<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 15:44:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Makna Natal</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/makna-natal/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/makna-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 12:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/makna-natal/</guid>
		<description><![CDATA[Ap. Naomi Dowdy  
Apa arti Natal sesungguhnya? Bagi banyak orang, Natal berarti pesta, hadiah, liburan, bonus akhir tahun dan sebagainya. Perspektif Anda tentang Natal tergantung dari bagaimana Anda melihat kedatangan Tuhan Yesus. Mari kita melihat Natal dari perspektif Alkitab.

Yesaya 9:5-6 berkata: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="367" alt="pohonnatal" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/pohonnatal.jpg" width="225" align="left" />Ap. Naomi Dowdy  </p>
<p>Apa arti Natal sesungguhnya? Bagi banyak orang, Natal berarti pesta, hadiah, liburan, bonus akhir tahun dan sebagainya. Perspektif Anda tentang Natal tergantung dari bagaimana Anda melihat kedatangan Tuhan Yesus. Mari kita melihat Natal dari perspektif Alkitab.</p>
<p><span id="more-340"></span></p>
<p>Yesaya 9:5-6 berkata: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.”</p>
<p>Nabi Yesaya melihat Natal sebagai kedatangan seorang raja perkasa yang memerintah, yang membawa damai dan keselamatan. Ia melihat kerajaan yang baru, musim yang baru. Ia melihat Allah berada bersama umat-Nya.</p>
<p>Di Lukas 1:32-33 malaikat memberitahu kedatangan Mesias kepada Maria dengan menyatakan tujuan dan rencana Allah yaitu bahwa: “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.“</p>
<p>Di Lukas 2:11 malaikat muncul di hadapan para gembala dan memberitahu bahwa “hari ini telah lahir bagimu seorang Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.“</p>
<p>Yohanes pembaptis melihat Yesus sebagai “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia“ dan “Anak Allah” (Yohanes 1:29, 34).</p>
<p>Kehidupan para gembala berubah setelah mereka menerima pewahyuan dari Allah melalui para malaikat. Mereka bertindak dan maju ke dalam pewahyuan yang mereka terima. Yohanes menerima pewahyuan mengenai apa yang Allah akan lakukan. Allah mau melakukan hal yang baru, Allah akan mengajar kita hal-hal baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Apa yang Anda lihat = perspektif Anda<br />
Apa yang Anda lihat cepat atau lambat akan menjadi topik pembicaran Anda. Dan Amsal 6:2 mengatakan bahwa perkataan mulut kita bisa menjerat kita, yang artinya kita menjadi tawanan dari perkataan kita sendiri. Karena itu penting sekali bagi kita untuk melihat dengan benar, yaitu melihat segala sesuatu dengan perspektif yang benar.</p>
<p>Mungkin Anda gelisah dan Anda hidup dalam ketakutan. Anda melihat perceraian, narkoba, pelecehan, penyakit, pembunuhan, pemberontakan, kejahatan di sekitar Anda; Anda pikir memang begitulah dunia saat ini.</p>
<p>Allah berkata STOP! Jangan toleransi masalah sebagai hal yang normal. Ini saat kita mundur sejenak dan berkata: “Yesus lebih dari sekedar bayi, Dia adalah Jehovah Shamah, Allah yang perkasa. Dia Allah penyelamatku, Dia membawa susunan yang rapi kembali, Dia membawa keadilan dan kebenaran, Dia menyediakan segala kebutuhanku. Saya tidak perlu toleransi ini lagi.” Tuhan lebih besar dari segala masalah, dan kita harus mulai melihat segala sesuatu sebagaimana Tuhan melihatnya.</p>
<p>Natal memiliki kuasa. Yesus memiliki kuasa, pewahyuan akan siapa Dia mengubah masyarakat, mengubah komunitas, mengubah rumah tangga, mengubah bisnis.</p>
<p>2. Apa yang Allah lihat<br />
Allah melihat situasi dan kondisi kita berubah. Yesus datang ke bumi untuk membawa musim baru, pengharapan baru, masa depan yang baru. Mata-Nya menjelajah di seluruh bumi, mencari orang yang hatinya terbuka. Tuhan mencari orang yang siap mendengar dan menerima pewahyuan serta bertindak setelah menerima pewahyuan-Nya. Orang yang bersedia mendesak maju dan mengejar janji Allah, kepada orang itu, Tuhan mau menyatakan diri-Nya dan kasih karunia-Nya.</p>
<p>Allah melihat tantangan yang Anda hadapi hari ini, tetapi Dia juga melihat kemenangan di depan Anda. Anda mungkin berkata, Tuhan tidak mengerti apa yang terjadi. Sesungguhnya Tuhan sangat mengerti, dan Dia melihat hidup Anda berubah, tetapi Anda harus ijinkan Dia bekerja. Tuhan berkata: “Aku melihat kemenangan di atas kekalahanmu, Aku melihat damai sejahtera di atas kekacauan hidupmu, pengharapan di atas keputusasaanmu.”</p>
<p>Pertanyaannya adalah, apakah Anda melihat apa yang Tuhan lihat. Apakah Anda bisa melihat hidup Anda seperti Tuhan melihatnya?</p>
<p>3. Apa yang Anda lakukan dengan pewahyuan yang Anda terima<br />
Setelah Anda menerima pewahyuan dan belajar melihat dengan perspektif yang sejalan dengan perspektif Tuhan, Anda harus melangkah, jangan tunda, jangan putus asa, kejar terus.</p>
<p>Mungkin Anda merasa seperti berputar-putar tanpa tujuan. Temukan kembali perspektif Allah bagi hidup Anda, karena Allah punya tujuan bagi Anda. Belajar percaya sekalipun kelihatannya mustahil; dan kemudian bertindak sesuai firman. Langkah Anda akan membuat setan sakit jantung.</p>
<p>Karena itu, tinggalkan tempat yang lama, tinggalkan rutinitas, tinggalkan sikap lama dalam hubungan Anda dengan Allah dan dalam melihat masalah. Lihat situasi Anda melalui mata Tuhan, bukan dengan mata Anda sendiri. Jangan berkata: “Suatu hari nanti aku akan sungguh-sungguh menyerahkan hidupku kepada Tuha dan mengijinkan Dia menjadi Tuhan atas hidupku.“</p>
<p>Suatu hari itu adalah HARI INI. Anda tidak perlu menunggu tigapuluh tiga tahun untuk menerima pewahyuan baru. Kalau Anda membaca tulisan ini, inilah hari keselamatan Anda. Tangkap dan melangkahlah! Tuhan memiliki sesuatu yang baru bagi Anda hari ini.</p>
<p>Dalam kasih-Nya,<br />
Maria Magdalena Ministries<br />
<a href="http://www.mmmindo.org">www.mmmindo.org</a>
 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/makna-natal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Benci Dengan Benar</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/benci-dengan-benar/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/benci-dengan-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 13:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Benci]]></category>

		<category><![CDATA[Karakter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/benci-dengan-benar/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Apakah Benci itu adalah sesuatu yang negatif? Atau dapatkah kita memanfaatkan sifat benci untuk membangun hal positif di dalam hidup kita? Bagaimana benci dapat menjadi sesuatu yang membangun? Berikut ini adalah suatu perenungan yang dirangkum dari kotbah Pst. Jeffrey Rachmat. Sesuatu yang simple, sederhana namun ternyata memiliki dampak besar bagi perkembangan karakter kita.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="223" alt="benci2" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/benci2.jpg" width="225" align="left" />Kita sering mendengar dari mimbar bahwa benci adalah suatu sikap yang harus kita hindarkan. Demikian seringnya kita mendengar, timbulah persepsi bahwa benci itu adalah sesuatu yang negatif dan harus dijauhkan dari kehidupan seorang Kristen.</p>
<p>
Sesungguhnya benci adalah bagian dari karakter manusia. Kita bisa melihat bagaimana kepribadian seseorang dengan mengetahui apa yang Ia cintai dan apa yang Ia benci. Contohnya, jika saya membenci kebohongan dan mencintai kejujuran, maka kita dapat berasumsi bahwa pribadi saya adalah pribadi yang berkarakter jujur, apa adanya, dan tidak berpura-pura. </p>
<p>
Lalu bagaimana dengan Karakter Tuhan? Apakah ia membenci sesuatu atau seseorang? Apakah yang Firman katakan?  Kita dapat melihatnya di Amsal 6:16 dan Maleakhi 2:16. Dari kedua ayat ini, kita bisa menyimpulkan  seperti  apakah karakter Tuhan itu.</p>
<p>
Hal-hal yang kita cintai di dalam hidup menunjukan fokus kita di dalam hidup. Kita akan melakukan hal-hal yang memang kita cintai. Fokus kita akan bera da di situ.</p>
<p>
Hal-hal yang kita benci di dalam hidup menunjukan hal-hal yang ingin kita  hindari. Sebagai contoh, kalau kita benci dibohongi, maka kita tidak akan berbohong. Kalau kita benci kepada ngaret, maka kita tidak akan ngaret di saat datang untuk bertemu dengan orang lain.</p>
<p>
Oleh karena itu kita dapat memanfaatkan rasa benci sebagai sebuah tameng bagi integritas kita. Membenci dengan benar dapat melindungi nilai-nilai kehidupan kita, seperti immune system bagi karakter kita. Oleh karena itu kita harus membenci dengan benar, sehingga kita terhindar dari melakukan hal-hal yang memang kita tidak sukai untuk kita alami dalan kehidupan kita.</p>
<p>
Di dalam pekerjaan saya, lazim terjadi orang menunda pembayaran. Biasanya karena pengaturan cash flow yang ketat. Tapi ada juga orang yang menunda karena memang dasarnya ia tidak rela untuk memberikan apa yang menjadi hak orang lain itu. Karena saya paling tidak suka untuk ditunda pembayarannya padahal orang yang harusnya membayar dalam keadaan yang mampu,  maka saya pun berusaha untuk tidak menunda pembayaran yang menjadi hak orang lain, apalagi karena memang itu tertulis dengan sangat jelas di dalam Firman.</p>
<p>
Dengan benci yang benar, kita dapat melindungi nilai-nilai positif kehidupan di dalam kita dan membangun karakter yang baik yang pada akhirnya nanti akan membuat kita berbeda dengan orang lain. Amin
 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/benci-dengan-benar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Christmas Del Mar</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/christmas-del-mar/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/christmas-del-mar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 08:04:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gratisan]]></category>

		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/christmas-del-mar/</guid>
		<description><![CDATA[Ngga kerasa Natal sudah tiba ..  buat yang lagi nyari-nyari lagu natal, daripada lagu natal yang biasa-biasa aja, cobain deh ini ..

Lagu-lagu natal dengan sentuhan chillout - lounge. Asik banget&#8230;.
Silahkan unduh di sini
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/christmasdelmar-1.jpg" alt="Christmas Del Mar" width="300" height="270" align="left" />Ngga kerasa Natal sudah tiba .. <img src='http://todayswisdoms.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> buat yang lagi nyari-nyari lagu natal, daripada lagu natal yang biasa-biasa aja, cobain deh ini ..</p>
<p><span id="more-336"></span></p>
<p>Lagu-lagu natal dengan sentuhan chillout - lounge. Asik banget&#8230;.</p>
<p>Silahkan unduh di <a title="Christmas del mar" href="http://rapidshare.com/files/162805823/Christmas_Del_Mar_-_XrayZ.rar" target="_blank">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/christmas-del-mar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L - 9 Desember</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 17:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[COOL]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Masalah]]></category>

		<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan kita selalu diperhadapkan kepada dua pilihan, yaitu positif atau negatif, berkat atau kutuk, kehidupan atau kematian. Semua orang pasti ingin memilih hasil yang positif daripada negative. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="158" alt="untitled" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/untitled.jpg" width="225" align="left" />POSITIF ATAU NEGATIF?<br />
Ulangan 11:26-27  dan Ulangan 30:15-19</p>
<p>Kehidupan kita selalu diperhadapkan kepada dua pilihan, yaitu positif atau negatif, berkat atau kutuk, kehidupan atau kematian. Semua orang pasti ingin memilih hasil yang positif daripada negative. Namun kehiudpan yang kita jalani tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kadang-kadang hal yang negative menurut  kita ternyata dapat menghasilkan hal positif (Roma 8:28)</p>
<p>Yang bisa menentukan hasil yang positif atau negative bagi kita ternyata bukanlah keadaannya, namunsikap kita dalam menghadapinya. Kalau kita bersikap positif, tentunya hasilnya akan positif walaupun keadaaanya negative bagi kita. Oleh karena itu pilihannya ada pada kita, bagaimanakah kita mau bersikap.<br />
Keadaan           |              Sikap         |                 Hasil<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Negatif                            Positif                         Positif<br />
Positif                             Negatif                         Negatif<br />
Negatif                            Negatif                         Negatif<br />
Positif                               Positif                         Positif</p>
<p>
Sikap seperti apakah yang akan kita pilih? Jikalau Tuhan mengijinkan keadaan negative terjadi di dalam hidup kita, bagaimanakah sikap positif yang harus kita kembangkan?<br />
Inilah hal-hal positif yang harus dilakukan jika kita menghadapi keadaan yang tidak enak / negative:</p>
<p>1. Mengucap Syukur ( Efesus 5:20 dan 1 Tesalonika 5:18 )<br />
Seringkali kita sulit mengucap syukur pada saat keadaan terjepit, dan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun kita harus selalu senantiasa mengucap syukur atas apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita. Di saat keadaan sulit, lihatlah kehidupan kita, temukanlah kebaikan Tuhan yang telah ia lakukan di dalam hidup kita, dan mulailah mengucap syukur. Kuasa Ucapan Syukur akan membuka pintu bagi kita untuk memperoleh apa yang tidak kita miliki, dan melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan.</p>
<p>2. Tetap Memiliki Pengharapan ( Ibrani 6:19 )<br />
Kuatkanlah kepercayaan kita kepada Tuhan terutama di saat kita lemah menghadapi badai hidup. Pengharapan itu seperti sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, meskipun keadaan tidak nyaman bagi kita.  Dan pengharapan itu harus berdasarkan kepada Janji Tuhan yang Ia nyatakan kepada kita melalui FirmanNya. Jika kita kehilangan pengharapan, maka kita akan semakin lemah dan putus asa, sehingga apapun langkah hidup, kita akan semakin salah dan tidak memiliki tujuan. Perkatakanlah janji Tuhan dalam hidup kita agar kita semakin kuat di dalam pengharapan kita kepada Tuhan. ( Roma 8:25 )</p>
<p>3. Cari Kehendak Tuhan ( 1 Samuel 30:8 )<br />
Saat mengalami keadaan terjepit, Daud tidak mencari kehendak manusia. Namun Ia mencari baju efod (baju yang dipakai oleh seorang Imam pada waktu ia mencari kehendak Tuhan). Setelah Daud mengetahui apa kehendak Tuhan barulah ia bertindak melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Seringkali di saat keadaan terjepit dan tidak baik, kita lebih cenderung untuk melakukan apa yang sesuai dengan keinginan kita, tetapi Daud mengajarkan kepada kita untuk mencari kehendak Tuhan (Matius 6:9). Atau mungkinkah ada yang Tuhan mau kita bereskan dari kehidupan kita.</p>
<p>4. Bertindak Sesuai dengan kehendak Tuhan ( Yosua 1:8 )<br />
Setelah kita mengetahui kehendak Tuhan, maka kita harus bertindak sesuai dengan apa yang Tuhan maksudkan bagi kita. Firman Tuhan mengatakan, ketika kita memegang janji Tuhan dan bertindak di dalamnya, maka kita akan berhasil dan beruntung, meskipun keadaan yang kita hadapi saat ini seolah-olah tidak baik. Jangan kita jemu2 untuk melakukan apa yang baik, yang sesuai dengan kehendak Tuhan, karena pada saatnya nanti kita pasti akan menuai jika tidak menjadi lemah. ( Galatia 6:9 )</p>
<p>
PENUTUP<br />
Hari-hari ini milikilah sikap yang positif saat menghadapi keadaan yang negative. Sikap positif akan membawa kita kepada kemenangan dan keberhasilan sesuai dengan tujuan Tuhan bagi kita. Tuhan akan membawa kita kepada jalan keluar (1 Korintus 10:13), namun kita harus melakukan apa yang menjadi bagian kita, yaitu bersikap positif. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-9-desember/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membawa Mimpi Tuhan Jadi Realita</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/membawa-mimpi-tuhan-jadi-realita/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/membawa-mimpi-tuhan-jadi-realita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 17:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Masa Depan]]></category>

		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>

		<category><![CDATA[Tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/membawa-mimpi-tuhan-jadi-realita/</guid>
		<description><![CDATA[Ap. Indri Gautama 
 Seorang ibu yang mengandung, sementara bayinya masih dalam kandungan, sang ibu sudah memiliki begitu banyak impian dan harapan tentang masa depan bayinya. Bahwa kelak anaknya menjadi orang yang sukses.
Demikian pula Tuhan. Dia memiliki mimpi untuk Anda dan saya. Lama sebelum kita mengenal Tuhan, Dia sudah punya destinasi, impian dan harapan tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="225" alt="mimpi" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/mimpi.jpg" width="225" align="left" />Ap. Indri Gautama </p>
<p> Seorang ibu yang mengandung, sementara bayinya masih dalam kandungan, sang ibu sudah memiliki begitu banyak impian dan harapan tentang masa depan bayinya. Bahwa kelak anaknya menjadi orang yang sukses.</p>
<p>Demikian pula Tuhan. Dia memiliki mimpi untuk Anda dan saya. Lama sebelum kita mengenal Tuhan, Dia sudah punya destinasi, impian dan harapan tentang bagaimana hidup kita.</p>
<p>Detik kita bertobat, Tuhan mulai menanam impian-Nya di hati kita. Dia mengkomunikasikan mimpiNya melalui firman. Semakin setia kita mengikut Tuhan, semakin kuat impresi mimpi itu.</p>
<p>Salah satu impian Tuhan tertulis di Yeremia 29:11 yang berbunyi:<br />
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.</p>
<p><span id="more-331"></span></p>
<p>Di sini Tuhan berkata bahwa Dia sudah mempersiapkan masa depan yang baik untuk kita semua. Seperti seorang ibu yang yang punya rancangan-rancangan yang baik bagi anaknya, demikian juga Tuhan. Namun ada perbedaan antara impian seornang ibu dan impian Tuhan.</p>
<p>Impian Tuhan akan hidup selamanya di roh kita. Impian Tuhan tidak akan mati asal kita tidak menyimpan kepahian, kecewa dan kuatir. Dari pihak kita, diperlukan kerjasama untuk membuat impian Tuhan termanifestasi. Ada dua hal yang perlu dilakukan agar mimpi Tuhan menjadi realita.</p>
<p>Pertama, kita harus rela bersabar menanti manifestasi mimpi tersebut. Yusuf menunggu selama 13 tahun – dari umur 17 sampai 30 tahun – untuk mimpi Tuhan digenapi.</p>
<p>Kedua, kita harus selalu menjaga hati agar mimpi itu tetap hidup. Setan selalu mencoba mencuri mimpi Tuhan sebab dia tidak suka jika kita menjadi seperti yang Tuhan mau.</p>
<p>Setan berusaha keras mematikan mimpi Tuhan di kita dengan menembakkan kepahitan, kekecewaan dan kuatir di hati kita. Dia juga akan melemparkan berbagai godaan supaya kita jatuh dalam dosa dan kehilangan mimpinya Tuhan. Yusuf mengalami godaan di rumah Potifar melalui istri Potifar. Tetapi Yusuf menjaga hati sepenuhnya untuk mimpi Tuhan. Hanya dibutuhkan beberapa tahun lagi sebelum mimpi Tuhan bagi Yusuf tercapai, yaitu menjadi perdana menteri Mesir.</p>
<p>Tahukah Anda mimpi Tuhan bagi Anda? Jika belum, mintalah kepada Tuhan supaya Dia mewahyukan mimpi-mimpi-Nya di hati Anda, agar Anda tahu ke mana Ia membawa Anda. Tidak jadi soal, apakah Anda baru bertobat atau sudah lama menjadi anak Tuhan; Dia berkata bahwa mimpi-Nya tersedia bagi semua orang percaya. Jika Anda percaya, maka mimpi Tuhan itu akan menjadi milik Anda.</p>
<p>Dalam kasih-Nya,<br />
Maria Magdalena Ministries<br />
<a href="http://www.mmmindo.org">www.mmmindo.org</a>     </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/membawa-mimpi-tuhan-jadi-realita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Doa yang Membawa Hasil</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/doa-yang-membawa-hasil/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/doa-yang-membawa-hasil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 16:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<category><![CDATA[Kuasa]]></category>

		<category><![CDATA[Percaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/doa-yang-membawa-hasil/</guid>
		<description><![CDATA[Ap. Indri Gautama
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
- Lukas 18:1
Doa adalah hal yang mutlak untuk kehidupan kekristenan yang berhasil. Kuasa Allah dilepaskan ketika kita berdoa: kuasa untuk mengikat dan melepaskan, untuk melarang dan mengizinkan. Karena itu, tanggung jawab terbesar bagi orang percaya adalah berdoa dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/menyembah.jpg" alt="menyembah" width="225" height="149" align="left" />Ap. Indri Gautama</p>
<p><em>Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.</p>
<p>- Lukas 18:1</em><br />
Doa adalah hal yang mutlak untuk kehidupan kekristenan yang berhasil. Kuasa Allah dilepaskan ketika kita berdoa: kuasa untuk mengikat dan melepaskan, untuk melarang dan mengizinkan. Karena itu, tanggung jawab terbesar bagi orang percaya adalah berdoa dengan tidak jemu-jemu.</p>
<p>Ketika Yesus turun ke neraka, Dia merebut kembali kuasa dan otoritas yang telah dicuri oleh Iblis dan memberikannya kepada kita. Kita adalah mitra Tuhan di muka bumi. Jika kita gagal berdoa, kita sama dengan mengikat tangan Tuhan dan membatasi Dia. Semakin kita berjalan dengan Tuhan, pengenalan kita akan Tuhan harus semakin bertambah. Demikian pula dengan pengertian kita mengenai doa dan kehidupan doa kita; sehingga kita bisa bertumbuh dari iman ke iman, dari kemuliaan ke kemuliaan, dan melihat kemenangan demi kemenangan terjadi dalam kehidupan kita.<br />
<span id="more-329"></span><br />
Tujuh peraturan dasar untuk doa yang didengar dan dijawab Tuhan, yaitu:</p>
<p>1) Minta kepada Allah Bapa sorgawi di dalam nama Yesus (Yohanes 16:23-24).</p>
<p>Yesus berkata bahwa apapun yang kita minta kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, akan diberikan-Nya kepada kita. Kita meminta di dalam nama Yesus karena di dalam nama Yesus ada otoritas, yaitu hak untuk memakai kuasa.</p>
<p>2) Percaya bahwa Anda sudah menerima apa yang Anda minta dan doakan (Markus 11:24)</p>
<p>Saat kita meminta, kita percaya bahwa doa kita didengar dan dijawab Tuhan (Markus 11:24). Mengapa? Karena kita meminta sesuai firman Tuhan, yang adalah ya dan amin. Tuhan selalu menggenapi janji-Nya. Jadi ketika kita meminta berdasarkan firman Tuhan, kita percaya bahwa apa yang kita minta sudah kita terima, maka kita akan menerima apa yang kita percayai.</p>
<p>3) Lepaskan pengampunan sebelum Anda berdoa (Markus 11:25-26).</p>
<p>Hati yang penuh kebencian, kemarahan, kekecewaan, kepahitan, dendam membuat kita tidak bisa berdoa secara efektif dan tidak bisa mengekspresikan pujian penyembahan kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Karena itu, bersihkan diri dari emosi-emosi tersebut dan ampuni sesama Anda agar Tuhan juga mengampuni kita.</p>
<p>4) Andalkan Roh Kudus dalam kehidupan doa kita (Roma 8:26).</p>
<p>Kita menghemat banyak waktu, energi dan pikiran jika kita mengikuti pimpinan Roh Kudus dalam kehidupan doa kita. Berdoa tidak bisa hanya mengandalkan pikiran dan intelek Anda.</p>
<p>5) Membangun diri dalam iman yang paling suci dan berdoa di dalam Roh Kudus (Yudas 1:20)</p>
<p>Bahasa roh memampukan kita berdoa dengan intens di atas kemampuan alamiah kita. Saat kita berbahasa roh, kita masuk ke alam supranatural Tuhan.</p>
<p>6) Berdoa syafaat (Roma 8:27).</p>
<p>Doa syafaat ( intercession) adalah level doa yang paling tinggi. Inti dari doa syafaat adalah berdoa bagi orang lain. Berdoalah mengikuti tuntunan Roh Kudus ( unction) kapanpun Roh Kudus menggerakkan kita untuk berdoa.</p>
<p>7) Memupuk hubungan yang baik dengan sesama dan antara suami isteri, secara alkitabiah (1 Petrus 3:1-8).</p>
<p>Doa menjadi tidak efektif ketika hubungan suami istri buruk. Rasul Petrus menggambarkan bagaimana seharusnya sikap suami terhadap istri dan sebaliknya. Para suami hendaknya memperlakukan istri dengan bijaksana dan penuh pertimbangan (consideration), menghormati istri sebagai pihak yang lebih lemah secara fisik, bukan secara mental dan rohani. Istri adalah mitra suami yang sejajar, penolong suami yang sepadan. Karena suami dan istri adalah pewaris bersama di dalam Kristus yang memperoleh kasih karunia yang sama.</p>
<p>Hubungan adalah segalanya. Oleh sebab itu kita harus memperlakukan satu sama lain dengan berbelas kasihan, sopan, lemah lembut dan dengan rendah hati.</p>
<p>Dalam kasih-Nya,</p>
<p>Maria Magdalena Ministries</p>
<p><a href="http://www.mmmindo.org">www.mmmindo.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/doa-yang-membawa-hasil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L - Selasa 25 November</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-selasa-25-november/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-selasa-25-november/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 15:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[COOL]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Berkelimpahan]]></category>

		<category><![CDATA[Intim]]></category>

		<category><![CDATA[Memberi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-selasa-25-november/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Krisis perekonomian yang kali ini menghantam Amerika Serikat, ternyata dampaknya mengglobal. Hampir seluruh dunia ikut merasakan dampak dari krisis ini, dan tanpa terkecuali bangsa kita pun ikut juga merasakannya.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img height="299" alt="uang" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/uang.jpg" width="225" align="left" />BERKELIMPAHAN DI MASA SULIT</strong></p>
<p>Krisis perekonomian yang kali ini menghantam Amerika Serikat, ternyata dampaknya mengglobal. Hampir seluruh dunia ikut merasakan dampak dari krisis ini, dan tanpa terkecuali bangsa kita pun ikut juga merasakannya.</p>
<p>Kita bisa melihat  banyak pemberitaan di surat kabar mengenai kemungkinan PHK yang akan dilakukan, belum lagi jatuhnya pasar saham ke tingkat terendah dalam 3 tahun. Order pekerjaan yang biasanya sudah datang di akhir tahun ini sampai sekarang belum ada. Luar biasa dampak dari krisis kali ini dan kita pun tidak bisa memungkiri bahwa anak-anak Tuhan pun ikut merasakan dampaknya.</p>
<p>Namun kita perlu melihat kembali kepada janji Tuhan, apa menjadi kehendakNya bagi kita di saat-saat ini. Karena semua yang terjadi bukanlah suatu kebetulan, ini adalah sebuah goncangan seperti yang tertulis di dalam Hagai, agar harta bangsa-bangsa berpindah kepada rumah Tuhan. Ada maksud Tuhan lewat goncangan ini.</p>
<p>Ada 3 kebenaran agar bisa berkelimpahan di masa sulit:</p>
<p>1. Tuhan menginginkan supaya kita berkelimpahan.<br />
Dalam 3 Yohanes 1:2 dikatakan bahwa Yohanes berharap jemaat dalam keadaan yang baik-baik. Di dalam bahasa inggris, kata baik berasal dari kata prosper yang artinya berkelimpahan. ArtinyaTuhan menginginkan kita dalam keadaan yang berlimpah, hidup sejahtera agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Kita menjadi berhasil bukan dengan &#8220;diam saja&#8221;, tetapi Tuhan akan membuat &#8220;jalan&#8221; agar kita berhasil dalam semua yang kita lakukan. Jadi bagian kita di saat sulit ini adalah :<br />
a. Melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa ( bekerja dengan rajin, memiliki roh excellent yang membuat kita berbeda dengan orang lain )<br />
b. Membuka mata dan  hati untuk melihat peluang, jalan dan kesempatan yang akan Tuhan tunjukan.</p>
<p>2. Mulai membangun keintiman dengan Tuhan ( 2 Tawarikh 26:5 dan Yohanes 15:7 )<br />
Kita harus sadari betul bahwa hanya dengan intim dengan Tuhan saja kita bisa melewati krisis ini di dalam kelimpahan, karena Tuhan adalah sumber segala sesuatu, di dalam Dia ada segalanya, dan dengan dekat dengan Dia maka kita akan senantiasa mendapatkan inspirasi, kekuatan yang baru, pengurapan, yang membuat kita tidak pernah salah langkah, bahkan terus maju.</p>
<p>3. Mulai meminta Keberhasilan. ( Mazmur 33:18-19 dan Mazmur 37:19 )<br />
Karena kita yakin bahwa Tuhan menginginkan kita berkelimpahan, maka mulailah membangun pengharapan tersebut di dalam hati kita. Janji Tuhan adalah kita akan tetap kenyang di saat kelaparan, kita akan tetap berkelimpahan di saat sekeliling kita sedang krisis! Jadi di masa sulit pun kita pasti berhasil, kita pasti bisa melewati semua dengan baik oleh karena Tuhan. Ingat Yabes, karena dia mengenal siapa yang Dia sembah maka dia tidak takut dan ragu untuk meminta kelimpahan, karena ia tahu itu yang Tuhan inginkan.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Ini adalah kabar baik dari Tuhan, bahwa oleh karena Dia kita bisa berkelimpahan bahkan di saat sulit sekalipun.  1 Yohanes 5:14 mengatakan bahwa kita akan mendapatkan jawaban doa kita kalau kita berdoa sesuai dengan kehendakNya. Kita telah mengetahui kehedakNya bagi kita di masa sulit ini. Peganglah dengan teguh pengertian ini, apapun krisis yang kita hadapi, bersama Tuhan kita akan keluar menjadi pemenang, Haleluyah!<br />
Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-selasa-25-november/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L - 2 Desember 2008</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-2-desember-2008/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-2-desember-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 15:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[COOL]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Dekat]]></category>

		<category><![CDATA[dosa]]></category>

		<category><![CDATA[Intim]]></category>

		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-2-desember-2008/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kata Immanuel - "Tuhan Beserta Kita" biasa kita dengar, bahkan mungkin kita sudah sangat sering membacanya sehingga kata ini seolah-olah kata ini menjadi kata-kata yang biasa saja bagi kita.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/12/jesus-stand.jpg" alt="jesus stand" width="225" height="316" align="left" />TUHAN BESERTA KITA</strong><br />
Ibrani 13:5b</p>
<p>Kata Immanuel - &#8220;Tuhan Beserta Kita&#8221; biasa kita dengar, bahkan mungkin kita sudah sangat sering membacanya sehingga kata ini seolah-olah kata ini menjadi kata-kata yang biasa saja bagi kita. Tetapi apakah kita benar-benar menyadari dan mengalami dalam keseharian kita bahwa Tuhan Yesus ada bersama-sama dengan kita di mana pun kita berada, bahkan dalam situasi apapun?<span id="more-325"></span></p>
<p>Firman Tuhan di atas dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan akan menyertai sepanjang kehidupan kita. Kita dapat melihat janji Tuhan mengenai penyertaanNya dalam Firman Tuhanyang terdapat pada Mazmur 23:4, Yesaya 49:15-16, dan Matius 28:20b. Ia berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, dalam keadaan apapun Ia setia.</p>
<p>Kita telah melihat janjiNya kepada kita, itu adalah bagian Tuhan untuk Ia kerjakan. Lalu aapakah bagian yang harus kita lakukan?<br />
Inilah yang harus kita lakukan untuk dapat menikmati janji penyertaanNya :</p>
<p>1. Intim dengan Tuhan (Yakobus 4:8)<br />
Sesungguhnya Tuhan tidak pernah jauh dari kita, namun di saat kita mencari Dia, mendekat kepada Dia, maka kita akan merasakan bahwa Ia ada dekat dengan kita. Dan kita bisa senantiasa mendekat kepada Tuhan apabila kita mendisiplinkan diri kita untuk giat dan tekun di dalam Doa, Pujian dan Penyembahan. Kita dapat berdoa, memuji dan menyembah Tuhan di mana dan kapan saja, tidak ada batasan yang dapat menghalangi kita.</p>
<p>2. Tidak Hidup di Dalam dosa. ( Yesaya 59:12 dan Ibrani 12:14 )<br />
Sekali lagi, Tuhan tidak pernah jauh dari kita, bahkan di saat kita melakukan dosa pun Ia ada dekat dengan kita, mengamati dan menunggu. Namun di saat kita berdosa, kita sendiri yang sering merasa tidak layak dan menjauh dari Tuhan. Dan sampai dosa itu dibereskan maka kita tidak dapat lagi bersekutu penuh dengan Dia.</p>
<p>3. Hidup di dalam FirmanNya ( Yohanes 15:4 dan 7 )<br />
Peganglah janji Tuhan dengan melakukan FirmanNya. ( Mazmur 12:7-8 ) Dengan begitu maka kita akan memperoleh kekuatan dari Firman itu dan dengan kekuatan itulah kita hidup di dalam FirmanNya. Firman itu adalah Tuhan sendiri, dan dengan hidup di dalam FirmanNya, maka kita hidup di dalam Dia dan kita hidup disertai oleh Tuhan.</p>
<p>4. Miliki Iman yang teguh ( Amsal 3:5-6 dan Mazmur 37:5-6 )<br />
Percaya saja kepada Tuhan di dalam segala hal, jangan mengandalkan kekuatan pikiran kita. Dengan mengandalkan percaya kita kepadaNya, maka Ia tidak akan pernah jauh dengan kita, Ia akan senantiasa menyertai kita dalam apapun yang kita lakukan.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Tuhan turut bekerja lewat segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihiNya. Oleh karena itu yakinlah bahwa segala sesuatu di dalam kehidupan kita terjadi atas sepengetahuan dan seijinnya, dan kalau Ia menyertai kita, maka Ia akan memberikan kepada kita kekuatan untuk kita melewati setiap proses kehidupan dengan baik dan membawa kemuliaan bagi Dia!<br />
Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/12/c-o-o-l-2-desember-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Respon Terhadap Tekanan</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/11/respon-terhadap-tekanan/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/11/respon-terhadap-tekanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 13:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Berharap]]></category>

		<category><![CDATA[Berserah]]></category>

		<category><![CDATA[Intimidasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/11/respon-terhadap-tekanan/</guid>
		<description><![CDATA[Ap. Indri Gautama
Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi. – 2 Tawarikh 20:1-2
Firman Tuhan di atas menggambarkan suatu keadaan yang sangat sulit. Raja Yosafat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/11/intimidasi-1.jpg" alt="intimidasi" width="225" height="170" align="left" />Ap. Indri Gautama<br />
<em>Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi. – 2 Tawarikh 20:1-2</em><br />
Firman Tuhan di atas menggambarkan suatu keadaan yang sangat sulit. Raja Yosafat sebagai raja Yehuda berhasil membawa bangsa Israel menjadi bangsa yang makmur di tanah perjanjian. Tetapi, tidak semua tetangga menyukai mereka, ada sejumlah bangsa yang iri dan ingin merebut kesuksesan mereka. Muncullah tiga negara – Moab, Amon dan Meunim – berperang melawan bangsa Yehuda. Mereka ingin menjajah dan memiliki semua keberhasilan bangsa Yehuda.<span id="more-323"></span></p>
<p>Diperhadapkan dengan situasi ini, raja Yosafat tidak mampu berpikir lagi. Dia serta-merta &#8220;mengambil keputusan untuk mencari Tuhan [dan] menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Rakyat Yehuda taat dan mereka berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari Tuhan.” – 2 Tawarikh 20:3-4.</p>
<p>Tuhan mendengar dan meresponi Yosafat dan rakyat Yehuda. Di ayat 15, salah satu imam mereka mendengar suara Tuhan dan menyampaikannya: “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”</p>
<p>Mendengar kata-kata janji Tuhan ini mereka menjadi berani dan kemudian berangkat berperang melawan ketiga negara tersebut. Hasilnya adalah salah satu mujizat terbesar yang pernah disaksikan oleh bangsa Yehuda pada masa pemerintahan raja Yosafat:<br />
<em>Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput. Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya. – 2 Tawarikh 20:23-25</em></p>
<p>Ada pelajaran penting dari pengalaman perang raja Yosafat. Setiap orang punya Moab, Amon atau Seir. Moab Anda bisa berupa hutang, Seir Anda bisa mertua, Amon Anda bisa kanker, dan Meunim Anda bisa masalah apa pun yang membuat Anda takut dan tidak berpengharapan. Di tengah tekanan musuh seperti ini, pilih untuk melakukan hal-hal yang dijamin oleh Alkitab akan mendatangkan kemenangan total, yaitu:<br />
Bertekad mencari Tuhan dan berserah.<br />
Raja Yosafat tidak mencoba memakai kekuatannya sendiri, tetapi ia langsung berlari mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ia berserah dan berkata: “Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, tapi mataku tertuju kepada-Mu.” Dan Yosafat tersungkur di kaki Tuhan.</p>
<p><strong>Puji Tuhan.</strong><br />
Fokus pada kebesaran-Nya!! Deklarasikan siapa Tuhan bagi Anda. Tidak ada senjata yang lebih ampuh dalam menghadapi musuh selain memuji Tuhan. Sewaktu Anda memuji dan menyembah Tuhan, musuh bingung karena rencananya untuk menakut-nakuti Anda gagal total.</p>
<p><strong>Bangkit dan lawan dalam iman. Resist in faith</strong>.<br />
Yakobus 4:7 berkata bahwa ketika kita tunduk kepada Allah, maka Iblis akan lari dari kita ketika kita melawannya! Apakah raja Yosafat dan bangsa Yehuda bisa memilih untuk berdiam diri dan hanya berdoa saja karena ketakutan? Ya! Tetapi karena mereka mendengar suara Tuhan, mereka menjadi berani. Mereka bangkit dengan iman, percaya bahwa mereka akan berhasil.</p>
<p>Puji Tuhan dan ucapkan syukur.<br />
Nyanyikan pujian dan ucapan syukur bagi Dia karena Anda percaya sudah menerima kemenangan.</p>
<p>&#8230;. maka kemenangan terjadi!!!</p>
<p>Dalam kasih-Nya,<br />
Maria Magdalena Ministries<br />
<a href="http://www.mmmindo.org">www.mmmindo.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/11/respon-terhadap-tekanan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>COOL 18 November</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 10:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[COOL]]></category>

		<category><![CDATA[Pemurnian]]></category>

		<category><![CDATA[Proses]]></category>

		<category><![CDATA[Teguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jika kita berbicara mengenai penderitaan dalam kehidupan anak-anak Tuhan di Alkitab, kita akan menemukan banyak kisah yang dapat kita jadikan sebagai panutan.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2008/11/airmata.jpg" alt="airmata" width="225" height="299" align="left" />Jika kita berbicara mengenai penderitaan dalam kehidupan anak-anak Tuhan di Alkitab, kita akan menemukan banyak kisah yang dapat kita jadikan sebagai panutan. Kita bisa melihat dari kehidupan Ayub, bagaimana ia diberkati, dicobai Iblis, dan dipulihkan kembali. <span id="more-321"></span>Ada juga kisah dari Yusuf, bagaimana ia dibuang, difitnah, dilupakan, sampai akhirnya menjadi orang kepercayaan Firaun. Ada juga kisah Daud, bagaimana ia mengasihi Tuhan, memiliki integritas, namun dikejar-dikejar, diancam, dikhianati anaknya sendiri dan banyak lagi.</p>
<p>Hari ini kita akan menggali dari kehidupan Daud, bagaimana ia kenyang dengan penderitaan, kesusahan, namun ia tidak menjadi kecewa pada Tuhan, ia tidak menjadi pahit dan getir, tetapi malah bersyukur dan menyadari bahwa semua kesusahan itu membawa manfaat baginya.</p>
<p>Dalam perkataanya, Daud menyampaikan dua pelajaran penting yang Ia dapat lewat penderitaannya.</p>
<p>1. Penderitaan ada sebagai bukti kesetiaan Elohim (Mazmur 119:75)<br />
Maksud Tuhan dalam mengijinkan kita menderita kesusahan bukanlah karena Ia marah dan membenci serta menolak kita. Ia melihat kita menyimpang dari suatu arah yang akan merugikan kita dan akan membawa kehancuran pada akhirnya. ( Mazmur 89:30-34). Ia setia walaupun kita tidak setia, dan itu Ia tunjukan dengan senantiasa menuntun kita, dan terkadang kita ditegur dengan keras, mungkin kita diijinkan Tuhan untuk mengalami penderitaan, itu semua menunjukan kesetiaanNya kepada kita. Oleh karena itu kita pun juga harus berbesar hati untuk ditegur Tuhan, karena lewat penderitaan Ia membentuk kita.</p>
<p>2. Di saat Menghadapi Kesusahan Daud bereaksi dengan tepat (Mazmur 119 :67 dan 71)<br />
Daud tidak melihat penderitaan sebagai kesusahan atau malapetaka, ia melihatnya sebagai cara baginya untuk mengerti ketetapan-ketetapan Tuhan. Daud mengerti, bahwa di saaat ia di dalam penderitaan, reaksi yang paling tepat adalah untuk tetap mentaati Firman Tuhan. Banyak orang di saat di dalam penderitaan malah menjauh dari Tuhan, namun Daud justru menyatakan bahwa Ia Firman Tuhan adalah kesukaannya ( Mazmur 119:143)</p>
<p>Selain dua hal di atas yang dapat kita lihat dari kehidupan Daud, penderitaan adalah cara bagi kita untuk memikul salib kita, untuk dimurnikan lebih lagi, membentuk kita menjadi pribadi dengan karakter Kristus. ( 2 Korintus 4:17-18) Dan untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus, kita pun harus dibentuk lewat penderitaan, permasalahan dan kesusahan agar kita menerima apa yang dijanjikan Tuhan atas kita.</p>
<p>Dalam Roma 8:18 Firman Tuhan mengatakan bahwa penderitaan kita tidak ada bandingannya dengan kemuliaan yang akan Tuhan nyatakan kepada kita. Oleh karena itu di saat kita mengalami penderitaan, kita harus focus kepada apa yang akan Tuhan berikan kepada kita nanti dan bukan kepada permasalahan yang ada di depan kita. Roma 5:2-5 mengatakan bagaimana melalui penderitaan dan masalah kita pada akhirnya akan semakin lagi menjadi tahan uji di dalam segala permasalahan yang kita alami.</p>
<p>PENUTUP</p>
<p>Apakah hari-hari ini kita sedang mengalami kesusahan, permasalahan atau penderitaan? Janganlah kita menjadi kecewa dan menjauh dari Tuhan. Kita berharga di mata Tuhan dan kalau Tuhan mengijinkan semua terjadi di dalam kehidupan kita, itu semua karena Ia mengasihi kita dan tengah mempersiapkan kita untuk menerima kemuliaan yang akan Tuhan nyatakan dalam setiap kehidupan anak-anakNya.<br />
Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2008/11/belajar-dari-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
