. Kita harus dobrak semua batas-batas di pikiran kita yang mengatakan kepada kita bahwa kita tidak bisa dan hanya focus kepada apa yang Tuhan janjikan.
  2. Kita harus berusaha dan berani menghadapi tantangan. Kita bisa mendapatkan apa yang Tuhan janjikan dengan mental yang siap menghadapi musuh. Israel masuk ke tanah yang dijanjikan oleh Tuhan, tanah yang berlimpah berkat, susu dan madu. Tetapi mereka tidak secara langsung menerima semua itu, mereka harus berjuang dan berperang melawan kubu-kubu pertahanan musuh, melawan raksasa – raksasa, melawan Yerikho bahkan pernah gagal ketika melawan kota kecil Ai.

PENUTUP

Jadi ada bagian yang harus kita lakukan untuk mendapatkan apa yang telah Tuhan janjikan di tahun 2008 ini, dan bagian tersebut bukanlah bagian yang mudah untuk dilakukan. Bagi orang yang siap untuk berperang dan menjadi orang benar, maka janji Tuhan akan digenapi. Bukankah sesuai dengan Firman Tuhan di Amsal 13 : 22b bahwa kekayaan orang berdosa di simpan bagi orang benar? Jadi percayalah bahwa tahun 2008 ini benar-benar tahun kelimpahan. Amin

COOL SALENDRO 1

PEPERANGAN

1 Timotius 6:12a

Kehidupan adalah sebuah pertandingan. Ada berbagai macam pertentangan, kontradiksi, perseteruan, usaha untuk dapat bertahan hidup. Setiap orang bergulat dengan tujuan dan cita-cita masing-masing. Demikian serunya sehingga kita bisa mengatakan bahwa pertandingan tersebut adalah peperangan kita dengan banyak hal dalam melewati hidup ini.

Kehidupan kekristenan jelaslah sangat dekat dengan perkara-perkara peperangan, karena di dalam pertandingan hidup ini banyak sekali yang harus kita hadapi dan lewati, apalagi hamper semua perkara yang berkenan kepada dunia adalah perkara-perkara yang tidak sejalan dengan Firma Tuhan. Namun sayangnya banyak sekali orang Kristen yang tidak menyadari realita ini, sehingga mereka tidak pernah berperang di dalam kehidupan mereka.

Peperangan apa saja yang harus kita hadapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan?

  1. Peperangan melawan daging ( Kolose 3:5-10 )

    Walaupun telah bertobat dan dilahirkan kembali, kita semua orang Kristen tidak secara otomatis dibebaskan oleh perkara daging, karena kita masih hidup di dunia ini. Apalagi karakter, sikap dan emosi masih dapat menjerumuskan dan menyesatkan kita. Untuk itulah agar kita menang di dalam peperangan ini kita harus senantiasa waspada, melakukan peperangan rohani dan berdoa sungguh-sungguh setiap hari. Orang Kristen yang tidak menyadari realitas ini akan menerima kekurangannya sebagai sesuatu yang tidak perlu diubah.

  2. Peperangan melawan dunia ( Yakobus 4:4 )

    Firman Tuhan sangatlah jelas memperlihatkan kepada kita bagaimana kita akan menjadi musuh Tuhan kalau kita bersahabat dengan dunia ini. Tentunya kita harus bisa membedakan persahabtan dengan hal duniawi apakah yang membuat Tuhan tidak suka. Dunia saat ini tengah berada di puncak teknologi, di mana begitu banyak kemudahan yang manusia bisa bisa nikmati. Namun Tuhan tidak ingin kita terlena di sini, oleh karena itu peperangan melawan dunia adalah peperangan melawan segala bentuk kenikmatan dan kemanjaan yang dunia berikan yang bisa membawa kita terlena dan menjauh dari Tuhan. Orang Kristen yang tidak menyadari perlunya peperangan melawan dunia akan dengan gampang terbawa arus dan menjauh dari Tuhan.

  3. Peperangan melawan Iblis ( 1 Petrus 5:8-9 , Efesus 6:12-17 )

    Musuh kita yang setia adalah iblis. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa kita harus melawan Iblis. Dan untuk bisa melawan iblis, kita harus dalam kesadara penuh, berjaga-jaga dan dalam penaklukan penuh kepada Tuhan ( Yakobus 4:7 )

PENUTUP

Peperangan adalah mutlak bagi kita orang Kristen. Tidak ada kata netral dan tidak ada pilihan lain. Kita tidak bisa menghindar dari kenyataan itu. Berdamai dengan dunia, daging dan Iblis berarti kita melawan Tuhan. Peperangan ini akan berlangsung sepanjang hidup kita, namun kemenangan sudah diberikan oleh Tuhan, dan kita tetap harus menjalani peperangannya. Roma 8:37 mengatakan bahwa kita lebih daripada para pemenang, bersama Tuhan kita pasti menang. Amin.

COOL Salendro 1

MENDUA HATI

Matius 6:24

Dalam kehidupan kita sehari-hari, tidaklah mungkin bagi kita untuk mengabdi kepada dua tuan. Demikian juga kita tidak mungkin mengasihi dua orang dengan sama, pasti ada perbedaannya. Mungkin yang satu mendapatkan lebih perhatian daripada yang lain. Demikian juga terhadap tuan atau atasan kita, tidak mungkin kita bisa memiliki komitmen yang sama terhadap kedua tuan / atasan kita tersebut.

Firman Tuhan ini mengingatkan kembali kepada kita akan sikap hati kita kepada Tuhan, sudahkan kita menjadikan Dia Tuhan di dalam kehidupan kita? Apakah focus hidup kita lebih kepada Tuhan ataukah kepada hal lain? Adakah hal lain di dalam kehidupan kita yang membuat kita lebih focus kepada hal tersebut sehingga seolah-olah kita menduakan Tuhan?

Dalam kehidupan modern, banyak sekali hal yang dapat menarik perhatian kita kepada hal-hal lain selain Tuhan. TV, kenikmatan hidup, konsumerisme dapat membuat kita terlena. Ada pula yang batasannya tipis sekali sehingga kita seolah-olah wajar untuk lebih focus kepada hal lain, seperti hobi, pekerjaan dan pelayanan.

Ketika Tuhan mengingatkan kepada kita agar kita tidak mengabdi kepada dua tuan, itu artinya ada sesuatu yang tidak baik bagi kita jika kita mendua, yaitu :

  1. Tidak akan tenang di dalam hidup ( Yakobus 1:5-8 )

    Hanya Tuhan yang dapat memberikan kepada kita hikmat agar kita bisa melewati setiap tahapan di dalam kehidupan kita dengan baik. Orang yang mendua hatinya akan menghadapi masalah dengan kebingungan, karena di satu sisi ia ingin mempercayai Tuhan, di sisi yang lain dia mungkin mengandalkan kekuatannya sendiri, atau nasihat orang lain, ramalan, dan sebagainya. Hanya dengan mengutamakan Dia, kita bisa mempercayaiNya untuk memampukan kita melewati segala macam permasalahan dengan baik.

  2. Dimuntahkan dari mulut Tuhan ( Wahyu 3:15 – 16 )

    Bagi Tuhan tidak ada area abu-abu, pilihannya antara kita mengikuti Dia atau kita melawan Dia ( Matius 12:30 ). Dan kalau kita memilih untuk mengikuti Dia, maka Ia mengingkan totalitas komitmen dan penyerahan diri kita, tidak bisa setengah-setengah. Bukan saja Tuhan membenci sesuatu yang suam, tetapi ia memuntahkannya, artinya Tuhan tidak menganggap penting lagi orang yang menduakan Dia, dan Ia buang.

  3. Membuat Tuhan Cemburu ( Keluaran 20:3-6 – Bilangan 14:18 )

    Tuhan sangat mengasihi kita, oleh karena itu ia tidak menyukai jika kita mendua hati. Dan Firman Tuhan katakana Ia akan membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anakNya bahkan sampai keturunan ketiga dan keempat. Artinya jika kita menduakan hati kita, Tuhan akan mendatangkan hukuman bagi kita.

PENUTUP

Tentukan sikap hati kita, kepada siapa kita sujud menyembah. Perbaharui komitmen kita dengan kesungguhan hati, jangan ada ilah lain di dalam hidup kita. Fokuskan hidup kita kepada perkara-perkara yang berkenan di mataNya. Amin