<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Kasih</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/kasih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 13:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sebuah Kisah dari Acara Termehek-mehek</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/11/sebuah-kisah-dari-acara-termehek-mehek/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/11/sebuah-kisah-dari-acara-termehek-mehek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 13:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/11/sebuah-kisah-dari-acara-termehek-mehek/</guid>
		<description><![CDATA[Pasti sudah pada tahu acara ini kan? Acaranya setiap Sabtu &#8211; Minggu sore di Trans TV. Dari awal gue tahu acara ini langsung suka karena basic nya dari reality show, jadi (seharusnya) ini semua asli apa adanya tanpa rekaan. Acaranya sih mengenai mencari orang yang (tiba2) hilang. Beberapa cerita yang gw tonton mengenai kekasih yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="123" alt="termehek-mehek" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/11/termehek-mehek.jpg" width="225" align="left" />Pasti sudah pada tahu acara ini kan? Acaranya setiap Sabtu &#8211; Minggu sore di Trans TV. Dari awal gue tahu acara ini langsung suka karena basic nya dari reality show, jadi (seharusnya) ini semua asli apa adanya tanpa rekaan. Acaranya sih mengenai mencari orang yang (tiba2) hilang. Beberapa cerita yang gw tonton mengenai kekasih yang tiba-tiba ngga kasih kabar dan seperti lenyap ditelan bumi, lalu seorang anak angkat yang mencari ibu kandungnya, dan lain-lain. Terkadang borok manusia terbongkar, masalah keluarga, dan hal-hal sensitive lainnya. Heran juga ya Trans TV bisa terus menayangkan acara ini tanpa adanya tuntutan dari pihak2 yang dipermalukan karena beberapa hal masih termasuk aib untuk ukuran budaya Timur.</p>
<p><span id="more-314"></span><br />
Hari Minggu ini kisahnya cukup menyentuh. Alkisah, ada seorang perempuan yang bernama Dinita. Karena suatu kecelakaan korneanya pecah dan ia tidak bisa melihat. Lalu sang kekasih, Irwan dengan setia menemani selama masa pengobatan, mulai dari mencari donor mata sampai menguatkan Dinita. Namun menjelang kesembuhan Dinita, Irwan malah menghilang. Sejak itulah Dinita berusaha mencari Irwan.</p>
<p>
Bersama tim termehek-mehek, Dinita berhasil mencari alamat Irwan, lewat sebuah tanda terima paket yang Irwan pernah kirimkan kepada Dinita. Ternyata alamat tersebut adalah alamat rumah kakak wanitanya Irwan. Namun Irwan tidak ada di sana. Dan sang kakak menolak untuk menjelaskan mengapa Irwan tidak ada disana dan di mana Irwan sekarang. Bahkan sang kakak mengatakan kepada Dinita, apakah tidak cukup kesusahan yang Dinita sebabkan kepada keluarga tersebut. Lalu Dinita mengungkapkan kepada tim termehek-mehek bahwa hubungan mereka tidak pernah direstui oleh keluarga Irwan.</p>
<p>
Namun tim termehek-mehek berhasil membujuk sang pembantu rumah untuk memberikan alamat relasi dekat Irwan di saat tim termehek-mehek datang untuk kedua kali ke rumah kakak wanitanya Irwan. Ternyata alamat yang diberikan itu adalah alamat orang tua Irwan. Segera tim termehek-mehek berangkat ke sana.</p>
<p>
Di rumah orang tua Irwan, tim dan Dinita disambut oleh ayahnya Irwan. Di saat Dinita mengatakan tujuan kedatangannya, Ayah Irwan berkata, &#8220;Tidak mungkin bertemu Irwan, tidak mungkin!&#8221; Lalu ia mengusir Dinita dan tim termehek-mehek. Tiba &#8211; tiba ibunya Irwan keluar dari dalam rumah, dan begitu ia melihat Dinita, ia langsung terenyuh dan memanggil, &#8220;Kamu Dinita ya?&#8221; Dan si Ibu langsung merangkul Dinita.  Dinita langsung menangis, dan ia bertanya dimanakah Irwan sekarang …</p>
<p>
Dan si Ibu menceritakan apa yang terjadi … Irwan menderita suatu penyakit berat, dan sudah pergi (meninggal). Sebelum Irwan meninggal, ia mendonorkan matanya untuk Dinita. Dan oleh karena mata Irwan itulah Dinita saat ini bisa melihat kembali…</p>
<p>
Dinita langsung pingsan, ….</p>
<p>
Luar biasa kisah kali ini, seperti dongeng aja. Memang Irwan tahu dia akan meninggal, dan sebelum itu terjadi ia memberikan apa yang ia miliki bagi Dinita yang membutuhkannya. Jadi inget apa yang Yesus katakana … Joh 15:13  &#8220;Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.&#8221;<br />
Memang Irwan tidak memberikan nyawanya bagi Dinita, tapi tetap saja apa yang Ia berikan adalah sesuatu yang teramat sangat berharga bagi dia. Belum lagi dia harus berusaha agar keluarganya menyetujui keinginannya.</p>
<p>
Mungkin kita tidak harus memberikan mata kita bagi orang lain. Tetapi di luar sana banyak orang yang berkekurangan. Ada orang yang membutuhkan makanan, ada orang yang membutuhkan baju, ada orang yang membutuhkan sekedar teman untuk curhat, dll. Maukah kita menjadi seperti Irwan? Memberikan yang terbaik yang kita bisa berikan bagi orang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/11/sebuah-kisah-dari-acara-termehek-mehek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa tidak sekarang?</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/09/kenapa-tidak-sekarang/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/09/kenapa-tidak-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 12:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/09/kenapa-tidak-sekarang/</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa waktu lalu beberapa kenalan dekat dipanggil Tuhan. Yang pertama adalah kakek dari istri saya, disusul dengan adik nenek dari istri saya juga. Saat itu kami disibukan dengan acara melayat.
Di dalam salah satu kebaktian penghiburan, seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa sisi positif dari kematian adalah kelaurga yang mungkin tadinya jauh berkumpul kembali. Yang tadinya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="313" alt="Bel" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/09/bel.jpg" width="225" align="left" /><br />
Beberapa waktu lalu beberapa kenalan dekat dipanggil Tuhan. Yang pertama adalah kakek dari istri saya, disusul dengan adik nenek dari istri saya juga. Saat itu kami disibukan dengan acara melayat.</p>
<p>Di dalam salah satu kebaktian penghiburan, seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa sisi positif dari kematian adalah kelaurga yang mungkin tadinya jauh berkumpul kembali. Yang tadinya tidak mau bertemu jadi harus bertemu.</p>
<p><span id="more-300"></span></p>
<p>Di sini saya mencoba merenung, memang hampir semua keluarga memiliki permasalahannya masing-masing, dan ngga sedikit juga yg memiliki permasalahan dalam hubungan antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga lain.</p>
<p>Tetapi justru akan menjadi sangat ironis kalau karena kematian  hubungan antar keluarga itu dipulihkan. Bukankah akan sangat jauh lebih indah jika seluruh anggota keluarga hidup rukun satu sama lain, dan anggota keluarga yang kemudian dipanggil Tuhan menjadi saksi indahnya kasih sayang antar anggota keluarga satu sama lain.</p>
<p>Oleh karena itu, yuk kita saling mengampuni, dan pergunakan sisa hidup kita untuk hidup di dalam kasih terhadap semua orang. Kita ngga pernah tahu kapan lonceng itu berbunyi.<br />
Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/09/kenapa-tidak-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOL Selasa 24 Juni 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-24-juni-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-24-juni-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang murid-murid alami di perahu merupakan gambaran bagaimana ketakutan dapat menguasai seseorang, bahkan anak Tuhan sekalipun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/hp_fear.jpg'><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/hp_fear-300x201.jpg" alt="" title="hp_fear" width="300" height="201" class="alignnone size-medium wp-image-224" /></a><strong>K E T A K U T A N</strong><br />
Markus 4:35-41</p>
<p>Apa yang murid-murid alami di perahu merupakan gambaran bagaimana ketakutan dapat menguasai seseorang, bahkan anak Tuhan sekalipun. Apalagi kalau kita berbicara dalam konteks kehidupan saat ini di mana banyak sekali hal yang menjadi ketakutan bagi manusia. Sebut saja ketakutan terhadap bahaya bencana alam, peperangan, wabah, kejahatan dan lain sebagainya. Lukas 21:25 -26 bahkan menggambarkan bagaimana nanti manusia dapat mati karena cemas melihat apa yang terjadi di bumi ini. <span id="more-216"></span>Ketakutan merupakan hal yang manusiawi, namun jika kita dikuasai oleh ketakutan maka hal itu yang akan membunuh kita.</p>
<p>Ketakutan berbicara mengenai kepercayaan terhadap sesuatu yang tidak kita lihat. Sama seperti iman, bedanya kalau iman kita percaya kepada sesuatu yang positif, sedangkan kalau ketakutan percaya kepada sesuatu negative. Oleh karena itu ketakutan pada dasarnya berbicara mengenai kepercayaan. Iman mengundang hal positif ke dalam kehidupan kita, ketakutan mengundang hal negative dalam kehidupan kita seperti yang Ayub katakana di dalam Ayub 3:25.<br />
Bagaimanakah cara kita mengusir ketakutan?</p>
<p>1. Kita harus mengenal karakter Bapa di surga dengan benar. (1 Yohanes 4:18)<br />
Kasih melenyapkan ketakutan. Di dalam ayat yang ke 8 dikatakan bahwa kalau kita mampu mengasihi berarti kita mengenal Elohim sebab Elohim adalah kasih. Di saat kita mengenal karakter Tuhan yang sebenarnya, maka segala macam khawatir dan ketakutan kita akan hilang. Dan pengenalan kita kepada Tuhan juga timbul dari apa yang kita dengar dari FirmanNya.</p>
<p>2. Dengan Firman Tuhan ( Markus 4:39 )<br />
Firman Tuhan berkuasa, dan di saat kita mengenal Tuhan lewat FirmanNya, kita dapat mengusir ketakutan tersebut dengan memperkatakan Firman Tuhan yang berkaitan dengan ketakutan yang sedang kita hadapi.</p>
<p>3. Berimanlah kepadaNya. ( Markus 4:40 )<br />
Tuhan mengatakan kepada murid2 dengan jelas bahwa seharusnya mereka percaya. Markus 11:22-24 juga dengan jelas mengatakan bahwa kalau kita percaya bahkan gunung sekalipun dapat kita perintahkan untuk pindah. Oleh karena itu kita harus senantiasa melatih level iman kita untuk naik ke tingkatan selanjutnya agar tantangan apapun di dalam kehidupan kita dapat kita hadapi dengan dan baik, dan kita mencapai tingkat kehidupan yang Tuhan kehendaki. Keputusan untuk meningkatkan level iman kita ada pada kita sendiri.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Lukas 21:28 mengatakan bahwa penyelamatan kita sudah dekat. Takut yang benar hanyalah takut pada Tuhan, maka Dia akan menyelamatkan. Miliki pengenalan yang benar akan karakterNya, akan kasihNya, perkatakan Firman TUhan, dan pegang dengan iman yang kuat, maka kita senantiasa akan bebas dari ketakutan. Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-24-juni-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
