INTEGRITAS DALAM REALITAS

2 Petrus 3:11-14

Kita saat ini sedang hidup di akhir dari akhir jaman. Kita akan semakin sering mendengar penegasan Firman Tuhan bahwa Tuhan Yess akan datang segera! Kita juga banyak melihat kesaksian mengenai penglihatan dari orang-orang yang Tuhan bawa ke Surga dan juga ke Neraka. Peringatan-peringatan sudah sering diberitakan bahwa setiap umat Tuhan harus semakin dewasa dan semakin serupa dengan Kristus dalam hal perkataannya, tingkah lakunya, kebiasaannya dan tujuan hidupnya. Ini berbicara mengenai integritas hidup kita. Kehidupan kita (baik di luar atau di dalam, baik dilihat atau tidak) haruslah menunjukan apakah ada Kristus dalam realitas sehari-hari.

Setiap orang yang siap menyongsong kedatangan Tuhan Yesus akan berusaha untuk hidup maksimal dalam integritas di realitas kehidupannya sehari-hari. Integritas bisa terealisasi jika prioritas kehidupannya :

1. BUKAN PADA KEPENTINGAN DUNIAWI (Lukas 21:34-36)
• Walau kita hidup di dunia janganlah kita berfokus hanya kepada perkara-perkara duniawi. Berikan focus hidup kita juga pada penuaian jiwa (Kolose 3:1-2)
• Bertobatlah jika kita condong pada kesenangan duniawi belaka, tanpa memberikan tempat bagi kepentingan Tuhan.

2. MENJAGA KEKUDUSAN (2 Petrus 3:11,14)
• Hidup kita sehari-hari harus menunjukan Kebenaran (Wahyu 16:15b – Pakaian) yang meliputi perkataan, tindak-tanduk dan kebiasaaan kita sehari-hari.
• Latihlah diri dengan banyak berdoa dan membangun keintiman dengan Tuhan, dan memiliki komunitas Bersama orang-orang percaya (terus ajak jiwa-jiwa masuk dalam kelompok-kelompok sel).

PENUTUP
Seorang Kristen yang memiliki integritas dalam realitas, siap untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Kembali, karena dia sudah hidup dalam kebenaran, sehingga kapanpun Tuhan datang dia sudah siap. Amin!

MEMAHAMI KETIDAKBERDAYAAN

Yosua 5:2
Setelah bangsa Israel mengalami peristiwa ajaib menyeberangi sungai Yordan dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian, Yosua selaku pimpinan mereka menerima perintah Tuhan untuk melakukan sunat massal atas bangsa tersebut. Bisa dibayangkan bahwa ketika itu mereka tengah berada di dalam kondisi yang rentan dan tidak berdaya akibat sakit disunat, padahal mereka berada di tanah yang baru saja mereka masuki sehingga mereka seharusnya dalam keadaan siaga.
Kita bisa lihat sebuah persamaan dengan kondisi kita di tengah pandemic saat ini. Ketika Tuhan mengingatkan kita untuk “bersembunyi”, berarti kita berada di dalam keadaan diam dan tidak berdaya. Mungkin kita bertanya-tanya mengapa Tuhan belum memulihkan keadaan saat ini, mengapa kita dibiarkan dalam kondisi tidak berdaya dan seterunya. Marilah kita pahami ketidakberdayaan itu adalah :

1. MENJALANI SUNAT JAMAN INI
• Sunat di era Perjajian Baru adalah Sunat Rohani ( Roma 2:29)
• Artiinya memotong segala hal yang membuat kita tidak bisa mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Membuang segala hal yang membuat kita terika dengan dunia dan keinginan-keinginan daging yang berakibat menghambat hubungan kita dengan Tuhan.
• Ketidakberdayaan karena situasi sulit bisa diijinkan Tuhan sebagai sarana kita menjalani “sunat rohani” demi kebaikan kita sendiri

2. MANFAAT SUNAT ROHANI
• Bermanfaat untuk memotong / menanggalkan kedaginan (Kolose 2:11)
• Sunat rohani membuat sifat dosa kedagingan jadi lemah, tapi justru itu membuat roh menjadi kuat dan bangkit memuliakan nama Tuhan. Pahamilah prinsip ini : Tuhan mengasihi kita tapi Dia membenci dosa, dan dosa adalah penghalang antara kita dengan Tuhan.
• Orang-orang yang telah mengalami sunat rohani memiliki sikap hidup berbeda saat menghadapi ketidakberdayaan. Dia memiliki cara pandang surgawi bukan cara pandang duniawi yang hanya bisa melihat keterpurukan.
• Ketidakberdayaan karena situasi sulit / penderitaan dll, adalah sarana agar kita HANYA mengandalkan / berharap kepada Tuhan saja, bukan pada dunia (Yesaya 31:1, Yeremia 17:5-7)

PENUTUP
Ketika Tuhan ijinkan kita tidak berdaya, selalu ada rencana Tuhan yang baik dalam keadaan itu. Kasih Tuhan menginginkan kita untuk menjauhi dosa dan hidup mengandalkan Dia di segala waktu dan keadaan. Yakinlah bahwa Janji dan Rencana Tuhan bagi kita pasti terjadi! (Yeremia 29:11).
Amin!

DI TEMPAT PERSEMBUNYIAN

Yesaya 26:20
Firman ini adalah pesan dari Tuhan bagi kita saat ini ketika kita masih menghadapi bahaya dari Pandemi Covid-19. Saat Tuhan memperingatkan kita melalui FirmanNya, kita harus menanggapinya dengan serius karena pasti ada maksud dan tujuan dari peringatan tersebut, yaitu untuk kebaikan kita umatNya. Namun bersembunyi di sini bukanlah sebuah sikap pasif tidak berbuat apa-apa, karena dalam persembunyian justru kita berkesempatan untuk melakukan hal-hal yang positif dan justru membangun keimanan dan kerohanian kita, yaitu :
Namun Firman Tuhan di atas menjelaskan secara gamblang apa yang menjadi kehendak Tuhan dari kita , yaitu :

1. TERUS MENERUS MEMBANGUN KEINTIMAN (Mazmur 132:7)
• Jangan kendur untuk datang ke kediamanNya Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan yang konsisten, serta persekutuan kita dengan FrmanNya
• Dengan membangun keintiman, maka saat-saat kita dalam persembunyian ini justru menjadi saat di mana kita bertumbuh dimana hasil dari pertumbuhan rohani itu akan nampak dalam keseharian kita.
• Dalam masa persembunyian ini, kita juga berkesempatan untuk mefleksikan kehidupan kita, melihat Bersama Roh Kudus, apakah ada dalam kehidupan kita yang masih harus dibereskan dan dilepaskan. Dengan demikian hubungan kita dengan Tuhan akan terjalin dengan benar sebab tidak ada dosa yang menghalangi doa-doa kita.

2. TERUS MENERUS MENJAGA KEWASPADAAN (Ibrani 4:1)
• Kita harus waspada secara rohani agar tidak “tertinggal” (tidak masuk ke tempat perhentian / ke tempat yang tetapkan) sehingga tidak mengalami janji-janji Tuhan.
• Penyebab “ketinggalan” adalah tidak taat kepada Firman Tuhan (Ibrani 3:12) sehingga bisa terpikat oleh tipu daya dosa (Ibrani 3:13)

PENUTUP
Bersembunyilah barang sesaat lamanya. Sementara itu tetaplah waspada dan teruslah bangun keintiman dengan Tuhan. Miliki hati yang peka pada suara Tuhan dan jadilah bijak (Amsal 27:12) . Tuhan selalu rindu untuk memberkati, menolong, dan melepaskan kita dari kesesakan. Amin!

APA YANG TUHAN MAU DARIKU?

Ulangan 10:12-13 ( 12-22 )
Jawaban dari pertanyaan yang menjadi tema COOL malam ini mungkin tidak sulit untuk kita jawab, yaitu “Tuhan mau agar aku menyenangkan Tuhan dengan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki.” Namun pertanyaan itu akan menjadi sulit kita jawab Ketika pertanyaan tersebut ditanyakan kepada kita ketika kita tengah berada di dalam proses kehidupan ataupun menghadapi sebuah tantangan yang cukup berat dalam hidup. Mungkin pertanyaan itu juga yang muncul di hati Musa Ketika Ia tengah membawa umat Israel bersiap memasuki tanah perjanjian.
Namun Firman Tuhan di atas menjelaskan secara gamblang apa yang menjadi kehendak Tuhan dari kita , yaitu :
1. TAKUT AKAN TUHAN
• Takut di sini bukanlah berbicara rasa takut biasa, namun rasa takut karena gentar, hormat, segan dan kagum.
• Hati yang takut dan hormat kepada Tuhan akan menjaga setiap perilaku dan perbuatan kita sehingga kita tidak melakukan hal-hal dosa atau hal-hal yang Tuhan tidak suka.
2. HIDUP MENURUT JALAN YANG DITUNJUKAN TUHAN
• Hidup adalah pilihan. Setiap hari yang kita jalani adalah berdasarkan atas satu pilihan dan keputusan menuju kepada pilihan dan keputusan berikutnya. Bahkan kita saat ini adalah hasil dari apa yang kita sudah pilih dan putuskan di masa lalu.
• Tuhan menghendaki agar pilihan dan keputusan kita dalam hidup adalah atas dasar tuntunan Tuhan. Dan kita bisa mejadikan hidup Yesus sebagai teladan bagi kita. Dengan meneladani gaya hidup Yesus, pastilah kita hidup dalam Jalan Tuhan.
3. MENGASIHI TUHAN
• Kasih Tuhanlah yang sudah membawa kita sampai kepada kehidupan kita di hari ini. Ingatkanlah diri kita terus akan setiap karya Tuhan karena itulah bukti Kasih Tuhan kepada kita.
• Karena Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihi kita, maka sudah seharusnya kita belajar mengasihi Dia lebih lagi.
• Ada hal yang lebih indah daripada berkat-berkat yang Tuhan berikan, yaitu pribadi Tuhan itu sendiri. Semakin kita hidup mendekat kepadaNya semakin lagi kita akan terpikat oleh pribadiNya, dan semakin lagi kita akan mengasihi Dia.
4. BERIBADAH KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATI DAN JIWA
• Segenap hati dan Jiwa memiliki arti bahwa kita beribadah kepada Tuhan bukan karena kewajiban agamawi, bukan beribadah dengan motivasi untuk berkat / untung, atau bahkan supaya terhindar dari hal-hal yang buruk.
• Pusat dari ibadah kita haruslah Tuhan dan bukan diri kita sendiri.
• Ketika pusat ibadah kita adalah Tuhan, kita akan mencari pribadi pemberi berkat, bukan mencari berkat-berkatNya. Kita akan terpikat kepada siapa Tuhan dan bukan kepada apa yang dapat Tuhan beri.
5. BERPEGANG KEPADA PERINTAH DAN KETETAPAN TUHAN
• Setiap perintah dan ketetapan Tuhan pastilah untuk menjadikan kehidupan kita lebih baik dan bukan untuk menyusahkan kita. Oleh karena itu kita harus terima Firman tersebut dengan jiwa dan roh kita agar daging kita tidak menghalangi di saat kita akan melakukan perintah dan ketetapan Tuhan. (Mazmur 119:105)
• Semakin kita mentaati Dia, semakin kita akan kuat dan Bahagia.
PENUTUP
Tetaplah setia untuk melakukan apa yang Tuhan ingin kita untuk lakukan. Goncangan bisa terjadi kapan saja, namun apapun situasinya percayalah bahwa Tuhan selalu punya jawaban atas segala keadaan hidup kita. Dia sudah korbankan nyawaNya bagi kita, tentunya bukan untuk sesuatu yang sia-sia. Dia mau memberkati dan menyertai kita selamanya. Amin!

MANUSIA BATINIAH HARUS SEHAT

2 Korintus 4:16
Semakin bertambahnya usia, kekuatan lahiriah / jasmani kita akan semakin berkurang. Namun berbeda dengan manusia batiniah kita, Firman Tuhan katakan manusia batiniah kita terus menerus diperbaharui hari lepas hari. Kalau manusia lahiriah kita semakin lemah, manusia batiniah kita semakin kuat, semakain dewasa, matang dan siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk memperhatikan Kesehatan dan pertumbuhan manusia batiniah kita.
Hal-hal yang harus kita lakukan untuk membangun manusia batiniah kita adalah :
1. MENJAGA KESEHATANNYA
• Mazmur 26:2 dan Mazmur 139:23 Manusia batiniah adalah hati kita sebagai pusat dari pikiran, perasaan dan kehendak kita.
• Amsal 4:23 mengatakan bahwa dari hatilah terpancar kehidupan, oleh karena itu kita harus menjaga kondisi hati kita agar senantiasa dalam keadaan sehat, siaga dan waspada. Jangan biarkan ada kekecewaan / kebencian / kepahitan / tawar hati / kesombongan.
• Jika ada hal-hal tadi di hati kita segera bertobat dan bereskan dengan Tuhan. Jangan lupa juga bahwa kondisi hati yang tidak sehat akan berpengaruh kepada Kesehatan tubuh kita.
• Menjaga Kesehatan hati kita sama pentingnya dengan menjaga Kesehatan tubuh jasmani kita.
2. MEMBERIKAN ASUPAN YANG SEHAT
• Makanan bagi manusia batiniah kita adalah Firman Tuhan. (Mazmur 119:103 dan Yehezkiel 3:3) Oleh karena itu penting bagi kita untuk kita giat dalam merenungkan Firman Tuhan setiap harinya.
• Dengan memberikan asupan yang sehat, kita juga menghindari diri kita dari asupan-asupan yang tidak bagik bagi hati kita (Mazmur 119:11)
3. MELATIHNYA
• Tubuh jasmani haruslah senantiasa dilatih agar tubuh sehat dan memiliki imunitas yang baik agar kita tidak mudah terserang penyakit. Aktifitas fisik diperlukan agar manusia memiliki vitalitas yang optimal, bahkan di dalam kajian Kesehatan, manusia membutuhkan minimal 30 menit setiap hari untuk berolahraga.
• Otot-otot rohani kita pun haruslah dilatih melalui Ibadah. Ibadah memiliki makna melatih kekudusan, kesalehan, ketekunan dan kesetiaan. Kita dapat melatih otot-otot rohani kita dengan bergabung dalam pelayanan, aktif dalam komunitas rohani atau terjun dalam kegiatan di mana kita dapat mempraktekan dan menghasilkan buah-buah Roh.
PENUTUP
Milikilah manusia batiniah yang terus menerus diperbaharui hari lepas hari sehingga kita dapat menggenapkan apa yang menjadi rancangan Tuhan di dalam hidup kita. Amin!

SUDAH DEWASA BELUM?

Ibrani 5:11-14
Sebagai ciptaan yang baru, sejak kita bertobat kita menjalani proses kehidupan yang terus menerus supaya kita secara utuh menjadi manusia baru. Ketika kita lahir baru, kita menjadi kanak-kanak rohani, di mana dalam Firman Tuhan digunakan analogi makanan sebagai sebuah tolak ukur kedewasaan rohani seseorang. Orang yang masih kanak-kanan rohani masih memerlukan susu untuk bertumbuh, sedangkan orang yang sudah dewasa rohani mampu mencerna makanan yang lebih keras. Artinya orang-orang yang masih kanak-kanak rohani masih mencerna perkara-perkara yang mudah dan belum bisa mendapatkan teguran. Orang yang dewasa rohani mengkomsumsi makan rohani yang membuatnya semakin memahami nilai-nilai kebenaran yang hakiki yang terdapat pada Tuhan Yesus yang juga membuatnya terus bersikap menjadi semakin sama dengan Tuhan Yesus. Karena “kerasnya’ makanan rohani tersebut, terkadang orang dewasa rohani harus rela ditegur dan terus hidup dalam kekudusan dan pertobatan setiap harinya.
Untuk jelasnya, menjadi dewasa rohani ditandai oleh hal-hal sebagai berikut :

1. Bisa (dan terbiasa) mengkomsumsi makanan keras (1 Korintus 3:1-3)
• Tidak terus menerus berkutan pada pengajaran dasar kekristenan, tetapi menyiapkan diri untuk menerima pemahaman doctrinal berupa visi / peringatan / teguran karena ia tahu itu baik dan akan menjaga Kesehatan rohaninya serta membuat kedewasaan rohaninya bertumbuh.
• Tidak mencari hal-hal yang sekedar menyenangkan telinganya (2 TImotius 4:3-4), melainkan mencari prinsip kebenaran, sekalipun itu bisa menggoncangkan apa yang selama ini dipahami / dipegang sebagai pengajaran.

2. Hidupnya terus bertumbuh ke arah Kristus ( Efesus 4:15)
• Walau belum sempurna seperti Tuhan Yesus, namun ada perubahan signifikan dalam karakter yang buahnya dengan jelas dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya, karena perubahan tersebut adalah sesuai dengan kehendak Bapa.
• Pertumbuhan identik dengan perubahan, dan perubahan pada umumnya tidak menyenangkan. Artinya jika kita saat ini dalam situasi yang tidak menyenangkan, itu adalah tanda bahwa kita tengah berada di dalam sebuah proses pendewasaan.

PENUTUP
Kekristenan bukanlah sesuatu yang statis, harus ada perubahan dan pertumbuhan. Yang anak-anak bertambah dewasa dan terus semakin dewasa sehingga siap untuk menjadi mempelai Kristus. Tidak ada anak-anak yang bisa menjadi mempelai, pernikahan hanyalah bagi orang yang dewasa. Marilah kita terus bertumbuh menuju kedewasaan rohani karena Tuhan Yesus Sang memperlai pria kita segera akan datang! Amin

SUDAHKAH KITA MENJADI MANUSIA YANG BARU

Efesus 4:21-32

Tidak teras akita segera mengakhiri bulan Februari dan masuk ke bulan berikutnya. Sudah 2 bulan kita jalani di Tahun yang baru, apakah semua resolusi kita di tahun yang baru ini sudah terlaksana? Baik bagi kita untuk segera mengevaluasi hidup kita masing-masing karena kita masih dalam suasana tahun yang baru, sehingga kalau kita mendapati ada yang memang belum berubah, kita masih dapat merubahnya.

Minggu lalu kita sudah membahas mengenai dosa yang menjadi penghalang kita untuk menjadi manusia yang baru. Nah bagaimana dengan diri kita saat ini? Apakah kita sudah menjadi manusia yang baru? Ataukah manusia lama kita masih dominan mempengaruhi pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan kita?

Dalam Firman Tuhan tadi kita baca bahwa kita harus menanggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia baru. Apakah kita sudah melakukannya? Marilah kita mengevaluasi kehidupan kita masing-masing, sudah berapa lama kah kita menjadi orang Kristen dan sikap-sikap negatif apa saja yang mungkin masih ada di dalam diri kita? Marilah kita bandingkan hidup kita dengan apa yang tertulis di Galatia 5:19-23, apakah masih ada di dalam kehidupan kita seperti apa yang tertulis di sana? Jika masih ada, sifat manusia lama itulah yang kita harus buang jauh-jauh dari hidup kita.

Tuhan menghendaki kita sebagai pengikut Kristus untuk meninggalkan manusia lama kita dan menjadi manusia baru melalui proses pertobatan kita (2 Korintus 5:17). Sebagai manusia baru sudah seharusnya kita meninggalkan sifat manusia lama kita dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

PENUTUP
Untuk sepenuhnya menjadi manusia baru, kita harus menanggalkan sifat manusia lama kita dan lebih mementingkan untuk hidup di dalam pimpinan Roh Kudus . Amin.

MENYIMPAN DOSA ADALAH PENGHALANG KITA MENJADI MANUSIA BARU

1 Yohanes 1:9

Minggu lalu kita sudah berbagi mengenai Manusia Baru, bagaimana Ketika kita menerima Tuhan Yesus kita semua menjadi ciptaan yang baru, namun yang diperbaharui oleh Tuhan pertama kali adalah Roh kita, sedangkan jiwa dan daging perlu melewati proses kehidupan untuk terus menerus diperbaharui dan diubahkan, karena untuk mengubah karakter tidaklah semudah kita membalikan telapak tangan. Meskipun kita mungkin sudah lahir baru cukup lama dan bahkan aktif dalam melayani, namun bisa saja masih ada tabiat dari manusia lama kita, atau perbuatan dosa yang belum dibereskan dan masih disembunyikan rapat-rapat agar tidak ada orang yang mengetahuinya. Tetapi jangan pernah kita lupa bahwa Tuhan mengawasi segala tindak tanduk kita. Kita bisa saja menipu manusia, tetapi kita tidak dapat menipu Tuhan seperti yang tertulis di dalam Amsal 15:3.

Kita sudah minggu lalu berbicara mengenai membuang segala sesuatu yang duniawi, di mana di dalamnya juga adalah dosa. Untuk membereskan dosa yang harus kita lakukan adalah sebatas datang kepada Tuhan, akui dosa dan kesalahan kita, maka Ia akan menghapus dosa kita.

Lalu untuk menjalani hidup yang lepas dari pengaruh manusia lama dan dosa, kita harus mau hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Ketika kita memiliki tekad kuat untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus, maka Ia akan memampukan kita untuk dapat mengatasi godaan untuk melakukan dosa. Walaupun kita harus jatuh bangun dalam prosesnya, namun Ketika kita terus meminta Tuhan yang memimpin hidup kita maka secara perlahan KuasaNya akan bekerja mengubah hati kita sehingga keinginan untuk melakukan dosa pada akhirnya lenyap.

Semua itu memerlukan proses sepanjang hidup kita, oleh karena itu kita harus peka dalam menilai apakah perbuatan kita sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak. Kepekaan tersebut dibangun melalui keintiman kita dengan Tuhan hari lepas hari melalui pembelajaran Firman Tuhan dan juga saat-saat pribadi kita bersekutu dengan Tuhan. Ketika Roh Kudus menegur kita dan kita menangkapnya, maka kita harus segera bereskan dosa tersebut segera, agar semakin lagi kita diubahkan menjadi manusia baru.

Ingatlah bahwa kita tidak dapat melawan keinginan dosa dengan kekuatan kita sendiri, kita harus mengandalkan kekuatan Tuhan yang bekerja memampukan kita untuk kuat dan bertahan melawan keinginan dosa.

PENUTUP
Proses untuk menjadi manusia sempurna seperti Yesus memerlukan sepanjang umur kehidupan kita. Seringkali yang menjadi penghambat adalah dosa dan kebiasaan daging yang tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Oleh karena itu di tahun integritas ini marilah kita menguatkan tekad kita untuk hidup sungguh-sungguh menjadi manusia baru dengan membereskan semua dosa dan membuang segala sesatu yang bersifat duniawi dari kehidupan kita sehingga kita semakin diubahkan menjadi manusia baru yang sempurna seperti Yesus. Amin.

PERCAYA DAN PEGANG JANJI TUHAN

Memasuki tahun yang baru pada umumnya orang-orang mengadakan pembaharuan janji atau komitmen baik kepada Tuhan atau kepada orang-orang yang terdekat disertai dengan doa dan harapan, yang lebih dikenal dengan istilah resolusi. Setiap orang pasti memiliki resolusi yang berbeda-beda, namun semuanya biasanya selalu untuk sesuatu yang baik dan positif.
Tuhan juga memiliki janji-janji yang khusus dan spesifik bagi kita umatNya di tahun yang baru ini, dan semua itu bersumber dari Firman Tuhan. Janji-janji itu adalah :

1. Masa Depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11-14a)
2021 akan menjadi tahun yang penuh damai sejahtera dan harapan bagi kita yang mencari Tuhan dengan segenap hati kita. Artinya, apapun yang kita hadapi di 2021,, baik itu masalah, tantangan atau bahkan tekanan, jikalau kita adalah orang-orang yang mencari Tuhan dengan segenap hati, maka kita akan senantiasa menemukan damai sejahtera dan harapan, karena janjiNya rancangan Tuhan bagi kita bukanlah untuk mencelakakan kita.

2. Perlindungan dan Penyertaan Tuhan (Mazmur 91:14-16)
Janji Tuhan dalam Firman tadi adalah “paket Komplit” di mana Tuhan menjanjikan perlindungan, penyertaan dan bahkan keselamatan bagi kita yang melekat dengan Tuhan. Sebuah Janji yang dapat kita jadikan pegangan di saat kita menghadapi situasi dan kondisi di tengah pandemi ini. Bukan hanya itu Ia menjanjikan juga penyertaanNya bagi kita di masa-masa sulit. Ia berjanji akan menjawab setiap seruan kita kepadaNya. Yang luar biasanya lagi, Ia menjanjikan berkat yang melimpah dan bahkan Ia akan memuliakan kita. Namun ingat bahwa Janji ini berlaku bagi kita yang hidupnya melekat kepadaNya. Jadi bagian kita Ketika menjalani tahun 2021 adalah untuk selalu hidup intim dengan Tuhan dengan memiliki gaya hidup doa, pujian dan penyembahan Bersama-sama dalam unity siang dan malam.

PENUTUP
Kita sudah melangkah masuk di tahun 2021. Jangan gentar dan tawar hati di tengah segala ketidakpastian akan apa yang terjadi di depan, atau terhadap kabar-kabar yang kurang baik. Pegang erat janji Tuhan dan lakukan bagian kita untuk hidup intim dengan Tuhan, maka Tuhan yang akan menggenapkan janjiNya dalam kehidupan anak-anakNya. Amin!

TAHUN INI AKAN LEBIH BAIK

Kita sudah meninggalkan tahun 2020 dimana kita benar-benar merasakan “Tahun Dimensi yang Baru”. Tahun dimana kita mengalami sebuah situasi dan kondisi yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya. Kita mengalami pembatasan ruang gerak dalam usaha, pekerjaan, studi dan bahkan dalam pelayanan. Namun kita percaya bahwa tahun 2021 akan lebih baik. Harapan kita tentu kondisi dan situasi dunia menjadi lebih baik di 2021, tetapi kalaupun ternyata tidak menjadi lebih baik percayalah kehidupan kerohanian kita pasti tetap akan menjadi lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Empat hal yang harus kita perhatikan dan lakukan untuk dapat mengalami hidup yang lebih baik di tahun 2021 adalah :

1. Berlimpah dengan kasih setia dan rahmat Tuhan setiap pagi
Bagaimanakah kita memulai hari kita? Tidak sedikit orang yang memulai harinya dengan kebingungan, keputusasaan, ketakutan, kebimbangan, keluh kesah dan hal negative lainnya berkaitan dengan situasi dan kondisi yang tidak menentu. Namun memasuki tahun yang baru ini marilah kita berpegang pada Firman Tuhan sesuai dengan Ratapan 3:22-23. Awalilah hari kita dengan mengalami kasih setia dan rahmat Tuhan setiap pagi lewat doa, pujian dan penyembahan dan bersekutu dengan Tuhan lewat FirmanNya. Perjumpaan dengan Tuhan setiap hari di saat teduh akan mengijinkan Dia melimpahi kita dengan rahmatNya.

2. Berharap hanya kepada Tuhan
Dalam Ratapan 3:24 dikatakan “Tuhan adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya.” Oleh karena kita berharap kepada Tuhan maka kita berani berkata bahwa tahun 2021 akan lebih baik dibanding tahun 2020 seperti juga yang tertulis dalam Yesaya 40:30-31. Juga kita bisa mengingat apa yang tertulis di Yeremia 17:7-8.

3. Berlindung kepada Tuhan
Mazmur 118:8 yang juga adalah ayat tengah dalam Alkitab mengingatkan kita untuk berlindung kepada Tuhan dibandingkan percaya kepada manusia. Percayalah, kalaupun 2021 kita menghadapi saat yang sulit, lebih baik kita berlindung kepada Tuhan yang maha segalanya dibandingkan kepada manusia yang terbatas, karena pertolonganNya kepada kita sudah terbukti. Ingatlah juga Mazmur 91:1-16, lebih baik kita berlindung kepada Tuhan.

4. Berjalanlah sesuai dengan Langkah yang ditetapkan Tuhan
Ketika kita berharap kepada Tuhan, kita berkenan di hadapanNya, dan janjiNya Ia yang akan menetapkan setiap Langkah-langkah kita. (Mazmur 37:23-24) Kita bisa saja jatuh tersandung, tetapi kita tidak akan tergeletak.

PENUTUP
Banyak orang mengatakan 2021 keadaan akan semakin sulit, tantangan akan semakin besar dll. Biarlah keyakinan kita justru bertambah kuat, karena Bersama dengan Tuhan kita senantiasa dapat yakin dan percaya bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik! Amin!