<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; kecewa</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/kecewa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Diangkat ke Level yang Lebih Tinggi</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/08/diangkat-ke-tempat-yang-lebih-tinggi/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/08/diangkat-ke-tempat-yang-lebih-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 03:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[Level]]></category>
		<category><![CDATA[Naik]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/08/diangkat-ke-tempat-yang-lebih-tinggi/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hidup berjalan bersama Tuhan adalah sebuah perjalanan yang sangat seru. Bagaimana tidak, Ia akan terus membawa kita naik, ke tingkat kedewasaan iman yang lebih tinggi dan semakin hari semakin tinggi. Mungkin sampai di sini kita semua  mengamini dan bahkan dengan segera meminta kepada Tuhan untuk segera membawa ke tingkatan yan lebih tinggi, tapi ketahuilah, bahwa proses yang mengikutinya tidak pernah enak. Maukah kita naik kelas? Ke Level yang lebih tinggi? Maukah kita membayar harganya?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="300" alt="up level" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/08/uplevel.jpg" width="225" align="left" />Hidup berjalan bersama Tuhan adalah sebuah perjalanan yang sangat seru. Bagaimana tidak, Ia akan terus membawa kita naik, ke tingkat kedewasaan iman yang lebih tinggi dan semakin hari semakin tinggi. Mungkin sampai di sini kita semua mengamini dan bahkan dengan segera meminta kepada Tuhan untuk segera membawa ke tingkatan yan lebih tinggi, tapi ketahuilah, bahwa proses yang mengikutinya tidak pernah enak. Dan ini yang sedang saya alami saat ini.</p>
<p>
<span id="more-283"></span>Bertahun-tahun lalu, seorang hamba Tuhan berkata kepada saya, &#8220;David, kamu akan mengalami nanti bagaimana yang namanya dikecewakan oleh orang-orang yang terdekat dengan kamu. Bahkan oleh hamba Tuhan!&#8221; Ternyata kata-kata ini seperti nubuatan, dan memang saya alami betul persis seperti yang dikatakan oleh hamba Tuhan ini. Tapi lewat kejadian itu Tuhan mengkat saya ke tempat yang lebih tinggi, saya naik kelas, saya bertumbuh. Betul memang saya dikecewakan, dan k arena itu saya merasa sakit hati, namun lewat itu Tuhan membukakan banyak hal, dan saya naik ke tingkatan kedewasaan yang lebih lagi.</p>
<p>
Saya ngga pernah berpikir bahwa setelah kejadian itu saya akan berurusan lagi sama yang namanya sakit hati dan kekecewaan mendalam, sampai dengan beberapa hari lalu. Sesuatu terjadi. Orang yang saya anggap paling dekat, paling mengerti dan paling memahami diri saya (selain istri ) menuduh saya yang bukan-bukan. Tidak hanya berhenti di situ, Ia juga menghakimi saya, pelayanan saya dan hidup saya. Ia mengkritik semua yang saya lakukan. Rupanya ia pun menyimpan kekecewaan mendalam terhadap saya.</p>
<p>
Di titik ini saya kecewa sekali. Tidak gampang bagi saya untuk diperlakukan seperti itu dan tetap bisa merasa biasa-biasa saja. Apalagi semua yang dituduhkan dan dikritiknya tidak benar. Namun satu hal yang Tuhan teguhkan kepada saya di saat saya mendengar semua tuduhan itu adalah bahwa Tuhan yang mengangkat saya menjadi hambaNya. Tuhan yang telah memimpin saya untuk hidup melayani, bekerja dan menghasilkan buah. Saya bertanggung jawab kepada Tuhan dan pelayanan yang saya lakukan pun untuk menyenangkan hatiNya, bukan hati manusia. Dan Ia yang akan membela saya.</p>
<p>
Selama empat hari saya bergumul dengan perasaan kecewa saya. Saya tahu bahwa kita harus membereskan segala permasalahan hati kita kepada orang lain di hadapan Tuhan dengan segera, sebelum kecewa itu menjadi mendalam dan pada akhirnya menjadi akar pahit di dalam kehidupan ini. Dan itulah yang saya lakukan, tetapi tetap saja kecewa itu datang, pergi dan datang kembali.</p>
<p>
Puji Tuhan, momen klarifikasi tiba, di situlah akhirnya semua dibukakan dan dibahas. Saya berkesempatan untuk mengkarifikasikan tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada saya walaupun tidak semua dibahas. Kembali saya harus berurusan dengan kecewa, tidak terima, marah, kesal dsb dan kali ini straight to the person! Walaupun tidak enak, pedih, sakit, … syukur kepada Tuhan semua dapat dilalui dengan baik. Luar biasanya lagi, Tuhan betul-betul membela saya. Sekarang kami bersama-sama melayani Tuhan. Luar biasa!</p>
<p>
Untuk dapat diangkat ke tempat yang lebih tinggi, kita harus berurusan dengan sifat kedagingan kita. Dan walaupun itu sakit, tapi rewardnya luar biasa di depan bagi kita. Tidak ada proses naik kelas yang menyenangkan, sama halnya dengan perak yang dimurnikan. Artikel dari blog <a title="Jesus Inspires" href="http://jesusinspires.blogspot.com/2008/08/dimurnikan-seperti-perak.html" target="_blank">Jesus Inspires</a> semakin menguatkan saya. Untuk naik ke level yang lebih tinggi, kita harus meninggalkan comfort zone kita, dan masuk ke dalam api pemurnian itu. Dan semua proses pasti memerlukan waktu.</p>
<p>
Saya percaya hari-hari ini banyak anak Tuhan lagi mengalami apa yang saya alami. Satu hal yang kita bisa senantiasa lakukan agar kita dapat melaluinya dengan baik adalah memandang Dia. Tanpa kekuatan dari Tuhan kita tidak akan bisa melewatinya. Bersabarlah di dalam kesesakan. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/08/diangkat-ke-tempat-yang-lebih-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Positive Relationship</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 17:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Semua orang pasti ingin berhasil. Mungkin dalam pekerjaan, studi, rumah tangga, dan lain sebagainya. Dan untuk mencapai keberhasilan itu banyak orang melakukan banyak hal, mereka mempersiapkan diri mereka sebaik-baiknya, mengasah kemampuan mereka, berlatih dan lain sebagainya.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="337" alt="continued-relationship" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/08/relation.jpg" width="225" align="left" />Semua orang pasti ingin berhasil. Mungkin dalam pekerjaan, studi, rumah tangga, dan lain sebagainya. Dan untuk mencapai keberhasilan itu banyak orang melakukan banyak hal, mereka mempersiapkan diri mereka sebaik-baiknya, mengasah kemampuan mereka, berlatih dan lain sebagainya.</p>
<p>Mazmur 1:1-3 menyatakan kepada kita dengan jelas bagaimana kita dapat berhasil di dalam hidup ini. Yang pertama ada pada ayat 1: &#8220;<em>Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,</em>..&#8221; Lalu yang kedua ada pada ayat berikutnya : <em>&#8220;tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.&#8221;<br /></em></p>
<p>Ayat pertama berbicara mengenai hubungan / relationships. Keberhasilan kita ditentukan oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. Dengan siapa kita bergaul-lah yang akan menentukan apakah kita akan berhasil atau tidak. Banyak orang Kristen tidak memahami hal ini sehingga mereka jatuh ke dalam kekecewaan, sakit hati bahkan sampai kepahitan, karena mereka tidak mengerti bagaimana memiliki sebuah relationship yang sehat dengan orang-orang di sekitar kita.</p>
<p>Untuk memiliki relationship yang sehat ada 4 taraf yang seharusnya kita lalui:</p>
<p>1. <strong>Perkenalan</strong> &#8211; Packaging &#8211; Di dalam taraf ini, semua kelihatan baik, seperti barang di etalase toko, semua di pack dengan sangat baik dan sangat indah.</p>
<p>2. <strong>Kontak</strong> &#8211; Open Packaging &#8211; check barangnya &#8211; Kita mulai belajar mengenali orang tersebut. Apakah dia sebagus packagingnya? Kita mulai bertanya, memperhatikan, dan menilai.</p>
<p>3. <strong>Friend</strong> &#8211; Common Ground &#8211; Hubungan mulai bekerja untuk kepentingan kedua belah pihak. Seperti barang, setelah kita buka dan lihat, maka pada taraf ini kita mencoba barangnya. Semakin dekat sebuah hubungan semakin terbuka kita satu sama lain. Apa yang kita suka mulai diketahui oleh orang tersebut. Tidak semua orang harus menjadi teman. Kalau tidak memiliki dasar yang sama tinggalkan saja hubungan tersebut, atau jangan bawa ke dalam taraf yang lebih dekat.</p>
<p>4. <strong>Intimacy</strong> &#8211; Sahabat &#8211; Adanya komitmen. Kita terbuka satu sama lain, tidak ada yang disembunyikan / ditutup-tutupi. Semakin informal. Kita bisa saling terbuka akan kekurangan dan kelebihan masing-masing.</p>
<p>Perlu waktu bagi kita untuk mengenali siapa yang mendekat di dalam kehidupan kita. Karena semakin kita dekat dengan seseorang, maka semakin lagi besar kemungkinan orang tersebut untuk menyakiti hati kita. Oleh karena itu kita harus berhati-hati untuk membina relationship di dalam kehidupan kita. Kalau kita tidak mau disakiti makakita harus berhati-hati dalam membina relationship, terutama di dalam tarah yang lebih dekat.</p>
<p>Parahnya, orang dunia bergerak dari taraf yang pertama ke taraf yang paling intim hanya di dalam satu malam. Dan orang dunia pikir hal ini adalah baik! Itulah mengapa orang yang terlibat one night stand akan berakhir tersakiti hatinya.</p>
<p>Setiap benih dosa yang dibawa ke dalam suatu relationship, maka ia akan menghasilkan benih kematian di dalam hubungan tersebut. Oleh karena itu suatu relationship yang dibangun di atas dasar ketidak benaran, maka akan ada benih kematian bagi hubungan tersebut.</p>
<p>Dengan mengerti ini, maka kita bisa senantiasa menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan sehingga hati kita terjaga dari kekecewaan dan akar pahit. Dengan mengerti mengenai hal ini, kita bisa dengan cepat menilai mana orang-orang yang harus kita bawa ke dalam taraf relationship yang berikutnya. Amin!</p>
<p>disarikan dari kotbah Pastor Jeffrey Rachmat, senior pastor JPCC.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

