<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Kesaksian</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/kesaksian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kesaksian Tangan Yang Putus Tersambung Kembali</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/07/kesaksian-tangan-yang-putus-tersambung-kembali/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/07/kesaksian-tangan-yang-putus-tersambung-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 04:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gratisan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kesaksian bagaimana Tuhan menyambungkan kembali tangan yang terputus. Luar biasa Tuhan kita !!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kesaksian bagaimana Tuhan menyambungkan kembali tangan yang terputus.<br />
Luar biasa Tuhan kita !! </p>
<p><object width="340" height="285"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TJuXI5pF5nQ&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/TJuXI5pF5nQ&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="340" height="285"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/07/kesaksian-tangan-yang-putus-tersambung-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KANKER STADIUM EMPAT SEMBUH TOTAL TANPA OPERASI</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 13:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Sembuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/</guid>
		<description><![CDATA[Nama Saya Ginny Awuy. Saya bekerja sebagai HRD di Rimo Department Store. Saya tinggal bersama anak saya, Steve, karena sudah lama suami saya meninggalkan kami berdua bersama WIL-nya (wanita idaman lain). Tahun 1996, secara tidak sengaja ketika meraba bagian payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah. Karena saya banyak membaca perihal tentang kanker [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="337" alt="Pray" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/05/pray.jpg" width="225" align="left" />Nama Saya Ginny Awuy. Saya bekerja sebagai HRD di Rimo Department<br />
Store. Saya tinggal bersama anak saya, Steve, karena sudah lama<br />
suami saya meninggalkan kami berdua bersama WIL-nya (wanita idaman<br />
lain). Tahun 1996, secara tidak sengaja ketika meraba bagian<br />
payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah.<br />
<span id="more-446"></span>Karena saya banyak membaca perihal tentang kanker payudara, saya pun<br />
menaruh curiga atas gejala ini, sekalipun kekhawatiran itu belum<br />
terlalu menyergap perasaan saya. Waktu terus berlalu, benjolan itu<br />
tidak juga kempes, malah sebaliknya, semakin membesar menjadi<br />
seukuran bola bekel. Tentu saja melihat gejala ini saya semakin<br />
khawatir. Mulailah saya mengambil waktu khusus di rumah selama 1<br />
jam setiap hari untuk berdoa.</p>
<p>Benjolan di payudara saya semakin membesar. Bahkan, benjolan itu<br />
semakin banyak, ada yang besar ada yang kecil, pokoknya tidak<br />
beraturan, menyebar membentuk seperti kembang kol. Selain itu,<br />
kanker ini ternyata cukup memengaruhi stamina saya. Untuk berjalan<br />
dari tempat parkir ke toko, atau dari satu lantai ke lantai<br />
berikutnya, rasanya capai sekali; seperti habis lari jauh. Saya<br />
sendiri, karena takut diketahui orang lain, kalau sudah tak kuat<br />
jalan, saya hanya terdiam mencari sandaran sambil pura-pura melihat<br />
ke bawah. Keadaan ini terus memburuk, tapi saya tidak putus asa.<br />
Saya tetap berdoa dan bekerja walau stamina saya semakin merosot.</p>
<p>Sudah setahun penderitaan mendera, tapi tidak seorang pun yang saya<br />
beritahu. Steve pun tidak, sebab saya khawatir kalau dia sampai<br />
tahu, studinya akan terganggu. Maklumlah, kuliah Steve sudah berada<br />
di semester akhir. Selain itu, alasan mengapa saya tidak<br />
menceritakan penyakit saya ini kepada orang lain karena solusinya<br />
pastilah dokter &#8212; operasi. Padahal untuk operasi jelas kondisi<br />
keuangan saya sangat tidak memungkinkan. Tabungan saya hanya 2,5<br />
juta. Uang sejumlah ini rencananya untuk membayar biaya kuliah dan<br />
wisuda Steve. Karena menyadari situasinya seperti ini, kepada Tuhan<br />
pun saya sepertinya mendesak, &#8220;Tuhan, pokoknya Tuhan harus sembuhkan<br />
saya tanpa operasi!&#8221;</p>
<p>Pertengahan Desember 1997, ketika akan pulang kerja, tempat parkir<br />
ramai sekali. Karena saya mengendarai mobil sendiri, maka cukup<br />
banyak tenaga yang harus saya keluarkan untuk menggerakkan<br />
persneling. Sampai di rumah, karena saya merasa di bagian payudara<br />
yang sakit ada cairan, saya segera masuk kamar dan membuka baju.<br />
Betapa kagetnya, ternyata cairan yang keluar itu darah. Waktu itu<br />
pukul 20.00 WIB. Steve ada di rumah. Karena saya takut ia tahu, maka<br />
saya segera masuk kamar mandi. Betapa semakin terkejutnya saya<br />
karena darah langsung menyembur melalui tiga lubang yang ada di<br />
payudara saya. Darah mancur begitu derasnya. Rasanya sakit sekali,<br />
tapi saya tidak berani berteriak. Saya hanya berdoa dengan kata-kata<br />
yang diulang-ulang, &#8220;Darah Yesus, hentikan pendarahan saya!&#8221; Saya<br />
khawatir kalau pendarahan itu tidak berhenti hingga membuat saya<br />
pingsan, pasti situasi jadi kacau. Karena saya cukup lama di kamar<br />
mandi, Steve pun mulai curiga. Dari luar ia menyapa, &#8220;Ma, kok lama<br />
amat sih, di kamar mandi?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebentar,&#8221; jawab saya.</p>
<p>Waktu Steve memanggil, darah mulai berhenti, tinggal menetes-netes<br />
saja. Sambil tetap duduk, saya arahkan &#8220;shower&#8221; ke tembok yang penuh<br />
darah dengan harapan Steve tidak curiga dengan apa yang terjadi.<br />
Karena saya lemas dan tidak kuat berdiri, saya minta tolong kepada<br />
Steve untuk membuatkan teh manis. Dalam tempo yang tidak terlalu<br />
lama, Steve sudah menyiapkan teh manis dan segera mengetuk pintu<br />
kamar mandi. Ketika pintu saya buka, Steve nampak kaget melihat<br />
bercak-bercak darah yang menempel di tembok. Setelah menutup pintu,<br />
karena takut banyak gerak dan khawatir darah keluar lagi, maka saya<br />
cepat duduk. Teh langsung saya minum dan hal ini membuat tubuh saya<br />
sedikit lebih segar. Saya lalu pakai kimono dan berusaha sedapat<br />
mungkin untuk membuat kain kimono itu tidak menempel di payudara.<br />
Saya pelan-pelan keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di<br />
tempat tidur. Di pembaringan ini, sekalipun tidak banyak, darah<br />
kembali keluar. Steve duduk di pinggir tempat tidur dengan wajah<br />
yang sangat sedih sambil mengamati tangan saya mengelap darah yang<br />
keluar dengan tissue. Saya lalu bercerita pada Steve secara<br />
kronologis tentang penyakit saya.</p>
<p>Kira-kira pukul 02.00 dini hari, rasa sakit itu kambuh lagi. Padahal<br />
sebelumnya saya sudah minum Ponstan 4 dan Beralgin 2. Sakit itu<br />
begitu luar biasa, sampai-sampai untuk menahan sakit, sprei tempat<br />
tidur saya yang dijepit peniti, saya tarik hingga robek. Karena<br />
sakitnya tidak tertahankan, saya memanggil Steve, &#8220;Steve, ayo ke<br />
sini, Mama sudah nggak tahan. Ayo kita berdoa karena Mama merasa<br />
sakit sekali.&#8221; Waktu itu saya merintih, &#8220;Tuhan tolong, saya sudah<br />
tak kuat lagi. Saya sudah tak sanggup lagi.&#8221;</p>
<p>Sungguh ajaib, selesai berdoa, sakit itu langsung reda. Ketika saya<br />
jatuh sakit, sambil menyelesaikan tugas akhirnya, Steve sudah<br />
bekerja di sebuah kantor. Mungkin karena bingung bagaimana mengatur<br />
studi, kerja, dan tanggung jawab untuk merawat saya, usai berdoa<br />
Steve nampak bingung. Untuk memecahkan kebekuan ini, saya bilang,<br />
&#8220;Steve kamu besok tetap saja kuliah dan bekerja. Yang penting<br />
&#8216;handphone&#8217; kamu nyalakan terus. Nanti kalau ada apa-apa, Mama akan<br />
hubungi.&#8221; Steve pun setuju.</p>
<p>Besoknya Steve berangkat kerja seperti biasa. Setelah Steve pergi,<br />
saya telepon adik saya, Endang, yang bekerja sebagai suster di RS<br />
Fatmawati. Saya menceritakan semua yang telah saya alami, termasuk<br />
kapan kanker itu mulai saya temukan hingga pecah secara mengerikan<br />
semalam. Hari itu juga saya dibawa ke RS Fatmawati. Sementara itu,<br />
Endang menghubungi adik saya yang lain yang ada di Bandung, orang<br />
tua saya yang di Amerika, termasuk bos saya di kantor. Setelah<br />
mereka tahu, keluarga, orang di kantor, semua panik. Mereka terkejut<br />
dan menyatakan rasa herannya karena baru mengetahui penyakit saya.<br />
Tiba di rumah sakit, saya langsung dibawa ke UGD. Usai diperiksa,<br />
hari itu juga saya diopname. Selama dirawat ini, saya selalu<br />
mendengarkan lagu-lagu rohani, membaca buku-buku rohani, dan saya<br />
merasa dikuatkan saat membaca buku &#8220;Mukjizat Terjadi Bila Anda<br />
Berdoa&#8221;. Di RS, saya dibiobsi dan menggunakan kursi roda karena<br />
kondisi saya sangat lemah. Luka di payudara saya sangat besar dan<br />
sering mengeluarkan darah. Karena keadaannya seperti ini, yang bisa<br />
mengganti kasa yang melekat di luka saya hanya Endang. Suster lain<br />
sudah gemetaran lebih dulu sehingga saya tak yakin kalau dia bakal<br />
berhasil.</p>
<p>Selesai Berdoa Ada Aliran Hangat Di Dada</p>
<p>Setelah dirawat beberapa hari, kondisi saya tak juga membaik. Bahkan<br />
dokter mengatakan pada adik saya, bahwa percuma saja saya dioperasi<br />
sebab menurut hasil pemeriksaan, kanker sudah menjalar ke tulang dan<br />
paru-paru, hanya bagian paru-paru kanan saja yang belum kena. Karena<br />
kondisinya demikian, maka perawatan yang diberikan hanya sekadar<br />
untuk memperbaiki gizi saya. Waktu itu dokter sudah memperkirakan<br />
bahwa kondisi saya akan menurun, menurun, dan meninggal. Kepada adik<br />
saya dokter juga bilang, &#8220;Tinggal menunggu harinya saja karena itu<br />
senangkanlah hati kakak kamu.&#8221;</p>
<p>Hari itu hari Sabtu. Seperti biasa, sambil menunggu jadwal visitasi<br />
dokter, saya terus mendengarkan lagu-lagu rohani dan membaca buku.<br />
Suatu kali, di buku yang saya baca, dikisahkan ada seorang Bapak<br />
yang sembuh dari sakit jantung selepas berdoa minta jantung yang<br />
baru kepada Tuhan. Pengalaman Bapak ini kemudian saya adopsi. Sebab,<br />
keadaan yang dialami si Bapak mirip benar dengan apa yang saya<br />
alami. Saya kemudian membaca Alkitab dan mulai berdoa, &#8220;Tuhan, saya<br />
tahu artinya kanker. Namun Tuhan, saya tahu juga bahwa Tuhan sanggup<br />
sembuhkan saya. Tuhan, gantilah semua organ tubuh saya yang rusak<br />
dengan organ yang baru. Demi nama Tuhan Yesus Kristus, saya sudah<br />
disembuhkan!&#8221; Begitu saya mengucapkan &#8220;amin&#8221;, saya yakin benar bahwa<br />
Tuhan sudah sembuhkan saya 100 persen. Walau benjolan masih ada dan<br />
luka masih menganga, saya yakin Tuhan telah menjawab doa saya.<br />
Tiba-tiba saya merasa di bagian dada saya ada getaran hangat yang<br />
mengalir. Saya gemetaran dan saya langsung menangis tersedu-sedu.<br />
Saya sudah tidak malu lagi menangis di hadapan orang lain. Seketika<br />
itu juga saya mengatakan, &#8220;Terima kasih Yesus. Terima kasih Tuhan<br />
sebab Engkau sudah jawab doa saya.&#8221;</p>
<p>Pukul 09.00, dokter yang memeriksa saya tiba. Pukul 11.00, dengan<br />
memakai kursi roda, saya dites lagi di USG. Setelah beberapa hari<br />
kemudian, hasil pemeriksanaan keluar dan dinyatakan: tidak ditemukan<br />
lagi kanker di tubuh saya! Mungkin karena tidak percaya, saya<br />
diperiksa lagi secara lebih teliti. Saya menjalani USG termasuk di<br />
bagian perut saya dan hasilnya bagus. Lalu dilakukan &#8220;bone scanning&#8221;<br />
dari ujung kaki sampai kepala dan hasilnya di luar dugaan: tak ada<br />
kanker lagi di tubuh saya. Dokter tidak percaya, lalu dilakukan<br />
&#8220;scanning&#8221; ulang dengan alat yang lebih canggih dan hasilnya tetap<br />
sama. Berita ini kemudian saya sampaikan kepada teman saya, Silvia.</p>
<p>Silvia adalah salah satu dari banyak orang yang sangat setia<br />
membesuk saya, membantu, dan juga menceritakan keadaan saya kepada<br />
orang lain. &#8220;Astra,&#8221; demikian ujar Silvia dengan menyebut nama<br />
panggilan saya waktu kecil, &#8220;ini sungguh karya Tuhan Yesus. Tuhan<br />
Yesus sungguh luar biasa!&#8221; Ketika saya memberitahukan hal ini kepada<br />
bos saya dan istrinya, mereka juga mengatakan hal yang senada, &#8220;Wah,<br />
ini benar-benar pekerjaan Tuhan. Sungguh hebat, luar biasa!&#8221;<br />
Teman-teman lain yang mendengar berita ini semuanya bersyukur dan<br />
terharu.</p>
<p>Setelah dokter yakin benar bahwa kanker itu sudah tidak ada lagi,<br />
saya tinggal menjalani penyinaran sebanyak tiga puluh kali. Akhirnya<br />
saya diizinkan meninggalkan RS setelah dirawat selama kurang lebih<br />
sebulan. Yang tak kalah menakjubkannya, sekalipun saya dirawat di<br />
kamar ber-AC dengan biaya yang tentunya tak sedikit, ternyata Tuhan<br />
secara ajaib juga telah menyediakan biayanya. Keluar dari RS, dokter<br />
tetap menyarankan agar saya menjalani kemoterapi dan minum obat<br />
kanker seumur hidup. Anjuran dokter ini saya lakukan hingga kurang<br />
lebih 8 bulan lamanya. Suatu ketika, pada bulan Agustus 1988, saya<br />
diajak Silvia, untuk mengikuti KKR Kesembuhan Ilahi yang diadakan di<br />
Gedung Menara Era, Senen, Jakarta Pusat. Waktu itu pembicara KKR<br />
mengatakan, &#8220;Mengapa Tuhan tidak bekerja secara luar biasa?<br />
Jawabnya, karena pikiran kita selalu meragukan pekerjaan Tuhan.<br />
Karena itu, bila kita ingin mendapatkan kesembuhan ilahi, kita harus<br />
percaya, kita harus beriman 100 persen bahwa Tuhan sanggup<br />
menyembuhkan.&#8221;</p>
<p>Setelah khotbah usai, dalam sesi tantangan, akhirnya saya berdoa dan<br />
mengambil keputusan: &#8220;Sejak malam ini saya tidak akan lagi minum<br />
obat kanker dan saya tidak mau dikemoterapi. Tuhan, terima kasih,<br />
Engkau sudah menyembuhkan saya secara total. Amin.&#8221; Malam itu bagi<br />
saya menjadi malam bersejarah kedua atas penyakit kanker saya. Saya<br />
mengimani bahwa Tuhan Yesus sudah melakukan mukjizat penyembuhan<br />
atas kanker saya secara sempurna. Dan benar, sejak saat itu,<br />
sekalipun saya tidak minum obat kanker dan tidak menjalani<br />
kemoterapi, tapi sakit saya tak pernah kambuh alias 100 persen<br />
sembuh total hingga sekarang.</p>
<p>Diambil dan disunting seperlunya dari:<br />
Judul buku: 10 Mukjizat yang Terjadi pada Orang Biasa<br />
Penulis: Ginny Awuy<br />
Penerbit: CBN Indonesia, Jakarta 2001<br />
Halaman: 17 &#8212; 25</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/05/kanker-stadium-empat-sembuh-total-tanpa-operasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Son of Hamas Leader Turns Back on Islam and Embraces Christianity &#8212; Terjemahan Versi Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/09/son-of-hamas-leader-turns-back-on-islam-and-embraces-christianity-terjemahan-versi-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/09/son-of-hamas-leader-turns-back-on-islam-and-embraces-christianity-terjemahan-versi-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 12:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[bertobat]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/09/son-of-hamas-leader-turns-back-on-islam-and-embraces-christianity-terjemahan-versi-bahasa-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Mosab Hassan Yousef adalah seorang anak muda yang luar biasa dengan kisah hidup yang luar biasa pula. Dia adalah putera seorang pemimpin yang paling berpengaruh dlm organisasi militan Hamas di Tepi Barat dan tumbuh di dalam sebuah keluarga Islam yang taat. Kini, pd usia 30 thn, ia menghadiri gereja evangelis Kristen di Barabbas Road, San [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="168" alt="anak pemimpin hamas" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/09/anak-pemimpin-hamas-1.jpg" width="225" align="left" />Mosab Hassan Yousef adalah seorang anak muda yang luar biasa dengan kisah hidup yang luar biasa pula. Dia adalah putera seorang pemimpin yang paling berpengaruh dlm organisasi militan Hamas di Tepi Barat dan tumbuh di dalam sebuah keluarga Islam yang taat.</p>
<p><span id="more-296"></span></p>
<p>Kini, pd usia 30 thn, ia menghadiri gereja evangelis Kristen di Barabbas<br />
Road, San Diego, Calif. Ia murtad dari Islam, meninggalkan keluarganya di Ramallah dan sedang mencari suaka di AS.</p>
<p>Cerita hidupnya sungguh menakjubkan. Dibawah ini cuplikan wawancara eksklusif dgn FOX News dimana ia bercerita bgm seorang Muslim Tepi Barat menjadi Kristen West Coast (Pantai Barat AS).</p>
<p>JONATHAN HUNT: Mengapa, setelah 25 thn, anda berubah ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Saya percaya bahwa semua tembok yg didirikan Islam selama 1.400 thn terakhir ini tidak lagi eksis. Mereka (Muslim) tidak mengakui ini. Mereka mendirikan tembok2 ini dan membiarkan orang bodoh karena mereka takut. Mereka tidak ingin orang membahas apapun ttg realitas Islam, ttg pertanyaan2 penting ttg Islam dan mereka meminta kepada pengikut2 mereka, &#8216;Jangan tanya ttg hal2 tertentu itu.&#8217;</p>
<p>Tapi kini, orang memiliki media. Jika seorang ayah mengurung puterinya dirumah, puterinya akan duduk dibelakang komputernya dan melancong keseluruh pelosok dunia. Jadi, orang bisa mendapatkan informasi, pengetahun, searching engines, shg sangat sangat mudah bagi siapapun utk mempelajari Islam, dll agama. Tidak dari sudut pandang Islam, namun dari sudut pandang lain. Jadi dlm 25 thn nanti, ini jelas akan membawa perubahan besar dlm dunia Arab &amp; Muslim.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Anda berbicara dari sebuah perspektif unik, sbg lelaki yg tidak saja dibesarkan dlm keluarga Islam tetapi sbg bagian dari organisasi yg dianggap sbg kekuatan ekstrim dlm Islam: Hamas. Apakah realitas Islam? Kau mengatakan orang tidak melihat realitasnya; Apa realitas Islam?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Ada dua fakta yg tidak dimengerti Muslim &#8230; Saya perkirakan, lebih dari 95% Muslim tidak mengerti agama mereka sendiri. Islam muncul dlm bahasa yg jauh lebih keras daripada bahasa yg digunakan Muslim sekarang, shg mereka tidak mengerti (bahasa Islam yg sebenarnya) &#8230; mereka hanya menggantungkan diri kpd para ulama utk mendapatkan pengetahuan mereka ttg agama ini.</p>
<p>Kedua, mereka tidak mengerti apapun ttg agama2 lain. Masy2 Kristen yg hidup sbg minoritas dlm sebuah mayoritas Muslim lebih memilih utk tidak berbicara ttg Yesus Kristus karena itu terlalu BAHAYA bagi mereka.</p>
<p>Jadi, semua pandangan Muslim ttg agama2 lain dibumi ini hanya datang dari perspektif Islam. Nah, realitas ini yg tidak dimengerti kebanyakan orang.</p>
<p>JIka orang, jika Muslim, mulai mengerti agama mereka — terutama, agama mereka — dan melihat kandungannya yg mengerikan itu, mereka akan mulai mengerti bgm ini semua bisa terjadi &#8230;karena kebanyakan ulama hanya berfokus pada hal2 tertentu dari Islam. Ini karena mereka terlalu maluutk membahas hal2 diluar itu.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Contohnya ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Spt istri2 Muhammad, misalnya. Kau tidak akan pernah mendengar kotbah di mesjid ttg istri2 Muhammad, yg kemungkinan lebih dari 50 — walau tidak ada satupun orang yg mengetahuinya, by the way. Tanyakan sendiri kpd mayoritas Muslim, dan mereka tidak tahu menahu ttg fakta ini.</p>
<p>Jadi, mereka MALU membahas ini, jadi mereka cuma berbicara ttg kejayaan Islam, kemenangan2 yg dicapai Muhammad. Tapi, begitu orang memandang diri sendiri, mereka akan melihat bahwa mereka sebenarnya<br />
kalah. Mereka b o d o h, tidak dididik, tidak mampu memimpin dunia spt yg mereka harapkan. Oleh karena itu mereka ingin kembali kpd masa jaya itu dgn melakukan apa yg dilakukan Muhammad, tidak peduli bahwa hal itu terjadi 1.400 thn lalu dan tidak akan terulang lagi.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Apakah mereka ingin menghancurkan agama Kristen ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Islam memang sudah menghancurkan agama Kristen dari permulaan dan Muslim tidak mengakui bahwa mereka menusuk hati Kristen dgn mengatakan bahwa Yesus tidak mati di salib. Muslim menganggap bahwa ini caranya menghormatinya (nabi Isa).</p>
<p>[...]</p>
<p>Ini yg dilakukan Muslim. Mereka tidak mengerti bahwa ini bagian yg paling penting dari agama Kristen : salib !</p>
<p>Jadi, mereka berpandangan sempit, mereka tidak tahu apa yg mereka lakukan, dan inilah asal usul segala ide jahat dibelakang agama yg bernama Islam ini.</p>
<p>JONATHAN HUNT: APa peristiwa khusus yg memulai merubah pendapat anda ttg Islam ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Sejak kecil saya sudah memiliki sejumlah pertanyaan sulit, bahkan keluarga saya sering mencela saya, &#8216;Kau memang anak keras kepala dan kami sulit menjawab pertanyaan2mu. Mengapa sih kau nanya2 melulu ?&#8217; Jadi, inilah permulaannya.</p>
<p>Namun saya merasa bahwa semuanya — dan ayah saya adalah contoh bagus bagi saya karena ia memang orang jujur dan bersahaja, sangat baik terhdp ibu saya dan terhdp kami, dan membesarkan kami dgn prinsip2 pengampunan. Nah, oleh karena itu saya menyangka semua orang Islam spt ini.</p>
<p>Ketika saya berusia 18 thn, dan saya ditahan orang Israel dan mendekam di sebuah penjara Israel. Tapi disana Hamas memiliki kontrol atas anggota2 mereka didalamnya dan saya melihat Hamas menyiksa orang2 dgn sangat-sangat parah.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Maksudmu, anggota Hamas saling menyiksa sesama anggota ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Pemimpin2 Hamas ! Pemimpin2 Hamas yg kita kini saksikan di TV now, dan pemimpin2 besar, bertanggung jawab atas penyiksaan terhdp anggota2 mereka sendir. Mereka tidak menyiksa saya, tapi ini tetap sebuah shock bagi saya, melihat mereka menyiksa sesama anggota mereka : menusuk kuku2 dgn jarum, membakar tubuh2 mereka, dan juga banyak yg dibunuh.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Tapi mengapa mereka membunuh orang2 mereka sendiri ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Karena curiga bahwa mereka (korban2 mereka itu) telah bekerja sama dgn pihak Israel dan bekerjasama dgn penjajah2 Israel melawan Hamas &#8230; Jadi ratusan orang jadi korban. Saya menyaksikan penyiksaan ini selama<br />
setahun. Nah, itulah titik perubahan paling besar dlm hidup saya. Saya mulai membuka mata saya. Tapi saya masih merasa bahwa ada Muslim baik dan ada Muslim jahat. Muslim2 baik, spt ayah saya, dan Muslim2 buruk spt orang2 Hamas ini yg menyiksa rekan2 mereka sendiri.</p>
<p>Nah, itulah permulaan mata saya terbuka lebar.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Anda berbicara ttg Muslim2 baik, spt ayah anda, tetapi tetap saja anda meninggalkan agama ayah anda. Bukankah kau bisa saja menjadi Muslim baik spt ayah anda ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Nah, ini nih realitasnya : saya mendalami agama Kristen — yg tadinya saya salah mengerti total, karena saya mempelajarinya dari sudut Islam, padahal tidak ada satupun yg benar ttg Kristen kalau dipelajari dari sudut Islam.</p>
<p>Ketika saya mendalami Injil dng perlahan-lah, ayat demi ayat, saya memastikan dulu bahwa ini buku Tuhan, pernyataan Tuhan, shg saya mulai memandang Injil dgn cara berbeda. Tidak mudah bagi saya utk mengatakan bahwa Islam adalah salah.</p>
<p>Islam adalah ayah saya. Saya dibesarkan utk satu ayah — 22 thn utk ayah itu — dan seorang ayah lain datang kpd saya dan mengatakan, &#8216;Maaf, SAYAlah ayahmu.&#8217; Dan saya tersentak, &#8216;Apa maksudmu ? Saya punya ayah saya sendiri, dan dia adalah Islam!&#8217; Dan lalu ayah agama Kristen mengatakan kpd saya, &#8216;Tidak, sayalah ayahmu. Saya berada dlm penjara, dan ini (Islam) bukan ayahmu.&#8217;</p>
<p>Nah, itulah yg terjadi. Tidak mudah utk percaya bahwa (Islam) bukan ayahmu lagi. Jadi saya harus mendalami Islam sekali lagi dari sudut pandang lain utk menyadari kesemua kesalahan, kesalahan2 besar dan dampaknya, tidak hanya terhdp Muslim — yg nilai2nya saya benci &#8230; saya tidak suka tradisi manapun yg hanya menyulitkan kehidupan orang<br />
— tapi juga dampaknya bagi umat manusia. Pada umat manusia ! Manusia saling membunuh dlm nama Tuhan.</p>
<p>Nah, mulailah saya dgn pasti menyimpulkan bahwa problemnya adalah Islam, bukan Muslim — saya tidak dapat membenci Muslim karena Tuhan mencintai mereka dari permulaan. Dan Tuhan tidak menciptakan sampah. Tuhan menciptakan orang2 baik yg dicintaiNya, tapi Muslim adalah orang2 SAKIT (sick), mereka memiliki pemikiran berbeda. Saya tidak lagi membenci mereka tapi saya sangat sedih melihat mereka dam satu2nya cara bagi mereka adalah utk berubah adalah dgn mengenal siapa Tuhan dan mana jalan sebenarnya.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Apakah kau tidak khawatir bahwa pernyataan2 macam ini — dan mengingat latar belakangmu, pernyataan2mu akan sangat diperhatikan — akan meningkatkan kesulitan, kebencian antara Kristen dan Muslim di dunia saat ini ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Ini bisa terjadi kalau seseorang Kristen datang kpd Muslim dan berbicara ttg realitas Islam. Tapi Kristen memang sudah ditempatkan dlm daftar musuh mereka anyway, bahkan sebelum mereka membuka mulut ttg Islam. Jadi, jika kau pergi ke mereka sbg Kristen, Muslim akan langsung merasa tersinggung dan membencimu dan ini jelas akan meningkatkan jurang antara kedua agama — tetapi apa yg membuat orang spt saya bisa berubah ?</p>
<p>Beberapa tahun lalu, ketika saya disana, Tuhan membuka mata dan juga otak saya dan saya menjadi orang yg berubah total. Jadi sekarang, saya bisa melakukan kewajiban ini, kalian sbg Kristen bisa membantu saya melakukannya, tapi kalian mungkin tidak sanggup. Muslim kini tidak lagi memiliki alasan, sekarang.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Betapa sulitnya proses meninggalkan keluargamu dan rumahmu ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Ibarat mencabut kulit saya dari tulang2 saya, begitu kira2. Saya cinta keluarga saya, mereka cinta saya. Dan adik2 saya spt putera2 saya sendiri. Saya membesarkan mereka. Basically, ini keputusan terbesar dlm hidup saya.</p>
<p>Saya meninggalkan semuanya, tidak hanya keluarga saja. Jika kau memutuskan utk murtad dari Islam ke Kristen, tidak cukup utk mengatakan goodbye dan thank you. Tidak cukup. Kau juga membelakangi budaya, peradaban, tradisi, masyarakat, keluarga, agama, Tuhan — atau apa yg kusangka sbg tuhan selama bertahun2 ! Jadi, ini sangat complicated. Orang menyangka itu mudah, spt hal sepele. Kini di AS saya mendapatkan kebebasan saya and it&#8217;s great, tapi dilain pihak, tidak ada yg bisa mengganti famili &#8230; berat kehilangan family —</p>
<p>JONATHAN HUNT: Jadi, kau kehilangan keluargamua ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Keluarga saya terdidik dan ini juga sulit bagi mereka. Mereka meminta saya berkali2, khususnya selama dua hari pertama, utk menyembunyikan agama saya yg baru ini dan tidak mengumumkannya di media.</p>
<p>Tapi saya diwajibkan Tuhan utk mengumumkan namaNya dan memujaNya keseluruh dunia karena penghargaan bagi saya adalah bahwa IAakan melakukan hal yg sama bagi saya. Jadi, saya lakukan ini sbg sebuah kewajiban. Saya ingin tahu berapa orang yg bisa melakukan apa yg saya lakukan sekarang ini. Saya belum menemukan satu orangpun.</p>
<p>Saya harus kuatkan diri. Ini tantangan yg sangat besar. Ini keputusan yg sangat besar dlm hidup saya. Saya tidak main2. Saya tidak melakukan ini utk kebahagiaan dunia. Saya melakukannya utk satu alasan saya: saya percaya. Setiap hari orang menderita karena kepercayaan yg salah. Saya bisa membantu mengeluarkan mereka dari lingkaran tidak berkesudahan ini &#8230; lingkaran yg disediakan setan utk mereka.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Kau masih sempat berbicara dgn ayahmu ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak ada kesempatan utk berkomunikasi dgn ayah saya karena ia sekarang di penjara dan tidak ada telpon di penjara.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Apakah anggota keluargamu tidak bercerita kpdmu ttg reaksi ayahmu ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka memang mengunjunginya. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu bgm reaksinya, tapi saya yakin ia sangat sedih ttg keputusan saya ini. Tapi ia juga akan mengerti, karena ia tahu saya dan ia tahu saya bukan tipe orang yg mengambil keputusan secara enteng, tanpa kepercayaan kuat.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Apakah kau akan semakin menyulitkan posisinya diantara sesama anggota Hamas semakin sulit ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: JELAS ! Keluarga saya, termasuk ayah saya harus menanggung beban atas keputusan saya ini. Ini bukan keputusan mereka. Ini keputusan saya, tapi mereka tetap harus menanggung beban dan saya minta — saya berdoa bagi ayah, semua kakak dan adik2 saya digereja ini, selalu berdoa setiap kali bagi mereka — &#8216;Tuhan, bukalah mata mereka, pemikiran mereka, utk datang kpd Kristus. Dan berikan rahmatmu karena mereka juga harus menanggung salib ini dgn saya.&#8217;</p>
<p>JONATHAN HUNT: Ceritakan kami ttg Hamas dan cara kerjanya. Apakah Hamas sebuah organisasi Islam murni, shg dimatamu disitulah kesalahan mereka, ATAU ada hal2 lain dlm Hamas yg kau tidak sukai ? Atau kau menganggap Hamas sebuah organisasi baik ? Apa arti Hamas bagi dirimu ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Yah, dimanapun ada orang baik. Khan Tuhan memang menciptakan orang2 baik.</p>
<p>Saya kenal banyak orang yg mendukung Hamas tapi tidak pernah terlibat dlm serangan teroris, misalnya. Mereka hanya mengikuti Hamas karena cinta Tuhan dan mengira bahwa Hamas mewakili Tuhan. Mereka tidak tahu sama sekali, mereka tidak mengenal Tuhan yg sebenarnya dan mereka tidak pernah mendalami agama Kristen. Tapi Hamas, sbg wakil Islam, ini problema besar.</p>
<p>Problemnya bukan Hamas, bukan orangnya. Akar masalahnya adalah Islam itu sendiri sbg sebuah ide, sebuah ide. Hamas sbg sebuah organisasi, jelas, termasuk kepemimpinannya dan ayah saya, mereka bertanggung jawab atas semua kekerasan yg terjadi oleh organisasi itu. Saya tahu mereka menganggap diri sbg reaksi atas agresi Israel, tetapi tetap saja, mereka bagian darinya dan harus mengambil keputusan dlm operasi2 melawan Israel, termasuk membunuh banyak orang sipil.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel tidak bersalah dlm konflik ini ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Okupasi memang buruk. Tapi kami disini berbicara ttg ide. Israel memiliki HAK utk membela diri, tidak ada yg bisa membantah ini. Kadang mereka menggunakan terlalu banyak agresi terhdp penduduk. Kadang banyak penduduk tewas karena tentara2 Israel kurang bertanggung jawab, ttg bgm mereka memperlakukan orang di checkpoint2.</p>
<p>Pesan saya kpd tentara Israel: setidaknya perlakukan orang dgn cara pantas di checkpoint2. Tapi ini bukan masalah antar bangsa, tapi ttg ide2 salah pada kedua pihak dan satu2nya cara utk keluar dari lingkaran setan ini adalah utk mengenal prinsip2 yg dibawa Yesus ke bumi ini :<br />
grace, love, forgiveness. Tanpa ini, mereka tidak akan pernah maju ataupun mematahkan lingkaran tidka berkesudahan ini.</p>
<p>[...]</p>
<p>JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel akan pernah mengadakan perjanjian damai dng Hamas?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak mungkin. Ini spt api co-exist dgn air. Tidak mungkin. Hamas bisa main politik selama 10 thn, 15 thn; tapi tanya saja setiap pemimpin Hamas, &#8216;Okay, apa yg akan terjadi setelah itu ? Apakah kalian akan co-exist dgn Israel utk selama2nya ?&#8217; Jawabannya sudah pasti TIDAK &#8230; KECUALI mereka melakukan sesuatu yg melanggar Quran. Tapi itu sudah ideologi mereka dan mereka tidak akan beranjak darinya. Jadi, tidak mungkin. Ini bukan soal Israel, bukan soal Hamas: ini menyangkut kedua ideologi. Tidak mungkin.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Kau tidak takut dibunuh karena mengutarakan hal2<br />
macam ini — yg bahkan akan diridhoi oleh beberapa bagian Quran?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka harus membunuh pemikiran2 saya terlebih dahulu. Tapi pemikiran2 saya sudah beredar luas. Jadi, bgm mereka akan membunuh pemikiran saya ? Bgm mereka akan membunuh pendapat2 yg saya miliki ? &#8230; Mereka bisa bunuh tubuh saya, tapi tidak jiwa saya.</p>
<p>[...]</p>
<p>JONATHAN HUNT: Kau pernah diancam ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: No, not really. Jujur saja, banyak Muslim dan pemimpin Muslim di AS ini, di masy2 Eropa, mencoba mencari saya. Mereka menelpon keluarga saya, ibu saya utk mengetahui cara menghubungi saya. Mereka mengatakan kpd ibu saya, &#8216;Kami ingin membantunya.&#8217;</p>
<p>JONATHAN HUNT: Mereka percaya kau butuh bantuan ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Yeah, mereka pikir saya dimanipulasi oleh orang2 Kristen. Nah, disinilah mereka salah total. Saya sudah menjadi Kristen utk waktu lama dan tidak seorangpun tahu. Sudah selama beberapa tahun sekarang. Tapi sekarang saya baru mengumumkannya.</p>
<p>Mereka tahu saya berpendidikian dan mendalami Islam &amp; Christianity. Ketika saya mengambil keputusan, ini bukan saya kena jampi2 atau mencoba meyakinkan saya. Ini 100% keputusan saya seorang diri.</p>
<p>[...]</p>
<p>
JONATHAN HUNT: Apa pesanmu bagi Muslim2 yg mendengarmu saat ini ?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Pesan saya adalah, pertama2, bukalah pemikiran kalian. Mereka lahir dari keluarga2 Muslim — inilah bgm mereka masuk Islam &#8230; spt juga keluarga2 Kristen maupun Yahudi.</p>
<p>Jadi, saya ingin mereka membuka mata mereka, pemikiran mereka dan membayangkan diri mereka tidak lahir dlm keluarga Muslim. Utk apa Tuhan memberikan mereka otak ? Bukalah hati kalian. Baca Injil. Pelajarilah agamamu, Saya ingin membuka pintu gerbang bagi mereka. Saya ingin mereka bebas. Mereka pasti ingin hidup dgn baik di dunia dgn cara mengikuti Tuhan &#8211; dan mereka juga akan menemukan jaminan bagi hidup di akhirat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/09/son-of-hamas-leader-turns-back-on-islam-and-embraces-christianity-terjemahan-versi-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Pemimpin HAMAS bertobat! berita dari Fox News</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/09/anak-pemimpin-hamas-bertobat-berita-dari-fox-news/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/09/anak-pemimpin-hamas-bertobat-berita-dari-fox-news/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 12:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[bertobat]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/09/anak-pemimpin-hamas-bertobat-berita-dari-fox-news/</guid>
		<description><![CDATA[Son of Hamas Leader Turns Back on Islam and Embraces Christianity Tuesday , August 12, 2008 By Jonathan Hunt Mosab Hassan Yousef is an extraordinary young man with an extraordinary story. He was born the son of one of the most influential leaders of the militant Hamas organization in the West Bank and grew up [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="168" alt="anak pemimpin hamas" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/09/anak-pemimpin-hamas.jpg" width="225" align="left" />Son of Hamas Leader Turns Back on Islam and Embraces Christianity<br />
Tuesday , August 12, 2008</p>
<p>By Jonathan Hunt</p>
<p>
Mosab Hassan Yousef is an extraordinary young man with an extraordinary story. He was born the son of one of the most influential leaders of the militant Hamas organization in the West Bank and grew up in a strict Islamic family.</p>
<p>Now, at 30 years old, he attends an evangelical Christian church, Barabbas Road in San Diego, Calif. He renounced his Muslim faith, left his family behind in Ramallah and is seeking asylum in the United States.&lt;!&#8211;more&#8211;&gt;</p>
<p>The story of how his life unfolded is truly amazing, whether you agree or disagree with his views. Below is a transcript on an exclusive FOX News interview with Hassan as he tells firsthand how a West Bank Muslim became a West Coast Christian.</p>
<p>• Click <a href="http://www.foxnews.com/printer_friendly_story/0,3566,402483,00.html#" target="_blank">here</a> to view video of Mosab Hassan Yousef speaking out.</p>
<p>• Click <a href="http://www.foxnews.com/printer_friendly_story/0,3566,402483,00.html#" target="_blank">here</a> to view video &#8216;Renouncing Islam.&#8217;</p>
<p><span id="more-294"></span></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
JONATHAN HUNT: Why, after 25 years, did you change?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: I believe that all those walls that Islam built for the last 1,400 years are not existing (sic) anymore. They don&#8217;t recognize this. They built those walls and made people ignorant because they&#8217;re afraid. They didn&#8217;t want people to discuss anything about the reality of Islam, about the big questions of Islam and they asked their followers, the Muslims, &#8216;Don&#8217;t ask about those certain questions.&#8217;</p>
<p>But now, people have media. If the father closes the door for his daughter not to leave the house, she&#8217;s going to go behind her computer and travel the world. So people easily can get information, knowledge, searching (sic) engines, so it&#8217;s very, very available for everybody to study about Islam, about other religions. Not from the Islam point of view, but from other points of view.</p>
<p>So for the next 25 years this is for sure going to make huge change in the Muslim and the Arab world.</p>
<p>JONATHAN HUNT: You speak from a unique perspective, a man who grew up not just in an Islamic family but as part of an organization seen by many people around the world as an extreme force in Islam: Hamas. What is the reality of Islam? You say people don&#8217;t see the reality; What is the reality of Islam?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: There are two facts that Muslims don&#8217;t understand &#8230; I&#8217;d say about more than 95 percent of Muslims don&#8217;t understand their own religion. It came with a much stronger language than the language that they speak so they don&#8217;t understand it &#8230; they rely only on religious people to get their knowledge about this religion.</p>
<p>Second, they don&#8217;t understand anything about other religions. Christian communities live between Muslims and they&#8217;re minority and they (would) rather not to go speak out and tell people about Jesus because it&#8217;s dangerous for them.</p>
<p>So, all their ideas about other religions on earth are from Islamic perspectives. So those two realities, most people don&#8217;t understand.</p>
<p>If people, if Muslims, start to understand their religion — first of all, their religion — and see how awful stuff is in there, they&#8217;ll start to figure out, this can&#8217;t (be) &#8230; because most religious people focus on certain points of Islam. They have many points that they are very embarrassed to talk about.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Such as?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Such as Muhammad&#8217;s wives. You will never go to a mosque and hear about anyone talking about Muhammad&#8217;s wives, which is like more than 50 wives — and nobody knows (this), by the way. If you ask the majority of Muslims, they will not know this fact.</p>
<p>So they&#8217;re embarrassed to talk about this, but they talk about the glory of Islam, they talk about the victory, the victories that Muhammad made. So, when people just like look at themselves and see they&#8217;re defeated, they have ignorance, they&#8217;re not educated, they&#8217;re not leading the world as they&#8217;re expected to do. They’re think they want to get back to that victory by doing the same, what Muhammad did, but disregarding (sic) the timing. They forget that this happened 1,400 years ago and it&#8217;s not going to happen again.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Do they want to destroy Christianity?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Islam destroyed Christianity from the beginning and Muslims don&#8217;t recognize that they stabbed Christianity (in) its heart when they said that Jesus wasn&#8217;t killed on the cross. They think that they honor him in this way.</p>
<p>Basically, any Christians understand that this way, (but Muslims) tell Jesus, okay, we don&#8217;t care, you didn&#8217;t die for us. Someone sacrificed his life for you, (but) you tell him, okay, you didn&#8217;t do it!</p>
<p>This is what Muslims are doing basically. But they don&#8217;t understand that this is the most important part of Christianity: the cross!</p>
<p>So, they are ignorant, they don&#8217;t know what they are doing and it explains what an evil idea it is behind this Islam.</p>
<p>JONATHAN HUNT: What specific event or events began to change your mind about Islam?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Since I was a child I started to ask very difficult questions, even my family was telling me all the time, &#8216;You&#8217;re a very difficult person and we were having trouble answering your questions. Why are you asking so many questions?&#8217; This was from the beginning, to be honest with you.</p>
<p>But I felt that everybody — and my father was a good example for me because he was a very honest, humble person, very nice to my mother, to us, and raised us on the principle of forgiveness, okay? I thought that everybody in Islam was like this.</p>
<p>When I was 18 years old, and I was arrested by the Israelis and was in an Israeli jail under the Israeli administration, Hamas had control of its members inside the jail and I saw their torture; (they were) torturing people in a very, very bad way.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Hamas members torturing other Hamas members?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Hamas leaders! Hamas leaders that we see on TV now, and big leaders, responsible for torturing their own members. They didn&#8217;t torture me, but that was a shock for me, to see them torturing people: putting needles under their nails, burning their bodies. And they killed lots of them.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Why were they torturing people?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Because they suspected that they had relations with the Israelis and (were) co-operating with the Israeli occupation against Hamas &#8230; So hundreds of people were victims for this, and I was a witness for about a year for this torture. So that was a huge change in my life. I started to open my (eyes), but, the point (is) that I got that there are good Muslims and bad Muslims. Good Muslims, such as my father, and bad Muslims, like those Hamas members in the jail torturing people.</p>
<p>So that was the beginning of opening my eyes wide.</p>
<p>JONATHAN HUNT: You talk about the good Muslims, like your father, yet you still now renounce the faith of your father. Could you have not been a good Muslim?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Now, here&#8217;s the reality: after I studied Christianity — which I had a big misunderstanding about, because I studied about Christianity from Islam, which is, there is nothing true about Christianity when you study it from Islam, and that was the only source.</p>
<p>When I studied the Bible carefully verse by verse, I made sure that that was the book of God, the word of God for sure, so I started to see things in a different way, which was difficult for me, to say Islam is wrong.</p>
<p>Islam is my father. I grew up for (one) father — 22 years for that father — and another father came to me and told me, &#8216;I&#8217;m sorry, I&#8217;m your father.&#8217; And I was like, &#8216;What are you talking about? Like, I have my own father, and it&#8217;s Islam!&#8217; And the father of Christianity told me, &#8216;No, I&#8217;m your father. I was in jail, and this (Islam) is not your father.&#8217;</p>
<p>So basically this is what happened. It&#8217;s not easy to believe this (Islam) is not your father anymore. So I had to study Islam again from a different point of view to figure out all the mistakes, the huge mistakes and its effects, not only on Muslims — (of) which I hated the values &#8230; I didn&#8217;t like all those traditions that make people&#8217;s lives more difficult — but its effects also on humanity. On humanity! People killing each other (in) the name of God.</p>
<p>So definitely I started to figure out the problem is Islam, not the Muslims and those people — I can&#8217;t hate them because God loved them from the beginning. And God doesn&#8217;t create junk. God created good people that he loved, but they&#8217;re sick, they have the wrong idea. I don&#8217;t hate those people anymore but I feel very sorry for them and the only way for them to be changed (is) by knowing the word of God and the real way to him.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Does it worry you that in saying these things — and given your background and your words carrying extra weight — there is a danger that you will increase the difficulties, the hatred between Christians and Muslims in the world right now?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: This could happen if a Christian person will go talk to them about the reality of Islam. They put Christians on the enemy list anyway, before you talk to them about Islam. So if you go to them and tell them, as a Christian, they will be offended immediately and they will hate you and this will definitely increase the vacuum between both religions — but what made someone like me change?</p>
<p>Years ago, years ago, when I was there, God opened my eyes, my mind also, and I became a completely different person. So now, I can do this duty, while you as Christians can help me do it, but maybe you wouldn&#8217;t be able to. (Muslims) have no excuse now.</p>
<p>JONATHAN HUNT: How difficult a process has this been for you to effectively walk away from your family, leave your home behind? How difficult is that?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Taking your skin off your bones, that&#8217;s what happened. I love my family, they love me. And my little brothers, they’re like my sons. I raised them. Basically, it was the biggest decision in my life.</p>
<p>I left everything behind me, not only family. When you decide to convert to Christianity or any other religion from Islam, it&#8217;s not (enough) to just say goodbye and leave, you know? It&#8217;s not like that. You&#8217;re saying goodbye to culture, civilization, traditions, society, family, religion, God — what you thought was God for so many years! So it&#8217;s not easy. It&#8217;s very complicated. People think it&#8217;s that easy, like it doesn&#8217;t matter. Now I&#8217;m here in the U.S. and I got my freedom and it&#8217;s great, but at the same time, nothing is like family, you know. To lose your family —</p>
<p>JONATHAN HUNT: Have you lost your family?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: My family is educated and it was very difficult for them. They asked me many times, especially for the first two days, to keep my faith to myself and not go to the media and announce it.</p>
<p>But for me it was a duty from God to announce his name and praise him (around) the world because my reward is going to be that he&#8217;s going to do the same for me. So I did it, basically, as a duty. I (wonder) how many people can do what I can do today? I didn&#8217;t find any.</p>
<p>So, I had to be strong about that. That was very challenging. That was the most difficult decision in my life and I didn&#8217;t do it for fun. I didn&#8217;t do it for anything from this world. I did it only for one reason: I believed in it. People are suffering every day because of wrong ideas. I can help them get out of this endless circle &#8230; the track the devil (laid) for them.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Have you spoken to your father recently?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: There is no chance to communicate with my father because he&#8217;s in jail now and there is (sic) no phones in the jail to communicate with him.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Have other members of your family told you how he&#8217;s reacted?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: They&#8217;ve visited him from time to time. Till this moment, I don&#8217;t know his reaction exactly but I&#8217;m sure he&#8217;s very sad (over) a decision like this. But at the same time, he&#8217;s going to understand, because he knows me and he knows that I don&#8217;t make any decisions without (believing strongly in them).</p>
<p>JONATHAN HUNT: Is it making his life more difficult among fellow Hamas members?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Definitely. My family, including my father, had to carry this cross with me. It wasn&#8217;t their choice. It was my choice, but they had to carry this cross with me and I ask God — I pray for (my father), all my brothers and my sisters here in this church, praying all the time for them — &#8216;God, open their eyes, their minds, to come to Christ. And bless them because they had to carry this cross with me.&#8217;</p>
<p>JONATHAN HUNT: Tell me about Hamas and the way it works. Is Hamas a purely Islamic religious organization as you see it, and that&#8217;s where, in your eyes, its faults lie, or are there other parts of it which are a problem for you? Or is Hamas a good organization? What is Hamas to you?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: If we talk about people, there are good people everywhere. Everywhere. I mean, good people that God created.</p>
<p>Do they do their own things? Yes, they do their own things. I know people who support Hamas but they never got involved in terrorist attacks, for example &#8230; They follow Hamas because they love God and they think that Hamas represents God. They don’t have knowledge, they don&#8217;t know the real God and they never studied Christianity. But Hamas, as representative for Islam, it&#8217;s a big problem.</p>
<p>The problem is not Hamas, the problem is not people. The root of the problem is Islam itself as an idea, as an idea. And about Hamas as an organization, of course, the Hamas leadership, including my father, they&#8217;re responsible; they&#8217;re responsible for all the violence that happened from the organization. I know they describe it as reaction to Israeli aggression, but still, they are part of it and they had to make decisions in those operations against Israel, (for) which there was the killing of many civilians.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Do you believe Israel blameless in the conflict?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Occupation is bad. I can&#8217;t say Israel — I&#8217;m not against any nation. We can&#8217;t say Israelis, we can&#8217;t say Palestinians, we&#8217;re talking about ideas. Israel has the right to defend itself, nobody can (argue) against this. But sometimes they use (too much) aggression against civilians. Sometimes many civilians were killed because those soldiers weren&#8217;t responsible enough, how they treat people at the checkpoints.</p>
<p>My message even to the Israeli soldiers: at least treat people in a good way at the checkpoints. You don&#8217;t have to look really bad and it&#8217;s not about nations, it&#8217;s about just wrong ideas on both sides and the only way for two nations really to get out of the endless circle is to know the principles that Jesus brought to this earth: grace, love, forgiveness. Without this, they will never be able to move on, or break this endless circle.</p>
<p>JONATHAN HUNT: You&#8217;ve seen your father jailed, you&#8217;ve been in prison yourself. You&#8217;ve seen Hamas carry out acts of terror against Israelis, and yet you say everybody needs to rise above that?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Definitely. This is the only choice. Nobody has magic power to do something for the Middle East. No one. You can ask any politician here in the U.S., you can ask any Palestinian politician or Arab politician, Israeli leaders; no one, no one can do anything. Even if they believe in peace now: they&#8217;re part of the game.</p>
<p>They&#8217;re part of the trick. They can&#8217;t, even if you find a brave person, like Rabin, who was called by an Israeli to make peace with the Palestinians and give them a state, no one, even if you find a strong leader, they can&#8217;t do this. You can&#8217;t force an independent country to give another country independence. (Especially when) the other country wants to destroy it.</p>
<p>Everybody is hurt. Israeli soldiers, they lost their friends. Palestinians, they lost their children, their fathers. (There are) many people in prison still, and many people were killed. Thousands. So everybody will never forget this. If they want to keep looking to the past, they will never get out of this circle. The only way to start (is just by) moving on. They were born under the occupation as Palestinians.</p>
<p>The last two generations, it&#8217;s not their choice. The new generations from Israel — if we say disregarding the existence of Israel is right or wrong, what&#8217;s the guilt of those people who were born in Israel and they have no other country to go to? It&#8217;s their country now, that&#8217;s how they see it. And they are going to keep their resistance and defense against whomever. (They will) say, &#8216;Get out of this land!&#8217; So the only way is for both nations to start to understand the grace, love and forgiveness of God, to be able to get out of this.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Do you believe that Israel can ever strike a peace deal with Hamas?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: There is no chance. Is there any chance for fire to co-exist with the water? There is no chance. Hamas can play politics for 10 years, 15 years; but ask any one of Hamas&#8217; leaders, &#8216;Okay, what&#8217;s going to happen after that? Are you just going to live and co-exist with Israel forever?&#8217; The answer is going to be no &#8230; unless they want to do something against the Koran. But it&#8217;s their ideology and they can&#8217;t just say &#8216;We&#8217;re not going to do it.&#8217; So there is no chance. It&#8217;s not about Israel, it&#8217;s not about Hamas: it&#8217;s about both ideologies. There is no chance.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Aren&#8217;t you terrified that somebody is going to try to kill you for saying these things — which would be approved of according to parts of the Koran?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: They got to kill my ideas first, (and) that&#8217;s it, they&#8217;re already out. So how are they going to kill my idea? How are they going to kill the opinions that I have? &#8230; They can kill my body, but they can&#8217;t kill my soul.</p>
<p>JONATHAN HUNT: You&#8217;re not afraid?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: As a human, you know, I can be very brave now, I&#8217;m not thinking about it at this moment and I feel that God is on my side. But if this will be the challenge, I ask God to give me enough strength.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Have you been threatened?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: No, not really. Honestly, most Muslims and Muslim leaders here in the U.S. community, European communities, they are trying to get ahold of me. They are calling my famiily, my mother, and asking for my contacts. They are telling her, &#8216;We want to help him.&#8217;</p>
<p>JONATHAN HUNT: They think you need help?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Yeah, they think that Christians took advantage of me, and this is completely wrong. I&#8217;ve been a Christian for a long time before they knew, or anyone knew. I love Jesus, I followed him for many years now. It wasn&#8217;t a secret for most of the time, and this time I just did it to glorify the name of God and praise him.</p>
<p>They&#8217;re not dealing with a regular Muslim. They know that I&#8217;m educated, they know that I studied, they know that I studied Islam and Christianity. When I made my decision, I didn&#8217;t make it because someone did magic on me or convinced me. It was completely my decision.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Do you miss Ramallah?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: Definitely. You&#8217;ve been there and you know how a wonderful country (it is). Very, very beautiful. It&#8217;s a very small spot and it has everything — this is why people are fighting for that piece of land. I definitely miss Ramallah. Jereusalem. The Old City.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Do you believe you will ever be able to go back?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: I think I belong to that land, and sooner or later I&#8217;m going to go back, no matter what. If they want to kill me, they (will) do whatever they want to do. I have a family there, they love me, they completely support me now with my decisions. Maybe they don&#8217;t want me to talk to the media but they believe that I made a decision that I completely believe in. So they support me, so I love my family. I&#8217;m going to go back there again one day. I love my town.</p>
<p>JONATHAN HUNT: Do you think you&#8217;ll ever go back to a Middle East living in peace?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: There will be a 100-person peace when Jesus comes back, when he judges everybody. His kingdom&#8217;s going to be 1,000 years and it&#8217;s going to be completely peaceful and it&#8217;s going to be the kingdom of God.</p>
<p>JONATHAN HUNT: What is your basic message to any Muslim listening to this right now?</p>
<p>MOSAB HASSAN YOUSEF: My message to them is, first of all, to open their minds. They were born to Muslim families — this is how they got Islam and this is just like &#8230; any other religion, like growing up (in) a Christian family, or growing up (in) a Jewish family.</p>
<p>So my point is that I want those people to open their eyes, their minds, to start to understand and imagine that they weren&#8217;t born for a Muslim famiily. And use their minds.</p>
<p>Why did God give them minds? Open their hearts. Read the Bible. Study their religion. I want to open the gate for them, I want them to be free. They will find a good life on earth just by following God — and they&#8217;re also going to guarantee the other life.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/09/anak-pemimpin-hamas-bertobat-berita-dari-fox-news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Jujuk Srimulat</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/09/kesaksian-jujuk-srimulat/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/09/kesaksian-jujuk-srimulat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 12:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[bertobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/09/kesaksian-jujuk-srimulat/</guid>
		<description><![CDATA[Panggilan Tuhan Membuatnya takut mati Bagi penggemar panggung komedi di tahun 80-an, pasti mengenal sosok wanita yang satu ini. Dulu, bersama Gepeng, Asmuni, Timbul, dan Tarzan, ia sering tampil di berbagai acara panggung. Nama itu terus berkibar, setelah dirinya sering didaulat berperan sebagai seorang juragan atau boss dalam setiap lakon, baik itu di televise maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="168" alt="salibkristus" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/09/salibkristus.jpg" width="225" align="left" /><strong>Panggilan Tuhan Membuatnya takut mati</strong></p>
<p>Bagi penggemar panggung komedi di tahun 80-an, pasti mengenal sosok<br />
wanita yang satu ini. Dulu, bersama Gepeng, Asmuni, Timbul, dan<br />
Tarzan, ia sering tampil di berbagai acara panggung. Nama itu terus<br />
berkibar, setelah dirinya sering didaulat berperan sebagai seorang<br />
juragan atau boss dalam setiap lakon, baik itu di televise maupun<br />
panggung-panggung terbuka, seperti di kota Surabaya, Solo, dan<br />
Jakarta.</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>Nama wanita itu adalah Jujuk. Lalu apa sebenarnya yang menarik dari<br />
komedian yang satu ini? Istri tercinta pencetus sekaligus pimpinan<br />
teras Srimulat Teguh tersebut, pada tahun 2003 lalu memproklamirkan<br />
diri sebagai pengikut Kristus. Banyak orang mengenalnya, tetapi<br />
sedikit yang tahu kalau dirinya sekarang jadi kristen. Kepada GAHARU<br />
wanita yang selalu tampil ayu bak putri Solo ini berkisah dan<br />
menuturkan bagaimana proses pengenalannya terhadap Kristus.</p>
<p>Eksistensi Srimulat dalam perjalanannya memang mengalami pasang surut,<br />
bahkan sempat vakum dalam kurun waktu yanhg cukup lama. Kehadirannya<br />
kembali berkibar sekitar tahun 90-an, ketika salah satu stasiun<br />
televisi swasta mengontrak grup ini dalam acara panggung srimulat di<br />
indosiar. Sepeninggal Teguh yang dipanggil Tuhan beberapa tahun silam,<br />
jujuk memutuskan menikah kembali dengan seorang perjaka. &#8220;Maaf namanya<br />
tak usah disebut ya,&#8221; pintanya sambil tersenyum. Dalam pernikahan yang<br />
diharapkan akan menuai kebahagian, seperti yang direguknya bersama<br />
Teguh dulu, ternyata jauh panggang dari api. Malah sering terjadi<br />
kesalahpahaman yang ujung-ujungnya terjadi pertengkaran. &#8220;Rumah tangga<br />
saya bagaikan neraka,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dengan berbagai persoalan yang begitu pelik itulah membuat fisik dan<br />
mental ibu empat orang anak ini lemah. &#8220;Saya tertekan, bahkan tak<br />
kuasa menahanya. Kejadian ini saya rasakan saat manggung bareng<br />
bersama pelantun tembang-tembang campur sari, Didik Kempot. Sampai<br />
dirumah tubuh saya limbung dan gelap sekali. Saya benar-benar rapuh.<br />
Dalam kegelapan itu saya mencoba memanjatkan doa permohonan sesuai<br />
dengan kepercayaan saya dulu. Tiba-tiba saya mendengar panggilan dalam<br />
bahasa jawa &#8220;Muliho-muliho&#8221; artinya pulanglah-pulanglah. Mendengar<br />
panggilan itu saya ketakutan luar biasa. Sebab yang saya pahami dari<br />
nenek moyang saya dulu, pulang itu bisa berarti dipanggil Tuhan alias<br />
meninggal. Inilah yang membuat saya takut luar biasa. Jujur saja saya<br />
belum siap kalau Tuhan panggil. Maka secara spontan saya mengajukan<br />
permohonan kepada Tuhan, jangan Kau panggil saya sekarang Tuhan,<br />
karena saya belum siap mati. Tetapi suara itu tetap terdengar bahkan<br />
sampai tiga kali. Nah pada panggilan ketiga, suara itu menambahkan<br />
supaya saya pulang dengan membawa semua barang-barang saya yang ketika<br />
itu dikuasai oleh suami kedua saya ini. Disinilah saya meyakini bahwa<br />
panggilan pulang itu supaya saya kerumah dulu dasn membawa<br />
barang-barang saya, Saya meyakini bahwa itu adalah suara Tuhan,&#8221;<br />
jelasnya.</p>
<p>Minta didoakan</p>
<p>Dengan sisa tenaga yang masih ada, Jujuk segera pulang ke rumahnya.<br />
Seperti perintah yang duyakini sebagai suara Tuhan, ia mengambil dan<br />
membawa serta barang-barang berharga miliknya. &#8220;Sebenarnya<br />
barang-barang itu juga hasil jerih lelah saya selama ini. Saya semakin<br />
yakin itu suara Tuhan, seminggu setelah saya mendapatkan kabar ada<br />
masalah dengan orang yang bersengketa dengan saya. Dari situlah saya<br />
menyadari bahwa Tuhan itu memang baik. Karenanya saya minta keempat<br />
anak saya untuk mendoakan. Sebab mereka sudah terima Yesus terlebih<br />
dahulu. Awalnya mereka kaget. &#8220;Mama tahu kan apa doa saya?&#8221;tanya<br />
mereka. Lalu saya katakan saya tahu, tetapi tolong mama didoakan.<br />
Sewaktu didoakan itulah saya menangis sejadi-jadinya dan bicara tidak<br />
karuan. Sekarang saya baru tahu kalau yang saya alami itu adalah<br />
bahasa Roh. Saya mengerti apa yang saya katakan, tetapi anak-anak dan<br />
hamba Tuhan yang mendoakan waktu itu sama sekali tidak tahu apa maksud<br />
kata-kata saya itu. Sejak itulah, saya memutuskan untuk menerima<br />
Yesus, bahkan sekarang aktif di GBI Keluarga Allah Solo, dan pelayanan<br />
secara Oikumene,&#8221; kisahnya.</p>
<p>Ternyata hanya di dalam namaNyalah ada kelegaan. Melalui peristiwa<br />
inilah segala beban berat yang ada dalam dirinya terangkat. Dan yang<br />
lebih dasyat lagi, Tuhan meminta untuk mengampuni orang yang<br />
bermasalah dengannya. &#8220;Jujur itu sangat berat, sebab orang seperti itu<br />
tak layak mendapat pengampunan. Selama satu tahun saya bergumul untuk<br />
bisa mengampuninya. Dan luar biasa akhirnya saya bisa melakukannya,&#8221;<br />
ujarnya. Setelah menerima Yesus. Mujizat demi mujizat terjadi dalam<br />
hidup saya, &#8220;Rasanya saya sampai tidak bisa bercerita mukjizat yang<br />
saya alami satu persatu karena saking banyaknya, wis kalau mau tahu<br />
lebih banyak mujizat yang saya alami datang ke Solo saja nanti pasti<br />
saya akan bercerita banyak&#8221;, tukasnya dengan gaya Srimulatnya.<br />
–YU-TUK.</p>
<p>Diambil dari Majalah GAHARU EDISI 54 tahun ke 7 &#8211; 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/09/kesaksian-jujuk-srimulat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Christian Andryansah</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-christian-andryansah/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-christian-andryansah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 06:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[bertobat]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan Mei]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-christian-andryansah/</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak masuk akal. Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu . Sebelum saya mengenal Isa Almasih, saya di didik oleh orang tua saya maupun para ulama baik di bangku sekolah , musholla , maupun masjid bahwa orang di luar penganut Islam adalah kafir dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak masuk akal.</p>
<p>Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu .</p>
<p>Sebelum saya mengenal Isa Almasih, saya di didik oleh orang tua saya maupun para ulama baik di bangku sekolah , musholla , maupun masjid bahwa orang di luar penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan ajaran yang paling benar dari segala kitab yang ada di muka bumi ini , dan yang paling utama apabila ada di antara kami yang dapat mengenyahkan penganut di luar Islam, adalah merupakan suatu pahala yang besar, sebab menurut apa yang telah mereka ajarkan kepada saya intinya adalah penganut di luar Islam merupakan jamaah syaithon yang harus segera di musnahkan dari muka bumi ini, dan bahaya yang paling besar pada saat itu adalah kaum nashara (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara perlahan lahan, yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran yang terdapat di dalam quran maupun hadist, begitulah bagaimana sikap saya yang bagaikan iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia di bumi maupun akhirat dengan kasihNya .<span id="more-243"></span></p>
<p>Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan mei 1998 , saya bersama kawan-kawan saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai &#8211; ramai dengan tujuan untuk menjarah toko-toko milik non muslim , sebelum kami berangkat melakukan hal tersebut , sebenarnya saya enggan mengikuti mereka karena keluarga kami pun orang yang hidup di atas rata-rata dan hal tersebut sepertinya merupakan sesuatu yang memalukan , dan pada saat itu saya telah menyelesaikan study di perguruan tinggi dan saya masih dalam status penggaguran dan hal inilah yang membuat saya mengikuti ajakan teman saya, terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka berteriak mari kita hancurkan para kafir, hal inilah yang membuat semangat saya menggebu gebu.</p>
<p>Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yang bernama El &#8211; Shadai , dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir Nasrani , dan akhirnya kamipun melempari toko tsb sambil meneriakan Allahuakbar bersama-sama , dan meneriakan kafir keluar lu dari dalam toko lu , dan pada waktu itu ada beberapa orang yang berhamburan keluar , dan salah satu dari mereka mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami , dan pada saat itu lah kami melihat pria itu mengenakan kalung salib di lehernya , lalu teman saya yang bernama sultan (nama samaran) berseru kepada saya ndry mari kita kejar dia, saya pun bergegas untuk membonceng teman saya , sebelum saya membonceng motor kawan saya, saya mengambil sepotong besi .</p>
<p>Dan akhirnya kami pun mengejar pria itu , dan yang mana pada waktu itu keadaan di jalan sangat carut marut , tetapi pria itu tetap menancap gas , mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kami , dan kawan saya pun mempercepat laju motornya , berhubung motor yang kami tuggangi adalah motor king sedangkan pria tsb menggunakan motor bebek , maka perlahan-lahan kami dapat menyusulnya.</p>
<p>Dan pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan dengan cepatnya, dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil tersebut datang, seingat saya kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut dan saya serasa terbang di udara dan sesudah itu saya tidak dapat memahami lagi .</p>
<p>Pada waktu saya sadar, saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya, dan dengan reflek saya mencari teman saya, untuk melihat kondisinya, lalu saya pun memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan orang tersebut, tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih berkerumun di tempat saya berada tadi .</p>
<p>Lalu saya pun melangkah ke jalan , dan saya mendapati kerumunan di sisi jalan yang lain , dan saya pun berpikir itu pasti teman saya, lalu saya pun melangkah mendekatinya, tiba tiba saya berhenti sontak di tengah jalan, karena saya melihat di beberapa kerumunan teman saya, saya melihat teman saya jadi dua dan ada banyak orang yang berwajah bengis dan hewan kurus seperti anjing yang hendak memperebutkannya, lalu saya mengucek mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar, setelah itu saya melihat teman saya yang ada dua tersebut , salah satunya di seret-seret oleh mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut dan teman saya itu berteriak ndry, ndry tolong saya, saya pun tak berani melangkah karena saya takut  dan saya tetap diam terpaku di tengah jalan raya tersebut ..</p>
<p>Dan pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya dan waktu saya menoleh ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya dan menabrak saya dan saya pun tersontak dan menyebut Masyaallah sambil memejamkan mata, tetapi mobil itu serasa melintasi tubuh saya , lalu sayapun membuka mata saya dan dengan reflek saya memegang tangan saya sendiri , lalu saya pun melihat mobil ambulance tersebut berhenti pas di tempat saya jatuh tadi .</p>
<p>Dan yang membuat saya terdiam seribu bahasa, ketika saya melihat tubuh saya di masukkan ke dalam ambulance tersebut , hal ini yang membuat saya seperti gila, sayapun akhirnya berlari tanpa tujuan dan saya tidak berani mendatangi kerumunan di mana saya jatuh sebelumnya, karena saya takut setelah melihat kejadian teman saya.</p>
<p>Tidak jelas kemana saya berlari tiba tiba saya sampai di sebuah taman, dan saya duduk dan menangis, apakah saya sudah mati, saya terus mencubit cubit tangan saya, tapi saya tidak merasakan apapun, lalu saya menangis lebih keras , dan sayapun tersungkur menangis di atas tanah, dan pada saat saya tersungkur saya melihat sepasang kaki di depan mata saya dan saya pun sontak mundur kebelakang, karena saya teringat langsung apa yang di alami teman saya, tapi pada saat saya mau bangun dan melarikan diri saya seperti lumpuh tidak bisa bergerak, dan saya pun memberanikan diri untuk menatap siapakah yang di depan saya, tapi saya tidak bisa melihat wajahnya karena sangat silau dan hal itu membuat saya pasrah dan menundukkan muka.</p>
<p>Lalu orang yang berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada saya &#8220;Nak mengapa engkau menganiaya AKU&#8221; lalu saya pun menjawabnya &#8220;Setan pergi kau jangan ganggu saya &#8221; sayapun akhirnya mengucapkan ayat-ayat kursi untuk mengusirnya .</p>
<p>Lalu Dia pun berkata lagi &#8220;Nak mengapa engkau menganiaya Aku &#8221; sayapun masih melapatkan ayat kursi di bibir saya dan saya mengucapkan ya allah usirlah setan itu dari hadapanku .</p>
<p>Lalu Dia berkata lagi &#8220;Nak apakah kesalahanKu hingga kau menganiaya Aku &#8220;</p>
<p>Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapiNya akupun tersungkur di bawah kakiNya dan menangis tersedu sedu dan akhirnya akupun menjawabnya &#8220;Saya tidak tahu kenapa saya melakukannya , maafkanlah saya &#8221; dan saya pun meraung-raung di bawah kakinya. Dan diapun berkata &#8220;Bangunlah , jangan takut , peganglah tanganKu.&#8221;</p>
<p>Dan sayapun berdiri di depanNya sambil menundukkan muka saya (dan pada waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara melarikan diri dariNya), sepertinya Dia tahu pikiran saya , dan Dia berkata lagi &#8220;Jangan takut akan Aku, karena Aku lembut dan murah hati&#8221;. Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk menatapNya, saya merasakan kesedihan yang ada di hati saya menjadi sirna seketika, dan saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepadaNya &#8220;Siapakah kamu sesungguhnya&#8221; lalu Dia menjawab &#8220;Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia , Akulah jalan yang lurus , Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian&#8221; , setelah saya mendengar Dia berkata &#8220;Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian&#8221; sayapun langsung tersadar bahwa Dialah Isa Almasih atau Yesus Kristus yang banyak sekali di puja puja oleh kaum Nasrani sebagai TuhanNya , lalu sayapun tersungkur di di bawah kakinya kembali dan pada saat itu secara tak sadar saya memperhatikan kakiNya yang</p>
<p>mempunyai tanda berlobang bekas luka, dan saya pun berkata &#8220;Ya Nabi Isa , ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat terhadap pengikutMu, ampunilah saya&#8221; , dan sayapun menangis kembali karena merasa berdosa terhadapNya , lalu dia pun berkata &#8220;Mengapa kamu menganiaya mereka&#8221; sayapun menjawabNya &#8220;saya tidak tahu , atau mungkin karena mereka menganggapmu Allah , dan menduakan Allah &#8221; lalu Dia pun berkata &#8220;Segala apa yang ada padaKu adalah milik BapaKu yang di Sorga , dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah MilikKu juga , karena olehNya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah di serahkanNya kepadaKu , karena Aku dan Bapa adalah satu,  begitu juga kau , kau sekarang adalah milikKu.&#8221;</p>
<p>Sayapun masih menangis di bawah kakiNya pada saat Dia menerangkan tentang siapa diriNya sebenarNya , yaitu Dia adalah Allah itu sendiri , lalu sayapun berkata &#8220;Ya Isa Allahku ampunilah segala sesuatu yang pernah saya lakukan &#8221; di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah Allah saya , lalu Isa Almasih berkata, &#8220;Pulanglah dan beritakanlah tentang Aku , apa yang pernah kau lihat &#8216;Aku akan menyertai kalian semua hingga zaman akhir&#8217;&#8221;</p>
<p>Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun , ternyata saya sudah berada di Rumah Sakit tepatnya ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu dalam keadaan koma , pada saat saya terbangun saya langsung menangis dan menyebut ya Isa ya Tuhanku ampunilah saya , pada saat itu ibu dan saudara-saudara saya sedang menunggu di luar dan bergegas masuk saat mendengar suara saya , tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa saya menyebut Isa sebagai Tuhan saya, dan banyak di antara mereka yang menganggap saya kerasukan iblis dengan jalan membaca ayat kursi bersama sama, hal inilah yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal pada saat ini ketika mengingat mereka melakukan hal tersebut .</p>
<p>Akhirnya sayapun di bawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik , dan pada saat itu merupakan kegoncangan iman yang terbesar dalam hidup saya tentang apa yang pernah saya percayai sebelumnya yang selalu penuh dengan kekerasan , iri, dan dengki , dan saya mengingat tentang pertemuan saya dengan Tuhan kita Yesus Kristus betapa baiknya dia terhadap saya , Dia tahu saya telah menganiaya pengikutNya seharusnya Dia memenggal kepala saya tetapi Dia malah mengampuni saya dan mengembalikan Roh saya menyatu kembali dengan jiwa dan tubuh saya. Padahal ibu saya pernah berkata bahwa pada saat saya di rumah sakit dokter telah mengatakan bahwa saya telah mengalami pendarahan otak dan mustahil bisa di sembuhkan , dan sekalipun saya sembuh saya akan mengalami kelumpuhan total , banyak para dokter yang merasa aneh pada kejadian saya yang ajaib , dan apabila mereka bertanya saya hanya menjawab Isa / Yesus Kristus lah yang menyembuhkan saya , kadang-kadang hal ini membuat mereka yang belum menerima Yesus di dalam hatinya menganggap saya kerasukan iblis , begitu juga saudara-saudara saya maupun bapak saya sendiri , sehingga sering bapak saya mengundang para kiai maupun dai untuk mengotbahi saya , lalu saya bertanya kepada mereka sudahkah kalian pernah merasakan kematian , merekapun jawab belum, lalu sayapun bilang kepada mereka , percayalah kepada Isa , karena Isa lah yang menyelamatkan saya dari kematian , akhirnya banyak dari antara mereka yang pergi dengan hati yang dongkol . Untungnya bapak saya merupakan Muslim yang liberal , dan akhirnya sayapun menceritakan tentang semua kejadian yang pernah saya alami pada waktu itu (mungkin bapak saya mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri , keluar kuping kanan) dan akhirnya bapak saya berkata seandainya apa yang saya alami itu memang benar maka saya (bapak saya) akan mengucap sukur kepada nabi Isa yang telah menyelamatkan saya, dan sayapun selalu berdebat dengan bapak saya , sampai akhirnya saya berkata kepada bapak saya &#8221; sungguh apa yang</p>
<p>semua saya alami adalah benar karena saya melihatnya dengan kepala dan mata saya sendiri &#8221; dan bapak sayapun bilang bagaimana mungkin kamu melihatNya , orang pada saat itu bapak bersama ibumu selalu menunggui kamu di rumah sakit , kapan kamu keluar dan bertemu denganNya tahukah kamu ndry semua itu karena ridho allah titik , pada waktu itu saya pun bingung menjawab pertanyaan yang di lontarkan bapak saya kepada saya , ibu saya pun menangis dan memeluk saya ketika melihat kami berdebat dengan keras , dan menyuruh saya diam dan meninggalkannya , dan tanpa sebab saya berkata kepada bapak saya &#8220;Ya benar Isa Almasih adalah Tuhan saya sekarang ini , pelangi adalah saksi apa yang pernah saya katakan &#8221; Lalu bapak saya tertawa menyindir kepada saya , di musim kemarau begini mana mungkin ada pelangi , dan sayapun akhirnya pergi meninggalkan tempat saya berdebat dengan ayah saya itu dan menuju pintu rumah untuk pergi keluar.</p>
<p>Pada saat saya di luar rumah sayapun menangis dan berbicara sendiri &#8220;Ya Isa Tuhanku mengapa begitu keraskah hati bapak saya seperti batu &#8221; lalu saya pun mendongak ke atas langit , dan aneh nya saya melihat pelangi , lalu saya menangis dengan penuh suka cita, lalu sayapun lari kembali ke dalam rumah untuk menemui bapak saya , dan saya memanggilnya untuk menunjukkannya , setelah bapak saya melihat pelangi tersebut diapun diam seribu bahasa  dan setelah kejadian itu bapakku seperti mengalami kegoncangan iman, seperti yang pernah saya alami sebelumnya .</p>
<p>Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya melalui Al-Quran maupun hadist dan saya menemukan hal-hal yang membuat saya terharu:</p>
<p>Misalnya ayat surat-surat di bawah ini :</p>
<p>(Maryam, 19:19) Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci.</p>
<p>(Al Imran, 3:45) Bahkan Dia (Isa Almasih) terkemuka di dunia dan di akhirat</p>
<p>(Al Fatihah, 1:6) &#8220;Indinash shiraathal mustaqiim&#8221;</p>
<p>Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus</p>
<p>(Az Zukhruf, 43:61) &#8220;Wa innahu la&#8217;ilmu lis saa&#8217;ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi&#8217;unni haadzaa shiraathum mustaqiim&#8230;&#8221;</p>
<p>Artinya: Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus &#8230;</p>
<p>(Az Zukhruf, 43:63) &#8220;Wa lammaa jaa-a &#8216;Isa bil bayyinaati qaala qad ji&#8217;tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba&#8217;dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii&#8217;u&#8230;&#8221;</p>
<p>Artinya: Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu&#8230;</p>
<p>(An Nisa, 4:171) &#8220;Inamal Masihu &#8216;isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu &#8230;&#8221;</p>
<p>Artinya: Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya&#8230;</p>
<p>(Hadis Anas bin Malik hal.72) &#8220;Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu&#8230;&#8221;</p>
<p>Artinya: Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya</p>
<p>(Maryam, 19:17) &#8220;&#8230; arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.&#8221;</p>
<p>Artinya: &#8230;..Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna&#8230;</p>
<p>(Hadis Ibnu Majah) &#8220;Laa mahdia illa isabnu Maryama&#8230;&#8221;</p>
<p>Artinya: Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam&#8230;</p>
<p>(Al Anbiyaa, 21:91) &#8220;Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja&#8217;alnaahaa wabnahaa ayatal lil &#8216;aalamiin&#8221;</p>
<p>Artinya: Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.</p>
<p>(Maryam, 19:33) &#8220;Wa salaamu &#8216;alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub&#8217;atsu hayaa.&#8221;</p>
<p>Artinya: Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali..&#8221;</p>
<p>(Al Imran, 3:55) &#8220;Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi&#8217;uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa&#8217;ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.&#8221;</p>
<p>Artinya: Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat.&#8221;</p>
<p>(Al Baqarah, 2:253) &#8220;Wa aatainaa &#8216;isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi.&#8221;</p>
<p>Artinya: Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.</p>
<p>(An Nisa, 4:156) &#8220;Wa bi kufrihim wa qaulihim &#8216;alaa Maryama buhtaanan &#8216;azhiimaa.&#8221;</p>
<p>Artinya: Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).</p>
<p>(Al Imran, 3:45) &#8220;Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu &#8216;isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin.&#8221;</p>
<p>Artinya: Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.</p>
<p>Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa Almasih Tuhan kita , dan akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus mendapatkan Injil itu sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu sesungguhNya , ada keinginan yang sangat kuat di hati saya untuk mendapatkannya (Injil) , lalu saya pun teringat akan toko yang pernah kami (saya bersama kawan saya dulu ) rusakkan yaitu toko buku El &#8211; Shadai , lalu sayapun pergi kesana .</p>
<p>Pada saat saya sampai di toko tersebut , toko itu masih kelihatan rapi, baik kaca-kacanya yang dulu kamu lempari dengan batu hingga pecah , telah rapi terenovasi kembali, lalu sayapun menghampiri toko tersebut dan akhirnya saya berbicara dengan salah satu penjaganya &#8220;mbak apakah anda menjual Injil &#8221; ya jawabnya , lalu penjaga itu pun mencarikan Injil tersebut , lalu dia pun menyerahkan kepada saya Kitab Perjanjian Baru , lalu saya bertanya lagi kepadanya , apakah ini Injil Isa Almasih punya? , mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil ,&#8217;iya Perjanjian Baru itu adalah Injil , lalu mbak itu pun berkata kepada saya &#8220;Apakah kamu non Kristen?&#8221; , sayapun bingung menjawabnya , karena agak takut oleh sebab sebelumnya , seandainya mbak itu tahu apabila saya muslim mungkin dia akan benci kepada saya , pikir saya dalam hati , akhirnya dengan berat hati sayapun menjawabnya &#8221; Ya saya muslim &#8221; sambil saya menundukkan muka , lalu mbak itu pun berkata ah itu tak masalah bagi kami sambil tersenyum, hal ini yang membuat saya heran kenapa mereka yang begitu ramah bisa kami benci tanpa sebab sebelumnya?</p>
<p>Lalu sayapun bertanya kepada dia, mbak adakah buku-buku tentang kisah nabi-nabi menurut Kristen, lalu mbak itupun mencarikannya , sesudah itu sayapun mananyakan harga totalnya untuk membayar buku-buku tersebut dan sebelumnya saya pun bertanya kepadanya &#8220;Mbak apakah ada di antara pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan sebelumnya&#8221; mbak itupun menjawab saya &#8220;Pada waktu kejadian tersebut toko ini telah kami tutup lebih awal kira-kira jam sepuluh pagi &#8221; lalu saya bertanya lagi &#8220;Apakah ada yang menempati toko ini sebagai tempat tinggal ?&#8221; ah tidak mas jawabnya , hanya satpam yang menjaga toko-toko di sekitar kami , itupun juga mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan sekitarnya. Hal ini yang membuat saya sangat bingung dalam hati , seingat saya waktu kami merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari masih ada beberapa orang yang di dalamnya, sedangkan mbak itu bilang toko telah tutup sejak jam 10 pagi dan tidak ada satupun penghuni yang menempatinya, lalu siapakah di antara mereka yang kami kejar pada waktu itu? Hal ini yang membuat saya heran hingga sekarang, seandainya apabila saya menemui pria yang kami kejar-kejar dulu , mungkin saya akan berlutut untuk meminta maaf kepadanya.</p>
<p>Dan akhirnya sayapun kembali kerumah , dan sayapun mulai membaca Injil satu persatu di kamar saya , saya sangat terenyuh ,sedih ,dan bangga pada saat saya membaca kisah Injil , betapa mulianya segala sesuatu yang pernah di perbuat oleh Isa Almasih / Yesus Kristus, begitu pun juga ucapan-ucapan nya yang bagaikan pisau belati langsung menusuk hati mengajarkan tentang kasih yang tulus, kerendahan hati , maupun keselamatan, hal ini yang belum pernah saya peroleh sebelumnya semenjak saya hidup di muka bumi, yang mana sebelumnya saya menganggap diri kami sebagai muslim adalah yang tertinggi dari golongan lain kafir yang mana para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami yaitu para penganut Islam, sebab ada di quran yang mengatakan &#8220;Hanya penganut Islam lah yang masuk Sorga&#8221; dan hal ini sangat tidak masuk akal , bagaimana mungkin nabi-nabi sebelum Muhammad bisa di sebut Islam, karena mereka pun tidak pernah sekalipun mengucapkan kalimat syahadat , dan juga pada saat saya mengalami kejadian yang aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh saya pada waktu kecelakaan dan mengalami koma , kenapa yang menemui saya justeru Isa Almasih / Yesus Kristus , kemanakah muhammad yang dulu selalu kami junjung-junjung namanya? dan siapakah mereka yang menyeret jiwa teman saya dan memperebutkannya seperti makanan? sekali lagi Muhammad tidak menolong kami (padahal teman saya sultan itu pemahaman tentang Islam lebih hebat dari saya). Sekali lagi yang ingin saya sampaikan kepada anda semua bahwa Muhammad sekalipun tidak dapat menyelamatkan jiwa anda , karena Muhammad itu penipu , pendusta yang selalu mengotori hati kita dengan penuh kebencian dan munafik. Dan akhirnya sayapun menyerahkan diri saya sepenuhnya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan Juruselamat saya , dan pada tanggal 27 oct 2000 saya pun di baptis dalam nama Anak, Bapa  dan Roh Kudus, Halleluya saya telah menerima kasih karunianya, baik susah maupun senang Tuhan Yesus selalu menyertai saya.</p>
<p>Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-christian-andryansah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Dominggus  &#8211; Bangkit dari kematian.</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-dominggus-bangkit-dari-kemarian/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-dominggus-bangkit-dari-kemarian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 05:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-dominggus-bangkit-dari-kemarian/</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya kejadiannya sudah lama, tapi baru lihat kemarin foto-fotonya, dan memang Tuhan kita luarbiasa! Biarlah lewat kesaksian sdr. Dominggus ini nama Tuhan semakin lagi ditinggikan. Amin &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- TUHAN YESUS TELAH BANGKITKAN SAYA DARI KEMATIAN Kesaksian hidup dari Dominggus K, salah satu mahasiswa STT Doulos yang sempat mati diparang para penyerang, namun hidup kembali setelah bertemu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya kejadiannya sudah lama, tapi baru lihat kemarin foto-fotonya, dan memang Tuhan kita luarbiasa! Biarlah lewat kesaksian sdr. Dominggus ini nama Tuhan semakin lagi ditinggikan. Amin</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>TUHAN YESUS TELAH BANGKITKAN SAYA DARI KEMATIAN</strong></p>
<p><img height="187" alt="Image98" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/image98.jpg" width="225" align="left" />Kesaksian hidup dari Dominggus K, salah satu mahasiswa STT Doulos yang sempat mati diparang para penyerang, namun hidup kembali setelah bertemu Yesus.</p>
<p>“Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.”<br />
Yohanes 5:21</p>
<p>
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. peristiwa ini juga merupakan suatu tragedy bagi yayasan Doulos, Jakarta dimana STT Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:</p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p>1. Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali.<br />
2. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama.<br />
3. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan<br />
pembantaian.<br />
4. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf “M” dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanyatanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf “M” adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau.” Dan pada pukul 18.00, tanda huruf “M” di telapak tangan saya sudah hilang.</p>
<p>
<strong>Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang</strong><br />
Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999, kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdoa. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: “Domi, bangun, kita diserang…!” Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: “Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok.”</p>
<p><img height="168" alt="Doulos 1" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/doulos1.jpg" width="225" align="left" />Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf “M” yang diberikan pada tangan saya. “Tuhan, apakah saya akan mati?” Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing. Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar.</p>
<p>Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov. Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.</p>
<p>Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: “Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya.” Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu.</p>
<p>Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: “Domi, ikut ke rumah kami,” tetapi saya berkata kepada mereka, “biar saya bersembunyi di sini.” Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi “Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya.”</p>
<p><strong>Ditangkap oleh Massa</strong><br />
Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: “Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup.” Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: “Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!” Ada juga yang berteriak: “Bantai dia, tembak!” Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah<br />
kepada Tuhan sambil berkata: “Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi.”</p>
<p>Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: “Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya.” Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: “Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu.” Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.</p>
<p><strong>Penganiayaan dan Kematian</strong><br />
<img height="168" alt="Doulos 2" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/doulos2.jpg" width="225" align="left" />Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapakan dengan massa yang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya.</p>
<p>Saya berdoa lagi: “Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya yakin masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka.” Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.</p>
<p><strong>Roh Saya Keluar Dari Tubuh</strong><br />
Kemudian &#8230; roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: “Kok badan saya tinggal” (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata: “Mau ke mana?”</p>
<p><strong>Lima Malaikat Datang Menjemput Saya<br /></strong>Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: “Badan saya tidak dapat masuk.” Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: “Badan rohani saya kecil pasti bia masuk.” Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.</p>
<p>“Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat<br />
ke pangkuan Abraham.” Lukas 16:22</p>
<p><strong>Berada di Dalam Firdaus</strong><br />
Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: “Kalau ada halaman pasti ada rumahnya.” Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: “Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini.” Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.</p>
<p>“Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Yohanes 14:2</p>
<p><strong>Dibawa ke Ruangan Selanjutnya</strong><br />
Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: “Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini.” Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: “Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka.”</p>
<p>“Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Eloim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Eloim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik<br />
dan orang berdosa?” 1 Petrus 4:17-18</p>
<p><strong>Bertemu dengan Tuhan Yesus</strong><br />
Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: “Berlutut!” Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: “Tuhan&#8230;! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lau, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini.”</p>
<p>“Tuhan&#8230;! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan&#8230;! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau.”</p>
<p>Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku menjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: “Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku.”</p>
<p>Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: “Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Elohim yang hidup.”</p>
<p>“Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar” Ia menghakimi dan berperang dengan adil.” Wahyu 19:11</p>
<p>Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak.</p>
<p>Saya berdoa: “Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit.”</p>
<p>Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: “Kamu dari mana?” Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi.</p>
<p>Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara. Tiba-tiba saya berkata: “Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor.”</p>
<p>Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: “Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup.”</p>
<p><strong>Perjalanan ke Rumah Sakit UKI</strong><br />
Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: “Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya.”</p>
<p>Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah putih menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: “Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai.”<br />
Saya harus berdoa agar tetap kuat.</p>
<p><strong>Perawatan di Rumah Sakit</strong><br />
<img height="168" alt="Doulos3" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/doulos3.jpg" width="225" align="left" />Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: “Bapak saya mana?” Perawat RS bertanya kepada saya: “Bapakmu siapa?” Saya jawab: “Bapak Ruyandi Hutasoit.” Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: “Dominggus.. leher kamu putus!” Jawab saya: “Bapak doakan saya, sebab saya tidak<br />
akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus.” Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya.</p>
<p>Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah.</p>
<p><img height="168" alt="Doulos 4" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/doulos4.jpg" width="225" align="left" />Pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.</p>
<p><strong>Mukjizat Kesembuhan Terjadi</strong><br />
Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya.</p>
<p>Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: “Pulang..pulang&#8230;!”</p>
<p><img height="168" alt="Doulos 5" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/doulos5.jpg" width="225" align="left" />Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur. Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik.</p>
<p>Puji Tuhan!</p>
<p>Berita dari majalah Bahan, klik di <a title="Bahana Mag" href="http://www.bahana-magazine.com/?p=productsMore&amp;iProduct=280&amp;sName=Malam-Jahanam-Bagi-Dominggus-Kenjam" target="_blank">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/07/kesaksian-dominggus-bangkit-dari-kemarian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

