<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Karakter</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/karakter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 8 JUNI 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/06/c-o-o-l-selasa-8-juni-2010-2/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/06/c-o-o-l-selasa-8-juni-2010-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 06:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Kekal]]></category>
		<category><![CDATA[Upah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/06/c-o-o-l-selasa-8-juni-2010-2/</guid>
		<description><![CDATA[Akan tiba satu hari nanti di mana kita semua baik yang percaya kepada Tuhan Yesus maupun tidak, akan menghadap tahta pengadilan Elohim, di mana kita akan memperoleh apa yang patut kita terima berdasarkan apa yang telah kita perbuat di dalam hidup.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="mahkota" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/06/mahkota.jpg" width="225" height="160" />MAHKOTA BAGI ORANG PERCAYA<br /></strong>2 Korintus 5:10</p>
<p>Akan tiba satu hari nanti di mana kita semua baik yang percaya kepada Tuhan Yesus maupun tidak, akan menghadap tahta pengadilan Elohim, di mana kita akan memperoleh apa yang patut kita terima berdasarkan apa yang telah kita perbuat di dalam hidup. Bagi kita orang percaya, kita akan melihat bagaimana Tuhan memberikan sebuah hadiah atau upah sedangkan bagi mereka yang tidak percaya mereka juga akan mendapatkan upah di dalam kebinasaan yang kekal.</p>
<p><span id="more-610"></span></p>
<p>Upah atau hadiah apakah yang akan kita terima? Di dalam Alkitab ada 5 jenis mahkota sebagai hadiah bagi kita yang sudah melakukan tugas sebagai pengikut Kristus yang baik, yaitu :</p>
<p>
1. Mahkota Abadi (1 Korintus 9:24-27)<br />
- Adalah mahkota yang Tuhan sediakan sebagai upah atas &#8216;pertandingan iman&#8217;. Seorang atlit pada jaman itu di saat memenangi pertandingan akan mendapatkan sebuah mahkota yang terbuat dari dedaunan, namun dalam pertandingan iman kita akan memperoleh mahkota yang abadi, yaitu kasih karunia dan anugerah Tuhan.<br />
- Yang dimaksud dengan pertandingan iman ini adalah pergumulan di dalam hidup dimana kita dengan berani menghadapinya bukan karena mengandalkan kekuatan kita, tetapi karena kita memiliki iman yang teguh.<br />
- Untuk dapat menang dalam pertandingan iman ini kita harus melatih diri kita secara penuh agar kita dapat menguasai diri kita dan memiliki tujuan hidup yang jelas.</p>
<p>2. Mahkota Kebenaran ( 2 Timotius 4:5-8)<br />
- Adalah mahkota yang diberikan sebagai upah karena dengan setia menantikan kedatangan Tuhan sambil tetap teguh di dalam pertandingan iman dan tetap memiliki hidup yang kudus. Mereka yang menerimannya adalah yang tetap tekun dan intim dengan Tuhan dan tetap memelihara imannya dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>3. Mahkota Kehidupan (Yakobus 1:12-18)<br />
- Adalah mahkota yang diberikan Tuhan sebagai upah atas &#8216;kesetiaan di dalam menghadapi setiap ujian hidup&#8217;. Yang dimaksud dengan setia adalah tetap di dalam iman yang penuh kepada Tuhan, dengan keyakinan bahwa setiap ujian hidup akan membawanya ke dalam tingkatan iman yang semakin tinggi. Mereka yang memperolehnya tidak akan bersungut-sungut di saat menghadapi hari-hari yang berat, namun sebaliknya mereka beryukut karena mengetahui ada sesuatu yang besar yang Tuhan persiapkan di depan. (Wahyu 2:10)</p>
<p>4. Mahkota Kemegahan (1 Tesalonika 2:19-20)<br />
- Adalah mahkota yang disediakan Tuhan sebagai upah &#8216;memenangkan jiwa bagi Yesus&#8217;. Mereka yang akan memperolehnya adalah mereka yang melakukan Amanat Agung, yang mengerti panggilan untuk menyampaikan kabai baik, bersaksi dan menginjil.</p>
<p>5. Mahkota Kemuliaan (1 Petrus 5:1-5)<br />
- Adalah mahkota yang Tuhan sediakan sebagai upah atas &#8216;kesungguhan dalam menggembalakan atau melayani orang lain&#8217;. Mereka yang memperolehnya adalah mereka yang hidup kudus, menjadi teladan bagi jemaat, menggembalakan jemaat dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab.</p>
<p>PENUTUP<br />
Betapa indahnya jika kita dapat mendapatkan semua mahkota itu, karena dengan demikian kita telah menjalani hidup yang berkenan di mata Tuhan. Marilah kita lebih giat dan tekun lagi di dalam setiap aspek kehidupan kekristenan kita. Bersiaplah karena Tuhan Yesus akan segera datang kembali.<br />
 Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/06/c-o-o-l-selasa-8-juni-2010-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 23 Maret 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-23-maret-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-23-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 01:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-23-maret-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Jejak apakah yang kita tinggalkan di dalam hidup? Apakah yang orang lihat dari hidup kita? Bagaimana kita mau meninggalkan jejak hidup kita?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="fstep" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/03/fstep.jpg" width="225" height="300" />J E J A K<br />
Yesaya 26 : 7</p>
<p>Kalau kita berjalan, kita pasti akan meninggalkan jejak. Walau mungkin tidak terlihat dengan kasat mata, apapun yang kita kerjakan di dalam dunia nyata  pasti akan meninggalkan jejak. Demikian pula dalam perjalanan rohani, pasti kita meninggalkan jejak &#8211; jejak yang dapat dilihat, didengar atau dirasakan oleh orang lain.<br /><span id="more-577"></span><br />
Sebagai orang Kristen, jejak kehidupan apakah yang kita miliki? Jejak kehidupan apakah yang dapat dilihat oleh orang lain dari perjalanan hidup kita? Yesaya menulis bagaimana jejak orang benar adalah lurus sebab Tuhan yang merintisnya. Apakah artinya?</p>
<p>1. Jejak rohani sebelum 2010 &#8211; 2 Tawarikh 20 : 31-32<br />
Cara termudah bagi seseorang untuk belajar adalah dengan memperhatikan orang lain. Dengan menjadikan orang lain sebagai contoh atau panutan, maka kita dengan lebih mudah dapat menjadi seperti panutan kita.<br />
Jejak kehidupan Raja Asa yang mengikuti Tuhan dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan menjadi sebuah penuntun bagi Yosafat. Ia memperhatikan cara hidup ayahnya sehingga ia tidak melenceng dari jalan Tuhan.<br />
Bagaimana dengan kita? Apakah teladan yang dapat kita perlihatkan kepada dunia dari hidup kita? Kalau kita mengikuti Tuhan dengan tekun, maka kita dapat meninggalkan jejak integritas yang dapat dilihat oleh orang-orang di sekitar kita.</p>
<p>2. Langkah-langkah rohani yang kita jejakan di saat ini &#8211; 1 petrus 2:11-17<br />
Bagaimanakah posisi kita saat ini sebagai seorang Kristen? Apakah kita tengah menjalani hidup yang baik dan memuliakan Tuhan sehingga orang dapat melihat hal itu dari dalam hidup kita atau bahkan sebaliknya? Firman ini mengingatkan kita untuk senantiasa berbuat baik, artinya kita terus dengan kesadaran penuh berjalan di dalam jalan kebenara sehingga jejak yang kita akan tinggalkan pun adalah kebenaran sehingga kita dapat meninggalkan teladan yang baik bagi orang-orang di sekitar kita.</p>
<p>3. Langkah &#8211; langkah rohani kita kemudian &#8211; 1 Petrus 2:21<br />
Kehidupan seperti apakah yang kita ingin miliki kemudian?  Apapun itu, ke depan kita memiliki Yesus Kristus yang kita dapat jadikan sebagai panutan dan parameter. Yang harus kita lakukan adalah mengikuti jejak dan teladanNya. Oleh karena itu di saat ini kita harus menetapkan hati kita untuk terus mengikuti Tuhan dan teladanNya melalui firmanNya yang telah diberikan kepada kita.</p>
<p>
PENUTUP</p>
<p>Apapun posisi hidup kita di saat ini, yang paling penting adalah langkah rohani kita ke depan, untuk memperbaiki dan menyempurnakan Jejak Rohani yang akan kita tinggalkan bagi keluarga, gereja, komunitas dan umat manusia. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-23-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOL &#8211; 16 February 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/02/cool-16-february-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/02/cool-16-february-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 18:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Akhir Jaman]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/02/cool-16-february-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Disadari maupun tidak, hidup yang kita jalani adalah sebuah proses penyaringan. Bagaimanakah kita disaring?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="saringan" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/02/saringan.jpg" width="225" height="224" />PENYARINGAN</strong><br />
2 Timotius 2:26</p>
<p>Disadari maupun tidak, hidup yang kita jalani adalah sebuah proses penyaringan. Di dalam ilmu Biologi ada istilah seleksi alam, yang memiliki arti sama. Penyaringan atau seleksi ini bisa terjadi di manapun, dalam hal apapun dan oleh siapapun. Sebagai contoh kedatangan kita ke COOL juga adalah sebuah proses &#8216;penyaringan kesetiaan&#8217;.</p>
<p><span id="more-552"></span></p>
<p>Di dalam Alkitab, Ayub adalah salah satu contoh konkrit yang mengalami masa penyaringan yang begitu luar biasa, padahal sebagai manusia Ayub disebut sebagai orang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan (Ayub 1:1). Namun Ia tetap harus mengalami penyaringan Tuhan agar Tuhan dapat melihat kemurnian hatinya (Ayub 23:10).</p>
<p>Contoh lain dapat kita lihat di dalam kisah Gideon di dalam Hakim &#8211; hakim 7. Proses penyaringan ini yang  akan Tuhan lakukan di akhir zaman untuk mencari Pasukan Khusus Tuhan di akhir zaman. Hari ini kita akan lebih lagi belajar mengenai proses penyaringan ala Gideon.</p>
<p>Ada dua macam Filter :</p>
<p>1. Filter IMAN (Hakim-hakim 7:3)<br />
Lawan dari ketakutan dan kegentaran adalah percaya. Di dalam Matius 8:26 dikatakan bahwa orang yang takut berarti tidak percaya.  Tanpa kepercayaan atau Iman maka takut akan menguasai kita dan kita tidak akan dapat melangkah maju ke dalam peperangan. Di saat kita mengalami pergumulan kalau kita ijinkan takut masuk dan mulai menguasai pikiran kita maka iman dan percaya akan keluar dari hati kita. Kunci untuk mengatasi hal ini hanyalah PERCAYA SAJA (Just Believe). Berhati-hatilah dan belajarlah melalui kisah Gideon ini, bahwa ternyata banyak orang pilihan Tuhan yang gagal lulus seleksi sehubungan dengan imannya yang dikuasai dan dikalahkan oleh ketakutan. Tanpa Iman bukan saja membuat kita tidak akan lulus filter Iman, juga menjadikan kita berdosa karena Firman katakana kalau kita berbuat sesuatu tanpa iman, maka kita berdosa. (Roma 14:23)</p>
<p>
2. Filter GAYA HIDUP (Hakim-hakim 7:4-6)<br />
Calon pasukan yang Tuhan inginkan diseleksi dengan meihat cara mereka minum. Apakah artinya? Cara minum mengandung pengertian gaya hidup. Dalam berbagai aktivitas kehidupan, kita semua memiliki kebiasaan masing-masing yang berbeda. Kebiasaan ini yang akan membentuk gaya hidup kita dan pada akhirnya membentuk karakter kita masing-masing. Di dalam 1 Korintus 15:33 Tuhan mengingatkan kepada kita untuk berhati-hati dengan pergaulan kita karena pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan kita yang baik. Memiliki pergaulan yang baik adalah salah satu cara kita untuk lulus dari filter gaya hidup.<br />
Makna lain terkandung di dalam sikap mereka yang lolos dari seleksi Gideon, mereka minum dari tangan mereka sambil menunduk. Berarti mereka minum dalam sikap yang waspada. Artinya, kita harus senantiasa waspada di dalam keseharian kita. Minum berbicara mengenai gaya hidup dan sesuatu yang sifatnya mendasar. Kalau kita menganggap remeh hidup kita, mengisinya dengan sibuk akan dunia dan segala hal yang fana, maka kita tidak akan lolos filter ini. Kita harus mewaspadai gaya hidup kita dan menyelaraskannya dengan Firman Tuhan.
 </p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Ada sebuah perkataan bijak yang mengatakan &#8221; Tidak ada jalan pintas menuju tempat berharga.&#8221; Untuk menjadi bejana kemuliaan, alat yang berharga, maka kita harus siap melalui proses &#8211; proses yang Tuhan ijinkan terjadi di hidup kita. Ingatlah , banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih, lebih sedikit lagi yang setia. Biarlah kita termasuk ke dalam bagian yang setia dan taat kepada Tuhan dan FirmanNya. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/02/cool-16-february-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 2 Februari 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/02/c-o-o-l-selasa-2-februari-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/02/c-o-o-l-selasa-2-februari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 17:56:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Akhir Jaman]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/02/c-o-o-l-selasa-2-februari-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tekanan dan Permasalahan senantiasa ada di dalam hidup.  Jangan pernah menyerah sebab kita adalah umat pemenang! Temukan petunjuk Firman Tuhan agar kita tidak menyerah!</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="kepala" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/02/kepala.jpg" width="225" height="159" />JANGAN PERNAH MENYERAH<br /></strong>Filipi 4:13</p>
<p>Tekanan dan Permasalahan senantiasa ada di dalam hidup. Apalagi akhir-akhir ini kalau kita kaitkan dengan situasi politik, ekonomi maupun sosial, berbagai macam hal yang buruk banyak terjadi. Belum lagi di dalah kehidupan pribadi masing-masing orang. Begitu banyaknya permasalahan sehingga banyak orang mulai bersikap menyerah. Itulah mengapa di saat ini juga banyak orang mencoba mencari pelampiasan agar bias lari dari kenyataan, beberapa bahkan mengambil jalan ekstrim dengan mengakhiri hidupnya.<br /><span id="more-550"></span><br />
Hal-hal itu bukan saja dialami oleh orang-orang di luar, namun banyak anak-anak Tuhan yang mengalaminya. Mereka mulai kehilangan pengharapan karena merasa permasalahan yang mereka hadapi begitu besarnya. Akibatnya focus mereka tidak lagi kepada Tuhan, mereka putus asa, mengeluh dan bersungut-sungut. Sikap seperti ini seharusnya tidak lagi kita lakukan di dalam hidup karena dapat menjadi penghalang berkat Tuhan bagi kita.<br />
Ada tiga hal yang dapat kita perhatikan agar kita menjadi pribadi yang kuat dan tidak pernah menyerah, :</p>
<p>
1. Jangan Pernah Andalkan Diri Sendiri<br />
- Sikap mengandalkan diri sendiri mendatangkan kutuk bagi kita karena dengan demikian kita memposisikan diri kita lebih dari Tuhan. (Yeremia 17:5)<br />
- Ingatlah bahwa diri kita terbatas dalam banyak hal, namun Tuhan kita tidak terbatas.<br />
- Banyak hal yang kita tidak ketahui, bahkan masa depan kita pun kita tidak tahu, oleh karena itu kita tidak boleh andalkan kekuatan kita. (Amsal 27:1)</p>
<p>
2. Jangan Berpikir Negatif namun Positif <br />
- Apapun yang terjadi di dalam hidup kita, Firman Tuhan katakan bahwa Ia bekerja lewat semuanya, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. (Roma 8:28) Oleh karena itu bagian kita adalah untuk percaya pada Tuhan dan berpikir positif atas apa yang terjadi di dalam hidup kita.<br />
- Berpikir Positif adalah berpikir seperti Yesus berpikir. Kita dapat lihat dari Firman Tuhan bagaimana Yesus tidak pernah berpikiran negative. Ia membangun, meneguhkan, memberikan semangat, menciptakan dan bahkan menyembuhkan.<br />
- Selain berpikir positif dalam menghadapi apa yang terjadi di hadapan kita, kita juga harus berpikir positif untuk hari &#8211; hari yang akan kita jalani. Lihatlah diri kita ke depan seperti apa yang kita inginkan dan bukan seperti  apa yang kita takutkan. Lihatlah diri kita dalam keadaan sehat, penuh dengan berkat dan kemurahan Tuhan, dan itulah yang akan Tuhan berikan bagi kita.</p>
<p>3. Andalan kita di tahun 2010 ini adalah Tuhan ( Yohanes 15:5 )<br />
- Tanpa melekat kepada sang Pokok Anggur kita tidak dapat berbuah. Tanpa melekat kepada Dia kita tidak dapat menghasilkan apa-apa.<br />
- Hanya Tuhan yang dapat meluruskan jalan-jalan hidup kita yang berkelak kelok karena permasalahan. Hanya Ia yang dapat melepaskan kita.  Kalau kita mengandalkan diri kita sendiri maka kita akan tidak berdaya.<br />
- Hanya Tuhan yang dapat memberikan kekuatan dan kemampuan bagi kita untuk dapat menghadapi masalah kita. Bersama Tuhan kita dapat dengan berani menghadapi hidup ini karena Ia berjalan di depan  kita.</p>
<p><strong>PENUTUP<br /></strong>Jangan pernah lupakan janji Tuhan bagi kita tahun ini, Ia akan pulihkan hidup kita dan Ia akan berikan kelimpahan bagi kita. Jangan pernah menyerah sebab kita adalah umat pemenang! AMIN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/02/c-o-o-l-selasa-2-februari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 8 September 2009</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-8-september-2009/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-8-september-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 10:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Maju]]></category>
		<category><![CDATA[Terobosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-8-september-2009/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Perkembangan dunia global yang sangat cepat membuat banyak orang kesulitan untuk beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan tersebut, sehingga banyak orang cenderung menjadi 'pengikut' dari arus kehidupan dunia ini.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="276" alt="terobos" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/09/terobos.jpg" width="225" align="left" />C O O L &#8211; SELASA 8 September 2009</p>
<p>UMAT PENEROBOS<br />
Mikha 2:13</p>
<p>Perkembangan dunia global yang sangat cepat membuat banyak orang kesulitan untuk beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan tersebut, sehingga banyak orang cenderung menjadi &#8216;pengikut&#8217; dari arus kehidupan dunia ini. Namun saat ini adalah saat bagi anak-anak Tuhan untuk menjadi pemimpin, menjadi pribadi-pribadi yang menonjol di dalam karakter sehingga sanggup menghasilkan terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif di dalam kehidupan.<br /><span id="more-533"></span><br />
Tentu kita semua ingin menjadi penerobos, namun untuk menjadi penerobos kita harus mengerti bagaimana langkah-langkah untuk mengalami terobosan di dalam hidup kita.</p>
<p>1. Maju &#8211; Kejadian 12:3<br />
Abraham ketika Tuhan perintahkan untuk keluar dari Ur Kasdim, memutuskan untuk taat dan maju sesuai dengan tuntunan Tuhan. Hal yang terpenting ketika kita ingin mengalami terobosan di dalam hidup adalah memilih untuk maju! Kita harus memutuskan baru melangkah. Ingin mengalami terobosan tidak otomatis membuat kita mengalami terobosan, kita harus memilih dan melangkah maju. Dan di saat kita maju, kita maju dengan segenap kemampuan terbaik yang kita bisa lakukan. ( Hakim 5:21 )</p>
<p>2. Berjalan melalui pintu gerbang &#8211; Yesaya 62:10<br />
Pintu gerbang adalah symbol dari masa lalu kita, keadaan lama yang ingin kita tinggalkan. Di saat kita sudah melangkah maka kita melewati pintu gerbang, kita tidak lagi menengok ke belakang. Kita focus kepada tujuan kita yang baru meninggalkan keadaaan lama kita. (Filipi 3:13)</p>
<p>3. Keluar<br />
Jika kita ingin mengalami terobosan maka kita harus berubah. Kita harus keluar dari pola hidup kita yang lama dan menerapkan nilai-nilai baru yang ingin kita ubah. Kita harus meninggalkan zona nyaman kita dan keluar berjalan menuju tujuan kita. Marilah kita periksa kehidupan kita, jikalau kita ingin mengalami terobosan di dalam hidup kita, maka hidup kita harus berubah. Janganlah berharap untuk mengalami terobosan jika tidak ada sesuatu pun yang berubah dari hidup kita!</p>
<p>4. Mengikuti Raja yang berjalan di depan &#8211; 2 Samuel 5:20<br />
Sesungguhnya yang melakukan terobosan bagi kita adalah Tuhan sendiri. Namun adalah pilihan kita untuk mengikutinya atau tidak. Oleh karena itu, jikalau kita ingin mengalami terobosan dalam hidup, kita harus mengikutiNya dengan taat dan setia. Maka Ia yang akan melakukan terobosan itu.</p>
<p>5. Tunduk kepada Tuhan Sang Kepala Barisan &#8211; Efesus 4:15-16<br />
Yesus adalah kepada barisan, kita dibangun dan bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia. Oleh karena itu perkembangan kita harus didasarkan kepada iman kita kepadaNya dan FirmanNya. Kita taat kepada sang kepala sehingga kita bertumbuh semakin ke arah Dia.</p>
<p>PENUTUP<br />
1 Tesalonika 5:5-6 mengatakan bahwa kita adalah anak-anak terang, oleh karena itu kita harus senantiasa berjaga-jaga dan sadar. Artinya, kita harus memiliki integritas, sehingga aktivitas hidup kita dapat menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan menghasilkan terobosan, maka kita semakin lagi bersinar terang, kita dapat menjadi pemimpin di dalam inovasi dan kreasi, sehingga melalui kita banyak orang boleh menjadi kagum dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-8-september-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 1 September 2009</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-1-september-2009/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-1-september-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 10:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Berubah]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-1-september-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Jaman cepat berubah, informasi bergerak sangat cepat. Dunia bergerak dengan cepat, berubah dan berevolusi. Gereja harus siap dengan perubahan. Gereja yang tidak berubah akan ditinggalkan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img height="168" alt="vision" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/09/vision.jpg" width="225" align="left" />MANUSIA MASA DEPAN</strong><br />
Amsal 23:18 dan Amsal 24:20</p>
<p>Jaman cepat berubah, informasi bergerak sangat cepat. Dunia bergerak dengan cepat, berubah dan berevolusi. Gereja harus siap dengan perubahan. Gereja yang tidak berubah akan ditinggalkan. Sebagai umat Tuhan, hidup kita pun diperhadapkan dengan situasi yang sama. Untuk dapat bertahan dan terus maju maka kita harus berubah menjadi semakin cakap dan pintar dalam menghadapi hidup sesuai dengan tuntunan Firman Tuhan.</p>
<p><span id="more-528"></span></p>
<p>Berdasarkan jenis tindakan / sikap manusia di dalam hidup maka ada 3 jenis manusia yang dapat kita bagi, yaitu manusia masa lalu, manusia masa kini dan manusia masa depan. Kita perlu untuk menentukan pilihan, untuk menjadi manusia seperti apakah kita karena setiap pilihan tersebut akan menghasilkan hasil yang berbeda-beda di dalam hidup. Agar kita dapat mengerti lebih dalam lagi, mari kita pelajari ketiga jenis manusia tersebut :</p>
<p>1. Manusia masa lalu ( Man of Yesterday )<br />
Manusia masa lalu adalah manusia yang berpaku kepada masa lalu, entah sebagai bagian yang membuatnya trauma atau sebagai hal yang membuatnya bangga. Oleh karena itu tingkah laku dan pola pikirnya tidak pernah lepas dari pola lama, cenderung pasif, dan cepat merasa puas dengan keadaan yang ada. Bahkan mungkin hidupnya saat ini terfokus kepada membereskan masa lalunya yang bermasalah.</p>
<p>2. Manusia masa kini ( Man of Present )<br />
Manusia masa kini adalah manusia yang berpaku kepada aktivitasnya saat ini, sibuk dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan dan mulai terpaku kepada pola pikir dan hidup yang stagnan serta tidak berubah &#8211; ubah. Oleh karena itu, jenis manusia seperti ini akan dengan mudah terjebak ke dalam rutinitas kehidupan dan merasa bosan. Tidak memiliki tujuan hidup selain dari menyelesaikan apa yang saat ini ia tengah kerjakan. Manusia masa kini lebih mensukai keadaan yang stabil dibandingkan membayar harga untuk bertumbuh dan berubah.</p>
<p>3. Manusia masa depan ( Man of Tomorrow )<br />
Manusia masa depan berfokus kepada apa yang akan ia capai / raih. Manusia masa depan memiliki tujuan yang jelas. Ia menggunakan masa lalu sebagai cambuk untuk memperbaiki dirinya di saat ini, dan menggunakan aktivitasnya sehari-hari sebagai bagian dari sebuah tujuan yang harus ia capai. Setiap tindakan dan keputusannya selalu berdasarkan kepada tujuan / visi yang akan ia raih. Karena tujuan dan visinya jelas, maka manusia masa depan akan menghadirkan masa depan di saat sekarang. Manusia masa depan sepenuhnya menyadari bahwa masa depan adalah hasil dari setiap keputusan dan pilihan yang ia buat di hari ini, sehingga setiap keputusan dan pilihan ia ambil dengan pertimbangan yang bijak berdasarkan kepada hikmat Tuhan. Karena keadaan dunia yang progresif, maka manusia masa depan akan selalu siap untuk berubah, menaikan standar hidupnya agar senantiasa bisa menang atas keadaan. Oleh karena itu manusia masa depan adalah manusia yang siap untuk menghadapi tantangan hidup, karena tantangan itu adalah bagian dari sebuah proses kehidupan yang membawanya selangkah lebih dekat kepada tujuan akhir.</p>
<p>PENUTUP<br />
Yeremia 29:11 mengatakan bahwa Tuhan memiliki rancangan masa depan yang penuh dengan harapan. Namun itu semua tidak dating dengan sendirinya, kita harus tekun berjuang mengerjakannya dengan gigih dan bahkan berkorban. (Mazmur 126:5-6) Tidak ada yang yang gratis di dunia ini, semuanya harus berdasarkan kepada hukum tabur tuai, oleh karena itu mujizat dan kesembuhan yang kreatif pun harus kita perjuangkan dengan gigih dalam proses hidup yang membentuk kita menjadi manusia yang semakin serupa dan segambar dengan Dia. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/09/c-o-o-l-selasa-1-september-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Watch What Jesus Does</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/08/watch-what-jesus-does/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/08/watch-what-jesus-does/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 13:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/08/watch-what-jesus-does/</guid>
		<description><![CDATA[Luke 1:37 “For with God nothing will be impossible.” You may have heard from friends or seen in Christian books the popular question, “What would Jesus do?” It is a question Christians are taught to ask themselves when faced with a problem. But when you ask yourself, “What would Jesus do?” in any situation, it [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="168" alt="3crossesatsunset" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/08/3crossesatsunset.jpg" width="225" align="left" />Luke 1:37<br />
“For with God nothing will be impossible.”</p>
<p>You may have heard from friends or seen in Christian books the popular question, “What would Jesus do?” It is a question Christians are taught to ask themselves when faced with a problem.</p>
<p>
But when you ask yourself, “What would Jesus do?” in any situation, it is subject to your own interpretation and theology. For example, if you are from a church that doesn’t believe that Jesus heals today, you may think that this is how Jesus would pray for the sick, “O Father, give him patience to endure his sufferings,” and proceed to pray that way for a sick person. So when you try to think of what Jesus would do, you are going back to your flesh!</p>
<p><span id="more-519"></span><br />
Maybe the reminder should be, “Watch what Jesus does”. When I preach, I watch what Jesus is doing or leading me to do. If He prompts me to say or do something, I say or do it. I know that I am not in the pulpit to manifest Pastor Prince or his flesh, but to manifest Jesus Christ, with whom nothing is impossible!</p>
<p>
One Sunday service, prompted by God, I shared with the congregation that He wanted to restore lost items. The following week, a church member wrote, “Last Sunday, Pastor Prince, you mentioned that the Lord would help us recover lost items. I knew that the word was for me. My diamond bracelet and ring had been missing for weeks… Praise God, when I returned home that day, my maid placed the lost items in my hands. She found them at 10.30 that morning while I was still worshiping in church.”</p>
<p>
On another occasion, I was praying for a wheelchair-bound lady when I felt God telling me to pull her up from her wheelchair. Boy, was I glad that before I realized what I was doing, she was standing up on her feet unaided! Now, if I had taken some time to think — “My goodness, what am I doing?” — my thinking could have obstructed my obedience to God’s prompting.</p>
<p>
So when you are led to talk to someone, watch what Jesus does. When you pray for your child, watch what Jesus does. When you confess God’s Word into your situation, watch what Jesus does! Keep your eyes on Jesus, with whom nothing is impossible!</p>
<p>
 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/08/watch-what-jesus-does/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 4 AGUSTUS 2009</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/08/c-o-o-l-selasa-4-agustus-2009/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/08/c-o-o-l-selasa-4-agustus-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 10:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Setia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/08/c-o-o-l-selasa-4-agustus-2009/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tuhan sedang mencari orang-orang yang setia. Dalam kehidupan ini, banyak orang yang menjadi tidak setia karena berbagai tekanan yang dialami dalam hidupnya.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="150" alt="faithful" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/08/faithful.jpg" width="225" align="left" />K E S E T I A A N<br />
Amsal 20:6</p>
<p>Tuhan sedang mencari orang-orang yang setia. Dalam kehidupan ini, banyak orang yang menjadi tidak setia karena berbagai tekanan yang dialami dalam hidupnya. Banyak orang yang sudah dipanggil dan dipilih oleh Tuhan, tetapi adakah orang yang bisa tetap setia? Apakah setia menjadi salah satu karakter kita?<br />
Setia adalah senantiasa melakukan segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepada kita dengan sungguh-sungguh atau taat, apapun kondisi dan situasi kita dan apapun konsekwensinya.</p>
<p><span id="more-514"></span></p>
<p>Bagaimana kita dapat setia menjadi pengikut Kristus?</p>
<p>1. Percaya kepada kuasaNya ( Mazmur 9:10 )<br />
Jika kita mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka masalah apapun yang kita hadapi, Tuhan pasti sanggup  membereskan dan memberikan yang terbaik buat kita. Dengan mempercayainya sepenuh hati, maka kita akan dimampukan untuk setia kepada Tuhan. Oleh karena itu kita harus mengejar pengenalan kita akan Tuhan, agar kita dapat mengenal KuasaNya dan setia kepadaNya.</p>
<p>2. Miliki motivasi yang benar ( Yudas 1:20 )<br />
Motivasi yang benar di dalam mengikut Tuhan adalah bukan kepada berkat, atau kesembuhan, atau mujizat yang dapat Tuhan lakukan bagi kita, tetapi kepada pribadiNya. Jika focus kita hanya kepada hal-hal badaniah saja maka seorang Kristen dapat meninggalkan Tuhan jika ia merasa telah berdoa dan doanya tidak dijawab. Motivasi yang benar adalah mengasihi Dia sungguh-sungguh tanpa syarat karena anugerah keselamatan yang sudah Ia berikan kepada kita. Atas apapun yang Tuhan berikan ataupun tidak berikan, kita pasti tetap setia kepadaNya jika motivasi hidup kita adalah benar. (Daniel 3:16-18 )</p>
<p>3. Peliharalah Kasih ( 1 Korintus 13:7 )<br />
Tuhan telah memberikan KasihNya bagi kita dan kasih itu  mampu menutupi segala sesuatu (kekurangan, ketidakmampuan, ketidaksempurnaan, kesalahan dan lain-lain.) Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita dan setia kepada perjanjianNya untuk menjadi Bapa kita, karena itu kita juga harus bisa setia dalam memberikan / menunjukan kasih kepada sesama  kita. (orang lain, pasangan dll ). Dengan setia kepada perkara yang kecil maka Tuhan akan memberikan kepada kita perkara yang besar dan Ia juga memampukan kita untuk setia lebih lagi kepadaNya.</p>
<p>
PENUTUP<br />
Kesetiaan adalah modal dasar kita dalam mengikut Tuhan Yesus. Ada banyak tantangab dalam kehidupan yang dapat membuat kita untuk menjadi tidak setia kepadaNya, apakah kita senantiasa setia kepadaNya? Kesetiaan adalah perkara hati, apakah hati kita sungguh-sungguh setia kepadaNya? Ataukah hanya kepura-puraan saja? Memang kesetiaan tidak ditemukan dalam sehari. Kesetiaan dibangun melalui sebuah proses kehidupan. Marilah kita terus mendorong diri kita untuk selalu setia kepada Tuhan, kepada rencanaNya dan kepada perkara-perkara yang menyenangkan hatiNya.  (Amsal 3:3) Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/08/c-o-o-l-selasa-4-agustus-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Kepala dan Bukan Ekor</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 16:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/</guid>
		<description><![CDATA[“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2009/04/kepala.jpg" alt="Kepala" width="300" height="270" align="left" /></p>
<p><em>“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (Ulangan 28; 13-14)</em></p>
<p>Berdasarkan ayat ini, banyak hamba Tuhan mendoakan kita seperti ini : “Saudara akan menjadi kepala dan bukan ekor”, lalu kita berteriak sekeras-kerasnya : “Amin!”, tanpa mengetahui arti doa ini. Kita tidak berpikir tentang bagaimana proses menjadi kepala, kita tidak berpikir tentang bagaimana tanggung jawab menjadi kepala, pokoknya teriak “amin” saja.<br />
<span id="more-425"></span><br />
Tetapi suatu hari Tuhan bukakan pengertian kepada saya, bagaimana tanggung jawab sebagai seorang kepala. Suatu hari saya bermimpi, saya sedang berdiri di suatu tempat, lalu ada kecoa bertengger entah dimana, posisinya lebih tinggi dari kepala saya, dan sedang bersiap-siap hendak terbang menyerang saya. Tetapi tiba-tiba muncullah seorang hamba Tuhan senior, langsung datang dan mengusir kecoa itu sehingga tidak jadi menyerang saya.<br />
Bangun tidur saya berdoa begini : “Tuhan, ini mimpi yang lucu, tetapi aku bersyukur, walaupun aku tidak mengerti.” Kalau saya sebut nama hamba Tuhan itu, anda juga pasti mengatakan itu mimpi yang lucu. Pada saat itu, saya berpikir itu hanya bunga tidur, karena saya punya phobi dengan kecoa dan saya terlalu sering mendengarkan kaset kotbah hamba Tuhan itu, jadi sampai terbawa mimpi.</p>
<p>Tetapi rupanya Tuhan tidak menganggapnya lucu. Karena suatu hari ketika saya sedang mendengarkan kotbah hamba Tuhan lain, Tuhan singkapkan pengertiannya. Ketika hamba Tuhan lain itu sedang berkata “tudung rohani”, tiba-tiba muncul vision tentang mimpi itu dan sebuah ayat berbunyi begini :<br />
<em>“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibr 13;17)</em></p>
<p>Menjadi kepala atau pemimpin, tidak hanya bicara tentang wewenang dan kekuasaan saja, tetapi juga bicara tentang tanggung jawab. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula ‘tanggung jawab’nya,  tidak hanya ada di dalam dunia sekuler saja, tetapi juga dalam dunia kerohanian, hanya berbeda. Di dalam dunia sekuler, seorang Project Manager hanya bertanggung jawab terhadap kelangsungan proyek saja, tetapi tidak bertanggung jawab atas keselamatan jiwa bawahannya. Tetapi dalam dunia kerohanian, seorang pemimpin rohani, entahkah itu gembala, entahkah itu atasan dalam pelayanan, ternyata mereka harus bertanggung jawab dan berjaga-jaga atas jiwa kita. Firman Tuhan mengatakannya.</p>
<p>Oleh sebab itu ‘menjadi kepala dan bukan ekor’, adalah suatu perjalanan panjang dari ekor sampai kepala, yang mana dalam perjalanan itu terdapat latihan panjang yang berkorelasi dengan peningkatan tanggung jawab sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan kita. Dan peningkatan tanggung jawab berkorelasi dengan peningkatan posisi. Perjalanan dari ekor sampai kepala adalah perjalanan pertumbuhan karakter, perjalanan pertumbuhan iman dan perjalanan ketaatan. </p>
<p>1.         PERJALANAN PERTUMBUHAN KARAKTER<br />
Kita sudah menyadari bahwa dalam perjalanan kita bersama Tuhan, Tuhan melatih karakter kita sedikit demi sedikit, melalui berbagai hal yang menjengkelkan yang terjadi sehari-hari dalam hidup kita. Seberapa besar pertumbuhan karakter kita, menentukan seberapa besar Tuhan dapat memberi tanggung jawab kepada kita, korelasinya  adalah seberapa tinggi Tuhan dapat memberi kita posisi, baik dalam pelayanan maupun dalam dunia sekuler.<br />
Apa yang terjadi jika Tuhan tidak repot-repot melatih karakter kita dahulu, sebelum memberi kita suatu posisi kepala ? Kita pelajari ‘raja karbitan’ yang gagal seperti Saul. Saya sebut Saul adalah ‘raja karbitan’, karena Saul begitu cepat menjadi raja setelah diurapi, tanpa latihan yang panjang seperti Daud, akibatnya Saul gagal. Kita tidak dapat menyalahkan Tuhan atas kegagalan Saul, tetapi kita juga tidak dapat seratus persen menyalahkan Saul atas kegagalannya. Ingatlah bahwa Tuhan terpaksa cepat-cepat mengangkat Saul menjadi raja, karena desakan bangsa Israel sendiri.<br />
<em>“Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel , mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya : “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.” (1 Sam 8; 4-5)</em></p>
<p>Jadi Tuhan tidak sempat mendidik karakter Saul sebelum menjadi raja, tetapi Tuhan langsung mengangkatnya. Dari hal ini kita juga dapat belajar untuk tidak memaksa Tuhan melakukan kehendak kita, tetapi biarlah kehendak Tuhan yang terjadi dalam hidup kita, karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita, dan segala sesuatu indah pada waktunya.<br />
Dan inilah salah satu kegagalan Saul akibat karakternya belum dididik Tuhan;<br />
<em>“Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing, dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya : “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat, dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu, akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.” Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.” (1 Sam 18 ; 6-8)</em></p>
<p>Sebagai raja, Saul punya wewenang, kekuasaan dan pengaruh besar. Hanya berkata : “Daud adalah musuh bersama,” maka seluruh rakyat mengikutinya begitu saja, tanpa mengetahui duduk perkaranya. Padahal kalau ditelusuri duduk perkaranya, hanyalah karena Saul mendengki Daud karena Daud lebih dimuliakan oleh perempuan-perempuan yang bernyanyi dan menari menyambut mereka. Hanya karena persoalan itu saja, 85 imam termasuk Ahimelekh dibunuh, dan seluruh penduduk Nod, yang adalah kota imam itu dibunuh. Begitulah bahayanya, jika seseorang begitu saja menjadi raja, tanpa karakter yang terlatih. Karena seorang raja atau seorang pemimpin mempunyai pengaruh besar terhadap bawahannya.</p>
<p>2.         PERJALANAN PERTUMBUHAN IMAN<br />
Sejalan dengan bertambahnya tanggung jawab, maka iman kita juga harus bertumbuh. Oleh sebab itu Tuhan perlu melatih iman kita dari hal-hal kecil sampai hal-hal besar. Apa akibatnya jika iman tidak dilatih secara bertahap ? Kita belajar lagi dari kegagalan Saul.<br />
“Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata : “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya. Tetapi kata Samuel : “Apa yang telah kau perbuat ?” Jawab Saul : “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku : Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan Tuhan; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran.”<br />
Kata Samuel kepadanya : “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Allahmu yang diperintahkanNya kepadamu; sebab sedianya Tuhan mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap; Tuhan telah memilih seorang yang berkenan dihatiNya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umatNya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.” (1 Sam 13; 8-14)<br />
Apa yang membuat Saul gagal untuk menunggu Samuel ? Imannya tidak terlatih, ia terdesak karena rakyatnya sudah berserak-serak, ia ketakutan, lalu ia gagal untuk menunggu kedatangan Saul. Bayangkan, baru ‘kemaren sore’, ia hanya bertanggung jawab mencari 3 keledai ayahnya yang hilang, dan hari itu ia harus berhadapan dengan bangsa Filistin. Imannya tidak siap. Dari hal ini kita mengerti kenapa Tuhan perlu melatih iman kita setahap demi setahap, sebelum memberi kita posisi “pinggang”, atau “bahu”, atau bahkan “kepala”.</p>
<p>3.         PERJALANAN KETAATAN<br />
Mengapa dalam perjalanan dari ‘ekor sampai kepala’, melatih diri untuk hidup dalam ketaatan menjadi begitu penting ?<br />
<em>“Jadi sama seperti oleh ketidak taatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang, semua orang menjadi orang benar.” (Rm 5:19)</em><br />
Jika kita berada pada posisi “pinggang”, maka ketaatan kita membuat semua orang dari ‘pinggang sampai ekor’ (yang kita pimpin), menjadi orang benar. Jika kita berada pada posisi “bahu”, maka ketaatan kita membuat semua orang dari ‘bahu sampai ekor’ (yang kita pimpin) menjadi orang benar Dan jika kita berada pada posisi “kepala”, maka ketaatan kita membuat semua orang dari “kepala sampai ekor” (yang kita pimpin) menjadi orang benar.<br />
Kali ini kita ambil contoh pelanggaran Daud. Pelanggaran atau ketidak taatan Daud membuat semua orang yang dipimpinnya menjadi orang berdosa, dan mengakibatkan 70.000 rakyatnya mati kena tulah.<br />
“Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel . Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat : “Pergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka. (2 Taw 21; 1-2)<br />
Tetapi hal itu jahat di mata Allah, sebab itu dihajarNya orang Israel . Lalu berkatalah Daud kepada Allah : “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, jauhkanlah kiranya kesalahan hambaMu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.” Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Gad, pelihat Daud. “Pergilah, katakanlah kepada Daud : Beginilah Firman Tuhan : Tiga perkara kuhadapkan kepadamu : pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu.”<br />
Kemudian datanglah Gad kepada Daud, lalu berkatalah ia kepadanya <em>:“Beginilah Firman Tuhan; Haruslah engkau memilih : tiga tahun kelaparan, atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau 3 hari pedang Tuhan, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat Tuhan mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang Mengutus aku.” (1 Taw 21 ; 7-12)</em></p>
<p>Jadi sebagai raja, ketidak taatan atau pelanggaran Daud membuat 70.000 rakyatnya mati kena tulah. Sefatal itu akibat dari pelanggaran seorang raja. Jadi dapat kita lihat betapa pentingnya berlatih untuk hidup dalam ketaatan dalam perjalanan dari ekor sampai kepala ini. Dan berlatih untuk taat juga berarti berlatih dalam kepekaan mendengar suara Tuhan dan mengerti kehendakNya.</p>
<p>Jadi mengapa berambisi, mengapa bersaing ? Mengapa tidak kita nikmati saja proses hidup dalam Tuhan ? Yang berada di posisi ekor, bersyukurlah karena Tuhan belum memberi tanggung jawab kepadamu. Yang berada di posisi ‘pinggang’, bersyukurlah karena Tuhan belum memberi tanggung jawab besar kepadamu. Yang berada di posisi ‘bahu’, harus mulai waspada karena tanggung jawab anda mulai besar. Dan yang berada di posisi ‘kepala’, waspadalah karena tanggung jawab anda yang besar. Dan jika anda adalah ‘raja karbitan’, atau ‘kepala’ karena warisan atau nepotisme, waspadalah dan belajarlah dari kegagalan Saul.<br />
Dan karena bersyukur, tidak perlu bukan untuk berambisi dan bersaing-saing ? Kita tahu bahwa ambisi dan persaingan menimbulkan iri hati, dan dari iri hati dan mementingkan diri sendiri timbul kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Jadi lebih baik kita bersyukur saja atas posisi masing-masing.</p>
<p>Dan lebih baik kita tidak mencela ataupun iri hati pada para gembala kita, laki-laki atau perempuan, karena seperti yang sudah kita pelajari di atas, ternyata tanpa sepengetahuan kita, Tuhan telah memakai mereka untuk berjaga-jaga atas jiwa kita, dan bertanggung jawab atasnya. Ini benar-benar bukan tanggung jawab yang mudah, jadi lebih baik kita mendoakan mereka, daripada bergossip, memfitnah, menentang ataupun memberontak kepada mereka. Dan sekali lagi saya katakan, Tuhan tidak melihat gender. Laki-laki atau perempuan, asalkan mau diproses, Tuhan akan mengangkat dia menjadi kepala. Jadi jangan katakan bahwa para pemimpin rohani wanita ini belum mengalami ‘proses pengolahan dan pendidikan’ yang panjang oleh Tuhan di dalam hidup mereka masing-masing. Tidak ada alasan untuk mencela mereka karena mereka wanita.</p>
<p>Dan segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. ( Ef 1;22)<br />
Hesti. 23 September 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/04/menjadi-kepala-dan-bukan-ekor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Siapa Anda di Dalam Kristus</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/04/kenali-siapa-anda-di-dalam-kristus/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/04/kenali-siapa-anda-di-dalam-kristus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 16:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2009/04/kenali-siapa-anda-di-dalam-kristus/</guid>
		<description><![CDATA[Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”<br />
– Keluaran 19:3-6<br />
Allah membebaskan umat Israel dari perbudakan di Mesir supaya umat Israel dapat pergi beribadah kepada-Nya. Dia memisahkan umat Israel sebagai harta kesayangan-Nya, milik-Nya pribadi. Betapa luar biasanya!!! Allah yang memiliki seluruh bumi dan isinya menjadikan umat Israel kerajaan imam dan bangsa yang kudus, yang dipisahkan khusus bagi Dia.<br />
<span id="more-414"></span><br />
Kita adalah bangsa Israel rohani. Ketika kita lahir baru, kita meninggalkan Mesir (lambang dunia yang gelap) untuk menjadi harta kesayangan-Nya. Kita menjadi bagi-Nya kerajaan imam dan bangsa yang kudus.<br />
Sebagai harta kesayangan-Nya, kita diperlakukan berbeda dari bangsa lain. “Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu” (Keluaran 8:23). Tanah Gosyen adalah tempat di mana orang Israel tinggal dan mereka diluputkan dari tulah yang Tuhan kirim ke Mesir (Keluaran 8:22 amp; 9:26). Bahkan TUHAN membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir (Keluaran 9:3-4). Oleh karena itu tidak ada umat Tuhan yang bisa kalah atau gagal jika kita mengenal siapa kita di dalam Kristus.<br />
Melalui Yesus Kristus, kita menjadi pewaris Allah yang turut ambil bagian dalam perjanjian antara Allah dengan Abraham. Dan karena Tuhan adalah empunya seluruh bumi, maka kita pun ditetapkan untuk memiliki dunia. “Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.” – Roma 4:13.</p>
<p><strong>Pujian-pujian: bukti perjanjian dengan-Nya</strong><br />
Puji-pujian kita kepada Tuhan adalah bukti bahwa kita adalah umat perjanjian darah-Nya. Tiap kali kita memuji Dia, kita sedang memperbaharui perjanjian kita dengan Tuhan. Jika kita tidak memuji-Nya, berarti kita sedang melanggar perjanjian kita dengan-Nya, dan kita sedang melepaskan perjanjian dengan Allah. Akibatnya, kita tidak akan mengalami terobosan atau berkat yang sudah Dia janjikan kepada kita.<br />
Karena itu, jangan berdoa hanya pada saat krisis. Kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan sebagai gaya hidup, dalam segala keadaan. Hiduplah sebagai kerajaan imam-Nya, sebagai bangsa-Nya yang kudus, yang menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran.<br />
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. – Yohanes 4:23.<br />
<strong>Pujian adalah kemenangan</strong><br />
Tuhan menetapkan kita sebagai imam bagi-Nya. Seorang imam selalu membangun takhta bagi Allah di manapun dan di tengah kondisi apapun. Ketika kita membangun takhta-Nya dengan pujian, Tuhan hadir. Dan ketika Tuhan hadir, musuh-musuh-Nya terserak.<br />
Setiap pemenang di Alkitab adalah penyembah dalam roh dan kebenaran:<br />
- Ayub adalah seorang imam. Dia selalu mempersembahkan korban bakaran, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Orang benar selalu membuat hadirat Allah turun di rumahnya.<br />
- Daud adalah imam. Sebelum maju berperang, dia selalu mempersembahkan korban bakaran dan berkonsultasi dengan Tuhan. Di tengah kesukaran dan penganiayaan, dia selalu memuji dan menyembah Tuhan.<br />
- Ratu Ester adalah seorang imam. Ketika Haman mengajukan proposal untuk melenyapkan segenap bangsa Yahudi di Persia, Ester menyembah Tuhan dan berdoa puasa. Dia mendekat kepada Tuhan untuk mendapatkan solusi dari dilemanya.<br />
- Daniel adalah penyembah yang taat dan setia. Sekalipun ia didakwa dengan tidak adil oleh orang-orang yang iri hati terhadapnya, tetapi Daniel tidak bercela, kecuali dalam hal ibadah kepada Allahnya. Walaupun diancam hukuman dilempar ke gua singa, Daniel tetap menyembah Tuhan …..tiga hari sekali ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dia lakukan. – Daniel 6:11. Ini menyebabkan dia dilempar ke gua singa. Tetapi Tuhan menyatakan kuasa-Nya yang besar dan meluputkannya dari maut.<br />
<strong>Perjanjian darah antara Allah dan Abraham adalah perjanjian kemakmuran</strong><br />
Kita masuk ke dalam perjanjian dengan Tuhan tanpa membawa apa-apa selain diri kita yang berdosa, gagal, kepahitan, kecewa. Tetapi Tuhan yang empunya seluruh bumi, bersedia mengikat perjanjian dengan kita. Oleh karena itu kita harus mengenali identitas kita dalam Kristus agar kita bisa klaim bagian perjanjian kita dan menerima apa yang sudah Tuhan sediakan bagi kita./p<br />
Perjanjian kita dengan Tuhan adalah perjanjian kemakmuran, perjanjian yang menurunkan berkat dan kekayaan kepada kita. Tuhan menyuruh bangsa Israel meminta harta kekayaan dari orang Mesir, sehingga mereka keluar dari Mesir dengan kekayaan yang berlimpah-limpah, bukan dengan tangan kosong.<br />
Kehendak Tuhan agar setiap orang percaya hidup dalam kelimpahan. “…Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” – Yohanes 10:10. Sebaliknya, setan suka kalau kita miskin, supaya kita tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan di bumi. Namun, melalui Yesus Kristus, kita menjadi harta kesayangan-Nya, menjadi bagi-Nya kerajaan imam dan bangsa yang kudus, yang diperlakukan berbeda dari bangsa lain. Seperti Abraham percaya dan meletakkan imannya pada janji Tuhan, demikian pula kita harus mengenal dan memeluk identitas kita di dalam Kristus serta mengambil partisipasi penuh dalam perjanjian kita dengan-Nya sehingga tidak peduli apapun yang kita hadapi dalam hidup ini, kita dapat keluar lebih dari pemenang. Haleluya!!<br />
Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, — seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” –di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” – Roma 4:16-18</p>
<p>Dalam KasihNya,<br />
Maria Magdalena Mnistries/p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/04/kenali-siapa-anda-di-dalam-kristus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

