<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Proses</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/proses/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 13:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menjadi Kepala dan Bukan Ekor</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 16:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/</guid>
		<description><![CDATA[
“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/04/kepala.jpg" alt="Kepala" width="300" height="270" align="left" /></p>
<p><em>“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (Ulangan 28; 13-14)</em></p>
<p>Berdasarkan ayat ini, banyak hamba Tuhan mendoakan kita seperti ini : “Saudara akan menjadi kepala dan bukan ekor”, lalu kita berteriak sekeras-kerasnya : “Amin!”, tanpa mengetahui arti doa ini. Kita tidak berpikir tentang bagaimana proses menjadi kepala, kita tidak berpikir tentang bagaimana tanggung jawab menjadi kepala, pokoknya teriak “amin” saja.<br />
<span id="more-425"></span><br />
Tetapi suatu hari Tuhan bukakan pengertian kepada saya, bagaimana tanggung jawab sebagai seorang kepala. Suatu hari saya bermimpi, saya sedang berdiri di suatu tempat, lalu ada kecoa bertengger entah dimana, posisinya lebih tinggi dari kepala saya, dan sedang bersiap-siap hendak terbang menyerang saya. Tetapi tiba-tiba muncullah seorang hamba Tuhan senior, langsung datang dan mengusir kecoa itu sehingga tidak jadi menyerang saya.<br />
Bangun tidur saya berdoa begini : “Tuhan, ini mimpi yang lucu, tetapi aku bersyukur, walaupun aku tidak mengerti.” Kalau saya sebut nama hamba Tuhan itu, anda juga pasti mengatakan itu mimpi yang lucu. Pada saat itu, saya berpikir itu hanya bunga tidur, karena saya punya phobi dengan kecoa dan saya terlalu sering mendengarkan kaset kotbah hamba Tuhan itu, jadi sampai terbawa mimpi.</p>
<p>Tetapi rupanya Tuhan tidak menganggapnya lucu. Karena suatu hari ketika saya sedang mendengarkan kotbah hamba Tuhan lain, Tuhan singkapkan pengertiannya. Ketika hamba Tuhan lain itu sedang berkata “tudung rohani”, tiba-tiba muncul vision tentang mimpi itu dan sebuah ayat berbunyi begini :<br />
<em>“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibr 13;17)</em></p>
<p>Menjadi kepala atau pemimpin, tidak hanya bicara tentang wewenang dan kekuasaan saja, tetapi juga bicara tentang tanggung jawab. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula ‘tanggung jawab’nya,  tidak hanya ada di dalam dunia sekuler saja, tetapi juga dalam dunia kerohanian, hanya berbeda. Di dalam dunia sekuler, seorang Project Manager hanya bertanggung jawab terhadap kelangsungan proyek saja, tetapi tidak bertanggung jawab atas keselamatan jiwa bawahannya. Tetapi dalam dunia kerohanian, seorang pemimpin rohani, entahkah itu gembala, entahkah itu atasan dalam pelayanan, ternyata mereka harus bertanggung jawab dan berjaga-jaga atas jiwa kita. Firman Tuhan mengatakannya.</p>
<p>Oleh sebab itu ‘menjadi kepala dan bukan ekor’, adalah suatu perjalanan panjang dari ekor sampai kepala, yang mana dalam perjalanan itu terdapat latihan panjang yang berkorelasi dengan peningkatan tanggung jawab sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan kita. Dan peningkatan tanggung jawab berkorelasi dengan peningkatan posisi. Perjalanan dari ekor sampai kepala adalah perjalanan pertumbuhan karakter, perjalanan pertumbuhan iman dan perjalanan ketaatan. </p>
<p>1.         PERJALANAN PERTUMBUHAN KARAKTER<br />
Kita sudah menyadari bahwa dalam perjalanan kita bersama Tuhan, Tuhan melatih karakter kita sedikit demi sedikit, melalui berbagai hal yang menjengkelkan yang terjadi sehari-hari dalam hidup kita. Seberapa besar pertumbuhan karakter kita, menentukan seberapa besar Tuhan dapat memberi tanggung jawab kepada kita, korelasinya  adalah seberapa tinggi Tuhan dapat memberi kita posisi, baik dalam pelayanan maupun dalam dunia sekuler.<br />
Apa yang terjadi jika Tuhan tidak repot-repot melatih karakter kita dahulu, sebelum memberi kita suatu posisi kepala ? Kita pelajari ‘raja karbitan’ yang gagal seperti Saul. Saya sebut Saul adalah ‘raja karbitan’, karena Saul begitu cepat menjadi raja setelah diurapi, tanpa latihan yang panjang seperti Daud, akibatnya Saul gagal. Kita tidak dapat menyalahkan Tuhan atas kegagalan Saul, tetapi kita juga tidak dapat seratus persen menyalahkan Saul atas kegagalannya. Ingatlah bahwa Tuhan terpaksa cepat-cepat mengangkat Saul menjadi raja, karena desakan bangsa Israel sendiri.<br />
<em>“Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel , mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya : “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.” (1 Sam 8; 4-5)</em></p>
<p>Jadi Tuhan tidak sempat mendidik karakter Saul sebelum menjadi raja, tetapi Tuhan langsung mengangkatnya. Dari hal ini kita juga dapat belajar untuk tidak memaksa Tuhan melakukan kehendak kita, tetapi biarlah kehendak Tuhan yang terjadi dalam hidup kita, karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita, dan segala sesuatu indah pada waktunya.<br />
Dan inilah salah satu kegagalan Saul akibat karakternya belum dididik Tuhan;<br />
<em>“Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing, dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya : “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat, dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu, akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.” Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.” (1 Sam 18 ; 6-8)</em></p>
<p>Sebagai raja, Saul punya wewenang, kekuasaan dan pengaruh besar. Hanya berkata : “Daud adalah musuh bersama,” maka seluruh rakyat mengikutinya begitu saja, tanpa mengetahui duduk perkaranya. Padahal kalau ditelusuri duduk perkaranya, hanyalah karena Saul mendengki Daud karena Daud lebih dimuliakan oleh perempuan-perempuan yang bernyanyi dan menari menyambut mereka. Hanya karena persoalan itu saja, 85 imam termasuk Ahimelekh dibunuh, dan seluruh penduduk Nod, yang adalah kota imam itu dibunuh. Begitulah bahayanya, jika seseorang begitu saja menjadi raja, tanpa karakter yang terlatih. Karena seorang raja atau seorang pemimpin mempunyai pengaruh besar terhadap bawahannya.</p>
<p>2.         PERJALANAN PERTUMBUHAN IMAN<br />
Sejalan dengan bertambahnya tanggung jawab, maka iman kita juga harus bertumbuh. Oleh sebab itu Tuhan perlu melatih iman kita dari hal-hal kecil sampai hal-hal besar. Apa akibatnya jika iman tidak dilatih secara bertahap ? Kita belajar lagi dari kegagalan Saul.<br />
“Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata : “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya. Tetapi kata Samuel : “Apa yang telah kau perbuat ?” Jawab Saul : “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku : Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan Tuhan; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran.”<br />
Kata Samuel kepadanya : “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Allahmu yang diperintahkanNya kepadamu; sebab sedianya Tuhan mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap; Tuhan telah memilih seorang yang berkenan dihatiNya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.” (1 Sam 13; 8-14)<br />
Apa yang membuat Saul gagal untuk menunggu Samuel ? Imannya tidak terlatih, ia terdesak karena rakyatnya sudah berserak-serak, ia ketakutan, lalu ia gagal untuk menunggu kedatangan Saul. Bayangkan, baru ‘kemaren sore’, ia hanya bertanggung jawab mencari 3 keledai ayahnya yang hilang, dan hari itu ia harus berhadapan dengan bangsa Filistin. Imannya tidak siap. Dari hal ini kita mengerti kenapa Tuhan perlu melatih iman kita setahap demi setahap, sebelum memberi kita posisi “pinggang”, atau “bahu”, atau bahkan “kepala”.</p>
<p>3.         PERJALANAN KETAATAN<br />
Mengapa dalam perjalanan dari ‘ekor sampai kepala’, melatih diri untuk hidup dalam ketaatan menjadi begitu penting ?<br />
<em>“Jadi sama seperti oleh ketidak taatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang, semua orang menjadi orang benar.” (Rm 5:19)</em><br />
Jika kita berada pada posisi “pinggang”, maka ketaatan kita membuat semua orang dari ‘pinggang sampai ekor’ (yang kita pimpin), menjadi orang benar. Jika kita berada pada posisi “bahu”, maka ketaatan kita membuat semua orang dari ‘bahu sampai ekor’ (yang kita pimpin) menjadi orang benar Dan jika kita berada pada posisi “kepala”, maka ketaatan kita membuat semua orang dari “kepala sampai ekor” (yang kita pimpin) menjadi orang benar.<br />
Kali ini kita ambil contoh pelanggaran Daud. Pelanggaran atau ketidak taatan Daud membuat semua orang yang dipimpinnya menjadi orang berdosa, dan mengakibatkan 70.000 rakyatnya mati kena tulah.<br />
“Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel . Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat : “Pergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka. (2 Taw 21; 1-2)<br />
Tetapi hal itu jahat di mata Allah, sebab itu dihajarNya orang Israel . Lalu berkatalah Daud kepada Allah : “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, jauhkanlah kiranya kesalahan hambaMu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.” Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Gad, pelihat Daud. “Pergilah, katakanlah kepada Daud : Beginilah Firman Tuhan : Tiga perkara kuhadapkan kepadamu : pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu.”<br />
Kemudian datanglah Gad kepada Daud, lalu berkatalah ia kepadanya <em>:“Beginilah Firman Tuhan; Haruslah engkau memilih : tiga tahun kelaparan, atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau 3 hari pedang Tuhan, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat Tuhan mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang Mengutus aku.” (1 Taw 21 ; 7-12)</em></p>
<p>Jadi sebagai raja, ketidak taatan atau pelanggaran Daud membuat 70.000 rakyatnya mati kena tulah. Sefatal itu akibat dari pelanggaran seorang raja. Jadi dapat kita lihat betapa pentingnya berlatih untuk hidup dalam ketaatan dalam perjalanan dari ekor sampai kepala ini. Dan berlatih untuk taat juga berarti berlatih dalam kepekaan mendengar suara Tuhan dan mengerti kehendakNya.</p>
<p>Jadi mengapa berambisi, mengapa bersaing ? Mengapa tidak kita nikmati saja proses hidup dalam Tuhan ? Yang berada di posisi ekor, bersyukurlah karena Tuhan belum memberi tanggung jawab kepadamu. Yang berada di posisi ‘pinggang’, bersyukurlah karena Tuhan belum memberi tanggung jawab besar kepadamu. Yang berada di posisi ‘bahu’, harus mulai waspada karena tanggung jawab anda mulai besar. Dan yang berada di posisi ‘kepala’, waspadalah karena tanggung jawab anda yang besar. Dan jika anda adalah ‘raja karbitan’, atau ‘kepala’ karena warisan atau nepotisme, waspadalah dan belajarlah dari kegagalan Saul.<br />
Dan karena bersyukur, tidak perlu bukan untuk berambisi dan bersaing-saing ? Kita tahu bahwa ambisi dan persaingan menimbulkan iri hati, dan dari iri hati dan mementingkan diri sendiri timbul kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Jadi lebih baik kita bersyukur saja atas posisi masing-masing.</p>
<p>Dan lebih baik kita tidak mencela ataupun iri hati pada para gembala kita, laki-laki atau perempuan, karena seperti yang sudah kita pelajari di atas, ternyata tanpa sepengetahuan kita, Tuhan telah memakai mereka untuk berjaga-jaga atas jiwa kita, dan bertanggung jawab atasnya. Ini benar-benar bukan tanggung jawab yang mudah, jadi lebih baik kita mendoakan mereka, daripada bergossip, memfitnah, menentang ataupun memberontak kepada mereka. Dan sekali lagi saya katakan, Tuhan tidak melihat gender. Laki-laki atau perempuan, asalkan mau diproses, Tuhan akan mengangkat dia menjadi kepala. Jadi jangan katakan bahwa para pemimpin rohani wanita ini belum mengalami ‘proses pengolahan dan pendidikan’ yang panjang oleh Tuhan di dalam hidup mereka masing-masing. Tidak ada alasan untuk mencela mereka karena mereka wanita.</p>
<p>Dan segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. ( Ef 1;22)<br />
Hesti. 23 September 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOL 18 November</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 10:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Pemurnian]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>
		<category><![CDATA[Teguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jika kita berbicara mengenai penderitaan dalam kehidupan anak-anak Tuhan di Alkitab, kita akan menemukan banyak kisah yang dapat kita jadikan sebagai panutan.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/11/airmata.jpg" alt="airmata" width="225" height="299" align="left" />Jika kita berbicara mengenai penderitaan dalam kehidupan anak-anak Tuhan di Alkitab, kita akan menemukan banyak kisah yang dapat kita jadikan sebagai panutan. Kita bisa melihat dari kehidupan Ayub, bagaimana ia diberkati, dicobai Iblis, dan dipulihkan kembali. <span id="more-321"></span>Ada juga kisah dari Yusuf, bagaimana ia dibuang, difitnah, dilupakan, sampai akhirnya menjadi orang kepercayaan Firaun. Ada juga kisah Daud, bagaimana ia mengasihi Tuhan, memiliki integritas, namun dikejar-dikejar, diancam, dikhianati anaknya sendiri dan banyak lagi.</p>
<p>Hari ini kita akan menggali dari kehidupan Daud, bagaimana ia kenyang dengan penderitaan, kesusahan, namun ia tidak menjadi kecewa pada Tuhan, ia tidak menjadi pahit dan getir, tetapi malah bersyukur dan menyadari bahwa semua kesusahan itu membawa manfaat baginya.</p>
<p>Dalam perkataanya, Daud menyampaikan dua pelajaran penting yang Ia dapat lewat penderitaannya.</p>
<p>1. Penderitaan ada sebagai bukti kesetiaan Elohim (Mazmur 119:75)<br />
Maksud Tuhan dalam mengijinkan kita menderita kesusahan bukanlah karena Ia marah dan membenci serta menolak kita. Ia melihat kita menyimpang dari suatu arah yang akan merugikan kita dan akan membawa kehancuran pada akhirnya. ( Mazmur 89:30-34). Ia setia walaupun kita tidak setia, dan itu Ia tunjukan dengan senantiasa menuntun kita, dan terkadang kita ditegur dengan keras, mungkin kita diijinkan Tuhan untuk mengalami penderitaan, itu semua menunjukan kesetiaanNya kepada kita. Oleh karena itu kita pun juga harus berbesar hati untuk ditegur Tuhan, karena lewat penderitaan Ia membentuk kita.</p>
<p>2. Di saat Menghadapi Kesusahan Daud bereaksi dengan tepat (Mazmur 119 :67 dan 71)<br />
Daud tidak melihat penderitaan sebagai kesusahan atau malapetaka, ia melihatnya sebagai cara baginya untuk mengerti ketetapan-ketetapan Tuhan. Daud mengerti, bahwa di saaat ia di dalam penderitaan, reaksi yang paling tepat adalah untuk tetap mentaati Firman Tuhan. Banyak orang di saat di dalam penderitaan malah menjauh dari Tuhan, namun Daud justru menyatakan bahwa Ia Firman Tuhan adalah kesukaannya ( Mazmur 119:143)</p>
<p>Selain dua hal di atas yang dapat kita lihat dari kehidupan Daud, penderitaan adalah cara bagi kita untuk memikul salib kita, untuk dimurnikan lebih lagi, membentuk kita menjadi pribadi dengan karakter Kristus. ( 2 Korintus 4:17-18) Dan untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus, kita pun harus dibentuk lewat penderitaan, permasalahan dan kesusahan agar kita menerima apa yang dijanjikan Tuhan atas kita.</p>
<p>Dalam Roma 8:18 Firman Tuhan mengatakan bahwa penderitaan kita tidak ada bandingannya dengan kemuliaan yang akan Tuhan nyatakan kepada kita. Oleh karena itu di saat kita mengalami penderitaan, kita harus focus kepada apa yang akan Tuhan berikan kepada kita nanti dan bukan kepada permasalahan yang ada di depan kita. Roma 5:2-5 mengatakan bagaimana melalui penderitaan dan masalah kita pada akhirnya akan semakin lagi menjadi tahan uji di dalam segala permasalahan yang kita alami.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Apakah hari-hari ini kita sedang mengalami kesusahan, permasalahan atau penderitaan? Janganlah kita menjadi kecewa dan menjauh dari Tuhan. Kita berharga di mata Tuhan dan kalau Tuhan mengijinkan semua terjadi di dalam kehidupan kita, itu semua karena Ia mengasihi kita dan tengah mempersiapkan kita untuk menerima kemuliaan yang akan Tuhan nyatakan dalam setiap kehidupan anak-anakNya.<br />
Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari Tukang Periuk</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/10/pelajaran-dari-tukang-periuk/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/10/pelajaran-dari-tukang-periuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bejana]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/10/pelajaran-dari-tukang-periuk/</guid>
		<description><![CDATA[Ps. Evelyn Nadeak  
Jika Anda ke toko keramik, Anda tentu akan melihat pot, vas dan berbagai bejana dipajang. Masing-masing memiliki nilai seni dan harga yang berbeda. Keramik-keramik tersebut tidak dibuat dalam sekejap mata. Ada proses yang harus dilalui oleh segumpal tanah liat untuk menjadi produk akhir yang bernilai dan yang bisa dikagumi banyak orang.

Demikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="168" alt="tkgperiuk" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/10/tkgperiuk.jpg" width="225" align="left" />Ps. Evelyn Nadeak  </p>
<p>Jika Anda ke toko keramik, Anda tentu akan melihat pot, vas dan berbagai bejana dipajang. Masing-masing memiliki nilai seni dan harga yang berbeda. Keramik-keramik tersebut tidak dibuat dalam sekejap mata. Ada proses yang harus dilalui oleh segumpal tanah liat untuk menjadi produk akhir yang bernilai dan yang bisa dikagumi banyak orang.</p>
<p><span id="more-309"></span></p>
<p>Demikian pula kita. Ada proses yang harus dilalui di sebelum Tuhan bisa memakai Anda dengan dahsyat, penuh urapan dan terobosan mujizat. Sama seperti sebuah pot indah yang bernilai, setiap kesuksesan dibentuk oleh proses-proses kehidupan.</p>
<p>Seorang penjunan akan mulai proses pembuatan sebuah pot dengan mencari gumpalan tanah liat yang cocok. Dia sudah mempunyai rencana atau blue-print di pikirannya. Setelah dia menemukan tanah liat dengan kualitas yang cocok, dia kemudian membersihkan tanah itu dari batu-batu, kerikil, pecahan gelas dan kotoran lain yang ada di dalamnya.</p>
<p>Sebelum diletakkan di meja pelarikan, tanah liat itu harus direndam lebih dahulu supaya segala yang keras menjadi lembek. Pelarikan adalah alat untuk membuat bejana tanah liat yang di bawahnya terdapat pedal untuk mengatur kecepatan perputaran meja di atasnya. Gumpalan tanah liat yang sudah basah itu diletakkan di atas meja dan mulai diputar. Ketika tanah liat itu diputar, tangan si penjunan akan terus menerus membentuk tanah liat tadi. Kadang diangkat, didorong, ditekan sambil terus diputar sampai terbentuk bejana seperti yang ada di pikiran si penjunan.</p>
<p>Tuhan adalah Penjunan dan kita adalah tanah liat-Nya. Dulu kita semua berada di bawah, disisihkan, tidak ada harganya, orang-orang menginjak kita, hati kita keras. Tetapi ketika Anda berada di dalam tangan Penjunan, Anda akan mengetahui bahwa Tuhan memiliki rencana untuk membuat Anda seperti bejana dengan bentuk yang bagus. Bersiaplah, karena mula-mula Anda dibersihkan dan dipisahkan dari segala macam kerikil. Semua yang kotor mulai diangkat sebab Tuhan mau menguduskan Anda, memisahkan (set apart), dikonsekrasikan untuk tujuan yang khusus ( concentrated for holy purposes). Kemudian Tuhan akan membuat Anda lembut dengan menyiram dan merendam Anda dalam Firman Tuhan agar bisa dibentuk.</p>
<p>Mazmur 37:4 berkata: “ dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”</p>
<p>Ayat ini berbicara mengenai hati yang menjadi lembut, fleksibel, mudah dibentuk, mudah diajar, bersedia berubah. Jika Anda bersedia dibentuk, diubah, fleksibel dengan jalan-jalan-Nya, maka Tuhan akan memberikan pada Anda apapun keinginan dan kerinduan hati Anda.</p>
<p>Ketika Tuhan memutar meja pelarikan-Nya, hidup Anda akan mulai digoncang oleh Tuhan. Tuhan mau mengajarkan pada Anda untuk mengandalkan Dia sepenuhnya. Pada waktu tangan Penjunan itu memegang Anda, kaki-Nya menginjak pedal yang mengatur kecepatan perputarannya. Tuhan tahu persis seberapa besar kekuatan Anda. Tuhan selalu memonitor setiap situasi yang sedang terjadi di sekeliling Anda. Tidak sedetikpun Anda lepas dari pandangan-Nya.</p>
<p>Tuhan memanggil Anda untuk menjadikan Anda seseorang yang terhormat, berharga, sebagai milik pusaka-Nya. “ Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” – 2 Timotius 2:21.</p>
<p>Sekalipun Anda dalam keadaan ”rusak”, terluka dengan membawa memori masa lalu, jangan ragukan keahlian si Penjunan. Tuhan selalu mengambil inisiatif untuk bekerja kembali. Dia akan mengambil bejana yang rusak itu. Dengan tangan-Nya sendiri, Dia akan kembali menjamah dan membentuk Anda, jika Anda mau terbuka dan mengijinkan Tuhan memperbaiki Anda (Yeremia 18:4).</p>
<p>Hanya Roh Kudus yang bisa menginsafkan hati seseorang untuk kembali kepada-Nya. Sesudah Tuhan campur tangan membentuk Anda, maka Anda akan menjadi orang yang berbeda dan membuat perbedaan.</p>
<p>Sebab Aku ini mengetahui rancangan–rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11</p>
<p>Dalam kasih-Nya,<br />
Maria Magdalena Ministries<br />
<a href="http://www.mmmindo.org">www.mmmindo.org</a>
 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/10/pelajaran-dari-tukang-periuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L – SALENDRO 1</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/05/c-o-o-l-%e2%80%93-salendro-1-6/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/05/c-o-o-l-%e2%80%93-salendro-1-6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 15:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdom.wordpress.com/2008/05/14/c-o-o-l-%e2%80%93-salendro-1-6/</guid>
		<description><![CDATA[
KARAKTER YANG DIUBAHKAN
Roma 12:2
Sebagaimana telah disinggung di dalam beberapa pertemuan COOL sebelum ini, Tuhan sangat mempedulikan mengenai karakter.  Apalagi bagi kita anak-anak Tuhan, pembentukan  karakter menjadi salah satu hal penting di dalam hidup kita. Di dalam Alkitab banyak kita dapatkan kisah-kisah di mana Tuhan membentuk karakter seseorang melewati serangkaian proses kehidupan. Itu semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>
<p><span><strong>KARAKTER YANG DIUBAHKAN<br /></strong></span></p>
<p><span><em><a>Roma 12:2<br /></em></span></p>
<p><span>Sebagaimana telah disinggung di dalam beberapa pertemuan COOL sebelum ini, Tuhan sangat mempedulikan mengenai karakter.  Apalagi bagi kita anak-anak Tuhan, pembentukan  karakter menjadi salah satu hal penting di dalam hidup kita. Di dalam Alkitab banyak kita dapatkan kisah-kisah di mana Tuhan membentuk karakter seseorang melewati serangkaian proses kehidupan.<span id="more-203"></span> Itu semua bertujuan agardi saat yang tepat dengan kehendak Tuhan, Tuhan bisa memakai kita.  Walaupun kita sudah bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, itu tidak menjadikan kita secara otomatis memiliki karakter yang baik. Apalagi banyak hal di dunia ini yang bisa mengkontaminasi pola pikir dan karakter kita. Di dalam kolose 3:5-6 Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bagaimana segala sesuatu yang duniawi merupakan pertentangan dengan dengan Tuhan. Oleh karena itulah Firman Tuhan menegaskan perlunya  bagaimana kita mengubah karakter kita dengan senantiasa memperbaharui pola pikir, sikap yang juga adalah karakter di depan Tuhan, supaya kita tidak menjadi serupa dengan dunia, dan menjadi semakin serupa denganTuhan. ( Kolose 3:10 ) Di dalam bahasa Yunani, perubahan berasal dari kata &#8216;metamorfossa&#8217;,  yang artinya perubahan, seperti pada ulat, menjadi kepompong dan pada akhirnya menjadi kupu-kupu, demikian pula perubahan karakter kita, dari sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang indah.<br /></span></p>
<p><span>Perubahan karakter juga merupakan :<br /></span></p>
<ol>
<li>
<div><span>Tanda Pertumbuhan Rohani ( Efesus 4:15 )<br /></span></div>
<p><span>Setiap orang yang hidup di dalam Kristus, akan mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan. Proses pertumbuhan ini tidak bisa dihindari, dan ini akan terus kita alami di dalam hidup kita.  Sama seperti anak kecil berpikir secara anak kecil, semakin kita dewasa pola pikir dan karakter kita pun akan diubah.<br /></span></p>
</li>
<li>
<div><span>Syarat untuk menerima Janji Tuhan ( Roma 8 : 11 )<br /></span></div>
<p><span>Tuhan berjanji untuk memberkati umatNya. Namun seringkali berkat itu tertunda karena karakter kita belum siap untuk menerimanya. Oleh karena itu seringkali kita diperhadapkan pada proses kehidupan yang berat, karena lewat itu Tuhan mengasah dan menguji kita, agar kita menjadi dewasa dan layak menerima janji-janji Tuhan. <br /></span></p>
</li>
<li>
<div><span>Kesaksian yang memuliakan Tuhan ( 1 Petrus 2:12 )<br /></span></div>
<p><span>Dunia memandang perubahan karakter sebagai sesuatu yang mustahil. Banyak orang kehilangan pengharapan karena mereka menilai karakter seseorang tidak bisa dirubah. Memang hanyalah Tuhan yang dapat merubah karakter kita, dan itu semua memerlukan proses yang luar biasa. Namun di saat orang-orang di sekitar kita melihat perubahan karakter di dalam kita, mereka akan menjadi kagum dan takut akan Tuhan karena mereka menyadari bahwa hanya Tuhanlah yang sanggup mengubah seseorang, dan lewat itu Tuhan akan dipermuliakan. Semakin lagi kita dewasa dan diubahkan, maka hidup kita tidak lagi untuk kepentingan kita sendiri, dan hidup kita akan menjadi kesaksian yang hidup bagi dunia. (1 Korintus 10:31)<br /></span></p>
</li>
</ol>
<p><span><strong>PENUTUP<br /></strong></span></p>
<p><span>Bersabarlah di dalam proses hidup, di saat kita melaluinya bersama Tuhan sadarilah bahwa lewat itu semua Tuhan mendewasakan kita lebih lagi, sampai kita memiliki karakter seperti Tuhan Yesus. Amin<br /></span></p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/05/c-o-o-l-%e2%80%93-salendro-1-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
