<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>todayswisdoms.com : Wisdoms from Daily Life</title>
	<atom:link href="http://todayswisdoms.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://todayswisdoms.com</link>
	<description>Wisdoms from Daily Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 10:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Berdiri di Tanah tanpa Kutuk</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/07/berdiri-di-tanah-tanpa-kutuk/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/07/berdiri-di-tanah-tanpa-kutuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 09:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Berkat]]></category>
		<category><![CDATA[Kutuk]]></category>
		<category><![CDATA[Nuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pulih]]></category>
		<category><![CDATA[Sembuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/07/berdiri-di-tanah-tanpa-kutuk/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sejak Adam jatuh ke dalam dosa, manusia hidup di alam yang terkutuk. Namun karena Kasih Elohin yang begitu besar bagi kita, Ia mempersiapkan sebuah umat pilihan di mana uma tersebut dapat berdiri di tanah tanpa kutuk!</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2011/07/Ark.jpg"><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2011/07/Ark-300x183.jpg" alt="Noah&#039;s Ark" title="Ark" width="300" height="183" class="alignleft size-medium wp-image-728" /></a>Kejadian 8:4</p>
<p>Selama 40 hari dan malam, hujan turun dengan begitu deras sehingga seluruh dunia lenyap, kecuali Nuh dan orang-orang yang bersama dengannya di dalam bahtera. Pada akhir hari ke 150 , pada hari ke-17 dari bulan ketujuh, bahtera beristirahat di pegunungan Ararat.</p>
<p>
 </p>
<p><span id="more-718"></span>
<p>Dalam bahasa Ibrani, kata &#8220;Ararat&#8221; berarti &#8220;kutukan yang dibalik&#8221;. &#8220;Perairan penghakiman&#8221; surut, menyebabkan bahtera untuk beristirahat di pegunungan Ararat, di tanah baru di mana kutukan tersebut dibalik. Dan itu terjadi pada hari 17 bulan yang ketujuh pada Pesta buah sulung &#8211; tanggal yang tepat bahwa Yesus bangkit dari mati 4.000 tahun kemudian!</p>
<p>
Ketika Kristus bangkit dari kematian, kita dibangkitkan bersama-sama dengan Dia (Kolose 2:12). Kita yang ada di dalam Kristus sang bahtera sejati  berdiri di tanah kebangkitan mana kutukan telah dirbalik (Galatia 3:13), di mana penyakit, kemiskinan dan kegagalan tidak lagi punya hak untuk bekerja!</p>
<p>
Seorang anggota gereja berbagi bagaimana Tuhan melepaskan dia dari cervical spondylosis, kondisi medis yang menyebabkan bagian leher dari sumsum tulang belakang terus memburuk. X-ray diambil 4-5 tahun yang lalu menunjukkan bahwa daerah sumsum tulang belakang semakin memburuk cepat. Dia sakit dan harus minum obat untuk menangani kondisi ini. Dan setiap kali penyakitnya kambuh, ia akan mengalami depresi.</p>
<p>
Terakhir kali penyakitnya kambuh, ia pergi ke dokter,mempercayai Tuhan bahwa ia telah sembuh, mengikuti lagi test X Ray, dan meminum obat yang diberikan, tetap percaya Tuhan bahwa ia telah sembuh. Keesokan paginya, rasa sakit di lehernya sudah hilang dan ia mampu mengerakan lehernya. Ketika ia akhirnya mengambil hasil pemeriksaan X-Raynya seminggu kemudian, dokter mengatakan bahwa sumsum tulang belakang nya tampak lebih baik bahkan lebih baik daripada si dokter sendiri! Dokter sangat terkejut karena pasien dengan kondisi seperti ini biasanya tidak bertambah baik. Elohim telah membalikkan kutukan cervical spondylosis untuknya!</p>
<p>
Teman, sebagai orang percaya, Anda berada di tanah &#8220;tanpa kutukan&#8221;. Anda berdiri di zona berkat di mana sangat mudah untuk berkat-berkat Tuhan untuk turun seperti hujan di seluruh aspek kehidupan Anda!</p>
<p>Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/07/berdiri-di-tanah-tanpa-kutuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L – SELASA 19 JULI 2011</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/07/c-o-o-l-selasa-19-juli-2011/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/07/c-o-o-l-selasa-19-juli-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 11:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Benih]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Janji Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Menabur]]></category>
		<category><![CDATA[Menang]]></category>
		<category><![CDATA[Multiplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Multiplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/07/c-o-o-l-selasa-19-juli-2011/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bagaimanakah kita dapat mengalami penggenapan Janji-Janji Tuhan di sisa tahun 2011?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="finish" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2011/07/finish.jpg" width="240" height="193" />MENGALAMI JANJI TUHAN</strong> </p>
<p>
Tuntunan Tuhan di tahun ini bagi gereja kita, bahwa tahun 2011 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi. Tentu kita semua mau mengalami janji Tuhan tersebut, namun langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk mengalaminya?<br />
Marilah kita memahami terlebih dahulu  mengenai &#8220;Prinsip Pohon&#8221; agar kita mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai &#8220;multiplikasi dan promosi&#8221;</p>
<p><span id="more-713"></span></p>
<p>
1. Tabur Benih (Markus 4:26-29)<br />
Kita tidak akan pernah menuai jika kita tidak pernah menabur. Oleh karena itu untuk mendapatkan tuaian, kita harus menabur. Jika kita menuai, kita pasti menuai melebihi apa yang kita tabur. Itu adalah multiplikasi. Oleh karena itu tahun ini selain menjadi tahun promosi dan multiplikasi, juga menjadi tahun menabur.</p>
<p>
2. Tanam di tanah yang tepat (Matius 13:23)<br />
Tanah yang tepat akan menentukan hasil yang baik. Jika  sebuah benih ditabur di tanah yang tepat dan subur, maka benih itu akan tumbuh dan berbuah optimal. Oleh karena itu kita harus memastikan seluruh aspek kehidupan apakah itu pekerjaan, usaha, pelayanan dan keluarga kita berada di &#8220;tanah yang baik&#8221;.</p>
<p>
3. Tumbuh dengan cara Tuhan (1 Korintus 3:6-7)<br />
Sebuah tanaman dapat bertumbuh dengan baik karena ada factor manusia yang menjaga, merawat dan memeliharanya. Namun yang terlebih penting adalah Tuhan, karena tanpa Tuhan tidak mungkin phon tersebut dapat tumbuh. Demikian pula dengan kita, jika kita mau bertumbuh dan berbuah maka kita harus dekat kepada Tuhan dan mengandalkan cara Tuhan dan bukan cara kita.</p>
<p>
4. Untuk berbuah banyak harus mau dibersihkan (Yohanes 15:2)<br />
Agar sebuah pohon dapat berbuah lebih banyak lagi, maka ia harus dibersihkan dari segala factor yang menghambat kemampuannya untuk dapat berbuah lebih banyak lagi. Bagi hidup kita, pembersihan adalah sebuah proses yang harus kita lalui supaya kita daapt mengalami promosi dan multiplikasi. Karena itu bersyukurlah jika kita mengalami proses masalah, sebab itu artinya kita akan mengalami janji Tuhan asalkan respon kita terhadap masalah tersebut benar!</p>
<p>PENUTUP<br />
Banyak orang mendengar janji Tuhan tapi tidak mengalaminya. Itu adalah suatu kerugian. Oleh karena itu hari ini kita telah belajar bagaimana menerima janji Tuhan dari &#8220;prinsip pohon&#8221;. Marilah kita lakukan agar tahun  ini Janji Tuhan yaitu Promosi dan Multiplikasi menjadi bagian kita! Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/07/c-o-o-l-selasa-19-juli-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan menjadi Agamawi</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/05/jangan-menjadi-agamawi/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/05/jangan-menjadi-agamawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 02:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Agamawi]]></category>
		<category><![CDATA[Fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[Farisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/05/jangan-menjadi-agamawi/</guid>
		<description><![CDATA[18 Mei 2011 Bacaan Hari ini : Yohanes 10:10 &#8220;Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.&#8221; __________________________________________ Beberapa orang takut menyembah Tuhan karena mereka memiliki pikiran yang salah bahwa menyembah Tuhan berarti mereka harus menjadi orang yang selalu menghakimi dan kaku. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>18 Mei 2011</p>
<p>Bacaan Hari ini :<br />
Yohanes 10:10 &#8220;Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.&#8221;<br />
__________________________________________</p>
<p>Beberapa orang takut menyembah Tuhan karena mereka memiliki pikiran yang salah bahwa menyembah Tuhan berarti mereka harus menjadi orang yang selalu menghakimi dan kaku.<br />
Ini adalah sesuatu yang jauh dari kebenaran.<br />
Yesus datang untuk memberi kita hidup yang berlimpah dan memuaskan. (Yohanes 10:10)<br />
<span id="more-707"></span><br />
Adalah Setan yang ingin &#8220;mencuri, membunuh dan membinasakan&#8221; kebebasan dan sukacita yang seharusnya menjadi milik Anda.</p>
<p>Seringkali beberapa orang yang menyesatkan dapat menyebabkan kita untuk menghindari Tuhan karena sikap-sikap fanatisme mereka.</p>
<p>Berikut adalah jenis fanatisme agamawi yang saya amati selama bertahun-tahun:</p>
<p>Tipe Farisi :<br />
Dia kaku dan berpikiran sempit, dia memiliki aturan untuk semuanya.<br />
Kata favoritnya adalah &#8220;Jangan!&#8221;<br />
Beberapa orang takut mereka bisa menjadi seperti itu jika mereka menjadi seorang Kristen.<br />
Tetapi Yesus menyebut orang-orang tipe Farisi sebagai &#8220;pemimpin buta&#8221;.<br />
Kata-Nya, &#8220;Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan!&#8221; (Matius 23:24)</p>
<p>Tipe yang merasa paling benar :<br />
Dia merasa diri paling suci dan menghakimi orang lain, kalimat favoritnya adalah &#8220;Terima kasih Tuhan, aku tidak seperti kamu!&#8221;<br />
Namun, Yesus menceritakan kisah dua orang yang berdoa, yang satu merasa dirinya benar dan yang satu merendahkan diri karena kegagalannya: &#8220;Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.&#8221; (Lukas 18:14)</p>
<p>Tipe ekstrem :<br />
Dia seorang yang terlalu ekstrem dan membuat jengkel orang lain.<br />
Kalimat favoritnya adalah, &#8220;Kamu harus bertobat atau masuk neraka! Bertobat atau terbakar!&#8221;</p>
<p>Namun, rencana Allah untuk membawa kita kembali kepada-Nya adalah dengan cinta, anugerah, dan pengorbanan: &#8220;Karena Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, bahwa setiap orang yang percaya Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.<br />
Sebab Allah tidak mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia melalui Dia.&#8221; (Yohanes 3:16-17 NIV)</p>
<p>Tipe sok rohani :<br />
Dia tidak bisa berbicara tanpa hal-hal yang bersifat klise keagamaan.<br />
Semuanya yang terjadi adalah keajaiban atau Iblis yang melakukannya.<br />
Dia tidak pernah menggunakan otaknya untuk berpikir.<br />
Tapi Tuhan tidak ingin Anda berhenti berpikir ketika Anda menjadi seorang Kristen.<br />
Bahkan Dia ingin memberikan kita pikiran Kristus. (1 Korintus 2:16)</p>
<p>Ini adalah tipe-tipe stereotip yang kadang membangun opini mengenai Kekristenan, tapi sikap-sikap ini bukanlah intisari dari Kekristenan yang sebenarnya.<br />
Sikap-sikap ini mewakili orang-orang yang telah meninggalkan hubungan mereka dengan Tuhan untuk hal-hal yang bersifat agamawi.<br />
Yesus berkata, &#8220;Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup (bukan agama), dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.&#8221; (Yohanes 10:10)</p>
<p>Tuhan tidak ingin kita menjadi orang-orang yang agamawi, Dia ingin kita untuk memiliki hubungan yang intim dengan Dia dan memiliki hidup yang berkelimpahan.</p>
<p>(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/05/jangan-menjadi-agamawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motivasi Hati</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 01:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Benar]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Iri]]></category>
		<category><![CDATA[Jahat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi Hati &#124; Matius 9:1-8 &#8220;Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.&#8221; Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: &#8220;Ia menghujat Elohim.&#8221; Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: &#8220;Mengapa kamu memikirkan hal-hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Motivasi Hati</b> | Matius 9:1-8</p>
<p><em>&#8220;Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.&#8221; Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: &#8220;Ia menghujat Elohim.&#8221; Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: &#8220;Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?&#8221; (Matius 9:2-4)</em></p>
<p>Kalau kita melihat apa yang ahli Taurat itu katakan mengenai Yesus, apakah itu pikiran yang jahat? Bukankah Ahli Taurat itu memikirkan sesuatu yang rohani? Kalau memang Ahli Taurat itu tidak mengenal siapa Yesus, bukankah wajar kalau Ia mempertanyakan apa yang Yesus lakukan di dalam hatinya?<br />
<span id="more-705"></span><br />
Yesus dapat melihat sampai bagian hati yang paling dalam. Ketika ahli taurat itu berkata di dalam hati, &#8220;Ia menghujat Elohim &#8220;, sesungguhnya bukanlah itu motivasi sesungguhnya. Ahli Taurat itu sama sekali tidak memikirkan mengenai Elohim atau penghujatan, tetapi hatinya didasari oleh iri hati dan dengki. Itulah yang Yesus lihat dan nilai sebagai pikiran jahat, motivasi dasar di balik perkataan rohani yang hanya dapat dilihat oleh Tuhan.</p>
<p>Ahli Taurat di sini menggambarkan kita yang sudah mengenal Elohim, yang sudah memiliki &#8220;pengalaman&#8221; Rohani bersama Elohim. Apakah motivasi kita murni di hadapan Elohim? Atau kita memiliki motivasi2 yang Tuhan nilai jahat di balik segala &#8220;kerohanian&#8221; kita? Apakah kita melayani untuk dipandang terhormat? </p>
<p>Kita semua setiap hari bergumul dengan daging dan pikiran kita. Pikiran menjadi medan peperangan rutin antara kita dan iblis. Oleh karena itu setiap hari pula kita harus melatih diri kita untuk taat kepada Firman Elohim, taat melakukan apa yang Firman katakan BENAR. </p>
<p>Dengan demikian kita melatih diri kita untuk memiliki motivasi yang murni di hadapan Elohim. Untuk memiliki motivasi yang murni kita membutuhkan seumur hidup kita untuk diproses Tuhan. Tuhan akan ijinkan kita jatuh dan bangkit kembali supaya kita semakin lagi terlatih dan motivasi hati kita semakin murni di hadapan Tuhan.<br />
Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/04/motivasi-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>C O O L SELASA  19 April 2011</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/04/c-o-o-l-selasa-19-april-2011/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/04/c-o-o-l-selasa-19-april-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 11:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[COOL]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/04/c-o-o-l-selasa-19-april-2011/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bagaimanakah kita dapat mengampuni ketika hati kita disakiti? Apakah yang Firman Tuhan katakan?</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img alt="mengampuni" align="left" src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2011/04/mengampuni.jpg" width="240" height="183" />MENGAMPUNI  |</strong> Matius 6:14-15</p>
<p>Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Ada kalanya kita berhadapan dengan orang-orang yang tidak pernah kita inginkan untuk berhadapan dengan kita, atau mungkin kita menghadapi orang-orang yang menjengkelkan atau malah merugikan kita, sehingga tanpa sadar kita kecewa, merasa disakiti dan kalau dibiarkan hati kita akan menjadi pahit.</p>
<p><span id="more-699"></span></p>
<p>
Solusi yang paling mujarab untuk keluar dari kepahitan itu adalah dengan cara &#8220;mengampuni&#8221;. Namun cara yang mujarab ini seringkali tidak sesederhana yang kita kira karena kita berurusan dengan perasaan dan hati kita.  Oleh karena itu kita perlu mengetahui prinsip-prinsip Firman Tuhan tentang mengampuni, sehingga kita dengan tegas dapat memilih sikap yang benar di saat kita menghadapi kekecewaan.</p>
<p>
1. Mengampuni adalah mutlak. (Matius 6:14-14)<br />
Walau dosa kita sudah diampuni, kita tetap berjuang melawan daging dan dosa yang terus mencoba menggoda kita. Terkadang dalam proses itu kita jatuh. Itulah mengapa kita butuh pengampunan Tuhan. Oleh karena itu kita pun juga harus mengampuni mereka yang bersalah kepada kita sama seperti Tuhan mengampuni kita. Mengampuni menjadi mutlak karena pada hakikatnya itu adalah untuk kepentingan dan kita.</p>
<p>
2. Mengampuni Akan menarik Kuasa Tuhan turun atas hidup kita. (Yakobus 5:16)<br />
Kata-kata &#8220;hendaklah kamu saling mengaku dosamu&#8221; ditujukan kepada kita dan sesama. Artinya kita harus saling memaafkan dan saling mengampuni. Barulah doa kita jika dengan yakin didoakan akan besar kuasanya.</p>
<p>
3. Pengampunan bukan didasarkan kepada siapa yang benar dan siapa yang salah. (Lukas 23:2-4 dan 34)<br />
Seringkali kita sulit mengampuni karena kita merasa diri kita tidak salah, dan orang lain yang bersalah kepada kita, dan kita menuntut orang lain dahulu yang seharusnya minta maaf kepada kita. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita sebaliknya, bagaimana ia mengampuni orang-orang yang menuntut dia disalibkan walau sebetulnya Ia tidak bersalah.</p>
<p>
4. Mengampuni Harus dengan segenap hati kita. (Matius 18:35)<br />
Pengampunan yang kita lepaskan haruslah dengan segenap hati kita. Oleh karena itu kita harus meminta Tuhan memulihkan Hati kita terlebih dahulu, agar kita dapat  mengampuni dengan segenap hati kita. Kita harus meminta kasih Tuhan untuk menguasai kita sehingga kita bisa mengasihi seperti Tuhan mengasihi.</p>
<p>PENUTUP<br />
Untuk mengampuni adalah sebuah pilihan. Dan jika kita memilih untuk mengampuni, itu bukanlah sebuah kelemahan, tetapi sebuah kekuatan dan kuasa. Mereka yang dapat mengampuni melepaskan dirinya dari ikatan masa lalu sehingga dengan bebas dapat bergerak maju ke dalam tingkatan kehidupan yang lebih tinggi dan maksimal dalam menerima berkat dari Elohim. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/04/c-o-o-l-selasa-19-april-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudahkah Kita Peduli ?</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 00:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/</guid>
		<description><![CDATA[Matius 8:5-13 &#8220;Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.&#8221; (Matius 8:6) Perwira yang datang kepada Yesus memohon kesembuhan bagi anak buahnya karena ia kasihan melihat anak buahnya menderita karena lumpuh. Walau tidak diungkapkan lebih jauh, saya percaya sebelum perwira ini datang kepada Yesus, ia sudah melakukan semua yang bisa ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Matius 8:5-13</p>
<p>&#8220;Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.&#8221; (Matius 8:6)<em></p>
<p>Perwira yang datang kepada Yesus memohon kesembuhan bagi anak buahnya karena ia kasihan melihat anak buahnya menderita karena lumpuh. Walau tidak diungkapkan lebih jauh, saya percaya sebelum perwira ini datang kepada Yesus, ia sudah melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk menyembuhkan anak buahnya.<br />
<span id="more-696"></span><br />
Perwira ini menjadi sebuah pelajaran bagi kita, padahal sebagai seorang perwira ia bukanlah seorang Yahudi, ia tidak mengenal Elohim Israel, namun tentunya Ia mendengar apa yang Yesus lakukan dan percaya bahwa Yesus memiliki Kuasa dan Otoritas ilahi. Dan yang luar biasa adalah ia sangat mempedulikan penderitaan anak buahnya.</p>
<p>Bagaimanakah perhatian kita kepada mereka-mereka yang kita pimpin? Apakah kita mengerti hidup yang mereka hadapi? Apakah kita tahu pergumulan apa yang saat ini mereka sedang geluti? Apakah kita tidak mau tahu? Apakah kita hanya menuntut agar mereka bekerja dengan baik, memberikan yang terbaik bagi pekerjaannya, namun tidak peduli dengan persoalan mereka.</p>
<p>Anak buah atau orang-orang yang kita pimpin adalah lingkungan terdekat dan termudah bagi kita untuk kita Injili. Dan cara menginjil yang paling mudah adalah dengan menjadi saksi Kristus, dengan menjadi teladan.</p>
<p>Marilah kita mulai peduli dengan mereka2 yang kita pimpin. Mungkin tidak banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikan masalah hidup mereka, namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan bagi Tuhan tidak ada yang susah. Doakan mereka dan Mujizat Tuhan pasti terjadi.<br />
Amin</p>
<p>www.todayswisdoms.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/04/sudahkah-kita-peduli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dasar yang Kuat</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/04/dasar-yang-kuat/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/04/dasar-yang-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 01:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Kokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/04/dasar-yang-kuat/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.&#8221; (Matius 7:24-25). Orang yang bijaksana membangun rumahnya di atas dasar yang kokoh, pondasi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.&#8221;<br />
(Matius 7:24-25).<br />
<a href="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2011/04/dasar.jpg"><img src="http://todayswisdoms.com/wp-content/uploads/2011/04/dasar-300x225.jpg" alt="" title="dasar" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-690" /></a><br />
Orang yang bijaksana membangun rumahnya di atas dasar yang kokoh, pondasi yang kuat yaitu batu yang keras.<br />
Sebagai seorang arsitek saya mengerti betul bagaimana perlunya sebuah pondasi bangunan untuk berdiri di atas dasar yang kuat. Sebaik apapun bangunan tersebut kelihatannya, kalau ia berdiri di atas dasar yang tidak kuat, maka tinggal hitungan waktu saja sampai bangunan tersebut mulai rusak dan pada akhirnya rubuh semua.<br />
<span id="more-688"></span></p>
<p>Saya teringat dengan pengalaman saya di dalam sebuah proyek, ketika kami membangun sebuah bangunan. Berdasarkan penelitian atas kualitas tanah, diperoleh data bahwa tanah keras berada di kedalaman 4 m dr permukaan. Namun para pekerja kesulitan untuk menggali pondasi pada kedalaman tersebut karena, pada kedalaman 3 m saja tanah tersebut sudah cukup keras. Lalu mereka datang kepada saya untuk meminta agar pondasi cukup sampai kedalaman 3 m saja.</p>
<p>Saya ingat sekali saat itu saya juga bingung karena kalau berpegang kepada data kualitas tanah, mereka masih harus menggali, tapi saya juga melihat bagaimana sulitnya menembus tanah sampai kedalaman 4 m sesuai data tersebut.</p>
<p>Di kebingungan itu saya teringat akan prinsip dasar yang Tuhan ajarkan di sini. Bahwa kita harus membangun di atas dasar yang kuat. Lebih baik susah sekarang menggali daripada bangunan yg akan didirikan nantinya rubuh atau rusak karena tidak berdiri di atas dasar yang kuat. Akhirnya kami memilih untuk terus berusaha menembus tanah tersebut dan akhirnya kami berhasil mencapai kedalaman yang diharuskan walau dengan kerja keras.</p>
<p>Demikian pula dengan kita, tidak ada dasar yang lebih kuat di dalam hidup kita selain Firman Tuhan. Kita bisa mencoba untuk berpegang kepada ilmu pengetahuan, kebaikan orang lain atau kepada harta benda dan lain-lain, namun semua itu tidaklah abadi. Tentu akan lebih mudah untuk berpegang kepada hal2 yang secara nyata dapat kita lihat atau nyaman bagi kita, namun lebih baik kita membayar harga untuk percaya kepada Firman dan melakukannya, karena kita akan mendapatkan dasar yang kuat dibandingkan kita merasa nyaman namun tidak di atas dasar yang kuat.</p>
<p>Hanya dengan mendengar dan melakukan Firman Tuhan lah maka kita dapat berdiri tegak menghadapi tantangan kehidupan, dan percayalah, sebesar apapun tantangan yang kita hadapi dalam hidup kita akan tetap berkemenangan.<br />
Amin.<br />
www.todayswisdoms.com </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/04/dasar-yang-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat Atas Jawaban Doa</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 01:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/</guid>
		<description><![CDATA[Markus 11:20-25 Tuhan Yesus mengatakan ada dua syarat bagi sebuah Doa untuk dijawab : 1. Percayalah kalau jawaban doa itu akan dan sudah diberikan kepadamu. Ini nampaknya sepele, tapi mari kita renungkan dalam hidup kita. Bagaimana sikap hati kita di saat kita berdoa, apakah kita memiliki keyakinan yang penuh bahwa Tuhan akan menjawab doa itu? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Markus 11:20-25</p>
<p>Tuhan Yesus mengatakan ada dua syarat bagi sebuah Doa untuk dijawab :</p>
<p>1. Percayalah kalau jawaban doa itu akan dan sudah diberikan kepadamu.<br />
Ini nampaknya sepele, tapi mari kita renungkan dalam hidup kita. Bagaimana sikap hati kita di saat kita berdoa, apakah kita memiliki keyakinan yang penuh bahwa Tuhan akan menjawab doa itu? Atau mungkin doa kita hanyalah menjadi sebuah rutinitas di mana kita juga mulai kehilangan keyakinan kita karena setelah sekian lama kita berdoa namun belum terjawab? <span id="more-681"></span><br />
Firman Tuhan berkata kalau Iman kita harus tercermin atau terlihat dari tindakan kita. Apakah kita sudah bertindak atau bersikap sesuai dengan iman kita? Seringkali keyakinan kita tidak sepenuhnya percaya kepada Tuhan, kita berdoa dan ketika doa itu tidak dijawab Tuhan kita menyalahkanNya. </p>
<p>2. Ampunilah terlebih dahulu orang yang (kita anggap) memiliki kesalahan kepada kita.</p>
<p>Seringkali penghalang yang terbesar atas jawaban2 doa kita adalah karena kita memiliki kekecewaan kepada orang lain. Dalam bahasa Inggris dikatakan &#8220;if you have anything against anyone, forgive him, and let it drop (let it go, leave it) &#8230;&#8221; Artinya kita harus lepaskan segala keberatan dan kekecewaan kita kepada orang lain. Di sinilah seringkali kita gagal, karena banyak orang secara tidak sadar lebih mementingkan emosi jiwanya dibandingkan jawaban doa yang dinanti-nantikannya. Lepaskanlah pengampunan, buang segala kekecewaan dan keberatan kita atas orang lain, dan bergeraklah maju!</p>
<p>Tuhan rindu untuk menjawab doa setiap anak-anakNya,  namun jawaban doa itu sendiri tidak akan Ia berikan kalau kita memiliki sikap hati yang salah. Biarlah Firman ini mengingatkan kita kembali, sehingga kita mendapatkan jawaban atas doa-doa kita.<br />
Amin! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/01/syarat-atas-jawaban-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengerti Rencana Tuhan</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/01/mengerti-rencana-tuhan/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/01/mengerti-rencana-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 02:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/01/mengerti-rencana-tuhan/</guid>
		<description><![CDATA[Markus 8:31-38 Di saat Yesus mengajarkan di hadapan murid2 dan banyak orang mengenai penderitaan yang akan dilaluinya, Petrus menarik Yesus dan menegurnya. Dalam Amplified Bible dengan jelas ditulis bagaimana Petrus menarik Yesus ke samping dan menegurnya. Mengapa? Karena apa yang Yesus katakan dapat membuat orang2 dan murid2 yang pada saat itu mengikuti Yesus pergi. Siapakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Markus 8:31-38</p>
<p>Di saat Yesus mengajarkan di hadapan murid2 dan banyak orang mengenai penderitaan yang akan dilaluinya, Petrus menarik Yesus dan menegurnya. Dalam Amplified Bible dengan jelas ditulis bagaimana Petrus menarik Yesus ke samping dan menegurnya.</p>
<p>Mengapa? Karena apa yang Yesus katakan dapat membuat orang2 dan murid2 yang pada saat itu mengikuti Yesus pergi. Siapakah yang mau mengikuti seorang pemimpin yang pada akhirnya akan menderita dan mati?<br />
<span id="more-679"></span><br />
Petrus berpikir dari sudut pandang manusia. Ia melihat bahwa Yesus sebagai seorang yang diurapi telah menarik banyak orang datang untuk mengikuti Yesus, popularitasnya naik karena ekspektasi orang bahwa Yesuslah yang akan membebaskan orang Yahudi dari penjajahan Romawi.</p>
<p>Sebuah pernyataan yang gamblang mengenai penderitaan dan kematian Yesus yang akan terjadi dapat membuat orang2 meninggalkan Yesus, dan Petrus tidak mau itu terjadi. </p>
<p>Manusia memikirkan sejauh apa yang dapat ia pikirkan, namun Elohim memikirkan sejauh apa yang bisa Ia lakukan. Oleh karena itulah kita seringkali tidak mengerti akan rencana Bapa bagi kita. </p>
<p>Jikalau kita ingin mengetahui apa rancanganNya atas kita dan masa depan kita, dengan merendahkan diri kita  harus datang kepadaNya dan melepaskan persepsi atau ekspektasi kita akan masa depan kita itu.</p>
<p>Tanpa kita melakukan itu, kita tidak akan pernah mengerti rancanganNya dan tentunya seperti Petrus kita dapat memutuskan banyak hal yang tidak searah dengan rancanganNya. Kalau saja apa yang Petrus kehendaki agar penderitaan dan kematian Yesus tidak terjadi, maka kita tidak akan pernah terselamatkan sampai dengan saat ini.</p>
<p>Rencana dan rancanganNya atas hidup kita bukanlah sesuatu yang sulit dan mustahil untuk kita ketahui, namun dibutuhkan keintiman antara kita dan Tuhan untuk dapat menangkapnya. Marilah kita lebih lagi mengejar Tuhan agar kita dapat lebih lagi mengerti apa kehendakNya dan melakukannya.<br />
Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/01/mengerti-rencana-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tugas Kita</title>
		<link>http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/</link>
		<comments>http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 17:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Belas Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Hamba]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Tugas Kita Matius 15 : 29-39 Yesus menyembuhkan orang yang sakit, lumpuh, timpang, bisu, buta dan banyak lagi. Selama 3 hari berturut-turut Ia melepaskan mereka yang terikat tanpa mengenal lelah. Ingat bahwa Yesus adalah 100 % manusia dan 100 % Elohim, artinya walau sifat Keilahian ada pada Yesus, Yesus juga tetap merasakan kemanusiawiannya. Lalu Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tugas Kita<br />
Matius 15 : 29-39</p>
<p>Yesus menyembuhkan orang yang sakit, lumpuh, timpang, bisu, buta dan banyak lagi. Selama 3 hari berturut-turut Ia melepaskan mereka yang terikat tanpa mengenal lelah. Ingat bahwa Yesus adalah 100 % manusia dan 100 % Elohim, artinya walau sifat Keilahian ada pada Yesus, Yesus juga tetap merasakan kemanusiawiannya.<br />
<span id="more-677"></span><br />
Lalu Ia memberi makan 4000 orang belum termasuk perempuan dan anak2 hanya melalui 7 roti dan beberapa ikan kecil. Suatu perkara luar biasa! Alkitab mencatat, ketika semua orang sudah selesai makan, masih tersisa 7 bakul Roti! Sebuah kelimpahan luar biasa yang Tuhan nyatakan hanya dari 7 roti dan 2 ikan.</p>
<p>Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah berubah, Ia tetap sama. Kuasa untuk melakukan mujizat, Kuasa untuk menyembuhkan dan melepaskan, Kuasa untuk melipat gandakan.</p>
<p>Sungguh Tuhan tidak pernah berubah, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Namun ada satu yang  berubah yaitu bukan lagi Yesus yang berjalan di muka bumi ini, namun kita, anak2Nya dan hambaNya. </p>
<p>Tugas kita sekarang adalah melakukan apa yang Ia lakukan dahulu. Menyatakan Kasih dan Kebaikan Tuhan. Sehebat apapun pencapaian kita dalam hidup sebagai pengikut Yesus, bahkan di dalam pelayanan sekalipun, kalau kita tidak melakukan apa yang Ia lakukan, maka kita gagal dalam tugas kita sebagai pengikutNya. Oleh karena itu percayalah padaNya, dan lakukanlah apa yang Ia lakukan. Persiapkanlah diri kita untuk dipakai Tuhan, karena itu adalah kehendakNya.</p>
<p>Amen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://todayswisdoms.com/2011/01/tugas-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

