PERBEDAAN ORANG BENAR DAN ORANG FASIK

Maleakhi 3:13-18

Dalam kehidupan saat ini pun nampaknya orang fasik bisa hidup berlimpah dan mujur. Padahal mereka adalah orang yang mengaku beragama tapi tidak sungguh beriman, tahu firman tapi tidak menghidupinya, berani berbuat dosa tanpa merasa melanggar firman Tuhan, penuh kemunafikan / kepalsuan; dan sementara itu, orang benar bisa saja mulai merasa lelah untuk tetap hidup benar. Orang benar adalah orang yang telah dibenarkan, bukan karena ia sudah sempurna melakukan hal-hal yang benar. Apa yang membedakan orang benar dan orang fasik?:

1. SUKA TERANG VS SUKA GELAP (Mazmur 1:2)
Gembira / senang jika membaca, merenungkan, dan melakukan firmanNya. Orang benar menyukai perbuatan terang, bukan perbuatan kegelapan. Orang benar tidak bebas dari masalah tapi punya pondasi yang kokoh untuk bertahan dan menang.

2. BERDAMPAK KEHIDUPAN VS BERDAMPAK KEMATIAN (Mazmur 1:1)
Orang benar seumpama gandum yang memberikan daya kehidupan, sementara orang fasik bagaikan ilalang yang membawa daya rusak (Matius 13:24,30, 23:36-43).

PENUTUP
Saat bersosialisasi, orang benar membawa kesegaran / kehidupan, sebaliknya orang fasik membawa kekuatiran / perpecahan / emosi negatif. Orang benar pada saatnya pasti ditinggikan Tuhan (Matius 13:43); gandum dan lalang harus tumbuh bersama-sama, tapi pasti kelak ‘dipisahkan’ Amin!

BELAJARLAH DARI YESUS

Matius 11:29

Sebagai orang percaya kita bukan saja belajar tentang Yesus tapi kita juga harus belajar dari Yesus. Belajar tentang Yesus tidaklah menuntut ‘hubungan’, tapi belajar dari Yesus tentu menuntut (menjalin) hubungan pribadi dengan diriNya. Belajarlah memiliki hubungan dengan Tuhan Yesus, maka kita akan jadi makin serupa dengan Dia dalam hal:

1. KELEMAHLEMBUTAN
Menjadi pribadi yang mudah mengampuni (Lukas 23:34), tidak ingin membalas (Matius 26:53,67-68), penuh belaskasihan (Lukas 7:36-50), punya kendali diri yang kuat (Yohanes 18:3,22-23)

2. KERENDAHAN HATI
Menjadi pribadi yang menyadari peran Tuhan dalam hidup (Yohanes 5:19), tidak sombong (Amsal 18:12).

PENUTUP
Jangan pernah berhenti belajar dari Yesus. Miliki dan hidupilah setidaknya 2 karakteristik tersebut dan jadilah serupa dengan Kristus.. Amin!

TUHAN BEKERJA WALAU TIDAK TERLIHAT

Yohanes 5:17

Seringkali kita menilai kehadiran Tuhan berdasarkan ‘apa yang kita rasakan / lihat’, sehingga ketika doa belum terjawab, atau situasi tampak buntu, kita cenderung berpikir bahwa Tuhan mengabaikan bahkan meninggalkan kita. Ketahuilah bahwa Elohim tidak pernah berhenti bekerja (Ergazetai; Yunani); bahkan sebaliknya, Dia bekerja terus menerus tak terputus oleh ruang, waktu, aturan manusia, dsb. Beberapa hal penting yang harus kita ingat mengenai cara kerja Tuhan :

1. KASIH SETIA TUHAN MELAMPAUI WAKTU (Ratapan 3:22-23)
Tuhan bekerja dalam skala kekekalan. Saat manusia merasa ‘habis’ atau ‘sudah terlambat’, Elohim justru tetap menatanya agar indah dan tepat pada waktuNya. Kasih setia Tuhan selalu baru tiap hari, tiap bulan, tiap tahun, tiap masa.

2. PEKERJAAN TUHAN TAK TERBATAS (Efesus 3:20)
Jangan ukur pekerjaan Tuhan berdasarkan logika kita. Tuhan sangat bisa diandalkan sekalipun situasi sangatlah buruk. Dia bisa bekerja melalui kegagalan kita, melalui orang yang tidak kita kenal, dll. Tujuan akhirnya adalah demi kebaikan kita dengan cara-caraNya yang ajaib / tak terpikirkan.

3. BEKERJASAMALAH DENGAN KRISTUS (Yohanes 15:5b)
Tuhan bekerja melalui hidup kita dengan Roh KudusNya yang ada dalam kita. Dia berikan kita kekuatan dan pintu-pintu kesempatan yang dibukakanNya. Berkolaborasilah: Tuhan bagian yang mustahil, kita bagian yang bisa kita kerjakan. Fokus selalu pada ‘siapa yang berjalan bersama kita’, bukan ‘kapan masalah ini selesai’.

PENUTUP
Keheningan dalam kehidupan yang kita rasakan, bukanlah karena Dia tidak hadir. Tuhan selalu hadir dan kita harus selalu percaya untuk menantikan dan melihat kemuliaanNya pada akhirnya pasti dinyatakan. Amin!

MEMANDANG SALIB KRISTUS

Matius 27:32-44

Jumat Agung adalah peringatan penyaliban dan kematian Tuhan Yesus di Bukit Golgota. Peristiwa itu bukan sekedar sejarah tapi adalah peristiwa puncak kasih Elohim bagi umat manusia, bahkan menjadi dasar bagi kemenangan kehidupan bagi setiap orang yang percaya pada Kristus. Inilah yang dilakukan Tuhan bagi kita melalui salibNya:

1. PENEBUSAN DOSA MELALUI PENGORBANAN (1 Petrus 2:24-25)
Pembenaran manusia dari dosa di hadapan Elohim hanya diperoleh saat mereka percaya pada pengorbanan Yesus.

2. KETAATAN YANG SEMPURNA (Flp.2:8)
Penderitaan yang begitu hebat tidaklah menghalangi komitmen Yesus untuk tetap taat pada kehendak Elohim, bukan pada kemauanNya sendiri.

3. KASIH TANPA SYARAT (Yoh.3:16)
Elohim mengasihi semua manusia tanpa peduli apa atau seberapa besar dosa mereka. Anak Elohim direlakanNya mati bagi keselamatan manusia di segala masa dan jaman.

PENUTUP
Bagian kita saat ini adalah hidup meneladani Kristus. Tetaplah tegak dalam kebenaran. Tetap maju melakukan yang benar. Jangan mundur, jangan menyerah. Pandang salib Kristus adalah kunci kita bisa berhasil hidup benar dan setia sampai akhir. Yesus pernah lalui jalan sengsara sampai mati disalibkan, untuk menggantikan kita sehingga sanggup memikul salib kita dan menang atas badai dan derita. Amin!

JANGAN SIA-SIAKAN WAKTUMU

Efesus 5:16

Memiliki keinginan dan ambisi yang begitu besar tanpa melibatkan Tuhan di dalam kehidupan, seringkali membuat seseorang lupa waktu, sehingga dapat menyusahkan diri dengan apa yang dilakukannya; bahkan bisa membawa kepada berbagai pencobaan karena perbuatannya itu. Dunia menawarkan kesenangan, sehingga berpotensi membuat orang percaya menjadi lupa akan makna kehidupan, yaitu untuk melakukan segala sesuatu buat Tuhan, termasuk dalam menggunakan waktu yang dimilikinya. Untuk itu sebagai orang percaya kita harus bisa mengelola waktu dengan benar.

1. PRIORITASKAN BERJUMPA TUHAN TIAP HARI (Mazmur 5:4)
Pemazmur mengajarkan kepada kita bagaimana pentingnya untuk secara disiplin memprioritaskan untuk berjumpa Tuhan setiap pagi (bukan hanya setiap hari).

2. NANTIKAN DAN DENGARKAN TUNTUNANNYA (Roma 10:17, Mazmur 119:115)
Meresponi setiap Firman yang diterima dengan benar, sehingga Iman kita terus bertumbuh dan berbuah dalam perbuatan serta tindakan hidup.

3. BIJAK DALAM KEHIDUPAN (Efesus 5:15,17, Mazmur 90:12)
Waktu yang terbatas ini haruslah dimanfaatkan dengan bijaksana, yaitu dengan tepat sesuai dengan kehendak Tuhan atas tuntunan dari Roh Kudus.

PENUTUP
Waktu itu teramat sangat berharga. Kita harus betul-betul mempergunakannya dengan sebaik mungkin, agar tidak terbuang percuma. Pergunakanlah waktu untuk mendekatkan diri kita pada Tuhan agar kita diperlengkapiNya untuk memberitakan Kabar Baik dan menjangkau jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan. Amin!

ORANG YANG BERUNTUNG

Ada kalimat yang umum kita dengar: “Wow, kamu beruntung banget (hoki) bisa …”. Berdasarkan KBBI, keberuntungan artinya: kondisi bernasib baik, mujur, atau mendapatkan hasil positif yang seringkali tidak terduga. Artinya, sesuatu yang didapatkan secara tidak sengaja. Pertanyaannya, apakah orang kristen percaya dengan keberuntungan? Apa yang Alkitab katakan tentang keberuntungan??

1. TERJADI KARENA MELAKUKAN APA YANG FIRMAN KATAKAN (Ulangan 29:9)
Ketaatan melakukan Firman Tuhan akan mengantar kita untuk menggenapi apa yang menjadi rancangan Tuhan atas hidup kita. Yeremia 29:11 mengatakan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai Sejahtera dan bukan kecelakaan, yang artinya penuh dengan kebaikan bagi kita.

2. TERJADI KARENA DISIPLIN ROHANI (Yosua 1:8)
Disiplin dalam memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan serta mengawasi setiap perilaku, perkataan dan pebuatan kita agar selalu selaras dengan Firman Tuhan akan membawa kita menjalani kehidupan yang selalu ada di jalan-jalanNya.

PENUTUP
Apakah kita sudah siap jadi orang yang beruntung? Apakah kita sudah taat dan disiplin rohani untuk mengundang keberuntungan itu? Sudahkah mempersiapkan diri dalam segala kondisi supaya waktu kesempatan itu datang, kita siap untuk mendapatkan keberuntungan itu? Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menerima kondisi yang kita doakan? Amin!

IMAN DI MASA SUKAR

Habakuk 1:2

Kita rasakan bersama betapa berat tantangan yang terjadi atas bangsa kita. Bencana alam serta gejolak politik dan ekonomi, tidak henti-hentinya menerpa. Demikian pula pada jaman Nabi Habakuk, di mana saat itu keadaan pemerintahan Bangsa Yehuda dipenuhi ketidakadilan, kekerasan, dan penindasan atas orang-orang benar. Orang percaya tentunya terus berdoa, namun bagaimana jika nampaknya tidak ada jawaban?

1. MENDEKAT (BERSERU) PADA TUHAN (Hab.2:1)
Tuhan tidak pernah tidak punya maksud dan rencana atas kehidupan anak2Nya. Apa yang Ia ijinkan terjadi dalam kehidupan anak2Nya pasti untuk sesuatu yang baik, walau mungkin kita belum mengerti. Oleh karena itu carilah Tuhan, datang dan berserulah padaNya sampai Ia memberikan FirmanNya bagi kita.

2. MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN (Kolose 3:17)
Di masa sukar seringkali kita terlalu focus kepada kesukaran yang sedang kita hadapi, padahal kalau Tuhan ijinkan itu terjadi dalam hidup kita, pasti ada maksud baik Tuhan bagi kita. Oleh karena itu mulailah mecoba mencari maksud Tuhan, dan jikalau belum mendapatkan jawaban juga cobalah focus untuk melayani atau melakukan pekerjaan Tuhan, karena seringkali ketika justru focus kita bukan kepada masalahnya, Tuhan justru yang membereskan semua.

3. MENERIMA KEADAAN DENGAN SUKACITA (Habakuk 3:18-19)
Salah satu penyebab mengapa Tuhan ijinkan kita mengalami masa sukar adalah agar kita dapat melatih reaksi dan respon kita kepada Tuhan. Masa sukar dan masalah adalah cara Tuhan untuk melatih, menguatkan iman dan membentuk karakter kita sebagaimana Paulus katakan di Roma 5:3-4.

PENUTUP
Jalanilah masa yang sukar dengan berpegang teguh dalam iman kepada Tuhan. Tanda iman yang teguh di masa yang sukar dapat ditunjukkan dengan menghibur, menguatkan, dan menasehati sesama. Amin!

MENGHIDUPI PANGGILAN TUHAN

Efesus 2:10

Panggilan Tuhan atas orang percaya bukanlah sebuah kebetulan, tetapi ada maksud ilahi atasnya. Tidak sedikit orang percaya yang mengetahui panggilan Tuhan ini, tetapi mereka belum sungguh-sungguh menghidupinya; ada yang merasa tidak layak, tidak mampu, atau masih menunggu waktu yang “sempurna”. Panggilan itu tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari ketaatan dalam keseharian. Menghidupi panggilan Tuhan berarti MENATA HIDUP SESUAI KEHENDAKNYA dan BERSEDIA DIPAKAI TUHAN DI MANA PUN KITA DITEMPATKAN. Beberapa hal pentung untuk menghidupi panggilan Tuhan adalah :

1. BERASAL DARI INISIATIF TUHAN (Yohanes 15:16)
Dia terlebih dahulu telah memilih kita bahkan sejak kita masih di dalam kandungan (Yeremia 1:5)

2. DIMULAI DARI KETAATAN (Filipi 2:8)
Belajar dari ketaatan Tuhan Yesus yang membawanya sampai kepada Salib. Juga belajar dari Abraham yang taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk menghidupi panggilan hidupnya.

3. DIHIDUPI DALAM KESEHARIAN
Tekun melakukan apa yang menjadi panggilan kita masing. Mungkin kita belum menyadari apa itu panggilan Tuhan bagi kita, tapi dengan kita belajar hidup dalam keintiman, melakukan dengan taat setiap FirmanNya, maka Ia yang akan membawa kita untuk menghidupi panggilanNya.

PENUTUP
Menghidupi panggilan Tuhan bukan tentang seberapa besar peran kita, tetapi seberapa taat dan setia kita menjalaninya. Tuhan tidak menuntut kita menjadi orang lain, tetapi menjadi diri kita yang taat kepada panggilanNya. Amin!

BERKETETAPAN HATI PADA TUHAN

Daniel 1:8

Menetapkan hati pada Tuhan artinya memiliki sikap batin yang kuat / berprinsip / tidak goyah memegang keyakinan / komitmen kepada Tuhan. Sikap ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi kondisi yang makin tidak menentu, sehingga kita tidak akan menjadi bimbang dalam segala kesukaran yang bisa datang kapan saja. Selain Daniel, hal yang sama juga dilakukan oleh Sadrakh-Mesakh-Abednego (Dan.3:18), dan Yosua (Yos.24:15b). Inilah hal-hal yang bisa diteladani dalam hal berketetapan hati:

1. JAGA KEKUDUSAN DI HADAPAN TUHAN (Daniel 1:8)
Dosa, kehendak daging dan kenikmatan dunia dapat dengan mudah menggoda dan mencobai kita. Anak2 Tuhan harus berketetapan hati untuk hidup Kudus. Ketika keyakinan dan komitmen kita tidak penuh, dengan mudah kita dapat jatuh ke dalam berbagai pencobaan.

2. JAGA KONSISTENSI KOMUNIKASI DENGAN TUHAN (Daniel 6:11)
Relasi dengan Tuhan haruslah dibangun sehingga kita mencapai Tingkat keintiman yang lebih dan lebih lagi. Konsisten untuk berdoa di saat baik maupun tidak. Konsisten untuk menyembah dalam situasi dan kondisi apapun. Konsisten untuk bergaul karib dengan Firman Tuhan.

PENUTUP
Berketetapan hatilah untuk pegang teguh firman Tuhan dan punya prinsip yang kuat dalam hal mengandalkan Tuhan. Kiranya berkat seperti yang Daniel peroleh, dicurahkan atas kita juga: Kasih sayang / perkenanan (Dan.1:9), kesehatan (Dan.1:15), dan hikmat kepandaian / kebijaksanaan (Daniel 1:17).
Amin!

HIDUP BERKEMENANGAN

Roma 8:37

Dalam menjalani kehidupan ini, kita tidak mengetahui bagaimana masa depan yang kita hadapi dan apa yang menjadi tantangan di hadapan kita. Secara umum, setiap orang bisa memiliki perasaan takut bahkan kuatir jika memikirkan hal-hal demikian, namun sebagai orang percaya kita diberikan janji melalui firman Tuhan untuk memperoleh kemenangan bersama Tuhan. Orang yang berkemenangan melakukan hal-hal ini :

1. CARI TUHAN DAN PEGANG FIRMANNYA (Mazmur 119:9-11)
Karena kemenangan dalam pergumulan dan tantangan hidup akan menjadi sebuah kepastian ketika kita berpegang pada FirmanNya.

2. TUNDUK PADA TUHAN DAN TIDAK MENDUA HATI (Yakobus 4:7-8)
Kemenangan di dalam Tuhan adalah sebuah kepastian, oleh karena itu kita harus memastikan diri kita selalu ada di dalam Dia dengan taat dan tidak mendua hati.

3. SELALU ANDALKAN ROH KUDUS (1 Yohanes 4:4)
Roh Kudus ada di dalam diri kita untuk menolong dan menuntun kita. Oleh karena itu selalu andalkan Dia!

4. HIDUP BERSEKUTU DENGAN SAUDARA SEIMAN (Ibrani 10:24-25)
Memiliki fellowship dengan saudara seiman akan membantu kita dalam menghadapi proses kehidupan sehingga kita berkemenangan. Dalam komunitas Rohani kita dapat saling mengingatkan dan diingatkan, juga dapat menguatkan satu sama lain.

PENUTUP
Hidup berkemenangan bukan saja tentang hal-hal duniawi (kekayaan / kejayaan / dll), tapi terutama adalah tentang hidup yang menyenangkan Tuhan dan memiliki kemenangan batin yang sejati di tengah berbagai tantangan hidup, bahkan berlanjut dalam kekekalan di Surga. Ingat baik-baik bahwa kemenangan yang demikian itu berasal dari Elohim, bukan dari usaha manusia semata. Dunia makin jahat dan iblis makin gencar menjatuhkan orang-orang percaya, karena itu marilah terus berjuang untuk hidup berkemenangan bersama kuasa Tuhan.. Amin!