<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Masalah</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/masalah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; 9 Desember</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 17:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan kita selalu diperhadapkan kepada dua pilihan, yaitu positif atau negatif, berkat atau kutuk, kehidupan atau kematian. Semua orang pasti ingin memilih hasil yang positif daripada negative. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="158" alt="untitled" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/untitled.jpg" width="225" align="left" />POSITIF ATAU NEGATIF?<br />
Ulangan 11:26-27  dan Ulangan 30:15-19</p>
<p>Kehidupan kita selalu diperhadapkan kepada dua pilihan, yaitu positif atau negatif, berkat atau kutuk, kehidupan atau kematian. Semua orang pasti ingin memilih hasil yang positif daripada negative. Namun kehiudpan yang kita jalani tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kadang-kadang hal yang negative menurut  kita ternyata dapat menghasilkan hal positif (Roma 8:28)</p>
<p>Yang bisa menentukan hasil yang positif atau negative bagi kita ternyata bukanlah keadaannya, namunsikap kita dalam menghadapinya. Kalau kita bersikap positif, tentunya hasilnya akan positif walaupun keadaaanya negative bagi kita. Oleh karena itu pilihannya ada pada kita, bagaimanakah kita mau bersikap.<br />
Keadaan           |              Sikap         |                 Hasil<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Negatif                            Positif                         Positif<br />
Positif                             Negatif                         Negatif<br />
Negatif                            Negatif                         Negatif<br />
Positif                               Positif                         Positif</p>
<p>
Sikap seperti apakah yang akan kita pilih? Jikalau Tuhan mengijinkan keadaan negative terjadi di dalam hidup kita, bagaimanakah sikap positif yang harus kita kembangkan?<br />
Inilah hal-hal positif yang harus dilakukan jika kita menghadapi keadaan yang tidak enak / negative:</p>
<p>1. Mengucap Syukur ( Efesus 5:20 dan 1 Tesalonika 5:18 )<br />
Seringkali kita sulit mengucap syukur pada saat keadaan terjepit, dan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun kita harus selalu senantiasa mengucap syukur atas apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita. Di saat keadaan sulit, lihatlah kehidupan kita, temukanlah kebaikan Tuhan yang telah ia lakukan di dalam hidup kita, dan mulailah mengucap syukur. Kuasa Ucapan Syukur akan membuka pintu bagi kita untuk memperoleh apa yang tidak kita miliki, dan melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan.</p>
<p>2. Tetap Memiliki Pengharapan ( Ibrani 6:19 )<br />
Kuatkanlah kepercayaan kita kepada Tuhan terutama di saat kita lemah menghadapi badai hidup. Pengharapan itu seperti sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, meskipun keadaan tidak nyaman bagi kita.  Dan pengharapan itu harus berdasarkan kepada Janji Tuhan yang Ia nyatakan kepada kita melalui FirmanNya. Jika kita kehilangan pengharapan, maka kita akan semakin lemah dan putus asa, sehingga apapun langkah hidup, kita akan semakin salah dan tidak memiliki tujuan. Perkatakanlah janji Tuhan dalam hidup kita agar kita semakin kuat di dalam pengharapan kita kepada Tuhan. ( Roma 8:25 )</p>
<p>3. Cari Kehendak Tuhan ( 1 Samuel 30:8 )<br />
Saat mengalami keadaan terjepit, Daud tidak mencari kehendak manusia. Namun Ia mencari baju efod (baju yang dipakai oleh seorang Imam pada waktu ia mencari kehendak Tuhan). Setelah Daud mengetahui apa kehendak Tuhan barulah ia bertindak melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Seringkali di saat keadaan terjepit dan tidak baik, kita lebih cenderung untuk melakukan apa yang sesuai dengan keinginan kita, tetapi Daud mengajarkan kepada kita untuk mencari kehendak Tuhan (Matius 6:9). Atau mungkinkah ada yang Tuhan mau kita bereskan dari kehidupan kita.</p>
<p>4. Bertindak Sesuai dengan kehendak Tuhan ( Yosua 1:8 )<br />
Setelah kita mengetahui kehendak Tuhan, maka kita harus bertindak sesuai dengan apa yang Tuhan maksudkan bagi kita. Firman Tuhan mengatakan, ketika kita memegang janji Tuhan dan bertindak di dalamnya, maka kita akan berhasil dan beruntung, meskipun keadaan yang kita hadapi saat ini seolah-olah tidak baik. Jangan kita jemu2 untuk melakukan apa yang baik, yang sesuai dengan kehendak Tuhan, karena pada saatnya nanti kita pasti akan menuai jika tidak menjadi lemah. ( Galatia 6:9 )</p>
<p>
PENUTUP<br />
Hari-hari ini milikilah sikap yang positif saat menghadapi keadaan yang negative. Sikap positif akan membawa kita kepada kemenangan dan keberhasilan sesuai dengan tujuan Tuhan bagi kita. Tuhan akan membawa kita kepada jalan keluar (1 Korintus 10:13), namun kita harus melakukan apa yang menjadi bagian kita, yaitu bersikap positif. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembunuh Raksasa (bag.2)</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag2/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 01:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag2/</guid>
		<description><![CDATA[Ps. Indri Gautama Dalam renungan minggu bagian 1 minggu lalu, dijelaskan bahwa setiap orang pasti menghadapi goliat. Goliat-goliat kita adalah segala tantangan yang berdiri kokoh di antara kita dan janji-janji kebesaran Allah, yang membuat kita cemas dan takut. Raksasa-raksasa ini mampu melumpuhkan pengharapan dan semangat juang kita; sama seperti ketakutan bangsa Israel di 1 Samuel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ps. Indri Gautama  </p>
<p>Dalam renungan minggu bagian 1 minggu lalu, dijelaskan bahwa setiap orang pasti menghadapi goliat. Goliat-goliat kita adalah segala tantangan yang berdiri kokoh di antara kita dan janji-janji kebesaran Allah, yang membuat kita cemas dan takut. Raksasa-raksasa ini mampu melumpuhkan pengharapan dan semangat juang kita; sama seperti ketakutan bangsa Israel di 1 Samuel 17:11 sewaktu Goliat mengancam mereka. Langkah awal kemenangan Daud melawan Goliat adalah perubahan persepsinya. <span id="more-307"></span>Daud melihat Goliat bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai batu loncatan dalam proses perjalanan Daud menuju kebesaran.</p>
<p>Langkah berikutnya, Daud keluar dari zona kenyamanan. Tempat perlindungan bukanlah tempat yang aman dari serangan musuh. Memang ketika goliat menantang Anda, sangatlah manusiawi jika Anda ingin menghindar dan menyembunyikan diri di tempat kenyamanan Anda. Di situ, Anda pikir bisa melupakan ancaman para raksasa, dan tidak perlu mengkonfrontasi tantangan. Ini berarti Anda menolak menghadapi kenyataan.</p>
<p>Ketika Anda mengikuti perasaan takut Anda dan tinggal nyaman di tempat perlindungan Anda, hidup Anda akan berputar dalam suatu siklus yang disfungsional. Kualitas hidup Anda akan semakin buruk dan berakhir dalam suatu lingkaran di mana Anda tidak bisa berfungsi.</p>
<p>Sikap takut pasukan tentara Saul menggambarkan mentalitas kebanyakan orang Kristen sekarang ini. Mereka takut melawan goliat-goliat mereka; mereka tidak berani mengambil risiko. Akibatnya, mereka menghindar dan bersembunyi. Namun bila Anda tidak pernah mengalahkan goliat Anda, maka Anda berada di tingkat kehidupan yang paling rendah, yaitu di tingkat bertahan. Ada 3 tingkat kehidupan manusia:</p>
<p>1. Tingkat Bertahan.<br />
Mereka yang terperangkap di siklus ini hidup dengan perjuangan besar. Termasuk orang Kristen lahir baru, berbahasa Roh dan dibaptis; tetapi hidup mereka penuh pergumulan. Mereka hidup pas-pasan, bertahan hidup dari hari ke hari. Frustasi dan kekecewaan adalah hal yang biasa bagi mereka. Walaupun sudah berusaha sekuat tenaga namun mereka tidak mendapatkan hasil yang berarti. Raksasa-raksasa dalam hidup mereka merampok mereka dari hidup berkelimpahan yang sudah Tuhan janjikan bagi mereka.</p>
<p>2. Tingkat Kesuksesan.<br />
Orang-orang yang berada di tingkat ini berfungsi di arena kesuksesan.</p>
<p>3. Tingkat Signifikan.<br />
Mereka yang berada di tingkat signifikan memberi pengaruh. Nama mereka dikenal dan mereka dihormati.</p>
<p>Iman = Risiko<br />
Takut gagal membuat orang ragu untuk berperang – termasuk orang Kristen. Akibatnya orang-orang ini hidup tanpa iman dan tanpa risiko.. Padahal Tuhan sudah merancang setiap anak-Nya untuk menjadi pengambil risiko yang berani.</p>
<p>Daud harus mempertaruhkan nyawanya demi melihat janji Tuhan. Petrus berani melangkah keluar dan berjalan di atas air. Perempuan yang mengalami pendarahan 13 tahun mengambil risiko melanggar hukum dan adat istiadat saat itu untuk bisa disembuhkan. Tindakan orang-orang ini penuh iman dan keberanian untuk mendapatkan janji Tuhan. Demikian juga dengan Anda. Jadilah berani menghadapi ketakutan dan keluar dari zona kenyamanan dan perlindungan Anda.</p>
<p>Dalam kasih-Nya,<br />
Maria Magdalena Ministries<br />
<a href="http://www.mmmindo.org">www.mmmindo.org</a>
 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembunuh Raksasa (bag.1)</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag1/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 05:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag1/</guid>
		<description><![CDATA[Ps. Indri Gautama Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. &#8211; Yeremia 29:11. TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="285" alt="bunuhraksasa" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/10/bunuhraksasa.jpg" width="225" align="left" />Ps. Indri Gautama</p>
<p>Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. &#8211; Yeremia 29:11.</p>
<p>TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, &#8211; Ulangan 28:13.<br />
<span id="more-304"></span>Janji-janji Tuhan di Yeremia 29:11 dan Ulangan 28:13 adalah rencana Tuhan bagi Anda dan saya untuk menjalani kehidupan yang signifikan dan berpengaruh besar.</p>
<p>Untuk memiliki janji-janji Tuhan itu, ada proses yang harus dilalui. Anda dan saya harus membunuh goliat-goliat dalam kehidupan kita. Goliat melambangkan suatu kekuatan musuh yang tampaknya mustahil untuk dikalahkan. Sewaktu seluruh bangsa Israel dan raja Saul mendengar ancaman Goliat, cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan. (1 Samuel 17:11). Bisa dibayangkan bagaimana seluruh penduduk di negara itu, termasuk rajanya dalam ketakutan yang sedemikian rupa.</p>
<p>Goliat-goliat Anda adalah segala sesuatu yang membuat Anda cemas dan sangat ketakutan. Itu bisa berupa sakit-penyakit, hubungan suami-isteri yang diambang perceraian, hubungan persaudaraan yang retak, krisis keuangan atau masalah-masalah lain. Goliat-goliat ini mempunyai kemampuan untuk melumpuhkan harapan hidup dan semangat juang kita. Ketika kita tidak memiliki harapan lagi, sebenarnya kita sudah dikalahkan.</p>
<p>Kalau kita menerima janji kebesaran Tuhan bagi kehidupan kita, maka kita tidak bisa membiarkan goliat-goliat ini menekan kita. Kita harus menjadi pembunuh-pembunuh raksasa dan merebut janji Tuhan. Langkah awalnya adalah mengubah persepsi kita.</p>
<p>Yang membedakan Daud dari rakyat Israel adalah persepsinya akan Goliat. Memang Goliat menakutkan, tetapi Daud percaya bahwa semakin besar musuhnya, semakin besar pula kemenangan yang akan diraihnya. Daud percaya bahwa tantangan yang dihadapinya bukan untuk menghancurkannya, tetapi justru menjadi mimbar promosi baginya. Ia sadar bahwa Tuhan memakai Goliat sebagai alat untuk membuat dia berhasil.</p>
<p>Mike Murdoch berkata, “ Every believer will be known by the enemy they defeated or by the enemy that defeats them“. Buktinya, nama Daud selalu terhubung dengan Goliat, bahkan sampai sekarang.</p>
<p>Keberhasilan Anda mengalahkan goliat-goliat dalam hidup Anda, yaitu mengalahkan ketakutan Anda, akan membawa Anda lebih dekat pada janji kebesaran yang Tuhan sudah jaminkan bagi Anda.</p>
<p>Bagaimana persepsi Anda terhadap kesengsaraan dan masalah-masalah yang menimpa hidup Anda? Apakah Anda melihatnya sebagai batu sandungan? Atau Anda melihatnya sesuai persepsi Tuhan, yaitu menjadi batu loncatan dalam proses Anda menuju kebesaran. Karena itu, jangan pernah menyerah, maju ke medan peperangan dengan yakin bahwa kemenangan ada di pihak Anda.</p>
<p>Dalam kasih-Nya,<br />
Maria Magdalena Ministries<br />
<a href="http://www.mmmindo.org">www.mmmindo.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/10/pembunuh-raksasa-bag1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FAMILY ALTAR &#8211; SALENDRO 1</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2005/11/80-2/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2005/11/80-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2005 14:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah]]></category>
		<category><![CDATA[Tekanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdom.wordpress.com/2005/11/09/80/</guid>
		<description><![CDATA[FAMILY ALTAR &#8211; SALENDRO 1SELASA 8 NOVEMBER 2005 KRISIS .. KRISIS .. KRISISAllah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Mazmur 46:2 Krisis ? krisis ? krisis, itu yang telah dan sedang terjadi di dalam kehidupan kita. Kita tidak pernah mengetahui kapan sebuah krisis terjadi di dalam kehidupan kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FAMILY ALTAR &#8211; SALENDRO 1<br />SELASA 8 NOVEMBER 2005</p>
<p>KRISIS .. KRISIS .. KRISIS<br />Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. <br />Mazmur 46:2</p>
<p>Krisis ? krisis ? krisis, itu yang telah dan sedang terjadi di dalam kehidupan kita. Kita tidak pernah mengetahui kapan sebuah krisis terjadi di dalam kehidupan kita. Namun tidak seorangpun dapat menghindar dari krisis. Bagaimanapun kita mempersiapakan diri kita di dalam menghadapi hidup ini, kita akan tetap menghadapi krisis. Bahkan ada sebuah perkataan yang mengatakan demikian, ? Kalau anda sedang tidak menghadapi krisis, anda akan menghadapi krisis.? Krisis adalah normal di dalam kehidupan, sesuatu yang sangat wajar dialami oleh manusia, dan tidak seorang pun dapat menghindar dari krisis.</p>
<p>Krisis dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Bisa terjadi karena ada perubahan di dalam pola kehidupan kita, atau bisa juga karena adanya konflik di dalam keluarga, tekanan-tekanan di dalam kehidupan sosial, dan banyak lagi. Satu hal yang pasti krisis memaksa kita keluar dari ?comfort zone? kita. </p>
<p>Beberapa sikap dalam menhgadapi krisis :<br />1.	Sikap Negatif :<br />Krisis yang berkelanjutan biasanya menyebabkan kita ingin menyerah. Tekanan yang bertubi-tubi, permasalahan-permasalahan yang muncul atau kerumitan masalah yang dihadapi kita seringkali menggoda kita untuk menyerah dan lari dari permasalahan tersebut. Menyerah dan berhenti di saat menghadapi krisis adalah keputusan yang paling merugikan. <br />Sikap negatif lain adalah mengeluh, mencari kambing hitam dan mempersalahkan orang lain atau melemparkan beban tersebut kepada orang lain. Amsal 10:19 <img src='http://todayswisdoms.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> i dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.   <br />2.	Sikap Positif :<br />Sikap  positif di dalam krisis adalah dengan menghadapinya dan tetap memiliki pikiran yang optimistis. Berani untuk menghadapi krisis dan tetap memiliki iman dalam menghadapi permasalahan akan membuat kita kuat. Pikiran yang optimis juga membantu kita untuk tetap kuat di dalam iman dan pengharapan, apalagi Firman Tuhan menjamin bahwa dalam setiap pencobaan yang datang, sesungguhnya Ia telah sediakan jalan keluar. ( 1 Korintus 10:13 )  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. <br />Intinya adalah kalau kita menghadapi krisis dengan kacamata Tuhan, kita tidak akan bingung atau tertekan, namun di saat kita menggunakan kacamata manusia, maka kita akan melihat semua pemasalahan dengan keterbatasan kekuatan manusia dan kita akan menjadi tertekan.<br />Walaupun tidak nyaman bagi kita, Tuhan memiliki tujuan lewat krisis-krisis yang kita alami. TujuanNya yang terutama adalah untuk memaksimalkan potensi kita. Di dalam comfort zone kita cenderung akan terlena, namun di saat menghadapi krisis, mau tidak mau kita harus bergumul dengan Tuhan, mengerahkan segala upaya kita untuk melakukan apa yang Ia mau. Lewat krisis Tuhan melatih kita, membuat kita cakap dan terlatih untuk Tuhan pakai sebagai alat kemuliaanNya di waktu yang akan datang. </p>
<p>PENUTUP<br />Tuhan memberikan kepada kita tanggung jawab untuk menguasai diri dalam masa-masa krisis, yaitu dengan cara yang sesuai dengan Firman dan karakterNya. Ada perkataan bijak yang mengatakan : ?Pemenang-pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, namun mereka yang tidak pernah menyerah.? Kekuatan yang membuat kita bisa tahan dan menang dalam menghadapi krisis adalah percaya kepada Tuhan yang tempat perlindungan dan naungan kita. Dengan iman kita percaya bahwa Tuhan adalah sang penolong di dalam krisis.</p>
<p><span>posted by David Hotary P</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2005/11/80-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KRISIS .. KRISIS .. KRISIS</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2005/11/171/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2005/11/171/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2005 14:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdom.wordpress.com/2005/11/09/171/</guid>
		<description><![CDATA[FAMILY ALTAR &#8211; SALENDRO 1SELASA 8 NOVEMBER 2005 KRISIS .. KRISIS .. KRISISAllah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Mazmur 46:2 Krisis ? krisis ? krisis, itu yang telah dan sedang terjadi di dalam kehidupan kita. Kita tidak pernah mengetahui kapan sebuah krisis terjadi di dalam kehidupan kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FAMILY ALTAR &#8211; SALENDRO 1<br />SELASA 8 NOVEMBER 2005</p>
<p>KRISIS .. KRISIS .. KRISIS<br />Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. <br />Mazmur 46:2</p>
<p>Krisis ? krisis ? krisis, itu yang telah dan sedang terjadi di dalam kehidupan kita. Kita tidak pernah mengetahui kapan sebuah krisis terjadi di dalam kehidupan kita. Namun tidak seorangpun dapat menghindar dari krisis. Bagaimanapun kita mempersiapakan diri kita di dalam menghadapi hidup ini, kita akan tetap menghadapi krisis. Bahkan ada sebuah perkataan yang mengatakan demikian, ? Kalau anda sedang tidak menghadapi krisis, anda akan menghadapi krisis.? Krisis adalah normal di dalam kehidupan, sesuatu yang sangat wajar dialami oleh manusia, dan tidak seorang pun dapat menghindar dari krisis.</p>
<p>Krisis dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Bisa terjadi karena ada perubahan di dalam pola kehidupan kita, atau bisa juga karena adanya konflik di dalam keluarga, tekanan-tekanan di dalam kehidupan sosial, dan banyak lagi. Satu hal yang pasti krisis memaksa kita keluar dari ?comfort zone? kita. </p>
<p>Beberapa sikap dalam menhgadapi krisis :<br />1.	Sikap Negatif :<br />Krisis yang berkelanjutan biasanya menyebabkan kita ingin menyerah. Tekanan yang bertubi-tubi, permasalahan-permasalahan yang muncul atau kerumitan masalah yang dihadapi kita seringkali menggoda kita untuk menyerah dan lari dari permasalahan tersebut. Menyerah dan berhenti di saat menghadapi krisis adalah keputusan yang paling merugikan. <br />Sikap negatif lain adalah mengeluh, mencari kambing hitam dan mempersalahkan orang lain atau melemparkan beban tersebut kepada orang lain. Amsal 10:19 <img src='http://todayswisdoms.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> i dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.   <br />2.	Sikap Positif :<br />Sikap  positif di dalam krisis adalah dengan menghadapinya dan tetap memiliki pikiran yang optimistis. Berani untuk menghadapi krisis dan tetap memiliki iman dalam menghadapi permasalahan akan membuat kita kuat. Pikiran yang optimis juga membantu kita untuk tetap kuat di dalam iman dan pengharapan, apalagi Firman Tuhan menjamin bahwa dalam setiap pencobaan yang datang, sesungguhnya Ia telah sediakan jalan keluar. ( 1 Korintus 10:13 )  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. <br />Intinya adalah kalau kita menghadapi krisis dengan kacamata Tuhan, kita tidak akan bingung atau tertekan, namun di saat kita menggunakan kacamata manusia, maka kita akan melihat semua pemasalahan dengan keterbatasan kekuatan manusia dan kita akan menjadi tertekan.<br />Walaupun tidak nyaman bagi kita, Tuhan memiliki tujuan lewat krisis-krisis yang kita alami. TujuanNya yang terutama adalah untuk memaksimalkan potensi kita. Di dalam comfort zone kita cenderung akan terlena, namun di saat menghadapi krisis, mau tidak mau kita harus bergumul dengan Tuhan, mengerahkan segala upaya kita untuk melakukan apa yang Ia mau. Lewat krisis Tuhan melatih kita, membuat kita cakap dan terlatih untuk Tuhan pakai sebagai alat kemuliaanNya di waktu yang akan datang. </p>
<p>PENUTUP<br />Tuhan memberikan kepada kita tanggung jawab untuk menguasai diri dalam masa-masa krisis, yaitu dengan cara yang sesuai dengan Firman dan karakterNya. Ada perkataan bijak yang mengatakan : ?Pemenang-pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, namun mereka yang tidak pernah menyerah.? Kekuatan yang membuat kita bisa tahan dan menang dalam menghadapi krisis adalah percaya kepada Tuhan yang tempat perlindungan dan naungan kita. Dengan iman kita percaya bahwa Tuhan adalah sang penolong di dalam krisis.</p>
<p><span>posted by David Hotary P</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2005/11/171/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

