<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; Iman</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/iman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Syarat Atas Jawaban Doa</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 01:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/</guid>
		<description><![CDATA[Markus 11:20-25 Tuhan Yesus mengatakan ada dua syarat bagi sebuah Doa untuk dijawab : 1. Percayalah kalau jawaban doa itu akan dan sudah diberikan kepadamu. Ini nampaknya sepele, tapi mari kita renungkan dalam hidup kita. Bagaimana sikap hati kita di saat kita berdoa, apakah kita memiliki keyakinan yang penuh bahwa Tuhan akan menjawab doa itu? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Markus 11:20-25</p>
<p>Tuhan Yesus mengatakan ada dua syarat bagi sebuah Doa untuk dijawab :</p>
<p>1. Percayalah kalau jawaban doa itu akan dan sudah diberikan kepadamu.<br />
Ini nampaknya sepele, tapi mari kita renungkan dalam hidup kita. Bagaimana sikap hati kita di saat kita berdoa, apakah kita memiliki keyakinan yang penuh bahwa Tuhan akan menjawab doa itu? Atau mungkin doa kita hanyalah menjadi sebuah rutinitas di mana kita juga mulai kehilangan keyakinan kita karena setelah sekian lama kita berdoa namun belum terjawab? <span id="more-681"></span><br />
Firman Tuhan berkata kalau Iman kita harus tercermin atau terlihat dari tindakan kita. Apakah kita sudah bertindak atau bersikap sesuai dengan iman kita? Seringkali keyakinan kita tidak sepenuhnya percaya kepada Tuhan, kita berdoa dan ketika doa itu tidak dijawab Tuhan kita menyalahkanNya. </p>
<p>2. Ampunilah terlebih dahulu orang yang (kita anggap) memiliki kesalahan kepada kita.</p>
<p>Seringkali penghalang yang terbesar atas jawaban2 doa kita adalah karena kita memiliki kekecewaan kepada orang lain. Dalam bahasa Inggris dikatakan &#8220;if you have anything against anyone, forgive him, and let it drop (let it go, leave it) &#8230;&#8221; Artinya kita harus lepaskan segala keberatan dan kekecewaan kita kepada orang lain. Di sinilah seringkali kita gagal, karena banyak orang secara tidak sadar lebih mementingkan emosi jiwanya dibandingkan jawaban doa yang dinanti-nantikannya. Lepaskanlah pengampunan, buang segala kekecewaan dan keberatan kita atas orang lain, dan bergeraklah maju!</p>
<p>Tuhan rindu untuk menjawab doa setiap anak-anakNya,  namun jawaban doa itu sendiri tidak akan Ia berikan kalau kita memiliki sikap hati yang salah. Biarlah Firman ini mengingatkan kita kembali, sehingga kita mendapatkan jawaban atas doa-doa kita.<br />
Amin! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 9 NOVEMBER 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-9-november-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-9-november-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 06:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-9-november-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Hidup kita , seperti yang digambarkan oleh Rasul Paulus, seperti sebuah pertandingan, dimana diujungnya terdapat garis finish. Dan orang yang menang melalui garis finish tersebut dengan memelihara iman mereka]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/11/finish.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="finish" border="0" alt="finish" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/11/finish_thumb.jpg" width="240" height="190" /></a> MENCAPAI GARIS AKHIR</b></p>
<p>2 Timotius 4:7</p>
<p>Hidup kita , seperti yang digambarkan oleh Rasul Paulus, seperti sebuah pertandingan, dimana diujungnya terdapat garis finish. Dan orang yang menang melalui garis finish tersebut dengan memelihara iman mereka.</p>
<p>Pertandingan atau perlombaan, berarti kita bicara soal jalur atau lintasan yang harus dilalui, dan garis finish , peserta yang tidak berhasil melalui jalur yang ada dan mencapai garis finish pasti akan dianggap gagal.</p>
<p> <span id="more-674"></span>
<p>Kita dapat belajar dari rasul Paulus tentang kehidupan Dia, dan bagaimana dia mengakhiri hidupnya dengan sangat indah. Marilah kita belajar dari beliau, agar kita dapat mencapai garis finish tersebut.</p>
<p>Sikap hati yang harus kita miliki seperti Rasul Paulus adalah:</p>
<ol>
<li><b>Kesungguhan hati – 1 Korintus 9:24</b> </li>
</ol>
<p>Jika kita mengerjakan sesuatu dengan sungguh sungguh, pasti berhasil, karena dengan bersungguh sungguh berarti seluruh Roh, hati dan Jiwa kita dedikasikan untuk perkerjaan ini. Kita pasti akan mengerahkan segala kemapuan kita. Dan jika kita melakukannya untuk kemuliaan Tuhan, maka pasti tidak akan pernah bosan, tetapi kita dibuatnya selalu bergairah.</p>
<ol>
<li><b>Penguasaan Diri – 1 Korintus 9:25</b> </li>
</ol>
<p>Tahu kapan harus berhenti, adalah salah satu bagian dari penguasaan diri. Iblis tahu benar caranya membelokan kebenaran walaupun hanya sedikit, semakin lama semakin besar. Maka untuk itu kadang kita harus berhenti, diam sejenak dan merenung, baru kemudian mulai kembali berjalan kembali pada jalur yang benar.</p>
<ol>
<li><b>Fokus yang benar – 1 Korintus 9:26</b> </li>
</ol>
<p>Focus ada karena akibat dari 2 hal diatas. Focus terhadap tujuan akhir yang ada didepan tentunya. Tujuannya adalah garis finish tersebut. Jangan sampai kita mempunyai Fokus yang salah.</p>
<ol>
<li><b>Latihan – 1 Korintus 9:27</b> </li>
</ol>
<p>Practice makes perfect – kita sering mendengar peribahasa ini. Jangalah malas beribadah, terutama dalam hal ibadah ( 1 Timotius 4:7b-8) karena itu berguna untuk hidup yang akan dating.</p>
<p><b>PENUTUP</b></p>
<p>Mari kita praktekan apa yang telah diajarkan oleh Rasul Paulus dalam menghadapi pertandingan hidup kita, agar kita dapat mencapai garis finish dan menjadi pemenang</p>
<p>Amin! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/11/c-o-o-l-selasa-9-november-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih Karunia yang menyelamatkan</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/10/kasih-karunia-yang-menyelamatkan/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/10/kasih-karunia-yang-menyelamatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 02:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Kekal]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Karma]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahala]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/10/kasih-karunia-yang-menyelamatkan/</guid>
		<description><![CDATA[Galatia 2:15-21 Dari semua keyakinan dan kepercayaan di dunia, hanyalah Yesus yang mengajarkan bahwa oleh karena iman kepada Yesus kita diselamatkan, sehingga keselamatan itu menjadi sebuah anugerah, kasih karunia Elohim bagi kita. Kita diselamatkan bukan karena prestasi, pencapaian atau juga perbuatan baik kita. Mengapa? Karena sekiranya kita selamat karena melakukan hukum Taurat dan taat pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="salib1" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/10/salib1.jpg" width="225" height="299" />Galatia 2:15-21</p>
<p>Dari semua keyakinan dan kepercayaan di dunia, hanyalah Yesus yang mengajarkan bahwa oleh karena iman kepada Yesus kita diselamatkan, sehingga keselamatan itu menjadi sebuah anugerah, kasih karunia Elohim bagi kita. Kita diselamatkan bukan karena prestasi, pencapaian atau juga perbuatan baik kita.</p>
<p>Mengapa?</p>
<p><span id="more-663"></span></p>
<p>Karena sekiranya kita selamat karena melakukan hukum Taurat dan taat pada sekumpulan peraturan, maka kita tidak membutuhkan Elohim lagi agar selamat. Keselamatan akan menjadi sesuatu yang dapat kita usahakan sendiri. Dan pada hakekatnya kita tidak akan pernah bisa sempurna tidak berbuat kesalahan.</p>
<p>Demikian pula kalau keselamatan kita adalah karena melakukan perbuatan baik (pahala), maka kita lah yang akan menyamatkan diri kita dan bukan Elohim. Lagipula kita tidak akan pernah tahu sejauh apa perbuatan baik kita akan menebus segala dosa kita. Kita pun bisa menjadikan &#8220;untuk berbuat baik&#8221; sebagai dasar kita untuk berbuat jahat. Sebagai contoh, kita dapat korupsi dan hasilnya kita pergunakan untuk membangun rumah ibadah. Apakah itu benar?</p>
<p>Hukum Kasih Karunia menunjukan bagaimana Elohim Sang Pencipta mengasihi kita &#8211; sehingga Ia menyelamatkan kita; dan juga menunjukan bagaimana sebuah hubungan 2 arah tercipta antara manusia -Tuhan dan Tuhan &#8211; manusia. Manusia membutuhkan karunia Tuhan dan Tuhan memberikan kasihNya bagi kita. Itulah kerinduan Tuhan yang terutama bagi kita, untuk memiliki hubungan yang erat dengan ciptaanNya, semata-mata karena Ia mengasihi kita.</p>
<p>Oleh karena itu, janganlah untuk ragu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hanya Karena iman kepadaNya maka kita dapat diselamatkan. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/10/kasih-karunia-yang-menyelamatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L SELASA 26 OKTOBER 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/10/c-o-o-l-selasa-26-oktober-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/10/c-o-o-l-selasa-26-oktober-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[khawatir]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Depan]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/10/c-o-o-l-selasa-26-oktober-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tidak ada satu manusia pun di dunia yang tidak pernah khawatir, semua manusia pernah merasakannya. Bahkan beberapa orang mengatakan khawatir adalah suatu hal yang sangat manusiawi.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="Worry" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/10/worry.jpg" width="225" height="303" />KESUSAHAN SEHARI CUKUP UNTUK SEHARI<br /></strong>Matius 6:25-34</p>
<p>
Tidak ada satu manusia pun di dunia yang tidak pernah khawatir, semua manusia pernah merasakannya. Bahkan beberapa orang mengatakan khawatir adalah suatu hal yang sangat manusiawi.</p>
<p>
Bagi kita yang percaya kepada Yesus pun tentu pernah mengalami kekhawatiran. Tetapi bagaimanakah pandangan Tuhan mengenai kekhawatiran? Firman di atas dengan jelas menyatakan bagaimana Tuhan memerintahkan kita untuk tidak khawatir akan apapun juga, karena kita berada di dalam pemeliharaan tangan Tuhan yang berkuasa. Namun kalau kita saat ini tengah khawatir pun, janganlah berkecil hati karena semua orang pun mengalaminya. Tuhan pun tidak melarang kita untuk khawatir, namun janganlah kita tenggelam di dalam kekhawatiran kita.</p>
<p><span id="more-655"></span><br />
Untuk mengerti mengenai kekhawatiran, kita perlu melihat lebih dalam apakah itu kekhawatiran. Kekhawatiran selalu bersumber pada 3 hal yaitu &#8220;hari kemarin&#8221;, &#8220;hari ini&#8221;, dan &#8220;hari esok&#8221;. Apakah artinya?</p>
<p>
<em>1. Jangan membawa beban dari &#8220;hari kemarin&#8221;<br /></em>&#8221; Pengalaman masa lalu haruslah kita jadikan sebagai pelajaran (Wahyu 2:5) dan jangan jadikan itu sebagai beban, trauma atau ketakutan yang mengikat kita. Apa yang sudah terjadi tidak dapat kita ubah, namun kita dapat mengubah keadaan kita di depan melalui keputusan kita di saat ini.<br />
&#8221; Ingatlah selalu akan kebaikan Tuhan di masa lalu, sehingga kita semakin kuat dalam pengharapan kita kepada Tuhan di masa yang akan datang. (Mazmur 103:2-3)</p>
<p>
<em>2. Janganlah Khawatir akan &#8220;hari esok&#8221;<br /></em>&#8221; Adalah baik jika kita dapat merencanakan hari esok kita, dan itulah yang harus kita lakukan. (Lukas 14:28) Namun kita harus melibatkan Tuhan di dalam setiap apa yang kita rencanakan, dan jangan mengandalkan kekuatan ataupun hikmat kita sendiri. (yakobus 4:13-15 dan Amsal 3:5-6)<br />
&#8221; Dalam merencakan hari esok, kita harus memulai dasarnya dengan iman kita kepada Tuhan dan bukan kepada kekhawatiran. (Matius 6:34)</p>
<p>
<em>3. Bertindaklah sekarang!</em><br />
&#8221; Firman Tuhan katakan bahwa hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:15-16) Artinya kita harus memanfaatkan setiap waktu kita untuk melangkah. Kekhawatiran seringkali mengaburkan focus orang, dari solusi ke masalah. Di saat kita focus terhadap solusi, maka masalah apapun dapat kita selesaikan. Oleh karena itu segeralah bertindak, jangan mau dibutakan oleh kekhawatiran!</p>
<p>
<strong>PENUTUP</strong><br />
Kekhawatiran tidak akan pernah membuat kita maju, bahkan menenggelamkan kita di dalam keresahan, mencuri damai sejahtera dan sukacita kita. Ingatlah akan apa yang Tuhan katakana di hari ini, kita sepenuhnya berada di dalam tangan pemeliharaanNya. Orang yang rajin dan bersungguh-sungguh di dalam Tuhan tidak perlu khawatir akan hari esok, sebab Tuhan yang menetapkannya. (Mazmur 37:23-24) Amin!
 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/10/c-o-o-l-selasa-26-oktober-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; SELASA 2 Maret 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 17:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Berkemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Fokus]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Penting bagi kita untuk tetap berfokus kepada Tuhan di tengah-tengah dunia dengan segala semaraknya. Bagaimanakah caranya bagi kita untuk fokus padaNya?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="focus" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/03/focus.jpg" width="225" height="149" />MENJAGA FOKUS</strong><br />
Mazmur 123:2</p>
<p>Tahun Ayin adalah tahun di mana Tuhan tengah memandang pada umatNya dan kita pun memandang kepada Tuhan. Tuhan mencari mereka yang bersungguh-sungguh hatinya untuk melimpahkan kuasa dan kekuatanNya.</p>
<p> Bagaimanakah sikap kita dalam memandang Tuhan? Firman di atas menggambarkan bagaimana seorang hamba memandang tangan Tuannya dengan penuh fokus, menantikan perintah dan tuntunan dari Tuannya. Sedemikian fokusnya sehingga mungkin ia tidak memperdulikan yang lain. Mengapa? Karena hamba itu tahu, bahwa dengan fokus memandang kepada Tuannya maka ia dapat dengan segera menangkap perintah Tuannya dengan baik.</p>
<p><span id="more-565"></span></p>
<p>Dalam melakukan segala sesuatu, jika kita dapat menjaga perhatian dan fokus kita kepada apa yang kita tengah lakukan saat itu pasti hasilnya maksimal. Bahkan dari Kisah Petrus berjalan di atas Air (Matius 14:22-33) kita dapat mengerti, jikalau kita dapat berfokus kepada Tuhan, maka kita mampu untuk melakukan perkara-perkara ajaib di dalam Tuhan. Namun jikalau fokus kita mulai beralih, maka kita akan tenggelam.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk dapat menjaga fokus kita kepada Tuhan</p>
<p>1. Lakukanlah segala sesuatu untuk Tuhan (Kolose 3:17 dan 23-24)<br />
Tuhan tidak pernah melarang kita beraktifitas, bahkan kita didorongNya untuk menjadi garam dan terang. Namun kita harus mendasari apapun yang kita lakukan itu kembali kepada Tuhan. Apakah itu pekerjaan, pelayanan atau bahkan hobby kita sekalipun. Jika kita mulai memiliki motivasi lain dalam apapun yang kita lakukan dan tidak lagi mendasarinya kepada Tuhan, maka secara perlahan fokus kita pun akan bergeser.</p>
<p>2. Setialah menjaga keintiman dengan Tuhan (Yakobus 4:8a dan Matius 14:23)<br />
Dengan kita dan dekat dengan seseorang atau sesuatu, maka secara tidak kita sadari mata, hati dan perhatian kita akan terfokus kepadanya. Demikian pula dengan Tuhan, jika kita intim, medekat kepadaNya maka Ia akan mendekat kepada kita, dan dalam setiap saat hari yang kita lalui fokus hati kita akan terarah kepadaNya. Bahkan Yesus pun membiasakan diri untuk memiliki waktu-waktu di mana Ia bisa dengan fokus berdoa kepada Bapa di Surga.</p>
<p>3. Lakukanlah yang menjadi kehendak Tuhan (Yohanes 4:34)<br />
Untuk melakukan kehendakNya, maka kita harus mendasari apapun yang kita lakukan di atas Dia dan memiliki keintiman sehingga kita mampu menangkap apa yang menjadi kehendakNya di dalam hidup kita. Di saat kita melakukan kehendak Tuhan di dalam hidup kita, kita menempatkan Tuhan di sentral kehidupan kita, sehingga Ia sepenuhnya menjadi fokus hidup kita.</p>
<p>Untuk dapat bertahan dan menjadi pemenang, kita harus menjaga iman kita dengan tetap konsisten berfokus hanya kepada Tuhan sehingga kita tetap teguh dan tidak tergoncangkan (Kolose 1:23). Alkitab penuh dengan contoh2 bagaimana pahlawan-pahlawan iman seperti Yusuf, Musa, Dau, Ruth dan lain-lain memenangkan peperangan mereka dalam memiliki iman yang teguh kepada Tuhan, walaupun pada awalnya mereka terlihat kalah dan gagal. Dengan terus fokus kepada Tuhan, walaupun mereka mengalami kegagalan, mereka dapat bangkit dan menang. Demikian pula dengan kita!</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Pemenang bukanlah seseorang yang tidak pernah jatuh atau luka, namun Ia memilih untuk tetap fokus kepada tujuan akhir, bangkit dan pada akhirnya menang. Mari kita tingkatkan standar kehidupan kita, kita tembus batas-batas kegagalan , pengalaman sedih di masa lalu dan pengalaman-pengalaman negatif lainnya, kita fokus kepada iman kita dan maju untuk melakukan perkara-perkara besar bersama Tuhan kita Yesus. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/03/c-o-o-l-selasa-2-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOL &#8211; SELASA 23 Februari 2010</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2010/03/cool-selasa-23-februari-2010/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2010/03/cool-selasa-23-februari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 17:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Setia]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2010/03/cool-selasa-23-februari-2010/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Untuk menjaga Iman kita, maka kita harus tetap setia di dalam mengikuti Dia. Bagaimanakah caranya ?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="hold" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2010/03/hold.jpg" width="225" height="316" />TETAP SETIA</strong><br />
Amsal 20 :6b</p>
<p>Kesetiaan adalah salah satu dari buah Roh dan hal itu juga merupakan salah satu karakter Tuhan sendiri ( 1 Korintus 1:9 ), karena itu hendaklah sebagai orang-orang percaya, kita harus memiliki karakter ini. ( Amsal 19:22)<br />
Kita harus tetap setia baik kepada Tuhan maupun panggilanNya. Tanda kemenangan bagi orang percaya adalah jika sampai akhir kita bisa tetap &#8220;setia &#8220;, tidak cukup hanya sampai &#8220;terpanggil&#8221; ataupun &#8220;terpilih&#8221; ( Wahyu 17:14 ). Orang yang setia kepada Tuhan, tidak akan hitung-hitungan terhadap harta, tenaga, waktu, yang sudah Tuhan anugerahkan kepadanya.</p>
<p><span id="more-563"></span></p>
<p>Untuk dapat tetap menjadi setia, lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:</p>
<p>1. Miliki dan jaga Motivasi yang benar terhadap Tuhan<br />
Memiliki motivasi yang benar terhadap Tuhan, adalah hal sulit karena kita adalah manusia yang masih mempunyai keinginan daging. Kadang kadang motivasi untuk memuliakan Tuhan dan keinginan daging itu sangat tipis bedanya. ( 1 Korintus 13:3)<br />
Berikut adalah beberapa contoh dari alkitab yang bercerita tentang motivasi yang salah ( Yakobus 4: 1-3 ; Markus 10 : 35-37) motivasi yang benar ( 1 Raja-raja 3 : 3-15)<br />
Diperlukan kekuatan dan Hikamat dari Tuhan untuk kita selalu mempunyai motivasi yang benar.<br />
Pelayanan yang sejati kepada Tuhan bermula dari pikiran kita. Tuhan lebih tertarik pada ALASAN mengapa kita mengerjakan sesuatu daripada HASIL yang kita peroleh ketika mengerjakan sesuatu. Motivasi kita dalam mengerjakan sesuatu itulah yang memberi NILAI di hadapan-Nya</p>
<p>
2. Bersungguh Hati kepada Tuhan ( 2 Tawarikh 16:9)<br />
Tuhan kita adalah Tuhan yang melihat hati. Tuhan lebih butuh kesungguhan hati kita dibandingkan dengan penampilan kita. Sebagai contoh mengenai persembahan orang kaya dan janda miskin, menurut Tuhan persembahan yang benar adalah persembahan dari janda miskin , karena dia memberi dengan hatinya.</p>
<p>3. Pegang dan selalu percayai setiap janji Tuhan ( Roma 9:29 ; Mazmur 89: 35 ; Bilangan 23 : 19)<br />
Janji Tuhan adalah YA dan Amin.<br />
Hanya dengan janji TUHAN yang memeberikan kelegaan dalam hidup kita.<br />
PENUTUP</p>
<p>Kita harus tetap setia bahkan setia sampai mati. Ada mahkota khusus yang Tuhan karuniakan bagi mereka yang setia kepadaNYA ( Wahyu 2 :10b). Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2010/03/cool-selasa-23-februari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L – SELASA 17 MARET 2009</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2009/03/c-o-o-l-%e2%80%93-selasa-17-maret-2009/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2009/03/c-o-o-l-%e2%80%93-selasa-17-maret-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 16:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Percaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Selain ketentuan, ketetapan dan kehendak Tuhan, Alkitab juga memuat janji-janji Tuhan bagi setiap anak-anakNya. Janji ini meliputi setiap area di dalam kehidupan dan milik setiap orang yang percaya kepada Yesus. Tuhan sangat rindu untuk memberkati setiap anak-anakNya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERCAYA SAJA</strong><br />
Markus 5:36b</p>
<p>Selain ketentuan, ketetapan dan kehendak Tuhan, Alkitab juga memuat janji-janji Tuhan bagi setiap anak-anakNya. Janji ini meliputi setiap area di dalam kehidupan dan milik setiap orang yang percaya kepada Yesus. Tuhan sangat rindu untuk memberkati setiap anak-anakNya.<br />
Tahun ini, sesuai dengan janji Tuhan, adalah tahun mujizat dan kesembuhan yang kreatif, dan itu bisa terjadi bagi kita yang percaya kepadaNya. Tuhan mau kita terima janji ini dengan iman yang teguh, percaya saja! Ketidakpercayaan bukan saja membuat kita tidak menerima janji Tuhan, namun juga mengandung hukuman. Oleh karena itu kita akan belajar dari kehidupan Zakaria. (Lukas 1:5-25)<span id="more-402"></span></p>
<p>1.	Tuhan melakukan segala sesuatu … :<br />
-	Sesuai waktu dan rancanganNya. Rencana Tuhan bukanlah rencana manusia (Yesaya 55:8), dan ia akan melakukan kehendakNya pada waktuNya. (Yesaya 60:22b dan Yesaya 49:8a) Oleh karena itu kita harus mengimani setiap janjinya dan menantikan Tuhan dengan setia.<br />
-	Dengan maksud dan tujuan yang terbaik.  Tidak pernah Ia mercancangkan kejahatan bagi kita, Ia senantiasa merencanakan yang baik bagi kita, jauh diluar kemampuan kita untuk mengerti apa rancanganNya itu.<br />
Zakaria telah lama menantikan anak, namun di saat Tuhan menjawabnya, justru Zakaria menjadi tidak percaya, dan ketidakpercayaan menanggung hukuman. Padahal Zakaria adalah orang yang selama iin melayani Tuhan, dan Ia melakukan segala sesuatu yang benar di mata TUhan. Oleh karena itu, jangan sampai kita menjadi tidak percaya dan menjadi tawar hati seperti Zakaria. Peganglah dengan teguh setiap janji Tuhan. </p>
<p>2.	Tuhan selalu memperhatikan orang yang setia kepadaNya.<br />
-	Tuhan senantiasa memberikan upah kepada mereka yang setia mentaati FirmanNya (Ibrani 11:6), dan Ia sangat menghargai mereka yang setia kepada Tuhan. Oleh karena itu Ia pasti menjawab kesetiaan kita kepada Tuhan untuk meyakini janjiNya dengan menggenapkan janji itu dalam kehidupan kita. (2 Samuel 22:26, Matius 25:21)<br />
-	Kesetiaan kita kepada Tuhan membuat Tuhan tidak tahan untuk menyatakan kehadarian dan kuasaNya ke dalam kehidupan kita. (Mazmur 145:18) Oleh karena itu kita harus terus memelihara kesetiaan kita kepada janji Tuhan, dan terus mempercayainya, karena dengan demikian kuasa dan hadirat Tuhan akan Nyata di dalam hidup kita.</p>
<p>3.	Tetap Percaya dan Tidak Bimbang<br />
-	Dalam masa penantian akan penggenapan janji Tuhan, kebimbangan akan senantiasa menggoda, apalagi jika kita memperhatikan apa yang jasmani kita lihat dan rasakan. Bahkan terkadang kita tidak melihat ada suatu perubahan dan mulai menjadi tawar hati. Oleh karena itu kita perlu memandang dengan mata rohani kita. Dunia mengatakan bahwa kita harus melihat dahulu baru kita percaya, namun Firman mengatakan bahwa kita harus percaya dahulu baru kita akan melihat. Jika kita berdoa, percayalah bahwa Tuhan telah menggenapkanNya, maka itu akan terjadi di dalam kehidupan kita. (Matius 21:22 dan Yohanes 11:40) Bila kita tidak percaya maka kita tidak akan menerima apa-apa, bahkan seperti  Zakaria mendapatkan hukuman. (Yakobus 1:6-7) Zakaria menjadi bisu, artinya Ia tidak memiliki apa-apa lagi untuk menceritakan akan kebesaran Tuhan karena Ia sudah menjadi tidak percaya. Demikian pula dengan kita, jika kita tidak percaya, maka kita akan menjadi ‘bisu rohani’ yang artinya kita tidak akan melihat kuasa dan kebesaran Tuhan di dalam hidupnya sehingga ia tidak lagi memiliki kesaksian untuk diceritakan kepada dunia.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Percaya saja! Janganlah sampai iman kita menjadi aus karena keadaan dunia yang kita lihat. Dunia bisa berubah, namun janji Tuhan tidak pernah berubah. Ia akan menggenapkanNya sesuai dengan waktuNya karena janjiNya kekal dan tanpa batas. Amin!	</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2009/03/c-o-o-l-%e2%80%93-selasa-17-maret-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang Menyenangkan Tuhan</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/09/apa-yang-menyenangkan-tuhan/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/09/apa-yang-menyenangkan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 06:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Joel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/09/apa-yang-menyenangkan-tuhan/</guid>
		<description><![CDATA[by Joel Osteen Firman Hari Ini Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Elohim. Sebab barangsiapa berpaling kepada Elohim, ia harus percaya bahwa Elohim ada, dan bahwa Elohim memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibrani 11 :6 Apakah anda pernah memikirkan apa yang menyenangkan Tuhan? Alkitab mengatakan bahwa Tuhan disenangkan / berkenan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by Joel Osteen</p>
<p>Firman Hari Ini<br />
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Elohim. Sebab barangsiapa berpaling kepada Elohim, ia harus percaya bahwa Elohim ada, dan bahwa Elohim memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibrani 11 :6</p>
<p>Apakah anda pernah memikirkan apa yang menyenangkan Tuhan? Alkitab mengatakan bahwa Tuhan disenangkan / berkenan karena iman kita kepadaNya. Ia disenangkan di saat anda mempercayai kebaikanNya, ketika anda percaya bahwa Ia memberikan upah kepada mereka yang mencari Dia.<br />
<span id="more-286"></span><br />
Tuhan telah melengkapi setiap orang dengan suatu ukuran iman. Ia memberikan kepada kita semua kemampuan untuk menjalani hidup yang menyenangkan Dia. Bagian kita adalah untuk bekerja sama dengan Dia dan mengijinkan iman itu untuk tumbuh di dalam kehidupan kita. Di dalam kitab Roma tertulis bahwa Iman tumbuh karena pendengaran akan Firman Elohim. Dengankata lain, iman dimulai di saat kita mengetahui kehendak Tuhan itu apa lewat FirmanNya. Ketika anda mengetahui bahwa keinginan Tuhanlah agar anda diselamatkan, itu akan memicu iman di dalam hati anda.</p>
<p>Seperti benih di tanah, iman anda dapat tumbuh dan berkembang ke seluruh aspek kehidupan anda. Ketika anda mulai bertekun di dalam pembacaan Firman Tuhan, kita seolah-olah sedang mengairi benih-benih iman tersebut. Ketika anda berjemaat di Gereja yang baik dan bersandarkan kepada Firman Tuhan, itu juga sama seperti anda memberikan gizi dan pupuk bagi benih iman anda untuk tumbuh. Sambil dengan tekun mencari Dia, ijinkanlah iman anda untuk tumbuh dan berkembang di hati anda. Anda akan bangkit lebih tinggi lagi, dan anda akan dikuatkan dan dimampukan untuk menyenangkan hati Tuhan dalam setiap aspek kehidupan anda!</p>
<p>Doa hari ini<br />
Bapa di surga, terima kasih telah menaruhkan imanMu di dalam setiap kami. Aku memilih untuk menjalani hidup yang menyenangkan hatiMu. Bawa aku selalu dekat supaya aku tetap berjalan di dalam jalan-jalanMu. Di dalam nama Yesus, Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/09/apa-yang-menyenangkan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COOL Selasa 24 Juni 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-24-juni-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-24-juni-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang murid-murid alami di perahu merupakan gambaran bagaimana ketakutan dapat menguasai seseorang, bahkan anak Tuhan sekalipun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/hp_fear.jpg'><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/07/hp_fear-300x201.jpg" alt="" title="hp_fear" width="300" height="201" class="alignnone size-medium wp-image-224" /></a><strong>K E T A K U T A N</strong><br />
Markus 4:35-41</p>
<p>Apa yang murid-murid alami di perahu merupakan gambaran bagaimana ketakutan dapat menguasai seseorang, bahkan anak Tuhan sekalipun. Apalagi kalau kita berbicara dalam konteks kehidupan saat ini di mana banyak sekali hal yang menjadi ketakutan bagi manusia. Sebut saja ketakutan terhadap bahaya bencana alam, peperangan, wabah, kejahatan dan lain sebagainya. Lukas 21:25 -26 bahkan menggambarkan bagaimana nanti manusia dapat mati karena cemas melihat apa yang terjadi di bumi ini. <span id="more-216"></span>Ketakutan merupakan hal yang manusiawi, namun jika kita dikuasai oleh ketakutan maka hal itu yang akan membunuh kita.</p>
<p>Ketakutan berbicara mengenai kepercayaan terhadap sesuatu yang tidak kita lihat. Sama seperti iman, bedanya kalau iman kita percaya kepada sesuatu yang positif, sedangkan kalau ketakutan percaya kepada sesuatu negative. Oleh karena itu ketakutan pada dasarnya berbicara mengenai kepercayaan. Iman mengundang hal positif ke dalam kehidupan kita, ketakutan mengundang hal negative dalam kehidupan kita seperti yang Ayub katakana di dalam Ayub 3:25.<br />
Bagaimanakah cara kita mengusir ketakutan?</p>
<p>1. Kita harus mengenal karakter Bapa di surga dengan benar. (1 Yohanes 4:18)<br />
Kasih melenyapkan ketakutan. Di dalam ayat yang ke 8 dikatakan bahwa kalau kita mampu mengasihi berarti kita mengenal Elohim sebab Elohim adalah kasih. Di saat kita mengenal karakter Tuhan yang sebenarnya, maka segala macam khawatir dan ketakutan kita akan hilang. Dan pengenalan kita kepada Tuhan juga timbul dari apa yang kita dengar dari FirmanNya.</p>
<p>2. Dengan Firman Tuhan ( Markus 4:39 )<br />
Firman Tuhan berkuasa, dan di saat kita mengenal Tuhan lewat FirmanNya, kita dapat mengusir ketakutan tersebut dengan memperkatakan Firman Tuhan yang berkaitan dengan ketakutan yang sedang kita hadapi.</p>
<p>3. Berimanlah kepadaNya. ( Markus 4:40 )<br />
Tuhan mengatakan kepada murid2 dengan jelas bahwa seharusnya mereka percaya. Markus 11:22-24 juga dengan jelas mengatakan bahwa kalau kita percaya bahkan gunung sekalipun dapat kita perintahkan untuk pindah. Oleh karena itu kita harus senantiasa melatih level iman kita untuk naik ke tingkatan selanjutnya agar tantangan apapun di dalam kehidupan kita dapat kita hadapi dengan dan baik, dan kita mencapai tingkat kehidupan yang Tuhan kehendaki. Keputusan untuk meningkatkan level iman kita ada pada kita sendiri.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Lukas 21:28 mengatakan bahwa penyelamatan kita sudah dekat. Takut yang benar hanyalah takut pada Tuhan, maka Dia akan menyelamatkan. Miliki pengenalan yang benar akan karakterNya, akan kasihNya, perkatakan Firman TUhan, dan pegang dengan iman yang kuat, maka kita senantiasa akan bebas dari ketakutan. Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/06/cool-selasa-24-juni-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

