BELAJAR HIDUP DENGAN RASA CUKUP

Filipi 4:11-12

Rasul Paulus membagikan pengalaman hidupnya yang selalu bersyukur dalam segala keadaan, baik suka maupun duka, baik ketika berkekurangan ataupun ketika berkelimpahan. Ia bisa tetap bersyukur karena ia menjalani hidupnya dengan rasa cukup.

Bagaimana kita belajar untuk hidup dengan rasa cukup?

1. TERIMA KENYATAAN TENTANG KEADAAN KITA APA ADANYA (Lukas 3:14)

• Janganlah biarkan perasaan “selalu kurang” ada dalam hidup kita. Bersukurlah senantiasa dengan keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi saat ini.
• Tidak bisa menerima keadaan akan membawa kita dalam dosa ketamakan yang mengakibatkan kejatuhan dalam hal pencobaan (1 Timotius 6:9)

2. TIDAK MEMBANDINGKAN KEADAAN DENGAN ORANG LAIN (Yakobus 4:2)

• Waspadai “iri hati”. Ketidakpuasan dengan keadaan akan mengakibatkan perasaan tidak cukup yang kemudian mendorong kita untuk bersungut-sungut dan akhirnya iri hati.
• Di jaman modern dengan maraknya sosial media, kita harus bijak dalam mengikuti siapa yang mau kita lihat dan ikuti karena dari situlah seringkali sadar atau tidak kita mulai membandingkan keadaan kita dengan orang lain.

3. FOKUS HIDUP UNTUK HARTA YANG KEKAL (Matius 6:20)

• Jangan salah prioritas. Hal-hal di dunia ini adalah sementara. Janganlah kejar yang sementara, namun mengabaikan perkara-perkara yang kekal.
• Mengumpulkan harta di surga harus menjadi prioritas kita sebagai orang percaya.

PENUTUP
Janganlah kita terjebak focus untuk memuaskan keinginan kita sehingga pada akhirnya kita jatuh ke dalam berbagai maca dosa dan pelanggaran. Belajarlah untuk memiliki rasa cukup dan bersyukurlah selalu. Fokuslah kepada harta yang kekal dan percayalah bahwa Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita seturut kekayaan dan kemuliaannya di dalam Kristus Yesus. Amin!

MENANTI JANJI TUHAN

Yosua 21:45

Berbagai macam tantangan dalam kehidupan bisa membuat kita kehilangan atau kekurangan berbagai hal dalam hidup ini. Kalau kita menghadapinya, janganlah sampai kita menyerah pada keadaan, karena kita memiliki Tuhan yang bisa diandalkan untuk memulihkan kondisi jiwa / mental / Kesehatan / keluarga / keuangan / pelayanan dan lain sebagainya. Kita memegang teguh janji Tuhan karena Ia tidak pernah berdusta (Yousa 211:45, Bilangan 23:19). Yang perlu kita lakukan adalah menguatkan hati kita untuk menantikan janji-janji Tuhan. Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan memiliki kekuatan yang luar biasa / meluap-luap / meledak-ledak karena kuasa Tuhan yang bekerja di dalam kita (Yesaya 40:29-31)
Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan dan janjiNya akan melakukan hal-hal berikut ini :

1. BERSYUKUR DI SEGALA KEADAAN (1 Tesalonika 5:18, Ibrani 13:5)
• Sikap bersyukur dapat menenangkan hati karena kita mempercayakan diri kepada Tuhan yang tidak akan membiarkan / meninggalkan kita.3
• Dalam kelimpahan maupun kekurangan, kita harus senantiasa bersyukur dan jangan lupakan pertolongan Tuhan di masa lalu.
• SIkap bersyukur membuat kita merasa cukup, sehingga bisa menghindarkan diri dari kebiasaan bersungut-sungut.

2. BERDOA TANPA HENTI (Filipi 4:6-7, Kisah Para Rasul 16:25-26)
• Berdoa mengingatkan kita akan sumber pengharapan kita dan bagaimana Ia tidak pernah gagal di dalam menggenapkan janjiNya. Oleh karena itu kita harus terus berdoa sehingga pengharapan dan iman kita semakin kuat kepadaNya.
• Berdoa di masa sulit terkadang lebih sulit dibanginkan di masa tenang, oleh karena itu tetaplah berdoa dan peliharalah dengan tekun dan teguh kebiasaan ini.

3. MENABUR PERBUATAN BAIK (Galatia 6:9-10, Mazmur 126:5-6)
• Taburan kebaikan pasti mendatangkan tuaian kebaikan pula. Gunakan kesempatan menabur kebaikan yang Tuhan beri selama kita masih hidup.
• Menabur benih di masa sulit adalah korban terbaik di hadapan Tuhan. Persiapkan diri kita untuk panen raya atas taburan seperti ini.

PENUTUP
Dapatkan selalu kekuatan baru sambal menanti-nantikan Tuhan, sehingga sekalipun janji Tuhan belum tergenapi saat ini, kita tetap dapat bersukacita dan penuh dengan damai sejahtera. Kita harus tetap ada di dalam Tuhan, maka janjiNya pasti digenapi. Doa kita tidak akan sia-sia. Amin!

KEPENTINGAN ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 2:1-2
Kisah pencurahan Roh pada hari raya Pentakosta adalah suatu peristiwa penting bagi umat Kristiani, karena sejak saat itulah murid2 Tuhan mengabarkan Injil dengan luar biasa setelah diperlengkapi oleh Kuasa Roh Kudus demi menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus. Mengapa murid-murid Tuhan pada saat itu dan kita pada saat ini membutuhkan Roh Kudus untuk menyelesaikan amanat Agung? Karena Roh Kuduslah yang akan mengajar dan mengingatkan kita akan apa yang Tuhan Yesus kehendaki (Yohanes 14:26).
Yohanes 16:8 mengatakan, ketika Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan / menyadarkan dunia akan :
1. DOSA
• Hanya Roh Kuduslah yang dapat menyadarkan manusia bahwa dirinya sudah berdosa dan membutuhkan penebusan oleh darahNya di kayu salib
• Karena dosa identic dengan kegelapan dan kegelapan hanya dapat sirna oleh Cahaya Kebenaran yaitu Tuhan Yesus
2. KEBENARAN
• Karena Tuhan Yesus sudah bersama dengan Bapa, maka Kebenaran akan dinyatakan melalui Roh Kudus yang akan diberikan kepada mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus.
• Bahwa hanya Roh Kudus yang dapat menyatakan kepada kita bahwa kita sudah dibenarkan oleh karya penebusan Tuhan Yesus di kayu salib
• Bahwa Roh Kudus yang bersama dengan kita yang akan memampukan kita untuk menghasilkan buah-buah Kebenaran agar kita bisa menjadi terang dan garam bagi dunia.
3. PENGHAKIMAN
• Roh Kudus akan menyadarkan manusia bahwa hidup kita yang sesungguhnya adalah dalam kekekalan nanti, entah diberi upah dan masuk ke dalam KerajaanNya atau dihakimi dan menjalani hukuman yang kekal di Neraka.
• Roh Kudus akan mengingatkan kita untuk terus mengerjakan keselamatan kita supaya kita dapat bertahan sampai akhir dan menang sehingga layak menerima “mahkota” dan “hidup kekal” bersama-sama dengan Tuhan Yesus selamanya.
PENUTUP
Kita ini pada dasarnya lemah dan rapuh, oleh karena itu kita butuh Roh Kudus yang akan menjadi Penolong dan Penghibur. Tuhan adalah sumber hidup kita, tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5). Kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dikaruniakan Roh Kudus, namun anugerah ini ditujukan agar kehidupan kita memiliki misi / tujuan, yaitu supaya dunia insaf atas tiga hal di atas dan kita dipakai Tuhan agar dunia tahu akan ketiga hal tersebut, supaya banyak orang bertobat dan diselamatkan. Amin!

CARA MENGHADAPI MASA SULIT

Mazmur 23:1-6
Kita tentu memahami betapa sulitnya kondisi di tengah pandemic Covid 19 ini. Selain masalah Kesehatan, ada juga perkara ekonomi yang ikut terdampak juga karena adanya pembatasan kegiatan dari pemerintah. Walaupun saat ini penyebarannya sudah menurun, kita harus akui bahwa ke depan situasi dan kondisi masih banyak ketidakpastian, dan bahkan masih banyak yang saat ini terjebak di situasi yang sulit. Bagaimana sikap kita sebagai seorang prajurit Kristus? Tidak seharusnya seorang prajurit menjadi lemah, tidak bergairah dan pesimis karena kita memiliki komandan yang kita bisa andalkan, karena selain komandan, Ia juga adalah gembala kita yang baik, di mana Ia memberikan petunjuk bagi kita untuk dapat bertahan, yaitu :

1. SELALU BERSIKAP TENANG (ayat 2)
• Sikap tenang lahir dari keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita. Keyakinan tersebut muncul jika kita tidak mengandalkan diri kita sendiri. Roh Kudus sudah diberikan kepada kita untuk menuntun dan juga menghibur kita sehingga kita tidak terjebak untuk mengandalkan diri kita sendiri.
• Kualitas keintiman kita dengan Tuhan akan menjadi factor penentu bagaimana kita bisa menghadapi berbagai situasi, terutama situasi sulit. Semakin kita intim dengan Tuhan maka semakin lagi kita akan tenang menghadapi situasi apapun di dalam hidup kita.

2. SADARILAH BAHWA TUHAN TIDAK MEMBIARKAN KITA SENDIRI (ayat 4)
• Kesadaran ini ada jika kita memiliki pergaulan yang karib dengan Tuhan dan FirmanNya. Roh Kudus pasti akan memberikan kekuatan bagi kita agar kita dapat menghadapi situasi sesulit apapun sehingga kita tidak akan pernah merasa sendirian.
• Kuasa Roh Kudus mampu untuk mengusir segala intimidasi dari si jahat sehingga kita tidak terpuruk di dalam emosi dan pikiran yang negative.

3. JANGAN LARI DARI MUSUH (ayat 5a)
• Tuhan menginginkan kita menjadi pribadi-pribadi yang “kuat di dalam Dia”, oleh karena itu kita harus berani untuk menghadapi situasi sulit yang ada di depan kita karena itu adalah proses dari Tuhan untuk membuat kita kuat dan semakin kuat.
• Ingatlah bahwa apapun kondisi sulit yang kita hadapi, musuh kita bukanlah sesama manusia, melainkan kuasa kegelapan yang selalu berusaha untuk menghancurkan iman kita dan mencuri sukacita kita sehingga kita mengalami kesukaran ketika melalui masa yang sulit.
• Selama kita menjadikan Tuhan sebagai komandan dan gembala kita, maka kita tidak perlu takut di masa sulit, karena TUhan seallu siapkan “hidangan” berupa hikmat, solusi dan bahkan juga berkat lewat setiap permasalahan yang kita hadapi.

PENUTUP
Kita memiliki Gembala Agung yang senantiasa siap untuk menuntun dan membawa kita menghadapi setiap musim dengan baik. Oleh karena itu andalkanlah Tuhan dan mendekatlah kepadaNya, maka kita akan keluar dari masa sulit sebagai pemenang! Amin!

SELAGI MASIH DIBERI KESEMPATAN

Mazmur 90:12
Mengapa sampai hari ini kita maish hidup? Tentunya tidak ada jawaban yang detil dan pasti untuk pertanyaan tersebut, tetapi satu hal yang kita yakini sebagai orang beriman tidak ada yang kebetulan dalam hidup kita. Jadi kalau kita masih hidup pasti karena Tuhan masih memberikan kesempatan dan waktu bagi kita, dan karena pasti ada tujuan yang mulia dari Tuhan bagi hidup kita. Itulah mengapa setiap waktu yang ada sangatlah penting untuk kita jalani secara bijaksana.
Waktu yang masih Tuhan berikan harus disikapi dan digunakan sebagai berikut :

1. MEMULIAKAN TUHAN (1 Petrus 4:2)
• Cari dan utamakan kehendak Elohim
• Beri prioritas untuk pekerjaan Kerajaan Elohim di bumi ini (Matius 6:33)

2. ALAMI PEMBARUAN DAN PEMULIHAN (2 Korintus 5:17)
• Tinggalkan dan jauhi dosa serta segala bentuk kedagingan
• Lupakan masa lalu dengan segala kekelamannya, maju terus ke depan sebagai manusia baru dalam Tuhan yang memiliki tujuan hidup bagi Elohim

3. JADI ORANG YANG TULUS (Roma 12:9)
• Ketulusan adalah sikap yang tidak berpura-pura. Bersikap apa adanya, tapi dalam konteks kehidupan yang positif (karakter, moral, kebiasaan, dll)
• Jadilah orang yang berintegritas, sehingga layak menjadi terang dan garam bagi dunia ini.

4. SUKA MEMBERI PENGAMPUNAN (Matius 6:14-15)
• Jika waktu kehidupan kita berakhir di dunia ini, pastikan kita tidak mengalami ganjalan dengan siapapun juga.
• Lepaskanlah pengampunan dan alami hidup dengan kondisi hati yang bebas (tidak ada ganjalan), sehingga selalu bisa mengalami damai sejahtera.

5. GAYA HIDUP TIDAK DUNIAWI (Roma 12:2)
• Untuk dapat menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Elohim, kita harus memiliki keinginan untuk menjadi seperti Yesus, yang hidupnya diabadikan bagi kepentingan-kepentingan surga dan bukan bagi kepentingan dunia.
• Jika kebiasaan / gaya hidup kita serupa denga napa yang orang-orang dunia sukai, maka kitab isa kehilangan keselamatan dan kesempatan untuk menjalani kekekalan Bersama dengan Tuhan.

PENUTUP
Marilah kita hargai setiap kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, karena itu semua adalah anugerah. Jangan keraskan hati jika Tuhan menegur dosa / pelanggaran kita (Ibrani 3:8), melainkan bertobatlah dan Kembali ke jalan Tuhan. Amin!

KARAKTERISTIK MEMPELAI KRISTUS

Ibrani 12:28

Sesungguhnya ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat kita, itu artinya kita sudan menerima Kerajaan yang Tidak Tergoncangkan. Saat Yakub memberkati Yehuda (Kejadian 49:10), ia sedang menubuatkan Kerajaan Kekal yang akan digenapi saat Tuhan Yesus datang ke dunia ini (Matius 1:16). Tuhan Yesus memang berasal dari suku Yehuda (Ibrani 7:14). Hari ini kita akan belajar banyak tentang karakteristik orang yang menghidupi Kerajaan Yang Tidak Tergoncangkan, berdasarkan beberapa tokoh Wanita yang ada dalam silsilah Tuhan Yesus (Matius 1:1-16). Para Wanita ini melambangkan diri kita sebagai mempelai Kristus.
Mempelai Kristus adalah orang yang menghidupi Kerajaan Yang TIdak Tergoncangkan dan juga morang-orang yang mengerjakan keselamatannya, yaitu dengan cara :

1. MENGAKUI KEDAULATAN TUHAN
• Rut (Matius 1:5 dan Rut 1-4) Ia rela mengikuti mertuanya hingga akhirnya ia mendapatkan penebusnya (Boas). Ia rela meninggalkan hidup dan identitas lamanya (meninggalkan Moab) dan menjalani kehidupan yang baru. Bagi kita, mengakui kedaulatan adalah dengan meninggalkan kehidupan dan kebiasaan lama kita (yang sarat dosa) dan menjalani hidup yang baru sebagai pengikut Kristus.
• Rahab (Matius 1:5 dan Yosua 2:11 ) mengakui kedaulatan dan kebesaran Tuhan Elohim Israel sehingga ia mengambil Langkah berani untuk menyelamatkan 2 pengintai Yosua. Bagi kita mengakui kedaulatan Tuhan juga berarti mengambil Langkah berani untuk melakukan apa yang benar dan membuat kitab isa mengalahakan segala bentuk ketakutan dan kekhawatiran kita.

2. MAU MENGAMPUNI
• Batsyeba (Matius 1:6, 2 Samuel 11-12) mengalami pelecehan, kehilangan suami karena terbunuh (dengan kesengajaan) dan bahkan anak pertamanya meninggal. Secara manusiawi pengalamannya sangat memungkinkan untuk mejadikannya sakit hati, menyimpan dendam atau hidup dalam kekecewaan / kemarahan. Namund emikian ia tetap hidup menjalankan kehendak Elohim dan akhirnya anaknya (Salomo) menjadi raja. Kita harus mau mengambil Langkah untuk mengampuni, jangan sampai berkat Tuhan dan rencana Tuhan dalam hidup kita terhalang karena kita tidak mau mengampuni.

3. HIDUPNYA TAAT
• Maria (Matius 1:6) harus rela mengandung dari Roh Kudus. Ia harus rela menahan tuduhan, nyinyiran, gunjingan dan penghakiman manusia atas keadaanya demi tergenapinya rancangan Tuhan lewat hidupnya. Bagi kita, kita pun harus taat ketika melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan walau mungkin kita belum tahu apa hasilnya nanti.

PENUTUP
Mempelai Kristus adalah mereka yang hidup dalam Kerajaan Yang Tidak Tergoncangkan, baik di masa ini maupun di masa yang akan datang dalam kekekalan. Mempelai Kristus mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar, sehingga nama mereka memang layak ada di Buku Kehidupan, dan akan hidup selama-lamanya bersama Tuhan. Amin!

MENJADI GARAM DUNIA

Matius 5:13
Dalam salah satu pengajaranNya, Tuhan Yesus menunjuk para pengikutnya sebagai “Garam Dunia”. Pernyataan itu tentu memiliki kaitan erat antara fungsi kita sebagai orang Kristen dan bagaimana fungsi sifat dari garam, yaitu untuk memberi rasa, untuk mengawetkan dan memurnikan. Berikut adalah implementasi kehidupan kita sebagai garam dunia :

1. HIDUP KITA BISA BERDAMPAK DI SAAT KITA “MELARUT / MATI” (Yohanes 12:24)
• Saat garam dilarutkan (contohnya dalam masakan), butiran garam akan menghilangm namun kemudian ada rasa yang timbul atau menjadi “kuat”.
• Ketika kita mematikan kepentingan diri sendiri, keinginan daging untuk kepentingan yang lebih besar, maka kehidupan kita akan memberikan ‘rasa’ atau dampak bagi lingkungan dan sesama kita.

2. HIDUP KITA AKAN BERKENAN PADA TUHAN JIKA HATI KITA MURNI (Imamat 2:13)
• Persembahan yang diberikan orang Israel kepada Tuhan harus selalu dibubuhi oleh garah agar berkenan diterimanya.
• Persembahan hidup kita pada Tuhan akan dikenan Tuhan jika kita memiliki motivasi hati yang murni di hadapan Tuhan. Apapun yang kita lakukan hendaknya dengan dasar untuk memuliakan Tuhan dan bukan yang lain.

3. HIDUP KITA MEMBAWA MISI UNTUK MENTAHIRKAN DUNIA (2 Raja-raja 2:19-21)
• Oleh karena Firman Tuhan, Elisa mentahirkan air yang jelek (membawa kematian / keguguran) dengan cara memurnikannya dengan garam.
• Hidup lama kita sebagai pendosa (kotor / najis) telah ditahirkan Tuhan, sekarang Tuhan utus kita kepada dunia sebagai “garam-garam” agar lewat kita dunia mengenai Dia dan dikuduskan oleh KuasaNya.

PENUTUP
Kita adalah garam dunia. Status dan fungsi garam dunia melekat pada kehidupan kita, Tapi ingatlah sebelum menjadi garam dunia, kita harus mati dari kepentingan diri sendiri serta keinginan daging, kita harus hidup dengan hati yang murni, dan kita harus dimurnikan oleh Kuasa Tuhan agar lewat hidup kita kehendak Tuhan dinyatakan bagi dunia. Amin!

SAAT TEDUH SANGAT DIBUTUHKAN

Markus 1:35, Roma 12:11

Ketika Tuhan Yesus hidup di dunia ini, kesibukannya sangat tiinggi. Ia h arus bepergian ke berbagai tempat dan melayani umat dengan pengajaran dan tanda-tanda ajaib.Untuk bisa melakukan dan menyelsaikan setiap tugasnya dengan baik, Tuhan Yesus mendisiplinkan dirinya dengan menyediakan / mengatur waktuNya untuk ber ”saat teduh” atau berkomunikasi dengan Bapa di Surga. Selaku murid-muridNya, kita pun harus meneladani kebiasaan yang sama sesibuk apapun kegiatan dan aktifitas kita. Prioritas ini bukan hanya sekedar rutinitas, tetapi sebuah kegiatan untuk menjaga “energi” kehidupan kita, agar roh kita terus menyala-nyala, penuh semangat dan tidak kehilangan focus pada tujuan / kehendak Tuhan melalui tugas / pekerjaan kita (baik rohani maupun sekuler).
Beberapa pengertian seputar saat teduh :

1. KEBUTUHAN VITAL
• Kita butuh “waktu yang khusus” setiap hari untuk “menyendiri” dan “mendekat” kepada Tuhan, melalui doa, Pujian dan Penyembahan dan Perenungan Firman Tuhan. Jika Tuhan Yesus anggap itu sebagai kebutuhan (Lukas 5:16, 1 Timotius 4:8) masakan kita tidak? Jika kita mengaku sebagai murid Kristus, kita seharusnya meniru / meneladani apa yang Kristus lakukan (1 Yohanes 2:6)
• Saat teduh adalah kebutuhan harian bagi kita untuk terus menerus memperbaharui pikiran kita (Roma 12:2) sehingga kita dapat memiliki pikiran-pikiran Kristus (Filipi 2:5). Pembaharuan pikiran mendatangkan hikmat untuk melakukan apa yang tepat, bijaksana dan sesuai dengan kehendak Tuhan.

2. MOMENTUM PERJUMPAAN DENGAN TUHAN
• Saat Teduh bukan hanya sekedar membaca beberapa ayat Alkitab (sebagai rutinitas), tetapi juga untuk mendapatkan pemahaman dari suatu perenungan Firman Tuhan.
• Alami “perjumpaan” dengan Tuhan melalui FirmanNya, biarlah FirmanNya mengajar dan “berbicara” kepada kita dan bukan sekedar menambah pengetahuan rohani kepada otak kita ( Yohanes 5:39-40)
• Jangan tergesa-gesa, berikan cukup waktu bagi jiwa kita untuk dipuaskan oleh hadiratNya. NIkmati “keakraban” dengan pribadi Tuhan dan pastikan kita mendapat sebuah pemahaman / pelajaran setiap harinya.

3. PERKATAKAN FIRMAN TUHAN
• Yosua 1:8 mengatakan bahwa ada keberuntungan di saat kita merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan.
• Ketika telinga mendengar Firman, Iman tumbuh dan bekerja (Roma 10:17). Iman dalam Kristuslah yang akan mengalahkan dunia. (1 Yohanes 5:4)

PENUTUP
Saat Teduh mendatangkan damai sejahtera Kristus sekalipun di tengah situasi yang negative. Kita akan mendapatkan kekuatan yang baru dan terus mendapatkan pemahaman yang senantiasa diperbaharui sehingga kita dapat peka dan sigap melakukan kehendakNya. Amin!

AKIBAT HIDUP TANPA PENDAMAIAN

Roma 12:17-18
Kita tahu bahwa saat kita sedang berada di akhir jaman. Salah satu tanda yang Firman Tuhan katakan mengenai akhir jaman adalah kasih yang semakin dingin (Matius 24:12), dan itu terbukti dengan semakin banyaknya manusia yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Sebagai orang percaya, kita harus terus senantiasa memancarkan terang kasih Kristus. Kualitas dan kuantitas kasih kita kepada sesame tidak boleh berkurang, apalagi menghilang. Memang harus kita akui bahwa dalam hubungan antara sesama ada hal-hal yang sering bertentangan bahkan sampai menciptakan konflik, dan konflik tersebut dapat mempengaruhi hubungan antara satu dan lainnya. Tuhan ingin kita melakukan apa yang benar, dan itu adalah hidup damai dengan semua orang.
Jika kita memiliki konflik dengan orang lain, kita harus selesaikan dan mengupayakan hidup dalam damai, jika tidak akan ada dampak yang sangat serius yang bisa menghancurkan hidup kita, yaitu :

1. MENGHALANGI PERSEKUTUAN KITA DENGAN TUHAN (1 Yohanes 4:20)
• Jika kita tidak bisa harmonis dengan sesame (yang kelihatan) tidak mungkin kita bisa mengasihi Tuhan (yang tidak kelihatan).
• Konflik terkait dengan hubungan / relationship. Kalau hubungan kita dengan sesama rusak, maka kita tidak bisa mempunyai hubungan yang “jernih” dengan Tuhan.

2. MENGHALANGI DOA KITA (Markus 11:24-26)
• Sepenuh-penuhnya iman kita pun, kalau kita memiliki perkara yang “mengganjal” di hati kita, maka Doa kita akan terhalang. Kita harus memaafkan dan menyelesaikannya terlebih dahulu, barulah Do akita tidak terhalang.
• Tuhan melihat hati, oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu menjaga hati dan pikiran kita agar tidak ada yang menghalangi doa-doa kita.

3. MENGHALANGI KEBAHAGIAAN HIDUP
• Satu mata air tidak dapat mengeluarkan dua jenis air yang berbeda (Yakobus 3:11) Oleh karena itu hati yang memiliki konflik tidak akan dapat merasa Bahagia karena kita tidak bisa membohongi hati kita sendiri. Konflik di hati dan kebahagiaan tidak mungkin tinggal di “satu rumah”.
• Kita tidak bisa merasa Bahagia dengan disertai penyangkalan / pengabaian. Konflik tidak bisa disembunyikan dan dibiarkan terus menerus, tetapi harus diselesaikan.

PENUTUP
Jika terjadi konflik, jangan tunggu inisiatif orang lain untuk berdamai, tetapi kita yang harus lebih dahulu berinisiatif menyelesaikannya. Jadilah pembawa damai! Jika potensi pertikaian terjadi, kuasai diri agar tidak dikendalikan oleh emosi (Amsal 17:14). Kalau masih ada konflik yang belum terselesaikan, ambil keputusan saat ini untuk hidup dalam pendamaian, hadapi dan jangan abaikan. Sekiranya memungkinkan, datangi mereka dan nyatakan perdamaian (permohonan maaf / pengampunan) Keberanian sejati adalah milik orang-orang yang menyelesaikan konflik.

HIDUP KUAT DI TENGAH BADAI

Filipi 4:13
Jika kita melihat kondisi kehidupan saat ini, apalagi di tengah kondisi PMKM yang sedang kita sama-sama hadapi, pastilah kita akan melihat kesusahan dan kesulitan. Di satu sisi kita bergumul agar kita tidak ikut terkena pandemic virus Covid-19, di sisi lain kita juga bergumul agar dapat terus bertahan dan terus melanjutkan seluruh aspek kehidupan kita, apakah itu pekerjaan, usaha, studi dan bahkan ibadah kita.
Kalau kita merenungkan apa yang Paulus tulis dalam Firman tadi, kita mungkin mengira Rasul Paulus tengah dalam kondisi “siap tempur”, bersemangat dan siap untuk “berperang”. Namun kebenarannya, Rasul Paulus menulis surat tadi dalam keadaan dipenjara, tidak jelas akan masa depannya. Namun dalam situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun, Rasul Paulus tetap Kuat sehingga atas ilham Roh Kudus ia bisa menuliskan Firman tadi. Bagaimana kita bisa tetap kuat dan menang dalam kondisi yang tidak kita harapkan?

1. TIDAK MEMAKAI KEKUATAN KITA SENDIRI (Filipi 4:13)
• Seberat apapun masalah menurut kita, ketika kita menghadapinya dengan kekuatan yang berasal dari Tuhan pastilah kita dapat menanggungnya. Jadi bukan kita yang kuat, tapi Tuhan yang memampukan kita untuk kuat.
• Semakin kita pakai kekuatan sendiri semakinkita tidak mampu mengatasi dan pada akhirnya kita akan menjadi letih dan kalah. Percayakanlah kepada Tuhan untuk mengambil alih.

2. JADIKAN TUHAN SEBAGAI TEMPAT PERLINDUNGAN (Mazmur 144:2)
• Kalau kita berlindung dan mengandalkan manusia, kita akan berakhir dengan rasa kecewa. Namun ketika kita berlindung dan berharap hanya kepada Tuhan maka pertolonganNya pasti datang dan tidak pernah datang terlambat.
• Berharaplah hanya kepada Tuhan dan jadikanlah Tuhan sebagai tempat sandaran kita sepenuhnya.

3. SIKAP HATI YANG TENANG (Habakuk 3:16)
• Ketika kita mempercayakan hidup kita pada Tuhan, maka kita dapat menghadapi masalah dengan tenang, karena kita yakin bahwa Tuhanlah yang memegang kendali hidup kita.
• Ketidaktenangan berasal dari sikap mengandalkan diri sendiri. Saat kita berusaha lepas dari masalah dengan kekuatan kita sendiri, justru kita akan membuat kita terjerumus lebih dalam ke permasalahan kita.

PENUTUP
Masalah tidak akan pernah berhenti hadir dalam hidup kita. Hadapilah dan tetaplah kuat, selama Tuhan menjadi tempat perlindungan kita, maka Ia akan membawa kita melalui masa sukar dengan kemenangan. Tetaplah tenang dan berserahlah penuh pada Tuhan! Amin!