<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Tujuan Hidup</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/tujuan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 2 Maret 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 17:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Berkemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Fokus]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Penting bagi kita untuk tetap berfokus kepada Tuhan di tengah-tengah dunia dengan segala semaraknya. Bagaimanakah caranya bagi kita untuk fokus padaNya?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="focus" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/03/focus.jpg" width="225" height="149" />MENJAGA FOKUS</strong><br />
Mazmur 123:2</p>
<p>Tahun Ayin adalah tahun di mana Tuhan tengah memandang pada umatNya dan kita pun memandang kepada Tuhan. Tuhan mencari mereka yang bersungguh-sungguh hatinya untuk melimpahkan kuasa dan kekuatanNya.</p>
<p> Bagaimanakah sikap kita dalam memandang Tuhan? Firman di atas menggambarkan bagaimana seorang hamba memandang tangan Tuannya dengan penuh fokus, menantikan perintah dan tuntunan dari Tuannya. Sedemikian fokusnya sehingga mungkin ia tidak memperdulikan yang lain. Mengapa? Karena hamba itu tahu, bahwa dengan fokus memandang kepada Tuannya maka ia dapat dengan segera menangkap perintah Tuannya dengan baik.</p>
<p><span id="more-565"></span></p>
<p>Dalam melakukan segala sesuatu, jika kita dapat menjaga perhatian dan fokus kita kepada apa yang kita tengah lakukan saat itu pasti hasilnya maksimal. Bahkan dari Kisah Petrus berjalan di atas Air (Matius 14:22-33) kita dapat mengerti, jikalau kita dapat berfokus kepada Tuhan, maka kita mampu untuk melakukan perkara-perkara ajaib di dalam Tuhan. Namun jikalau fokus kita mulai beralih, maka kita akan tenggelam.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk dapat menjaga fokus kita kepada Tuhan</p>
<p>1. Lakukanlah segala sesuatu untuk Tuhan (Kolose 3:17 dan 23-24)<br />
Tuhan tidak pernah melarang kita beraktifitas, bahkan kita didorongNya untuk menjadi garam dan terang. Namun kita harus mendasari apapun yang kita lakukan itu kembali kepada Tuhan. Apakah itu pekerjaan, pelayanan atau bahkan hobby kita sekalipun. Jika kita mulai memiliki motivasi lain dalam apapun yang kita lakukan dan tidak lagi mendasarinya kepada Tuhan, maka secara perlahan fokus kita pun akan bergeser.</p>
<p>2. Setialah menjaga keintiman dengan Tuhan (Yakobus 4:8a dan Matius 14:23)<br />
Dengan kita dan dekat dengan seseorang atau sesuatu, maka secara tidak kita sadari mata, hati dan perhatian kita akan terfokus kepadanya. Demikian pula dengan Tuhan, jika kita intim, medekat kepadaNya maka Ia akan mendekat kepada kita, dan dalam setiap saat hari yang kita lalui fokus hati kita akan terarah kepadaNya. Bahkan Yesus pun membiasakan diri untuk memiliki waktu-waktu di mana Ia bisa dengan fokus berdoa kepada Bapa di Surga.</p>
<p>3. Lakukanlah yang menjadi kehendak Tuhan (Yohanes 4:34)<br />
Untuk melakukan kehendakNya, maka kita harus mendasari apapun yang kita lakukan di atas Dia dan memiliki keintiman sehingga kita mampu menangkap apa yang menjadi kehendakNya di dalam hidup kita. Di saat kita melakukan kehendak Tuhan di dalam hidup kita, kita menempatkan Tuhan di sentral kehidupan kita, sehingga Ia sepenuhnya menjadi fokus hidup kita.</p>
<p>Untuk dapat bertahan dan menjadi pemenang, kita harus menjaga iman kita dengan tetap konsisten berfokus hanya kepada Tuhan sehingga kita tetap teguh dan tidak tergoncangkan (Kolose 1:23). Alkitab penuh dengan contoh2 bagaimana pahlawan-pahlawan iman seperti Yusuf, Musa, Dau, Ruth dan lain-lain memenangkan peperangan mereka dalam memiliki iman yang teguh kepada Tuhan, walaupun pada awalnya mereka terlihat kalah dan gagal. Dengan terus fokus kepada Tuhan, walaupun mereka mengalami kegagalan, mereka dapat bangkit dan menang. Demikian pula dengan kita!</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Pemenang bukanlah seseorang yang tidak pernah jatuh atau luka, namun Ia memilih untuk tetap fokus kepada tujuan akhir, bangkit dan pada akhirnya menang. Mari kita tingkatkan standar kehidupan kita, kita tembus batas-batas kegagalan , pengalaman sedih di masa lalu dan pengalaman-pengalaman negatif lainnya, kita fokus kepada iman kita dan maju untuk melakukan perkara-perkara besar bersama Tuhan kita Yesus. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 7 JULY 2009</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-7-july-2009/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-7-july-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 16:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-7-july-2009/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tuhan mengatakan di dalam Yohanes 14:6 bahwa Ia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img height="150" alt="crossroad" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/07/crossroad.jpg" width="225" align="left" />TEMPULAH JALAN YANG BENAR</strong><br />
&#8220;…sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya…&#8221;<br />
Hosea 14:10c</p>
<p>Tuhan mengatakan di dalam Yohanes 14:6 bahwa Ia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Dalam ayat di atas tertulis bahwa Jalan Tuhan itu adalah lurus, artinya Jalan Tuhan selalu berdasarkan kepada Kebenaran, bahkan selain kebenaran, jalan Tuhan juga dipenuhi kasih setia seperti yang tertulis di dalam Mazmur 25:10.</p>
<p><span id="more-499"></span></p>
<p>Kita harus berjalan di &#8216;Jalan &#8216; itu. Sebagai anak Bapa, kita akan dipimpin Bapa di surga untuk berjalan di jalan-jalan tersebut sepanjang hidup kita sampai kita mencapai garis akhir dari hidup kita. Namun itu semua tidak otomatis datang, ada bagian yang harus kita lakukan agar kita dapat berjalan secara&#8221; lurus&#8217; dan benar, yaitu :</p>
<p>1. Jangan Berkompromi Dengan Dunia ( Yakobus 4:4 )<br />
Kita harus berani berkata &#8216;Tidak&#8217; untuk hal-hal yang bisa menyakitkan  / mengecewakan hati Bapa. Jangan menggunakan perasaan &#8216;tidak enakan&#8217; atau takut menyakiti hati seseoarang saat menyampaikan kebenaran. Sewaktu kita berani bilang tidak untuk suatu kebenaran, maka kita kompromi dengan dunia. Contohlah Sadrakh Mesakh dan Abednego, juga Yusuf. Di saat-saat genting, mereka tidak kompromi dengan dunia dan tetap memegang teguh kebenaran. (Daniel 3:17-18, Daniel 6:11, dan Kejadian 39:9b &#8211; 10</p>
<p>2. Jangan Berpatokan Kepada Masa Lalu ( Filipi 3:13-14)<br />
Kita hidup untuk bukan untuk masa lalu, namun untuk masa datang. Alkitab mengisahkan mengenai Istri Lot di saat ia menoleh ke belakang, Ia menjadi tiang garam. Hal itu bukan karena ia berzinah, menipu, atau berkarakter buruk. Pelajaran tersebut member arti bahwa kehidupan kita harus selalu terarah ke depan dan dengan mata yang tertuju kepada Yesus. (Ibrani 12:2)</p>
<p>3.  Biarkan tangan Tuhan menuntun kita.<br />
Kita harus mempercayai bahwa kalau tangan Tuhan yang menuntun, maka jalan kita akan disertai dengan mujizat. Karena itulah Alkitab berkata bahwa tangan Tuhan akan menolong kita, yang artinya disaat kita mulai merasa goyah, bimbang, tidak kuat maka tangan Tuhan mampu untuk menopang kita kembali dan menuntun kita dengan keselamatan yang daripadaNya.</p>
<p>
PENUTUP<br />
Peganglah janji Tuhan bahwa sekali-kali Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita ( Ibrani 13:5 ), bahkan Dia mampu membawa kita kepada jalan-jalan kehidupan yang kekal. Amin</p>
<p>
 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-7-july-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; 26 Agustus 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-26-agustus-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-26-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 02:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Maksimal]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-26-agustus-2008/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kesempatan terbesar di dalam hidup ini yang pernah dijumpai oleh manusia adalah 'panggilan Tuhan'. Sebagaimana kita ketahui, tidak ada seorang pun dari kita yang diciptakan secara tidak sengaja.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img height="168" alt="saved" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/08/saved.jpg" width="225" align="left" />KESEMPATAN TERBESAR DALAM HIDUP<br /></strong>Matius 4:18-23</p>
<p>Kesempatan terbesar di dalam hidup ini yang pernah dijumpai oleh manusia adalah &#8216;panggilan Tuhan&#8217;. Sebagaimana kita ketahui, tidak ada seorang pun dari kita yang diciptakan secara tidak sengaja. Ia menciptakan, membentuk dan memilih kita karena Ia memiliki rancangan yang indah atas hidup kita. (Yeremia 29:11)</p>
<p><span id="more-281"></span></p>
<p>Panggilan Tuhan atas seseorang dalam prosesnya selalu melibatkan iman, persahabatan, persekutuan, dan hidup yang berbuah antara Tuhan dan manusia yang Ia panggil. Seorang manusia baru dapat menemukan arti kehidupan ini secara penuh kalau Ia mendengar panggilan Tuhan bagi diriNya.</p>
<p>Di saat Tuhan memanggil murid2Nya pertama kali, itu adalah suatu kesempatan besar bagi mereka untuk mencapai hidup maksimal. Mereka yang berasal dari orang sederhana dan pecundang ternyata diberikan sebuah tugas besar dari Tuhan, untuk menjadi saksi bagi Tuhan sampai ke ujung bumi.</p>
<p>Apakah tujuan dari panggilan Tuhan?</p>
<p>1. Untuk menyadarkan kita akan keadaan hati kita<br />
Di saat manusia mendapatkan panggilan dari Tuhan, hal pertama yang akan Tuhan lakukan adalah menyadarkan kita akan keadaan hati kita. Hal ini bisa kita lihat dalam kisah Yesaya di saat ia dipanggil oleh Tuhan ( Yesaya 6:5) dan di saat Petrus dipanggil pertama kali oleh Tuhan ( Lukas 5:8)</p>
<p>2. Untuk menikmati kasihNya yang besar<br />
Seluruh rencana keselamatan manusia adalah karena Ia mengasihi kita, karena Tuhan itu adalah kasih. (1 Yohanes 4:9) dan kasihNya tidak hanya berlaku bagi kita yang sudah mengenalNya, tapi bagi dunia ini juga agar semua orang diselamatkan. Dan itu dibuktikan Tuhan melalui kematian Kristus bagi penebusan dosa manusia.( Roma 8:32 )</p>
<p>3. Untuk menjadi alat di dalam tanganNya bagi orang lain<br />
Di saat kita hidup di dalam panggilan Tuhan, maka kita akan hidup maksimal di dalam kehendakNya. Ia akan memakai kita menjadi berkat bagi banyak orang. Hal ini yang terjadi di dalam kehidupan Abraham, sebagaimana dijanjikan oleh Tuhan dalam Kejadian 12:3. Demikian juga dengan Paulus, di saat Tuhan memanggilnya, ia dipakai Tuhan dengan luar biasa bagi orang non Yahudi, sehingga keselamatan dikabarkan ke seluruh dunia. Demikian juga dengan Yehezkiel, Tuhan memakainya bagi bangsanya sendiri yang memberontak.</p>
<p>
PENUTUP<br />
Kita semua adalah orang-orang pilihanNya, dan disaat Ia memanggil kita, itu adalah kesempatan terbesar bagi kita di dalam hidup ini untuk menjadi maksimal sesuai dengan rancaganNya. Oleh karena itu, biarlah kita semua mengerti apa panggilan Tuhan atas hidup kita dan hidup di dalam panggilan tersebut sehingga kita mengalami hidup yang maksimal. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-26-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

