<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Mujizat</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/mujizat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sudahkah Kita Peduli ?</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 00:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/</guid>
		<description><![CDATA[Matius 8:5-13 &#8220;Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.&#8221; (Matius 8:6) Perwira yang datang kepada Yesus memohon kesembuhan bagi anak buahnya karena ia kasihan melihat anak buahnya menderita karena lumpuh. Walau tidak diungkapkan lebih jauh, saya percaya sebelum perwira ini datang kepada Yesus, ia sudah melakukan semua yang bisa ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Matius 8:5-13</p>
<p>&#8220;Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.&#8221; (Matius 8:6)<em></p>
<p>Perwira yang datang kepada Yesus memohon kesembuhan bagi anak buahnya karena ia kasihan melihat anak buahnya menderita karena lumpuh. Walau tidak diungkapkan lebih jauh, saya percaya sebelum perwira ini datang kepada Yesus, ia sudah melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk menyembuhkan anak buahnya.<br />
<span id="more-696"></span><br />
Perwira ini menjadi sebuah pelajaran bagi kita, padahal sebagai seorang perwira ia bukanlah seorang Yahudi, ia tidak mengenal Elohim Israel, namun tentunya Ia mendengar apa yang Yesus lakukan dan percaya bahwa Yesus memiliki Kuasa dan Otoritas ilahi. Dan yang luar biasa adalah ia sangat mempedulikan penderitaan anak buahnya.</p>
<p>Bagaimanakah perhatian kita kepada mereka-mereka yang kita pimpin? Apakah kita mengerti hidup yang mereka hadapi? Apakah kita tahu pergumulan apa yang saat ini mereka sedang geluti? Apakah kita tidak mau tahu? Apakah kita hanya menuntut agar mereka bekerja dengan baik, memberikan yang terbaik bagi pekerjaannya, namun tidak peduli dengan persoalan mereka.</p>
<p>Anak buah atau orang-orang yang kita pimpin adalah lingkungan terdekat dan termudah bagi kita untuk kita Injili. Dan cara menginjil yang paling mudah adalah dengan menjadi saksi Kristus, dengan menjadi teladan.</p>
<p>Marilah kita mulai peduli dengan mereka2 yang kita pimpin. Mungkin tidak banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikan masalah hidup mereka, namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan bagi Tuhan tidak ada yang susah. Doakan mereka dan Mujizat Tuhan pasti terjadi.<br />
Amin</p>
<p>www.todayswisdoms.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tugas Kita</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 17:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Belas Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Hamba]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Tugas Kita Matius 15 : 29-39 Yesus menyembuhkan orang yang sakit, lumpuh, timpang, bisu, buta dan banyak lagi. Selama 3 hari berturut-turut Ia melepaskan mereka yang terikat tanpa mengenal lelah. Ingat bahwa Yesus adalah 100 % manusia dan 100 % Elohim, artinya walau sifat Keilahian ada pada Yesus, Yesus juga tetap merasakan kemanusiawiannya. Lalu Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tugas Kita<br />
Matius 15 : 29-39</p>
<p>Yesus menyembuhkan orang yang sakit, lumpuh, timpang, bisu, buta dan banyak lagi. Selama 3 hari berturut-turut Ia melepaskan mereka yang terikat tanpa mengenal lelah. Ingat bahwa Yesus adalah 100 % manusia dan 100 % Elohim, artinya walau sifat Keilahian ada pada Yesus, Yesus juga tetap merasakan kemanusiawiannya.<br />
<span id="more-677"></span><br />
Lalu Ia memberi makan 4000 orang belum termasuk perempuan dan anak2 hanya melalui 7 roti dan beberapa ikan kecil. Suatu perkara luar biasa! Alkitab mencatat, ketika semua orang sudah selesai makan, masih tersisa 7 bakul Roti! Sebuah kelimpahan luar biasa yang Tuhan nyatakan hanya dari 7 roti dan 2 ikan.</p>
<p>Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berubah, Ia tetap sama. Kuasa untuk melakukan mujizat, Kuasa untuk menyembuhkan dan melepaskan, Kuasa untuk melipat gandakan.</p>
<p>Sungguh Tuhan tidak pernah berubah, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Namun ada satu yang  berubah yaitu bukan lagi Yesus yang berjalan di muka bumi ini, namun kita, anak2Nya dan hambaNya. </p>
<p>Tugas kita sekarang adalah melakukan apa yang Ia lakukan dahulu. Menyatakan Kasih dan Kebaikan Tuhan. Sehebat apapun pencapaian kita dalam hidup sebagai pengikut Yesus, bahkan di dalam pelayanan sekalipun, kalau kita tidak melakukan apa yang Ia lakukan, maka kita gagal dalam tugas kita sebagai pengikutNya. Oleh karena itu percayalah padaNya, dan lakukanlah apa yang Ia lakukan. Persiapkanlah diri kita untuk dipakai Tuhan, karena itu adalah kehendakNya.</p>
<p>Amen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L SELASA 2 NOVEMBER 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-2-november-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-2-november-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 11:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Pertolongan]]></category>
		<category><![CDATA[Tangan Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-2-november-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pernahkah kita berada di dalam keadaan yang sangat genting, kita berdoa meminta pertolongan Tuhan namun Tuhan tidak menolong? Atau kita melihat bagaimana Tuhan berkarya di dalam kehidupan orang lain, namun doa kita tidak kunjung dijawab?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="godhelp" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/11/godhelp.jpg" width="225" height="213" />PERTOLONGAN TUHAN</strong><br />
Yesaya 55:8-9</p>
<p>
Pernahkah kita berada di dalam keadaan yang sangat genting, kita berdoa meminta pertolongan Tuhan namun Tuhan tidak menolong? Atau kita melihat bagaimana Tuhan berkarya di dalam kehidupan orang lain, namun doa kita tidak kunjung dijawab? Apakah Tuhan memilih-milih? Apakah Ia memandang setiap orang secara berbeda?</p>
<p><span id="more-667"></span><br />
Sesungguhnya Tuhan selalu mendengar seruan kita kepadaNya, Ia adalah Tuhan yang Maha Tahu, namun seringkali cara Tuhan menolong kita berbeda dengan persepsi yang kita harapkan, sehingga di saat Tuhan datang menolong kita tidak melihatnya dan menganggap Tuhan  tidak menolong kita.</p>
<p>
Oleh karena itu kita harus mengenali cara-cara Tuhan dalam menolong kita.</p>
<p>
1. Mujizat ( Daniel 3:1-6 dan 8-27) serta Kisah 12:1-12<br />
Sadrakh, Mesakh dan Abednego ditolong Tuhan melalui Mujizat. Namun yang kita harus ingat bahwa mujizat adalah murni otoritas Tuhan. Kita tidak dapat memaksakan Tuhan untuk melakukan mujizat, namun yang dapat kita lakukan adalah mempercayai Tuhan bahwa Ia akan lakukan yang terbaik.</p>
<p>
2. Kesempatan (Kejadian 19:15-22 dan Kisah 9:23-25)<br />
Terkadang Tuhan menolong kita melalui kesempatan yang Ia berikan, melalui pintu-pintu yang Ia bukakan. Lot selamat karena Tuhan memberikan kesempatan itu bagi dia dan dia mengambil kesempatan itu. Demikian juga dengan Paulus. Oleh karena itu kita harus peka dalam membaca situasi yang terjadi dan memohon hikmat Tuhan agar setiap kesempatan yang Ia bukakan dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya.</p>
<p>
3. Sarana Yang Tuhan Sediakan (Kejadian 6:13-14 dan 17-18)<br />
Nuh berada di dalam bahtera karena Tuhan memilihnya dan memberikan sarana itu bagi Nuh. Sarana dapat juga berupa pekerjaan, kemampuan, skill atau talenta yang Tuhan berikan. Jadi Tuhan pun dapat menolong kita melalui apa yang sebetulnya sudah Ia berikan kepada kita sejak dari awal.</p>
<p>
4. Kekuatan Supranatural (Kisah 7:54-60)<br />
Tidak mustahil pula jalan pertolongan Tuhan bukanlah seperti yang kita pikirkan, namun tetap Tuhan tetap menyatakan kemuliaanNya. Sama halnya seperti mujizat, kekuatan Supranatural adalah sepenuhnya otoritas Tuhan. Kita tidak dapat memaksakan untuk dapat memiliki kekuatan Supranatural tersebut. Namun seperti Stefanus,kalau focus kita adalah kepada Tuhan, bukan kepada diri kita sendiri, maka Tuhan memberikan kekuatan tersebut agar kematian Stefanus menjadi kesaksian bagi kemuliaan nama Tuhan.</p>
<p>
<strong>PENUTUP</strong><br />
Pandanglah pertolongan Tuhan dengan pola piker Tuhan dan bukan dengan keinginan kita sendiri. Di saat kita lebih focus kepada Tuhan, maka tidak mustahil Tuhan menyatakan mujizat dan tanda-tanda Ajaib, namun kalaupun pertolongan Tuhan tidak melalui hal tersebut, jalanNya tetap adalah yang terbaik bagi kita. Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-2-november-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 18 MEI 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/05/c-o-o-l-selasa-18-mei-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/05/c-o-o-l-selasa-18-mei-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 13:56:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/05/c-o-o-l-selasa-18-mei-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Salah satu kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita melalui karyaNya di kayu salib adalah kesembuhan. Oleh karena darahNya yang tercurah di kayu salib, kita beroleh kesembuhan.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="Yesusheals" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/05/yesusheals.jpg" width="225" height="228" />SEMBUHKAN YANG SAKIT<br />
1 Petrus 2:24</p>
<p>Salah satu kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita melalui karyaNya di kayu salib adalah kesembuhan. Oleh karena darahNya yang tercurah di kayu salib, kita beroleh kesembuhan. Oleh karena itu setiap orang yang percaya berhak atas kesembuhan sesuai dengan apa yang Tuhan janjikan.</p>
<p><span id="more-587"></span></p>
<p>Tidak berhenti di kita sebagai orang percaya, Tuhan juga perintahkan kita untuk menyembuhkan yang sakit (Matius 10:28) dan tidak sekedar mendoakan mereka. Oleh karena itu sebagai anak-anak Tuhan, kita pun harus menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kesembuhan bagi mereka yang membutuhkannya, dan ini bukanlah tugas hamba-hamba Tuhan saja.</p>
<p>Mengapa kita harus melayani kesembuhan?</p>
<p>1. Melayani kesembuhan adalah pelayanan / pekerjaan yang Yesus lakukan selama ada di atas bumi (Matius 4: 23-24 dan Matius 9:35)<br />
Yesus berjalan di atas bumi untuk menjadikan dirinya sebagai teladan dan panutan. Oleh karena itu kita pun harus melakukan apa yang menjadi pekerjaanNya / HasratNya (Yohanes 14:12-14). Dengan melakukan apa yang Ia lakukan maka kita pun tengah menarik jiwa-jiwa untuk dating kepadaNya.</p>
<p>2. Janji-janji tentang Kesembuhan tetap berlaku sampai dengan saat ini (Markus 16:17-18b)<br />
Melayani kesembuhan adalah tanda dari seorang yang percaya kepada Kristus. Dengan demikian Tuhan mengadakan pembedaan antara kita dan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.</p>
<p>3. Kesembuhan merupakan kehendak Tuhan (Yeremia 30:17a &#8211; b)<br />
Adalah Inisiatif dari Tuhan terlebih dahulu agar kita sembuh. Tuhan tidak pernah menginginkan kita anakNya menderita sakit penyakit. Untuk itulah Ia mengorbankan anakNya, agar kita sembuh dan tidak dikuasai oleh sakit penyakit. Dengan melayani kesembuhan bagi orang lain, kita menjadi alat Tuhan yang mulia untuk menyatakan kehendakNya.</p>
<p>PENUTUP<br />
Inilah yang Tuhan kehendaki bagi orang-orang percaya, yaitu melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan. Mulailah berdoa meminta hikmat Tuhan, dan mulailah melangkah. Jika berjumpa dengan orang yang sakit, janganlah ragu untuk menyembuhkannya, karena bukan karena kita orang tersebut sembuh, namun karena kuasa Tuhan. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/05/c-o-o-l-selasa-18-mei-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L SELASA 28 JULY 2009</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-28-july-2009/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-28-july-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 10:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-28-july-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Pesan Tuhan melalui Gembala Pembina di tahun ini berbicara mengenai mujizat dan kesembuhan yang kreatif. Maukah kita mengalami mujizat?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="259" alt="mujizat" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/07/mujizat.jpg" width="225" align="left" />MENGALAMI MUJIZAT<br />
Yohanes 2:1-11</p>
<p>Pesan Tuhan melalui Gembala Pembina di tahun ini berbicara mengenai mujizat dan kesembuhan yang kreatif. Ingatkah kita tentnag kisah perkawinan di Kana di mana Tuhan Yesus melakukan tanda mujizat yang pertama di dalam pelayananNya? Tuhan mengubah air menjadi anggur di dalam sebuah pesta yang kehabisan anggur. Dalam tradisi Yahudi, anggur merupakan kebanggan bagi penyelenggara pesta, anggur merupakan hidangan yang sangat penting. Kehabisan anggur dapat menjadi sebuah hal yang memalukan, oleh karena itu masalah besar menanti di saat anggur habis. Namun Tuhan melakukan mujizatnya dengan mengubah air menjadi anggur.</p>
<p><span id="more-503"></span></p>
<p>Jika kita telaah kisah tersebut, ada beberapa hal yang menarik yang kita bisa pelajari :</p>
<p>1. Respon<br />
Di saat Maria, Ibu Yesus melihat ada masalah, respon yang ia lakukan sangat tepat, yaitu datang kepada Tuhan Yesus. Kita dapat melihat di ayat 8 bahwa ada orang yang lebih bertangunggu jawab akan hal ini yaitu Kepala Pesta. Ia yang mengatur semua hidangan di dalam pesta ini. Namun Maria memilih untuk dating kepada Tuhan Yesus karena Ia tahu hanya Tuhan yang sanggup memberikan solusi.</p>
<p>2. Iman<br />
Walaupun Tuhan Yesus tidak mengatakan dengan gamblang bahwa Ia akan melakukan mujizat, Maria tahu bahwa Tuhan pasti akan bertindak. Ia percaya dan bentuk kepercayaannya dinyatakan lewat perintahnya kepada para pelayan untuk mengikuti apa yang Tuhan perintahkan.</p>
<p>3. Media<br />
Tuhan menggunakan dua buah media untuk melakukan mujizat, yaitu Tempayan dan Air. Kedua hal ini adalah hal yang dapat kita temui sehari &#8211; hari di dalam kehidupan kita. Artinya, Tuhan dapat melakukan mujizat dari apapun. Entah di dalam pekerjaan kita sehari-hari, atau lewat barang yang kita miliki dan nikmati setiap saat, lewat apapun.<br />
Lalu Tuhan menggunakan air. Air adalah sebuah benda yang dapat kita temui di mana saja. Seperti kita ketahui air rasanya tawar, tidak berasa. Namun dari yang tawar tersebut, Tuhan dapat mengubahnya menjadi sebuah anggur yang manis. Artinya, Tuhan sanggup mengubah apapun untuk menjadi sesuatu yang indah, manis dan memberkati. Ia sanggup untuk mengubah secara ekstrim, karena Ia adalah Tuhan. Oleh karena itu bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, apapun mungkin dan bisa, sesuai dengan kehendakNya.</p>
<p>4. Taat<br />
Karena pelayan tadi telah diperintahkan untuk mengikuti apa yang Tuhan minta, maka mereka melakukannya dengan taat, walaupun mungkin tidak sesuai dengan nalar mereka. Terkadang perintah Tuhan tidak bisa kita mengerti, namun kalau Ia telah perintahkan maka tugas kita adalah untuk taat kepadaNya, dan Tuhan yang akan lakukan selebihnya.</p>
<p>PENUTUP<br />
Kita harus mengerti, untuk mengalami sesuatu yang luar biasa dari permasalahan yang kita alami maka kita harus menghadapinya dengan sikap hati yang benar. Ingatlah bahwa masalah Tuhan ijinkan ada untuk membuat kita semakin dewasa dan bijaksana. Namun kita dapat melihatnya berbeda, dan kalau sikap hati kita tepat, maka masalah akan mendewasakan kita dam bahkan masalah akan menjadi mujizat bagi kita. Sebaliknya, jika kita menghadapi masalah dan menghadapinya dengan sikap negative, maka hal negative juga yang akan kita terima. Marilah memilih untuk memiliki sikap hati yang benar, karena Tuhan siap untuk melakukan mujizatnya di tengah-tengah kita. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/07/c-o-o-l-selasa-28-july-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Tangan Yang Putus Tersambung Kembali</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/07/kesaksian-tangan-yang-putus-tersambung-kembali/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/07/kesaksian-tangan-yang-putus-tersambung-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 04:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gratisan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kesaksian bagaimana Tuhan menyambungkan kembali tangan yang terputus. Luar biasa Tuhan kita !!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kesaksian bagaimana Tuhan menyambungkan kembali tangan yang terputus.<br />
Luar biasa Tuhan kita !! </p>
<p><object width="340" height="285"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TJuXI5pF5nQ&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/TJuXI5pF5nQ&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="340" height="285"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/07/kesaksian-tangan-yang-putus-tersambung-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KANKER STADIUM EMPAT SEMBUH TOTAL TANPA OPERASI</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 13:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Sembuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/</guid>
		<description><![CDATA[Nama Saya Ginny Awuy. Saya bekerja sebagai HRD di Rimo Department Store. Saya tinggal bersama anak saya, Steve, karena sudah lama suami saya meninggalkan kami berdua bersama WIL-nya (wanita idaman lain). Tahun 1996, secara tidak sengaja ketika meraba bagian payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah. Karena saya banyak membaca perihal tentang kanker [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="337" alt="Pray" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/05/pray.jpg" width="225" align="left" />Nama Saya Ginny Awuy. Saya bekerja sebagai HRD di Rimo Department<br />
Store. Saya tinggal bersama anak saya, Steve, karena sudah lama<br />
suami saya meninggalkan kami berdua bersama WIL-nya (wanita idaman<br />
lain). Tahun 1996, secara tidak sengaja ketika meraba bagian<br />
payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah.<br />
<span id="more-446"></span>Karena saya banyak membaca perihal tentang kanker payudara, saya pun<br />
menaruh curiga atas gejala ini, sekalipun kekhawatiran itu belum<br />
terlalu menyergap perasaan saya. Waktu terus berlalu, benjolan itu<br />
tidak juga kempes, malah sebaliknya, semakin membesar menjadi<br />
seukuran bola bekel. Tentu saja melihat gejala ini saya semakin<br />
khawatir. Mulailah saya mengambil waktu khusus di rumah selama 1<br />
jam setiap hari untuk berdoa.</p>
<p>Benjolan di payudara saya semakin membesar. Bahkan, benjolan itu<br />
semakin banyak, ada yang besar ada yang kecil, pokoknya tidak<br />
beraturan, menyebar membentuk seperti kembang kol. Selain itu,<br />
kanker ini ternyata cukup memengaruhi stamina saya. Untuk berjalan<br />
dari tempat parkir ke toko, atau dari satu lantai ke lantai<br />
berikutnya, rasanya capai sekali; seperti habis lari jauh. Saya<br />
sendiri, karena takut diketahui orang lain, kalau sudah tak kuat<br />
jalan, saya hanya terdiam mencari sandaran sambil pura-pura melihat<br />
ke bawah. Keadaan ini terus memburuk, tapi saya tidak putus asa.<br />
Saya tetap berdoa dan bekerja walau stamina saya semakin merosot.</p>
<p>Sudah setahun penderitaan mendera, tapi tidak seorang pun yang saya<br />
beritahu. Steve pun tidak, sebab saya khawatir kalau dia sampai<br />
tahu, studinya akan terganggu. Maklumlah, kuliah Steve sudah berada<br />
di semester akhir. Selain itu, alasan mengapa saya tidak<br />
menceritakan penyakit saya ini kepada orang lain karena solusinya<br />
pastilah dokter &#8212; operasi. Padahal untuk operasi jelas kondisi<br />
keuangan saya sangat tidak memungkinkan. Tabungan saya hanya 2,5<br />
juta. Uang sejumlah ini rencananya untuk membayar biaya kuliah dan<br />
wisuda Steve. Karena menyadari situasinya seperti ini, kepada Tuhan<br />
pun saya sepertinya mendesak, &#8220;Tuhan, pokoknya Tuhan harus sembuhkan<br />
saya tanpa operasi!&#8221;</p>
<p>Pertengahan Desember 1997, ketika akan pulang kerja, tempat parkir<br />
ramai sekali. Karena saya mengendarai mobil sendiri, maka cukup<br />
banyak tenaga yang harus saya keluarkan untuk menggerakkan<br />
persneling. Sampai di rumah, karena saya merasa di bagian payudara<br />
yang sakit ada cairan, saya segera masuk kamar dan membuka baju.<br />
Betapa kagetnya, ternyata cairan yang keluar itu darah. Waktu itu<br />
pukul 20.00 WIB. Steve ada di rumah. Karena saya takut ia tahu, maka<br />
saya segera masuk kamar mandi. Betapa semakin terkejutnya saya<br />
karena darah langsung menyembur melalui tiga lubang yang ada di<br />
payudara saya. Darah mancur begitu derasnya. Rasanya sakit sekali,<br />
tapi saya tidak berani berteriak. Saya hanya berdoa dengan kata-kata<br />
yang diulang-ulang, &#8220;Darah Yesus, hentikan pendarahan saya!&#8221; Saya<br />
khawatir kalau pendarahan itu tidak berhenti hingga membuat saya<br />
pingsan, pasti situasi jadi kacau. Karena saya cukup lama di kamar<br />
mandi, Steve pun mulai curiga. Dari luar ia menyapa, &#8220;Ma, kok lama<br />
amat sih, di kamar mandi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebentar,&#8221; jawab saya.</p>
<p>Waktu Steve memanggil, darah mulai berhenti, tinggal menetes-netes<br />
saja. Sambil tetap duduk, saya arahkan &#8220;shower&#8221; ke tembok yang penuh<br />
darah dengan harapan Steve tidak curiga dengan apa yang terjadi.<br />
Karena saya lemas dan tidak kuat berdiri, saya minta tolong kepada<br />
Steve untuk membuatkan teh manis. Dalam tempo yang tidak terlalu<br />
lama, Steve sudah menyiapkan teh manis dan segera mengetuk pintu<br />
kamar mandi. Ketika pintu saya buka, Steve nampak kaget melihat<br />
bercak-bercak darah yang menempel di tembok. Setelah menutup pintu,<br />
karena takut banyak gerak dan khawatir darah keluar lagi, maka saya<br />
cepat duduk. Teh langsung saya minum dan hal ini membuat tubuh saya<br />
sedikit lebih segar. Saya lalu pakai kimono dan berusaha sedapat<br />
mungkin untuk membuat kain kimono itu tidak menempel di payudara.<br />
Saya pelan-pelan keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di<br />
tempat tidur. Di pembaringan ini, sekalipun tidak banyak, darah<br />
kembali keluar. Steve duduk di pinggir tempat tidur dengan wajah<br />
yang sangat sedih sambil mengamati tangan saya mengelap darah yang<br />
keluar dengan tissue. Saya lalu bercerita pada Steve secara<br />
kronologis tentang penyakit saya.</p>
<p>Kira-kira pukul 02.00 dini hari, rasa sakit itu kambuh lagi. Padahal<br />
sebelumnya saya sudah minum Ponstan 4 dan Beralgin 2. Sakit itu<br />
begitu luar biasa, sampai-sampai untuk menahan sakit, sprei tempat<br />
tidur saya yang dijepit peniti, saya tarik hingga robek. Karena<br />
sakitnya tidak tertahankan, saya memanggil Steve, &#8220;Steve, ayo ke<br />
sini, Mama sudah nggak tahan. Ayo kita berdoa karena Mama merasa<br />
sakit sekali.&#8221; Waktu itu saya merintih, &#8220;Tuhan tolong, saya sudah<br />
tak kuat lagi. Saya sudah tak sanggup lagi.&#8221;</p>
<p>Sungguh ajaib, selesai berdoa, sakit itu langsung reda. Ketika saya<br />
jatuh sakit, sambil menyelesaikan tugas akhirnya, Steve sudah<br />
bekerja di sebuah kantor. Mungkin karena bingung bagaimana mengatur<br />
studi, kerja, dan tanggung jawab untuk merawat saya, usai berdoa<br />
Steve nampak bingung. Untuk memecahkan kebekuan ini, saya bilang,<br />
&#8220;Steve kamu besok tetap saja kuliah dan bekerja. Yang penting<br />
&#8216;handphone&#8217; kamu nyalakan terus. Nanti kalau ada apa-apa, Mama akan<br />
hubungi.&#8221; Steve pun setuju.</p>
<p>Besoknya Steve berangkat kerja seperti biasa. Setelah Steve pergi,<br />
saya telepon adik saya, Endang, yang bekerja sebagai suster di RS<br />
Fatmawati. Saya menceritakan semua yang telah saya alami, termasuk<br />
kapan kanker itu mulai saya temukan hingga pecah secara mengerikan<br />
semalam. Hari itu juga saya dibawa ke RS Fatmawati. Sementara itu,<br />
Endang menghubungi adik saya yang lain yang ada di Bandung, orang<br />
tua saya yang di Amerika, termasuk bos saya di kantor. Setelah<br />
mereka tahu, keluarga, orang di kantor, semua panik. Mereka terkejut<br />
dan menyatakan rasa herannya karena baru mengetahui penyakit saya.<br />
Tiba di rumah sakit, saya langsung dibawa ke UGD. Usai diperiksa,<br />
hari itu juga saya diopname. Selama dirawat ini, saya selalu<br />
mendengarkan lagu-lagu rohani, membaca buku-buku rohani, dan saya<br />
merasa dikuatkan saat membaca buku &#8220;Mukjizat Terjadi Bila Anda<br />
Berdoa&#8221;. Di RS, saya dibiobsi dan menggunakan kursi roda karena<br />
kondisi saya sangat lemah. Luka di payudara saya sangat besar dan<br />
sering mengeluarkan darah. Karena keadaannya seperti ini, yang bisa<br />
mengganti kasa yang melekat di luka saya hanya Endang. Suster lain<br />
sudah gemetaran lebih dulu sehingga saya tak yakin kalau dia bakal<br />
berhasil.</p>
<p>Selesai Berdoa Ada Aliran Hangat Di Dada</p>
<p>Setelah dirawat beberapa hari, kondisi saya tak juga membaik. Bahkan<br />
dokter mengatakan pada adik saya, bahwa percuma saja saya dioperasi<br />
sebab menurut hasil pemeriksaan, kanker sudah menjalar ke tulang dan<br />
paru-paru, hanya bagian paru-paru kanan saja yang belum kena. Karena<br />
kondisinya demikian, maka perawatan yang diberikan hanya sekadar<br />
untuk memperbaiki gizi saya. Waktu itu dokter sudah memperkirakan<br />
bahwa kondisi saya akan menurun, menurun, dan meninggal. Kepada adik<br />
saya dokter juga bilang, &#8220;Tinggal menunggu harinya saja karena itu<br />
senangkanlah hati kakak kamu.&#8221;</p>
<p>Hari itu hari Sabtu. Seperti biasa, sambil menunggu jadwal visitasi<br />
dokter, saya terus mendengarkan lagu-lagu rohani dan membaca buku.<br />
Suatu kali, di buku yang saya baca, dikisahkan ada seorang Bapak<br />
yang sembuh dari sakit jantung selepas berdoa minta jantung yang<br />
baru kepada Tuhan. Pengalaman Bapak ini kemudian saya adopsi. Sebab,<br />
keadaan yang dialami si Bapak mirip benar dengan apa yang saya<br />
alami. Saya kemudian membaca Alkitab dan mulai berdoa, &#8220;Tuhan, saya<br />
tahu artinya kanker. Namun Tuhan, saya tahu juga bahwa Tuhan sanggup<br />
sembuhkan saya. Tuhan, gantilah semua organ tubuh saya yang rusak<br />
dengan organ yang baru. Demi nama Tuhan Yesus Kristus, saya sudah<br />
disembuhkan!&#8221; Begitu saya mengucapkan &#8220;amin&#8221;, saya yakin benar bahwa<br />
Tuhan sudah sembuhkan saya 100 persen. Walau benjolan masih ada dan<br />
luka masih menganga, saya yakin Tuhan telah menjawab doa saya.<br />
Tiba-tiba saya merasa di bagian dada saya ada getaran hangat yang<br />
mengalir. Saya gemetaran dan saya langsung menangis tersedu-sedu.<br />
Saya sudah tidak malu lagi menangis di hadapan orang lain. Seketika<br />
itu juga saya mengatakan, &#8220;Terima kasih Yesus. Terima kasih Tuhan<br />
sebab Engkau sudah jawab doa saya.&#8221;</p>
<p>Pukul 09.00, dokter yang memeriksa saya tiba. Pukul 11.00, dengan<br />
memakai kursi roda, saya dites lagi di USG. Setelah beberapa hari<br />
kemudian, hasil pemeriksanaan keluar dan dinyatakan: tidak ditemukan<br />
lagi kanker di tubuh saya! Mungkin karena tidak percaya, saya<br />
diperiksa lagi secara lebih teliti. Saya menjalani USG termasuk di<br />
bagian perut saya dan hasilnya bagus. Lalu dilakukan &#8220;bone scanning&#8221;<br />
dari ujung kaki sampai kepala dan hasilnya di luar dugaan: tak ada<br />
kanker lagi di tubuh saya. Dokter tidak percaya, lalu dilakukan<br />
&#8220;scanning&#8221; ulang dengan alat yang lebih canggih dan hasilnya tetap<br />
sama. Berita ini kemudian saya sampaikan kepada teman saya, Silvia.</p>
<p>Silvia adalah salah satu dari banyak orang yang sangat setia<br />
membesuk saya, membantu, dan juga menceritakan keadaan saya kepada<br />
orang lain. &#8220;Astra,&#8221; demikian ujar Silvia dengan menyebut nama<br />
panggilan saya waktu kecil, &#8220;ini sungguh karya Tuhan Yesus. Tuhan<br />
Yesus sungguh luar biasa!&#8221; Ketika saya memberitahukan hal ini kepada<br />
bos saya dan istrinya, mereka juga mengatakan hal yang senada, &#8220;Wah,<br />
ini benar-benar pekerjaan Tuhan. Sungguh hebat, luar biasa!&#8221;<br />
Teman-teman lain yang mendengar berita ini semuanya bersyukur dan<br />
terharu.</p>
<p>Setelah dokter yakin benar bahwa kanker itu sudah tidak ada lagi,<br />
saya tinggal menjalani penyinaran sebanyak tiga puluh kali. Akhirnya<br />
saya diizinkan meninggalkan RS setelah dirawat selama kurang lebih<br />
sebulan. Yang tak kalah menakjubkannya, sekalipun saya dirawat di<br />
kamar ber-AC dengan biaya yang tentunya tak sedikit, ternyata Tuhan<br />
secara ajaib juga telah menyediakan biayanya. Keluar dari RS, dokter<br />
tetap menyarankan agar saya menjalani kemoterapi dan minum obat<br />
kanker seumur hidup. Anjuran dokter ini saya lakukan hingga kurang<br />
lebih 8 bulan lamanya. Suatu ketika, pada bulan Agustus 1988, saya<br />
diajak Silvia, untuk mengikuti KKR Kesembuhan Ilahi yang diadakan di<br />
Gedung Menara Era, Senen, Jakarta Pusat. Waktu itu pembicara KKR<br />
mengatakan, &#8220;Mengapa Tuhan tidak bekerja secara luar biasa?<br />
Jawabnya, karena pikiran kita selalu meragukan pekerjaan Tuhan.<br />
Karena itu, bila kita ingin mendapatkan kesembuhan ilahi, kita harus<br />
percaya, kita harus beriman 100 persen bahwa Tuhan sanggup<br />
menyembuhkan.&#8221;</p>
<p>Setelah khotbah usai, dalam sesi tantangan, akhirnya saya berdoa dan<br />
mengambil keputusan: &#8220;Sejak malam ini saya tidak akan lagi minum<br />
obat kanker dan saya tidak mau dikemoterapi. Tuhan, terima kasih,<br />
Engkau sudah menyembuhkan saya secara total. Amin.&#8221; Malam itu bagi<br />
saya menjadi malam bersejarah kedua atas penyakit kanker saya. Saya<br />
mengimani bahwa Tuhan Yesus sudah melakukan mukjizat penyembuhan<br />
atas kanker saya secara sempurna. Dan benar, sejak saat itu,<br />
sekalipun saya tidak minum obat kanker dan tidak menjalani<br />
kemoterapi, tapi sakit saya tak pernah kambuh alias 100 persen<br />
sembuh total hingga sekarang.</p>
<p>Diambil dan disunting seperlunya dari:<br />
Judul buku: 10 Mukjizat yang Terjadi pada Orang Biasa<br />
Penulis: Ginny Awuy<br />
Penerbit: CBN Indonesia, Jakarta 2001<br />
Halaman: 17 &#8212; 25</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

