HIDUPKU ADALAH PENYEMBAHAN

Yohanes 4:21-23

Penyembahan adalah pengakuan kita akan kepribadian Tuhan (serta atribut-atributNya), yang dihasilkan oleh adanya hubungan kasih yang bergairah denganNya. Dalam PL digambarkan dengan sikap sujud / tersungkur untuk menghormatiNya ; juga sebagai bentuk merendahkan diri begitu rupa sampai dahi menyentuh tanah. Dalam Perjanjian Baru Tuhan Yesus mengungkapkan bahwa penyembahan bukan lagi mengenai apa yang fisik kita lakukan, tetapi dalam Roh dan dalam Kebenaran, itulah yang Bapa kehendaki.

Apakah maksudnya?

1. MENYEMBAH YANG BENAR
• Menyembah yang benar adalah menyembah Tuhan dan bukan menyembah sesuatu yang lain atau sosok yang lain.
• Fokus Tuhan adalah kepada sosok penyembah, bukan kepada bentuk atau kegiatan penyembahannya. Tuhan mencari pribadi penyembah karena Ia sangat rindu bersekutu dengan kita.

2. MENYEMBAH DALAM ROH
• Penyembahan yang hakiki dilakukan oleh Roh Manusia, bukan sekedar aktifitas penyembahannya maupun ekspresi yang ditunjukan saat manusia menyembahNya. Sesama manusia bisa tertipu, tetapi Tuhan tidak bisa didustai.
• Menyembah dengan berbahasa Roh, membantu manusia untuk mengalami keintiman yang lebih dalam di saat menyembah Tuhan

3. MENYEMBAH DALAM KEBENARAN
• Penyembahan yang berkenan bagi Tuhan adalah atas mereka yang sudah dibenarkan Tuhan (lahir baru / ciptaan baru).
• Penyembahan yang berkenan bagi Tuhan dilakukan oleh mereka yang hidupnya sesuai dengan Firman Tuhan.

PENUTUP

Faktor keintiman penyembahan kita kepada Tuhan, bukan karena iringan musik yang enak didengar ataupun suasana yang indah / syahdu / merdu / dll, melainkan berdasarkan kondisi hati kita di hadapanNya. Apakah kita sedang berada di dalam kebenaran atau tidak?! Apakah kita sedang benar-benar merindukannya atau tidak?! Milikilah sikap hidup yang benar setiap waktu, agar kita menjadi penyembah yang benar dan hidup kita benar-benar adalah penyembahan bagi Tuhan.
Amin

UPAH ORANG RENDAH HATI

Amsal 18:12

Orang yang rendah hati adalah orang yang tidak sombong / tidak angkuh. Alkitab menceritakan bagaimana iblis yang tadinya adalah sosok malaikat yang melayani Tuhan namun kemudian menjadi seteru Tuhan karena kesombongan. Firman Tuhan berkata dengan keras bahwa kehancuran adalah akibat yang harus ditanggung jika seseorang tinggi hati dan tidak bisa rendah hati.

Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari Firman Tuhan mengenai orang yang rendah hati :

1. KARAKTERISTIK ORANG RENDAH HATI (Yakobus 3:17-18)
• Pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, buah kehidupannya baik, tidak memihak, tidak munafik, penuh damai.

2. ORANG RENDAH HATI DIKASIHI TUHAN (Yakobus 4:6)
• Kasih sayang Tuhan kepada mereka yang rendah hati ditunjukannya dalam bentuk bimbinganNya (Mazmur 25:9, Mazmur 37:23-24) dan pengajaranNya (Mazmur 71:17-18)

3. UPAH ORANG RENDAH HATI (Amsal 22:4)
• Kekayaan (Amsal 10:22), kehormatan (Mazmur 37:34), dan kehidupan (Mazmur 133:3)

PENUTUP

Jika kita menyebut diri sebagai orang yang takut akan Tuhan, sudah seharusnyalah kita menjadi orang-orang yang rendah hati. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap rendah hati harus terlihat nyata bagi orang-orang di sekitar kita. Pelayanan dan pengorbanan Tuhan Yesus pun didasari sikap kasih dan kerendahatianNya demi menjalankan misi surgawi bagi keselamatan jiwa-jiwa. Bagian kita adalah mengikuti / meneladani Tuhan juga (1 Yohanes 2:5-6).
Amin

MULUTNYA MURID KRISTUS

Yesaya 50:4

Di jaman informasi ini, dimana segala informasi beredar dengan hampir tidak ada batasnya, kita sering melihat orang-orang yang harus mengklarifikasi perkataannya di sosial media, dan bahkan tidak sedikit yang harus berurusan dengan hukum. Sungguh adalah benar apa yang tertulis di Yakobus 3:7-11 bahwa lidah / mulut sangat sulit untuk dijinakan / dikuasai. Sedikit saja lengah maka mulut kita dapat mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain. Mulut dapat kita gunakan untuk memperkatakan hal-hal yang baik / positif / mulia, namun sebaliknya dapat juga memperkatakan hal-hal yang sebaliknya.

Mulut murid-murid Kristus seharusnya:
1. DIJAGA DARI PERKARA JAHAT (Mazmur 34:14)
• Yang keluar dari mulut jangan hal yang najis / kotor (Matius 15:11, Kolose 3:8)
• Bila tidak dijaga, percumalah nilai-nilai kerohaian seseorang (Yakobus 1:26)
• Orang yang menjaga mulutnya dari hal-hal jahat pastilah orang yang gaya hidupnya selalu bersyukur (Ibrani 13:15)

2. DIGUNAKAN UNTUK MENYEMANGATI / MENGHIBUR (Yesaya 50:4a)
• Berkarakter lembut (Masal 15:1 dan 4) dan sabar (2 Timotius 4:2)
• Gaya hidup melalui perkatannya selalu inginmembangun sesame (Efesus 4:29)
• Seperti Tuhan Yesus (Maitus 9:35)

3. DILATIH UNTUK MEMPERKATAKAN FIRMAN TUHAN (Yosua 1:8)
• Implementasi 1 : Suka memuji dan Menyembah TUhan melalui nyanyian rohani / kidung pujian (yang umumnya berisi FIrman Tuhan)
• Implementasi 2 : Menyisipkan suatu prinsip kebenaran FIrman Tuhan dalam percakapan sehari-hari (di keluarga, lingkungan, sekolah, pekerjaan dll) atau ketika memposting di sosial media.
• Implementasi 3 : Menjadi pemimpin / gembala / pengurus di suatu komunitas rohani (kelompok sel, persekutuan doa, dll) yang memberikan kesempatan untuk menyampaikan FIrman Tuhan.

4. DIPERSEMBAHAN BAGI TUHAN (Keluaran 4:10-15, Yeremia 1:6-10)
• Tidak akan pernah digunan untuk hal-hal sembarangan / tidak bermanfaat
• Memiliki otoritas ilahi
• Meminta ilham / inspirsi dari Roh Kudus sebelum berkata-kata

PENUTUP
Kita harus terus menerus belajar untuk berlaku benar dalam hal berkomunikasi. Jika tujuan penyampaian kita adalah baik, namun disampaikan dengan cara yang salah, maka sia-sialah rencana baik kita melalui komunikasi tersebut. Ketahuilah bahwa Tuhan pasti karuniakan berkat dan perkenananNya atas mereka yang benar-benar menjaga lidah / mulut / perkataannya (1Ptr.3:10, Ams.18:21). Mulutnya murid Kristus harus senantiasa memuliakan Tuhan.

BERSATU DAN BERTUMBUH

Ibrani 10:25

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat

Kondisi terakhir sekarang ini yang semua serba online sebetulnya sangat membantu setiap kita untuk terus rajin mengikuti pertemuan ibadah, karena kondisi serba online ini meminimalis semua hambatan yang justru kerap terjadi saat offline. Pertemuan ibadah ini sangat penting karena akan sulit bagi setiap kita untuk bisa tetap bertumbuh jika kita tidak terlibat aktif dalam persekutuan dengan saudara2 seiman, karena setiap kita butuh untuk saling dikuatkan, ditegur, dihibur dan diingatkan terutama saat kondisi tidak sesuai dengan harapan dan doa kita.
Tuhan Yesus segera dating dalam waktu yang sudah sangat dekat, pastikan setiap kita didapati dengan roh yang masih menyala2 dan tetap setia.

Salah satu faedah dari persekutuan dengan saudara2 seiman adalah agar kita tetap Bersatu dan bertumbuh selalu senantiasa , Filipi 2 : 1-5 ciri orang yang bertumbuh adalah sbb;

1. ADA KASIH YANG NYATA (Filipi 2 : 1)
Saling menolong di saat ada yang kesusahan misalnya dengan saling menghibur, saling menegur dalam kasih, saling menguatkan dll, ini hanya terjadi jika kita aktif bersekutu dengan rekan2 seiman.

2. ADANYA KESATUAN YANG TERPELIHARA (Filipi 2:2)
Sebagai tubuh Kristus kita memiliki berbagai bagian dengan fungsi yang berbeda, tetapi kita semua sehati sepakat memiliki 1 tujuan yang sama , yaitu melakukan kehendakNya untuk kemuliaan namaNya. Perbedaan latar belakang, fisik, profesi, latar belakang Pendidikan dll akan sangat mendukung kita dalam menegakan kerajaan Tuhan di muka bumi ini, lewat kasih dari setiap kita dalam kehidupan kita masing2.

3. ADA KERENDAHAN HATI UNTUK SALING MEMPERHATIKAN (Filipi 2: 3-4, 6-8)
Bukti adanya sikap rendah hati dalam diri kita masing2 adalah adanya rasa ingin saling memperhatikan kepentingan orang lain. Tuhan Yesus pun sudah memberikan teladan dengan menjadi hamba di dunia ini agar manusia bisa mengenal kasih Bapa dan memperoleh keselamatan. Kita pun harus meneladani Yesus dengan membagikan kasih dan memperhatikan kepentingan orang lain supaya mereka semua mengenal Kasih Yesus dalam hidup kita.

4. ADANYA KEDEWASAAN ROHANI SEPERTI YESUS (Filipi 2:5)
Dewasa rohani artinya, kita paham betul apa yang menjadi tujuan utama hidup kita dan focus di situ, yaitu menyelesaikan amanat agung dari Tuhan kita sendiri ;

PENUTUP
Sudahkah kita menjadi murid2 Kristus yang senantiasa Bersatu dan bertumbuh senantiasa? Marilah kita setia dan selalu menyala-nyala memberikan hidup kita untuk kemuliaan namaNya . (Filipi 2: 9-11)

BEKAL PENTING KEHIDUPAN

2 Tawarikh 1:10

Manusia memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa, namun kecerdasan saja tanpa diiringi oleh rasa takut akan Tuhan akan mendatangkan kesombongan dan kehancuran. Tentu kita masih ingat kisah Menara Babel (Kejadian 11), di mana manusia jatuh dalam kesombongan dan ingin menyamakan dirinya dengan Yang Maha Kuasa. Kita harus mengingatkan diri bahwa manusia itu ada batasnya dan hanya Tuhan yang tidak terbatas, karena itu kita bukan hanya memerlukan kecerdasan, tetap juga hikmat dan pengertian dari Elohim. Hal itu adalah bekal yang berharga bagi kita untuk menjalani kehidupan ini.
Hikmat dan Pengertian dari Tuhan didapatkan melalui :

1. HIDUP TAKUT AKAN TUHAN (Amsal 1:5,7 9:10, Ayub 28:28)
– Dengan hidup takut akan Tuhan maka tujuan hidup kita bukan lagi diri sendiri melainkan melakukan kehendak Tuhan.
– Hidup takut akan Tuhan membuat kita sulit disesatkan oleh dunia dan segala daya tariknya.
– Hidup takut akan Tuhan memampukan kita untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan (1 Tesalonika 5:18)
– Hidup takut akan Tuhan akan menjadikan hidup kita berkemenangan (1 Korintus 15:27)

2. HIDUP YANG MENGANDALKAN TUHAN (2 Tawarikh 20:3)
– Selalu melibatkan Tuhan di dalam setiap keputusannya (1 Samuel 30:8)
– Berserah penuh kepada Tuhan, bukan menyerah kepada keadaan (Daniel 3:17)
– Bisa menerima keputusan Tuhan tanpa memaksakan kehendak kita (Daniel 3:18)

PENUTUP
Hikmat / Pengertian Tuhan adalah arahan dari Tuhan yang dapat membuat kita sampai pada tujuan-tujuan kehidupan yang tepat dengan cara yang juga tepat. Hal ini adalah bekal penting bagi kehidupan kita semua, bahkan saat kita memperolehnya, itu adalah keuntungan yang sanat berharga. (Amsal 3:13-15)
Amin!

BANGKIT DARI TITIK NADIR

1 Samuel 30:1-20

Titik Nadir adalah suatu gambaran tentang keadaan atau posisi kehidupan yang paling bawah dan umumnya setiap orang pernah mengalaminya. Kondisi tersebut adalah kondisi yang tentu tidak pernah kita harapkan atau inginkan, namun kalau ternnyata Tuhan ijinkan itu terjadi dalam kehidupan kita tentunya kita tidak bisa mengelak atau menolaknya. Itulah yang dialami oleh Raja Daud, dan ia yang adalah pahlawan besar Cuma bisa menangis menghadapi keadaan itu.
Namun kita tahu bahwa bagi kita anak2 Tuhan, titik nadir bukanlah sebuah akhir. Kita memiliki Tuhan yang sanggup mengubah keadaan, mejadikan kehidupan dari kematian, keberhasilan dari kegagalan. Marilah kita belajar dari apa yang Daud lakukan ketika ia mengalami titik nadir itu :

1. MENGUATKAN KEPERCAYAANNYA KEPADA TUHAN (ayat 6)
– Arahkan iman kita kepada janji-janji Tuhan, karena janjiNya tidak pernah salah dan Ia tidak pernah lalai untuk menggenapkan janjiNya.
– terkadang kita merasa lelah akan keadaan kita, itu adalah tanda bahwa kita menghadapinya hanya dengan keadaan kita sendiri. Kita memiliki Tuhan yang senantiasa menguatkan dan memampukan kita untuk menanggung apapun situasi yang terjadi saat ini.

2. MEMAKAI SELENDANG / BAJU EFOD (ayat 7)
– Baju Efod adalah baju keimaman yang biasanya digunakan oleh para Imam untukmasuk ke Bait Elohim. Daud menggunakan baju efod dan datang kepada Tuhan dalam doa. Ia mengambil sikap yang tepat, bertanya kepada Sang Maha Tahu, yaitu Tuhan dan tidak mencari petunjuk dari yang lain.
– Doa haruslah menjadi gaya hidup anak2 Tuhan karena tanpa doa hidup kita akan “kering”

3. MENGEJAR APA YANG SUDAH DIAMBIL ( Ayat 8)
– Setelah berdoa, ada hal yang harus Daud lakukan yaitu mengejar orang Amalek sesuai dengan petunjuk Tuhan.
– Ketika Daud melakukan apa yang Tuhan tuntunkan, ia tidak menyerah, walau Sebagian dari orang yang ikut dengan dia harus berhenti karena kecapean.

PENUTUP
Kita dapat melihat bahwa ketika Daud melakukan semua itu, ia bukan saja bangkit dari titik nadir, tetapi ia juga meraih berkat yang luar biasa, harta jarahan dari orang Amalek. Dalam hidup kia terkadang Cuma melihat apa yang buruk, apa yang kurang baik, namun Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang luar biasa, ia dapat menjadikan apa yang menurut kita tidak baik menjadi sebuah berkat luar biasa, semua karena kasihNya kepada kita. Amin!

FIRMAN YANG HIDUP

Yohanes 1:1

Bagaimana pandangan kita mengenai apa yang disebut sebagai Firman Tuhan?
Mungkin jawaban spontan yang biasanya kita jawab adalah :
– Pedoman Hidup sehari2 sebagai orang Kristen
– Dasar keimanan orang Kristen
– Aturan kerajaan Allah di muka bumi
– Kumpulan perkataan Tuhan
– Dan lain lain
Apakah pengertian atau pandangan kita mengenai Firman Tuhan itu tetap sama ketika ujian hidup mulai menghimpit kita? Apakah pandangan kita tentang Firman Tuhan itu tetap sama ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan doa kita? Apakah kita masih percaya dengan Firman Tuhan ketika bertahun-tahun masalah kita tak kunjung ada titik terang?
Mari kita belajar dari teladan Raja Yosia (2 Tawarikh 34 :1-33) dalam menghidupi Firman Tuhan sehingga mengalami berkat2Nya :

1. MEMUTUSKAN MENCARI TUHAN (Ayat 3a)
– Keputusan untuk bertobat dan Kembali kepada jalan Kebenaran Tuhan itu adalah keputusan yang akan dipertaggung jawabkan diri kita masing2 ketika nanti kita dipanggil pulang oleh Tuhan. Jadi pertobatan itu bukan hasil “ikut-ikutan oleh orang tua atau teman atau keluarga “
– Karena setiap orang akan diberi upah pertobatan sesuai dengan takarannya masing2. Ketika kkita mencari Tuhan dengan kehausan dan kesungguhan hati, maka roh kita akan dihidupkan Tuhan melalui janji janjiNya (Amos 5:4)

2. MENJAUHKAN DIRI DARI PENYEMBAHAN BERHALA ( Ayat 3b)
– Mari kita renungkan bersama, masih adakah penghalang yang sering menghambat atau mengganggu keyakinan kita terhadap janji Tuhan yang kita ketahui dari Firman Tuhan? Karena Ketika posisi Tuhan digantikan dengan yang lain , maka yang lain itu akan menjadi berhala dan itu akan menghalangi kita dalam meyakini janji Tuhan.
– Jangan pernah gantikan kemuliaan Tuhan dengan kemuliaan diri sendiri/kemuliaan orang lain/kemuliaan sesuatu/kemuliaan gereja/kemuliaan pemimpin gereja atau yang lain (Yesaya 42:8)

3. MEMPERBAIKI RUMAH TUHAN DARI KERUSAKAN ( Ayat 8)
– Setelah kita bertobat dan lahir baru kita MASIH HARUS TERUS mengerjakan keselamatan kita dengan selalu menjaga hati dan hidup kita dari berbagai-bagai sampah kesombongan, kedagingan, keduniawian, kemarahan, dendam, akar pahit, iri hati dll dll yang akan membusukan dan merusak hati kita. Karena dari hati terpancar kehidupan dan hati yang rusak akan memancarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
– Tubuh kita adalah tempat Roh Kudus bernaung (1 Kor 3:16-17). Roh Kudus adalah kudus, tidak pernah bisa bersatu antara kekudusan dan ketidakkudusan, jadi kita harus terus mengerjakan kekudusan dalam hidup kita, saat kita membuka celah dengan menyerah pada ketidak kudusan, suara Roh Kudus akan semakin lemah terdengar.

PENUTUP
Menghidupi Firman Tuhan tidak hanya sebatas pada komitmen, tapi itu akan dibuktikan juga lewat perbuatan dan hidup kita sehari-hari. Kebiasaan hidup yang lama harus selalu digantikan dengan kebiasaan hidup yang baru seiring dengan kerinduan kita untuk lebih lagi mengetahui keinginan Tuhan dalam hidup kita. Untuk itulah kita selalu memerlukan kuasa Tuhan yang kita peroleh jika kita sungguh2 mengasihi Dia dalam seluruh hidup kita (1 Kor 2:9).

TAAT SETENGAH HATI

2 Tawarikh 25:2, 1-28

Setengah hati artinya adalah segan-segan / malu-malu / tidak ikhlas / tidak sungguh-sungguh. Mengerjakan sesuatu dengan setengah hati artinya mengerjakannya dengan tidak sungguh-sungguh dan akibatnya pasti menghasilkan sesuatu yang tidak akan maksimal. Hal ini berlaku juga dalam hal ketaatan kita kepada Tuhan (Yak.2:10). Lihatlah kehidupan Raja Amazia yang awalnya benar dalam mengikuti Tuhan, namun karena setengah hati, ia banyak mengalami kesulitan dalam hidupnya.
Ciri orang yang setengah hati:

1. TIDAK MENGANDALKAN TUHAN (5-6, 7-12).
• Ada rasa kurang percaya diri. Lupa ada Tuhan yang sanggup menyertai. – Jika mengalami keberhasilan, beresiko jatuh dalam dosa kesombongan / merasa paling mampu.
• Mendua hati (Wahyu 3:16). Di satu sisi seolah andalkan Tuhan, tapi di sisi lain mengandalkan hal-hal di luar Tuhan. Sumber semangat kita bukanlah dari dunia, tetapi dari pengharapan kita kepada Tuhan (Amsal 23:18 dan Yeremia 29:11). Orang yang bersemangat memiliki komitmen untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada sebelumnya. Orang yang berkomitmen tidak mungkin berhenti di bibir, tapi ada Tindakan (action), entah itu komitmen terhadap Tuhan, diri sendiri, keluarga atau pelayanan dan lain sebagainya.

2. BERSEBERANGAN DENGAN TUHAN (20,7).
• Tidak mau mendengarkan nasehat Firman Tuhan = menjauhi Tuhan. – Keyakinan terhadap Tuhan tidak kokoh
• Keyakinan terhadap Tuhan tidak kokoh. Berpeluang menggunakan pola dunia dalam penyelesaian masalah hidup.

PENUTUP
Hidup takut akan Tuhan harus dilakukan sepenuh hati, jiwa, dan akal budi (Ulangan 6:5). Jika setengah hati, bisa berakibat sama dengan Amazia, hidupnya mengalami banyak perlawanan dari sesama (ayat 17, 20-24). Tantangan hidup harus dihadapi dengan bulatnya hati kita dalam mengikuti Tuhan. Tidak sedikit yang hidupnya berakhir dengan kegagalan demi kegagalan walaupun nampaknya mereka berstatus orang percaya (bahkan melayani pekerjaanNya); karena itu … jangan hidup taat kepada Tuhan dengan setengah hati.

SAYA SELALU SIAP

Lukas 12:35,47

Pinggang berikat dan pelita yang menyala adalah gambaran tentang kesiapan dari seorang hamba terhadap Tuannya. Hamba yang demikian adalah hamba yang pasti mendapatkan perkenanan tuannya karena bisa diberdayakan kapan saja. Sesungguhnya kita semua sebagai orang Kristen adalah juga seorang hamba Tuhan (Kolose 3:24), oleh karena itu sudah seharusnya dan sepatutnya kita harus mengikuti setiap Firman Tuhan dan untuk itu ada upah dari Tuhan bagi kita. Kondisi bersiap sedia adalah sebuah sikap yang harus dikembangkan dalam segala situasi (kehidupan rohani dan kehidupan jasmani).
Tanda orang yang selalu siap dalam hidupnya adalah :

1. TIDAK KEHILANGAN SEMANGAT (2 Tawarikh 15:7 dan Amsal 24:10)
• Sumber semangat kita bukanlah dari dunia, tetapi dari pengharapan kita kepada Tuhan (Amsal 23:18 dan Yeremia 29:11). Orang yang bersemangat memiliki komitmen untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada sebelumnya. Orang yang berkomitmen tidak mungkin berhenti di bibir, tapi ada Tindakan (action), entah itu komitmen terhadap Tuhan, diri sendiri, keluarga atau pelayanan dlsb.

2. MELIPATGANDAKAN TALENTA (Matius 25:14-20)
• Kembangakanlah dari apa yang sudah ada di dalam diri kita bukan dari apa yang tidak ada (Keluaran 4:2 dan 2 Korintus 8:12)
• Jangan sampai kita menyia-nyiakan talenta yang sudah Tuhan beri (Matius 25:25)

3. MENABUR KASIH (Matius 5:16)
• Kembangkanlah kepedulian terhadap sesame manusia. Carilah cara untuk berperan aktif terhadap mereka yang membutuhkan. Hal ini bisa menjadi sebuah kesempatan baik untuk memenangkan jiwa
• Tindakan ini adalah salah satu dari kehendak Bapa bagi kita (Matius 25:40)

PENUTUP
Untuk bisa selalu siap (jasmani maupun rohani) pastikan kita menyadari, kalau sampai saat ini kita masih bernafas dan hidup di duna ini, artinya Tuhan masih memiliki rencana untuk memakai hidup kita, oleh karena itu jangan sia-siakan kasih karunia dan kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita. Amin!

TERUS BERJAGA-JAGA

Matius 7:21-23; Matius 25:1-13

Dua refrensi Firman Tuhan di atas menunjukan bahwa tidak semua orang Kristen bisa masuk Surga. Penyebabnya adalah karena ada orang Kristen yang tidak berjaga-jaga. Sesungguhnya suatu ironi bagi orang Kristen yang berpikir karena dia “beragama” Kristen maka otomatis dirinya kelak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, karena dari Firman Tuhan tadi saja terlihat bahwa seorang pelayan dan hamba Tuhan saja ditolakNya!

Berjaga-jaga adalah kondisi memiliki pelita sekaligus cadangan minyaknya. Artinya :
1. MEMPERLAKUKAN FIRMAN TUHAN
• Pelita bermakna Firman Tuhan (Mazmur 119:105). Orang Kristen bukan sekedar punya Alkitab, tapi seumur hidup ia harus membacanya, merenungkannya dan menjadikannya sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

2. MENGGUNAKAN WAKTU DALAM KEHIDUPAN
• Penantian terhadap kedatangan Tuhan membutuhkan pelita yang harus terus menerus dinyalakan. Artinya selama kita hidup janganlah menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak menyatakan terang Tuhan, contoh :
a) Jangan lagi hidup di dalam kedagingan dan nafsu duniawi,
b) Berusahalah menjadi teladan bagi semua orang
c) Tunjukan sikap kasih berupa simpati dan empati terhadap orang lain,
d) Berdayakan talenda dan karunia dalam pekerjaan Tuhan dan penyelesaian Amanat Agung sehingga ada orang-orang yang mengenal Tuhan melalui hidup kita.

PENUTUP
Terus berjaga-jaga memiliki arti menjaga pelita terus menyala. Itu artinya kita harus tekun memiliki persekutuan pribadi dengan Tuhan dan setia melayani pekerjaan Tuhan melalui apa yang kita miliki (waktu, harta, daya dan tenaga). Bertekunlah dalam hal itu, maka pelita kita tidak akan padam, maka pada saatnya kita akan bersama-sama memerintah dengan Tuhan selama-lamanya (2 Timotius 2:12) Orang yang pelitanya (hampir) padam (Amsal 13:9, Amsal 24:20 dan Ayub 18:5) adalah orang-orang Kristen yang masih berjalan dalam kefasikan dan harus segera bertobat sebelum terlambat. Amin!