<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Menabur</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/menabur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 13:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 20 JULY 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/07/c-o-o-l-selasa-20-july-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/07/c-o-o-l-selasa-20-july-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 16:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Berkelimpahan]]></category>
		<category><![CDATA[Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[kelimpahan]]></category>
		<category><![CDATA[Menabur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[Talenta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/07/c-o-o-l-selasa-20-july-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah yang tidak ingin mengalami kelimpahan di dalam segala hal yang baik? Pelipatgandaan dan pertambahan yang luar biasa? Pelajari 4 prinsip menuju kelimpahan dan pelipatgandaan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>4 PRINSIP MENGALAMI PELIPATGANDAAN<br /></strong>Yohanes 10:10b</p>
<p>Siapakah yang tidak ingin mengalami kelimpahan di dalam segala hal yang baik? Pelipatgandaan dan pertambahan yang luar biasa? Tentunya semua orang ingin mengalaminya, dan luar biasanya adalah itupun merupakan kerinduan Tuhan bagi umatNya. Namun hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya. Ada prinsip-prinsip yang harus kita lakukan agar kita mengalami pelipatgandaan.</p>
<p><span id="more-614"></span></p>
<p>1. Prioritas yang benar (Matius 6:33)<br />
- Kita harus mendahulukan Tuhan, dan mendahulukan untuk melakukan apa yang menyenangkanNya. Itulah yang dimaksud dengan mencari Kerajaan Elohim dan seluruh kebenarannya.</p>
<p>2. Kapasitas yang dilipatgandakan (2 Raja-raja 4:3)<br />
- Kapasitas berbicara mengenai kemampuan, skill dan karakter. Agar kita mengalami pelipagandaan, kita harus mau untuk mengembangkan talenta, kemampuan dan karakter kita, sehingga kita siap untuk menerima pelipatgandaan. Tuhan senantiasa memberikan kepada kita sesuai dengan kemampuan kita, kalau kita meningkatkan kemampuan kita maka Ia juga akan meningkatkan berkat yang akan Ia berikan kepada kita.<br />
- Sebanyak apa bejana yang kita siapkan, maka sebanyak itu juga minyak akan mengalir untuk membangkitan dan melipatgandakannya</p>
<p>3. Motivasi yang benar ( Wahyu 3:8 dan Mazmur 24:4)<br />
- Ujilah diri kita, apakah motivasi kita untuk mencapai kelimpahan dan pelipatgandaan? Kalau motivasi kita adalah hanya untuk kenikmatan duniawi, ketamakan, kekayaan, obsesi dan ketakutan akan masa depan, maka motivasi kita tidaklah murni di hadapan Tuhan. <br />
- Pastikanlah kita memiliki hati dan motivasi yang murni, berlandaskan kepada ketaatan dan kerinduan untuk mengenal pribadi Tuhan dan kuasaNya lebih lagi. (2 Timotius 2:22)</p>
<p>4. Jangan lupakan Prinsip menabur ( 2 Korintus 9:6 )<br />
- Bila kita tidak menabur maka kita tidak akan pernah menuai, ini adalah prinsip dasar yang kita harus pahami dan lakukan. ( Mazmur 126:5)<br />
- Bila kita memberi maka kita pun akan diberi. Apa yang menjadi takaran kita akan pula ditakarkan kepada kita. ( Lukas 6:38 )</p>
<p>PENUTUP<br />
Pelipatgandaan bukanlah hanya di dalam faktor ekonomi saja, namun di dalam segala aspek kehidupan. Mari kita lakukan empat prinsip di atas dengan taat, tekun dan konsisten. Percayalah, bahwa segala kelimpahan yang Tuhan janjikan sedang menanti kita di depan. AMIN !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/07/c-o-o-l-selasa-20-july-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; 23 September 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/09/c-o-o-l-23-september-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/09/c-o-o-l-23-september-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Berbuah]]></category>
		<category><![CDATA[Menabur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/09/c-o-o-l-23-september-2008/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada tanggal 29 September 2008 pada pukul 18.00, kita akan memasuki tahun yang baru menurut penanggalan Yahudi, yaitu tahun Samekh Teth (5769) meninggalkan tahun yang lama Samekh Chet (5678).</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIDAK BERBUAH</strong><br />
Yohanes 15:1-17</p>
<p><img height="168" alt="kering" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/09/kering.jpg" width="225" align="left" />Pada tanggal 29 September 2008 pada pukul 18.00, kita akan memasuki tahun yang baru menurut penanggalan Yahudi, yaitu tahun Samekh Teth (5769) meninggalkan tahun yang lama Samekh Chet (5678). Teth atau angka Sembilan digambarkan sebagai sebuah rahim, yang mengandung arti sebagai masa untuk melahirkan / berbuah setelah 9 bulan anak di dalam kandungan. Secara Alkitabiah, angka 9 berarti berbuah-buah (fruitfulness). <span id="more-298"></span>Sebuah benih ditanam untuk bertunas dan untuk menjadi pohon yang berbuah-buah lebat, dimana buahnya haruslah manis dan dapat dinikmati banyak orang. Demikian pula dengan kita orang benar, kita adalah benih yang ditanam di bait Elohim yang harus bertunas dan menghasilkan banyak buah.</p>
<p>Dalam Yohanes 15:1-17 kita mempelajari mengenai konsep berbuah dari pohon anggur. Ternyata tidak semua ranting itu sama dalam merespon kepada pengusahanya, beberapa ada yang berbeda. Ada beberapa tingkatan berbuah:</p>
<p><strong>TIDAK BERBUAH</strong></p>
<p>Dipotong, dipaksa berbuah &#8211; Fruit Yoh.15:2a</p>
<p><strong>SUDAH BERBUAH</strong></p>
<p>Dipangkas! More Fruit Yoh. 15:2b</p>
<p><strong>BERBUAH LEBIH BANYAK</strong></p>
<p>Keintiman! Much Fruit Yoh. 15:5</p>
<p><strong>BERBUAH TETAP</strong></p>
<p>Lakukan Perintah Tuhan! Permanent Fruit!<br />
Yoh. 15:16b &#8211; 17</p>
<p>Kita akan mempelajari terlebih dahulu tingkatan pertama, yaitu TIDAK BERBUAH &#8211; DIPOTONG! (Yohanes 15:2a)</p>
<p>Dipotong di dalam bahasa Yunani tertulis &#8220;AIRO&#8221; yang atinya diangkat. Petani kebun Anggur menyatakan bahwa setiap ranting adalah asset untuk menghasilkan buah / fruit. Ranting-ranting baru yang muncul secara alami akan menjulur ke bawah dan tumbuh menjalar di atas tanah sehingga daun-daunnya akan tertutupi debu. Kalau hujan akan menjadi lumpur dan berjamur, rantingnya menjadi sakit dan itulah yang menyebabkan ranting tersebut tidak berbuah. Maka petani akan meng&#8221;airo&#8221;kan atau mengangkat ranting tersebut, mengkaitkannya ke pagar.</p>
<p>Ranting yang berdebu adalah gambaran dari orang Kristen yang jatuh ke dalam dosa, dan dosa itu akan menghambat dia untuk berbuah. Jika kondisi kita sedang tidak berbuah, maka pengusaha kita akan mengangkat dan mendisiplinkan kita agar kita dapat menghasilkan buah-buah pertobatan. Kita bisa mempelajarinya dari kisah Daud, bagaimana ia melakukan dosa dan di mata Tuhan, dan di saat Nabi Natan menegur Daud, ia bertobat, namun ia tetap harus menuai apa yang telah ia tabur.</p>
<p>Berbuah adalah sebuah keharusan bagi setiap orang percaya, kita dapat lihat dari Yeremia 17:8 bagaimana seharusnya keadaan kita sebagai orang benar. Bahkan Tuhan Yesus pun menyatakan berulang-ulang bahwa kalau sebuah pohon tidak berbuah, maka ia akan ditebang dan dibakar (Matius 7:19). Oleh karena itu, kalau Tuhan mendapati kita tidak berbuah, maka Ia akan mendisiplinkan kita. Mungkin kita akan dihajar, ditegur, disesah, dan itu rasanya akan sakit, tidak enak dan tidak nyaman, namun itu perlu agar semua kebiasaan dosa di dalam kita terpangkas habis dan kita mampu untuk berbuah kembali.</p>
<p>PENUTUP<br />
Karena Ia mengasihi kita, maka Ia akan membuat kita berbuah. Dalam menyambut Samekh Teth, marilah kita dorong setiap kita untuk menghasilkan buah-buah yang baik, yang manis di dalam hidup kita, sehingga kita menjadi seperti apa yang Ia inginkan. Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/09/c-o-o-l-23-september-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOL 9 September 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/09/cool-9-september-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/09/cool-9-september-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 11:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Benih]]></category>
		<category><![CDATA[Buah]]></category>
		<category><![CDATA[Menabur]]></category>
		<category><![CDATA[Menuai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/09/cool-9-september-2008/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Menabur adalah hal yang ada semenjak awal bumi dijadikan. Dalam Kejadian 8 : 22 Bapa menyatakan bahwa selama bumi ada, maka menabur dan menuai tidak akan pernah berhenti.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="299" alt="menabur" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/09/menabur.jpg" width="225" align="left" />MENABUR<br />
2 Korintus 9 : 6-8, Mazmur 126 : 5</p>
<p>Menabur adalah hal yang ada semenjak awal bumi dijadikan. Dalam Kejadian 8 : 22 Bapa menyatakan bahwa selama bumi ada, maka menabur dan menuai tidak akan pernah berhenti.</p>
<p>Menabur atau memberi, adalah hal yang Tuhan mau kita kerjakan. Bukan sebagai suatu kewajiban melainkan bukti bahwa kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Bahkan lebih dari itu, Tuhan mau kita menabur supaya seluruh janji Allah yang telah difirmankanNya dapat digenapi dalam kehidupan seseorang (Yohanes 10 : 10b)</p>
<p><span id="more-290"></span></p>
<p>Banyak hal yang dapat kita cermati dalam menabur. Pada kesempatan ini, kita akan memfokuskan kepada 2 hal</p>
<p>1. Menabur di tempat yang tepat. (Matius 13 : 3-9)<br />
Saat ini kita mempunyai benih bagus yang berasal dari Tuhan. Untuk membuat benih yang baik itu dapat dituai dan tuaiannya pun maksimal, maka kita harus menebarkannya di tempat yang tepat &#8211; dengan kata lain, di tanah yang subur dan baik. Dengan menabur di tempat yang tepat, maka tuaian yang terbaik dan maksimal pasti akan kita dapatkan.</p>
<p>2. Menabur di saat yang tepat (Kejadian 26 : 12)<br />
 Pengkhotbah 3 menyatakan : &#8220;Untuk apa pun di bawah langit ada waktunya&#8221;.  Demikian pula dengan menabur. Dalam Kejadian 26, ketika berada dalam ketakutan,  Ishak tidak menabur.  Tetapi saat Abimelekh memberikan jaminan kepadanya, maka  mulailah Ishak menabur. Saat yang tepat membuat hasil tuaian yang cepat dan  berlipat-lipat. Contoh lain dapat kita lihat di Yohanes 21 : 6.</p>
<p>Tempat dan saat yang tepat tidak datang begitu saja. Seringkali mata kita tidak dapat melihat hal tersebut. Karena itu kita harus meminta hikmat dari Tuhan supaya apa yang kita tabur dapat kita tuai secara maksimal dan itu menjadi kemuliaan bagi namaNya.</p>
<p>
PENUTUP<br />
Seperti yang sudah sering kita dengar dari mimbar, pada akhir September 2008 ini kita akan memasuki tahun Samekh Teth yang diambil berdasarkan penanggalan Yahudi. Tahun itu berarti tahun masa berbuah, tahun panen raya, tahun penuaian. Dikaitkan dengan kehidupan kita, inilah saat kita dapat menuai dalam berbagai aspek kehidupan. Tangkap kesempatan ini dengan menabur benih yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.  Sekarang tinggal kita memeriksa benih apa yang ada pada kita. Kasih, sukacita, kebaikan, damai sejahtera, harta?<br />
Minta hikmat Tuhan dimana benih tersebut harus kita tabur dan ingat bahwa apa yang kita tuai akan sesuai dengan apa yang kita tabur. (Galatia 6 : 7b, Hosea 8 : 7). Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/09/cool-9-september-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOL &#8211; Selasa 17 Juni 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-17-juni-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-17-juni-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Menabur]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[HIDUP DALAM BERKAT TUHAN
Yohanes 10:10
Firman Tuhan dengan jelas mengatakan tujuan kedatanganNya, Ia datang untuk memberikan hidup dan hidup dalam segala kelimpahan. Perhatikan bahwa Tuhan bukan saja bertujuan untuk memberikan kita kelimpahan di dalam satu aspek saja, tetapi di dalam segala aspek.
Prinsip ini dapat kita lihat dari sejak awal Tuhan menciptakan manusia, sebelum Tuhan menciptakan manusia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HIDUP DALAM BERKAT TUHAN<br />
Yohanes 10:10</p>
<p>Firman Tuhan dengan jelas mengatakan tujuan kedatanganNya, Ia datang untuk memberikan hidup dan hidup dalam segala kelimpahan. Perhatikan bahwa Tuhan bukan saja bertujuan untuk memberikan kita kelimpahan di dalam satu aspek saja, tetapi di dalam segala aspek.<span id="more-217"></span></p>
<p>Prinsip ini dapat kita lihat dari sejak awal Tuhan menciptakan manusia, sebelum Tuhan menciptakan manusia, dari hari pertama penciptaan sampai kepada hari ke lima, Ia menciptakan semua fasilitas untuk manusia dan baru pada hari keenam Tuhan menciptakan manusia. Artinya, sudah menjadi tujuan awal dari Tuhan untuk memberikan kelimpahan kepada manusia.</p>
<p>Seperti yang Yesus katakan kepada perempuan Samaria ( Yohanes 4:13 -14) , itulah prinsip kelimpahan yang sesungguhnya, dan potensi itu ada di dalam setiap kita yang telah minum Air yang telah Tuhan berikan, yaitu mereka yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Lalu bagaimanakah cara hidup kita agar kita senantiasa hidup di dalam kelimpahan berkat Tuhan?</p>
<p>1.	Hidup di dalam ketaatan kepada Firman Tuhan. ( Yosua 1:8 )<br />
2.	Kita harus melihat berkat itu sebagai benih dan roti ( 2 Korintus 9:10 )<br />
Setiap berkat yang kita terima harus kita perlakukan sebagai benih untuk kita taburkan kembali dan juga sebagai roti untuk kita nikmati. Seperti seorang petani yang menuai hasil tanahnya, jika ia tidak menyisihkan sebagian dari yang ia dapatkan untuk menabur kembali, maka ia tidak akan menuai apa-apa di musim tuai berikutnya.</p>
<p>3.	Diberkati untuk Memberkati (1 Timotius 6:17-19 )<br />
Tuhan memiliki tujuan atas berkat yang Ia berikan kepada kita, yaitu :<br />
a.	Untuk mencukupi kebutuhan kita, dialah Jehovah Jireh. Seperti umat Israel yang berjalan di padang pasir, tetap dalam pemeliharaan Tuhan. ( Keluaran 16:4-5 )<br />
b.	Untuk memberkati orang lain melalui kita. ( Kejadian 12:1-3 )<br />
c.	Untuk memuliakan nama Tuhan dan memperlebar Kerajaan Tuhan. ( 1 Korintus 9 :13-14 )</p>
<p>4.	Miliki cara hidup Kerajaan Elohim ( Matius 6:33 )<br />
Miliki sikap yang benar atas uang. Uang adalah alat tukar semata, seharusnya kita tidak dikuasai oleh uang, sebaliknya uanglah yang harus kita kuasai / kendalikan. Uang bukanlah segala-galanya, namun banyak orang jatuh kedalam ketamakan / keserakahan karena memburu uang ( 1 Timotius 6:10 ).</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Tuhan menghendaki setiap orang percaya hidup di dalam kelimpahan, Cuma karena salah pandang orang tersebut yang salah terhadap berkat Tuhan, sehingga banyak dari orang percaya tidak bisa menerima / menikmati kehidupan berkat dalam Tuhan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-17-juni-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
