<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life &#187; hati</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/tag/hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Motivasi Hati</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 01:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Benar]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Iri]]></category>
		<category><![CDATA[Jahat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi Hati &#124; Matius 9:1-8 &#8220;Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.&#8221; Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: &#8220;Ia menghujat Elohim.&#8221; Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: &#8220;Mengapa kamu memikirkan hal-hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Motivasi Hati</b> | Matius 9:1-8</p>
<p><em>&#8220;Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.&#8221; Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: &#8220;Ia menghujat Elohim.&#8221; Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: &#8220;Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?&#8221; (Matius 9:2-4)</em></p>
<p>Kalau kita melihat apa yang ahli Taurat itu katakan mengenai Yesus, apakah itu pikiran yang jahat? Bukankah Ahli Taurat itu memikirkan sesuatu yang rohani? Kalau memang Ahli Taurat itu tidak mengenal siapa Yesus, bukankah wajar kalau Ia mempertanyakan apa yang Yesus lakukan di dalam hatinya?<br />
<span id="more-705"></span><br />
Yesus dapat melihat sampai bagian hati yang paling dalam. Ketika ahli taurat itu berkata di dalam hati, &#8220;Ia menghujat Elohim &#8220;, sesungguhnya bukanlah itu motivasi sesungguhnya. Ahli Taurat itu sama sekali tidak memikirkan mengenai Elohim atau penghujatan, tetapi hatinya didasari oleh iri hati dan dengki. Itulah yang Yesus lihat dan nilai sebagai pikiran jahat, motivasi dasar di balik perkataan rohani yang hanya dapat dilihat oleh Tuhan.</p>
<p>Ahli Taurat di sini menggambarkan kita yang sudah mengenal Elohim, yang sudah memiliki &#8220;pengalaman&#8221; Rohani bersama Elohim. Apakah motivasi kita murni di hadapan Elohim? Atau kita memiliki motivasi2 yang Tuhan nilai jahat di balik segala &#8220;kerohanian&#8221; kita? Apakah kita melayani untuk dipandang terhormat? </p>
<p>Kita semua setiap hari bergumul dengan daging dan pikiran kita. Pikiran menjadi medan peperangan rutin antara kita dan iblis. Oleh karena itu setiap hari pula kita harus melatih diri kita untuk taat kepada Firman Elohim, taat melakukan apa yang Firman katakan BENAR. </p>
<p>Dengan demikian kita melatih diri kita untuk memiliki motivasi yang murni di hadapan Elohim. Untuk memiliki motivasi yang murni kita membutuhkan seumur hidup kita untuk diproses Tuhan. Tuhan akan ijinkan kita jatuh dan bangkit kembali supaya kita semakin lagi terlatih dan motivasi hati kita semakin murni di hadapan Tuhan.<br />
Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L &#8211; 1 Agustus 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-1-agustus-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-1-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 10:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Harta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-1-agustus-2008/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dalam Firman di atas dinyatakan bahwa Tuhan sedang mengukur. Apakah yang diukur? Yang diukur adalah setiap orang percaya, mereka yang menyembah Tuhan di dalam Bait Kudus Tuhan</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TUHAN SEDANG MENGUKUR<br />
Wahyu 11:1</p>
<p><img height="168" alt="tali ukur" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/08/tali-ukur.jpg" width="225" align="left" />Dalam Firman di atas dinyatakan bahwa Tuhan sedang mengukur. Apakah yang diukur? Yang diukur adalah setiap orang percaya, mereka yang menyembah Tuhan di dalam Bait Kudus Tuhan. Mengapa Tuhan sedang mengukur orang percaya? Karena Tuhan memiliki satu standar atau parameter hidup yang Ia kehendaki dari anak2Nya. Kalau ukurannya sesuai dengan yang Tuhan inginkan maka perkenanan Tuhan akan turun atas kehidupan seorang percaya.</p>
<p><span id="more-267"></span></p>
<p>Apakah saja yang Tuhan ukurkan dari kehidupan kita?</p>
<p>1. Kekudusan kita (1 Petrus 1:14-16, Yosua 3:5)<br />
Kalau bukan karena Tuhan Yesus yang mengorbankan diriNya di kayu salib, kita tidak pernah bisa menjadi Kudus. Kita butuh untuk menjadi kudus karena Tuhan Elohim kita adalah kudus, dan kalau kita tidak kudus kita tidak akan bisa menjadi satu dengan Dia. Dalam Yosua dikatakan dengan jelas bahwa bangsa Israel harus menguduskan dirinya terlebih dahulu sebelum Tuhan melakukan pekerjaan ajaib di tengah bangsa Israel.</p>
<p>2. Hati kita ( Amsal 4:23 )<br />
Dari hati kita terpancar kehidupan. Oleh karena itu kita harus menjaganya. Karena dari hati kita juga bisa keluar hal-hal yang dapat menajiskan kita. ( Matius 15:18-19 ) Kalau sampai hati kita menjadi kotor dan gelap, maka itu akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita yang lain.</p>
<p>3. Waktu kita ( Efesus 5:15-17 dan Matius 7:21-23 )<br />
Apakah waktu yang kita pergunakan kita pergunakan untuk melakukan kehendak Tuhan atau kehendak diri kita sendiri? Ini menjadi penting karena hari-hari ini kejahatan dan kebaikan berlomba-lomba untuk bekerja. Tuhan menghendaki kita untuk menghabiskan waktu kita untuk mengenal Dia dan kehendakNya. Karena itulah yang terpenting.</p>
<p>4. Harta kita ( Matius 6:19-21 )<br />
Apakah kita menggunakan harta kita hanya untuk sekedar memuaskan keinginan kita, atau untuk mengumpulkan harta di surga? Investasi kita yang terbaik adalah di saat kita menggunakan harta kita untuk menolong sesama, untuk memberkati sesama dan juga untuk pekerjaan Tuhan. Dengan melakukan itu maka kita mengumpulkan harta kita di sorga.</p>
<p>PENUTUP<br />
Ingatlah kita ini adalah bait Allah dan Roh Allah ada di dalam kita. Tuhan ingin kehidupan kita, menjadi saksiNya yang hidup demi kemuliaan nama Tuhan Yesus. 1 Kor 5:19-20</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/08/c-o-o-l-1-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Positive Relationship</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 17:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Semua orang pasti ingin berhasil. Mungkin dalam pekerjaan, studi, rumah tangga, dan lain sebagainya. Dan untuk mencapai keberhasilan itu banyak orang melakukan banyak hal, mereka mempersiapkan diri mereka sebaik-baiknya, mengasah kemampuan mereka, berlatih dan lain sebagainya.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="337" alt="continued-relationship" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/08/relation.jpg" width="225" align="left" />Semua orang pasti ingin berhasil. Mungkin dalam pekerjaan, studi, rumah tangga, dan lain sebagainya. Dan untuk mencapai keberhasilan itu banyak orang melakukan banyak hal, mereka mempersiapkan diri mereka sebaik-baiknya, mengasah kemampuan mereka, berlatih dan lain sebagainya.</p>
<p>Mazmur 1:1-3 menyatakan kepada kita dengan jelas bagaimana kita dapat berhasil di dalam hidup ini. Yang pertama ada pada ayat 1: &#8220;<em>Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,</em>..&#8221; Lalu yang kedua ada pada ayat berikutnya : <em>&#8220;tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.&#8221;<br /></em></p>
<p>Ayat pertama berbicara mengenai hubungan / relationships. Keberhasilan kita ditentukan oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. Dengan siapa kita bergaul-lah yang akan menentukan apakah kita akan berhasil atau tidak. Banyak orang Kristen tidak memahami hal ini sehingga mereka jatuh ke dalam kekecewaan, sakit hati bahkan sampai kepahitan, karena mereka tidak mengerti bagaimana memiliki sebuah relationship yang sehat dengan orang-orang di sekitar kita.</p>
<p>Untuk memiliki relationship yang sehat ada 4 taraf yang seharusnya kita lalui:</p>
<p>1. <strong>Perkenalan</strong> &#8211; Packaging &#8211; Di dalam taraf ini, semua kelihatan baik, seperti barang di etalase toko, semua di pack dengan sangat baik dan sangat indah.</p>
<p>2. <strong>Kontak</strong> &#8211; Open Packaging &#8211; check barangnya &#8211; Kita mulai belajar mengenali orang tersebut. Apakah dia sebagus packagingnya? Kita mulai bertanya, memperhatikan, dan menilai.</p>
<p>3. <strong>Friend</strong> &#8211; Common Ground &#8211; Hubungan mulai bekerja untuk kepentingan kedua belah pihak. Seperti barang, setelah kita buka dan lihat, maka pada taraf ini kita mencoba barangnya. Semakin dekat sebuah hubungan semakin terbuka kita satu sama lain. Apa yang kita suka mulai diketahui oleh orang tersebut. Tidak semua orang harus menjadi teman. Kalau tidak memiliki dasar yang sama tinggalkan saja hubungan tersebut, atau jangan bawa ke dalam taraf yang lebih dekat.</p>
<p>4. <strong>Intimacy</strong> &#8211; Sahabat &#8211; Adanya komitmen. Kita terbuka satu sama lain, tidak ada yang disembunyikan / ditutup-tutupi. Semakin informal. Kita bisa saling terbuka akan kekurangan dan kelebihan masing-masing.</p>
<p>Perlu waktu bagi kita untuk mengenali siapa yang mendekat di dalam kehidupan kita. Karena semakin kita dekat dengan seseorang, maka semakin lagi besar kemungkinan orang tersebut untuk menyakiti hati kita. Oleh karena itu kita harus berhati-hati untuk membina relationship di dalam kehidupan kita. Kalau kita tidak mau disakiti makakita harus berhati-hati dalam membina relationship, terutama di dalam tarah yang lebih dekat.</p>
<p>Parahnya, orang dunia bergerak dari taraf yang pertama ke taraf yang paling intim hanya di dalam satu malam. Dan orang dunia pikir hal ini adalah baik! Itulah mengapa orang yang terlibat one night stand akan berakhir tersakiti hatinya.</p>
<p>Setiap benih dosa yang dibawa ke dalam suatu relationship, maka ia akan menghasilkan benih kematian di dalam hubungan tersebut. Oleh karena itu suatu relationship yang dibangun di atas dasar ketidak benaran, maka akan ada benih kematian bagi hubungan tersebut.</p>
<p>Dengan mengerti ini, maka kita bisa senantiasa menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan sehingga hati kita terjaga dari kekecewaan dan akar pahit. Dengan mengerti mengenai hal ini, kita bisa dengan cepat menilai mana orang-orang yang harus kita bawa ke dalam taraf relationship yang berikutnya. Amin!</p>
<p>disarikan dari kotbah Pastor Jeffrey Rachmat, senior pastor JPCC.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/08/positive-relationship/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

