JANGAN ABAIKAN PERINGATAN

Yeremia 1:7-10

 

Jika kita melihat atau mendengar sebuah peringatan, baik Verbal ataupun Non Verbal, kita pasti tahu bahwa ada sesuatu yang harus kita perhatikan secara khusus. Tanggapan kita akan memperlihatkan apakah kita mengabaikan peringatan tersebut atau kita mengantisipasinya. Contoh yang baik adalah mengenai merokok. Banyak peringatan yang sudah disampaikan mengenai bahaya dari merokok, namun masih banyak orang yang memilih untuk mengabaikan peringatan itu dan pada akhirnya jatuh sakit.

Dalam konteks rohani, peringatan bagi kita datang dari Firman Tuhan. Janganlah abaikan peringatan-peringatan yang Firman Tuhan katakan. Untuk hari ini, kita akan secara khusus melihat peringatan-peringatan yang berkaitan dengan mujizat, mengenai factor yang menentukan terjadinya Mujizat.

 

  1. Jangan Tinggi Hati (2 Raja-raja 5:10-14)
  • Kalau saja Naaman mengabaikan peringatan hambanya dan tetap merasa bahwa ia adalah seorang yang berkedudukan, tidak sepantasnya diperlakukan oleh Elisa seperti itu, maka Naaman tidak akan melihat mujizat.
  • Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menyampaikan peringatanNya kepada kita. Oleh karena itu kita harus senantiasa memelihara sikap rendah hati, karena tanpanya kita tidak dapat memperoleh mujizat.
  1. Jangan mengatur Tuhan (Markus 10:46-52 dan Yohanes 9:1-7)
  • Kehendak Tuhan bukanlah kehendak kita, kita tidak bisa mendikte Tuhan
  • Tuhan dapat memberikan mujizat dan terkadang (bahkan seringnya) dengan cara yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain, Terkadang bahkan Tuhan menjawab sebuah masalah yang sama dengan cara yang berbeda dengan yang kita alami sebelumnya.
  • Walaupun kesaksian itu senantiasa baik, tetapi kita tidak bisa memaksakan agar Tuhan bekerja atau menjawab doa atau memberikan mujizat sama seperti kesaksian yang dialami oleh anak-anak Tuhan lainnya.
  • Tuhan punya berbagai macam cara untuk memberikan kepada mujizat, dan seringkali dengan cara yang tidak pernah terbayangkan oleh kita sebelumnya.

Penutup

Inilah kesempatan bagi generasi muda untuk menjadi saksi-saksi Tuhan dan menunjukan diri mereka kepada dunia sebagai pemenang. Generasi muda akan dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa. Amin

CIRI HIDUP DALAM KASIH

1 Yohanes 4:8

Jikalau Elohim adalah Kasih, maka kita anak-anakNya harus juga hidup di dalam Kasih, karena Elohim adalah Kasih. Segala kehebatan, kekayaan dan karunia yang dashyat sekalipun, kalau tidak disertai dengan Kasih tidak ada gunanya sama sekali (1 Korintus 13:1-2). Kasih juga yang menggerakan hati Yesus ketika melihat jiwa-jiwa (matius 9:36), dan kita pun seharusnya sama (1 Yohanes 2:6). Namun seringkali hidup mempengaruhi kita sehingga untuk mengasihi menjadi sesuatu yang sangat sulit. Janganlah biarkan kasih kita menjadi dingin, kita harus memberikan dampak bagi dunia dan bukan dipengaruhi oleh dunia.

Ciri-ciri orang yang hidup dalam Kasih :

  • Suka Mengampuni (Matius 6:13, 2 Korintus 2:10-11)
    • Orang yang hidup dalam Kasih tidak mau berlama-lama tinggal dalam kesal,amarah atau kecewa. Cepatlah untuk mengampuni, jangan berlama-lama dengan amarah dan kesal kita.
  • Suka Berdamai (Roma 12:18, 1 Yohanes 2:9)
    • Orang yang hidup dalam Kasih lebih memilih untuk berdamai daripada berseteru. Usahakanlah untuk hidup dalam damai dengan orang lain, bahkan jikalau Tuhan berikan kesempatan, jadilah pendamai antara mereka yang tengah berseteru.
  • Suka tinggal di dalam hadirat Tuhan (Yakobus 4:8a, Mazmur 84:11)
    • Orang yang hidup dalam Kasih akan suka tinggal dalam hadirat Tuhan. Semakin kita akrab dengan seseorang, semakin lagi diri kita akan menjadi seperti orang tersebut. Jikalau kita mau hidup seperti Yesus hidup, kita harus hidup bergaul erat dengan Tuhan.
  • Rendah hati dan tidak sombong (Mazmur 149:4)
    • Orang yang hidup dalam Kasih menyadari penuh bahwa semua anugerah, berkat dan kebaikan datang dari Tuhan, sehingga tidak ada alasan untuk bermegah atas dirinya sendiri.

Penutup

Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak hidup dalam Kasih. Kalau kita mengasihi Dia, maka kita harus hidup dalam Kasih dan melakukan seperti ciri-ciri di atas. Marilah hidup dalam Kasih! Amin

PENGHALANG BERKAT TUHAN

Yeremia 5:25

Tuhan Yesus adalah sumber segala berkat yang dijanjikan Elohim pada kita, oleh karena Dia telah membayar harganya dengan berkorban di kayu salib, supaya kita berhak mendapatkan berkat keturunan Abraham (Galatia 3:13-14). Namun demikian, mengapa ada anak-anak Tuhan yang mengalami kemiskinan maupun menderita penyakit? Apakah janji Tuhan tidak berlaku sekarang? Tentunya bukan karena itu karena Tuhan tidak pernah berubah, dulu, sekarang dan sampai selamanya, namun terkadang ada penghalang berkat yang menghalangi berka Tuhan turun tercurah atas hidup kita, yaitu:

  • Belum menjadi pelaku Firman (Lukas 6:46-49)
    • Rahasia hidup berkelimpahan di bumi, yaitu jika kita bisa melakukan FirmanNya dengan iman. Jika kita tidak mau melakukannya sekalipun kita mengerti, maka berkatNya akan sulit untuk diperoleh. Jadi kita pun memiliki peran dalam menentukan seperti apa kehidupan kita nantinya.
  • Belum bisa rendah hati (2 Korintus 4:7)
    • Jika kita masih mengandalkan kekuatan kita dan merasa bahwa kita bisa diberkati karena usaha kita, maka kita belum bisa rendah hati. Kalau kita merasa minder, dan mengasihani diri sendiri, artinya juga kita belum bisa rendah hati. Rendah hati adalah dengan iman mengakui bahwa semua adalah karena Tuhan, dan bukan karena kekuatan kita sendiri.
  • Belum bisa dipercaya (Matius 25:26)
    • Tuhan suka akan orang yang setia dan dapat dipercaya, karena Ia mencari orang-orang yang nantinya menjadi rekan sekerja Elohim dalam padang Tuhan. Tuhan janjikan perkara yang kecil, maka Ia akan berikan perkara yang lebih besar lagi. Apakah kita selama ini termasuk orang-orang yang bisa dipercaya? Apakah kita sudah belajar setia dalam komitmen kita kepada Tuhan?
  • Ada dosa yang menghalangi (Yesaya 59:1-3)
    • Dosa adalah penghalang berkat dan penghalang dijawabnya doa kita. Oleh karena itu kita harus pastikan hidup kita senantiasa Kudus dengan menginggalkan segala perbuatan dosa dan perkara-perkara yang Tuhan tidak suka.

Penutup

Sebagai umat pilihan Tuhan kita harus terus introspeksi diri, apakah ada berkat-berkat Tuhan yang terhalang dan bahkan dicuri oleh iblis. Iblis tidak mau melihat kehidupan orang Kristen yang penuh berkat, oleh karena itu janganlah kita membuka celah bagi iblis masuk dan

C O O L – SALENDRO 1 SELASA 27 Mei 2008

KESOMBONGANAmsal 21:4

Hari-hari ini Tuhan akan memakai kita secara luar biasa. Janji-janji Tuhan akan digenapi di dalam hidup kita, dan itu hal tersebut akan menjadi hal yang luar biasa dan heran, sehingga banyak orang akan menjadi kagum kepada Tuhan. Namun sebelum semua itu terjadi, kita harus mempersiapkan diri kita terlebih dahulu agar kita layak untuk mejadi bagian dari penggenapan janji Tuhan tersebut. Dan salah satu yang harus kita persiapkan dari diri kita adalah agar kita tidak memiliki hati yang sombong, agar di saat perkara-perkara luar biasa dinyatakan Tuhan dalam hidup kita, kita tidak mencuri kemuliaan Tuhan, kita juga tidak berbangga kepada diri kita sendiri, tetapi kita memberikan kemuliaan bagi Tuhan. Apakah itu kesombongan? Continue reading “C O O L – SALENDRO 1 SELASA 27 Mei 2008”