TAHUN INI AKAN LEBIH BAIK

Kita sudah meninggalkan tahun 2020 dimana kita benar-benar merasakan “Tahun Dimensi yang Baru”. Tahun dimana kita mengalami sebuah situasi dan kondisi yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya. Kita mengalami pembatasan ruang gerak dalam usaha, pekerjaan, studi dan bahkan dalam pelayanan. Namun kita percaya bahwa tahun 2021 akan lebih baik. Harapan kita tentu kondisi dan situasi dunia menjadi lebih baik di 2021, tetapi kalaupun ternyata tidak menjadi lebih baik percayalah kehidupan kerohanian kita pasti tetap akan menjadi lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Empat hal yang harus kita perhatikan dan lakukan untuk dapat mengalami hidup yang lebih baik di tahun 2021 adalah :

1. Berlimpah dengan kasih setia dan rahmat Tuhan setiap pagi
Bagaimanakah kita memulai hari kita? Tidak sedikit orang yang memulai harinya dengan kebingungan, keputusasaan, ketakutan, kebimbangan, keluh kesah dan hal negative lainnya berkaitan dengan situasi dan kondisi yang tidak menentu. Namun memasuki tahun yang baru ini marilah kita berpegang pada Firman Tuhan sesuai dengan Ratapan 3:22-23. Awalilah hari kita dengan mengalami kasih setia dan rahmat Tuhan setiap pagi lewat doa, pujian dan penyembahan dan bersekutu dengan Tuhan lewat FirmanNya. Perjumpaan dengan Tuhan setiap hari di saat teduh akan mengijinkan Dia melimpahi kita dengan rahmatNya.

2. Berharap hanya kepada Tuhan
Dalam Ratapan 3:24 dikatakan “Tuhan adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya.” Oleh karena kita berharap kepada Tuhan maka kita berani berkata bahwa tahun 2021 akan lebih baik dibanding tahun 2020 seperti juga yang tertulis dalam Yesaya 40:30-31. Juga kita bisa mengingat apa yang tertulis di Yeremia 17:7-8.

3. Berlindung kepada Tuhan
Mazmur 118:8 yang juga adalah ayat tengah dalam Alkitab mengingatkan kita untuk berlindung kepada Tuhan dibandingkan percaya kepada manusia. Percayalah, kalaupun 2021 kita menghadapi saat yang sulit, lebih baik kita berlindung kepada Tuhan yang maha segalanya dibandingkan kepada manusia yang terbatas, karena pertolonganNya kepada kita sudah terbukti. Ingatlah juga Mazmur 91:1-16, lebih baik kita berlindung kepada Tuhan.

4. Berjalanlah sesuai dengan Langkah yang ditetapkan Tuhan
Ketika kita berharap kepada Tuhan, kita berkenan di hadapanNya, dan janjiNya Ia yang akan menetapkan setiap Langkah-langkah kita. (Mazmur 37:23-24) Kita bisa saja jatuh tersandung, tetapi kita tidak akan tergeletak.

PENUTUP
Banyak orang mengatakan 2021 keadaan akan semakin sulit, tantangan akan semakin besar dll. Biarlah keyakinan kita justru bertambah kuat, karena Bersama dengan Tuhan kita senantiasa dapat yakin dan percaya bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik! Amin!

ALAMI KUASA ELOHIM DI TENGAH KETERBATASAN

Roma 1:17

Di tengah kondisi pandemic saat ini, apalagi untuk kota Bandung saat ini kita memasuki lagi PSBB ke 2 x, dimana aktifitas kita baik aktifitas pribadi, bisnis, keluarga, bahkan ibadah pun sangat sangat dibatasi demi menekan angka penularan covid yg saat ini sangat tinggi. Tentunya sangat berdampak terhadap kehidupan kita semua, baik itu dampak positif maupun negative, dan entah sampai kapan hal ini akan terus berlangsung. Tapi jangan khawatir, walaupun saat ini ruang gerak aktifitas kita sangat dibatasi, namun kuasa Tuhan dahulu sampai selama lamanya tidak pernah terbatasi, dan Dia sangat sanggup untuk memberi jalan keluar dan kekuatan pada setiap kita saat ini. Untuk itu ada kiranya 3 hal yang terangkum agar kita selalu merasakan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan ;

1. TETAPKAN HATI UNTUK SELALU BERIBADAH (Ulangan 11; 13-14)
Walaupun kegiatan ibadah saat ini dilakukan secara online dimana kita memiliki banyak sekali pilihan untuk : kapan mengikuti, dimana , lewat media apapun, namun justru seringkali malah membuat kita semakin merasa mudah untuk menunda , hingga bisa menjadi kebablasan yang terus berulang, sampai2 kita seringkali menjadi lupa atau terlewat untuk mengikuti ibadah. Karena itu penting sekali bagi kita untuk menetapkan hati :
a. Sedapat mungkin mengikuti ibadah dengan live streaming, jangan menunda2
b. Ikuti ibadah secara lengkap dari awal sampai doa penutup
c. Jangan pernah lewatkan 1x pun ibadah hari Minggu, displinkan sikap hati seperti mengikui ibadah tatap muka seperti dulu

2. MILIKI KERINDUAN UNTUK MENGALAMI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN (Mazmur 42: 1-2)
Kesungguhan hati dalam beribadah itu yg menentukan apakah kita akan mengalami perjumpaan dengan Tuhan / masuk hadiratNya secara mendalam. SIkap hati yg penuh kerinduan mencari Tuhan tidak akan terpengaruh oleh tempat dan ruang, sehingga walaupun secara online tidak akan mengurangi kualitas penyembahan kita

3. BERIBADAH DENGAN IMAN (Ibrani 11:6)
Beribadah pun harus dengan sikap iman yg benar, artinya kemanapun, dimanapun, lewat media apapun saat kita akan beribadah, kita harus memiliki sikap iman bahwa Tuhan itu adalah Maha Hadir, tak terbatas lewat apapun, KuasaNya tetap sama sanggup memenuhi setiap kita yang percaya dan datang ke hadiratNya dengan iman yg benar. Seperti dalam hal kita berdoa, doa tanpa iman kita sama dengan doa yang hampa, karena hanya dengan iman kita memiliki kepercayaan kepada TUHAN yang Maha Hadir dan sanggup memberikan jalan keluar dan kekuatan atas semua pergumulan dan kondisi kita.

PENUTUP
Walau di tengah keterbatasan, janganlah ibadah kita kepada Tuhan pun menjadi terbatas, karena dengan beribadah maka kita akan membawa hidup kita dekat dengan Tuhan, dan disaat kita dekat dengan Tuhan, maka kita akan dan pasti mengalami Kuasa Tuhan walau di tengah keterbatasan. Amin!

JANGAN TAKUT TUHAN SERTAMU

Yesaya 43:1-2

Karena pengalaman yang sudah kita alami di Tahun 2020, banyak orang menjadi takut di tahun yang baru ini. Pandemi yang dialami oleh seluruh warga dunia datang tiba-tiba dan tanpa terprediksi sebelumnya, mengejutkan semua orang. Sebagai orang Kristen, kita adalah umat yang sudah Tuhan panggil, dan kita sudah ditebus olehNya. Oleh karena kita adalah milikNya maka kita pasti dipeliharaNya. Oleh karena itu kita tidak perlu takut akan masa depan dan hari-hari kita karena Ia yang akan memelihara hidup kita.
Dalam Firman Tuhan yang sudah kita baca tadi, ada 3 bentuk penyertaan Tuhan atas hidup kita :

1. Ketika menyeberang melalui air
Pada hakikatnya, Ketika kita berada di dalam air kita akan tenggelam. Air dapat diartikan sebagai masalah atau tantangan yang ada di sekitar kita. Janji Tuhan, Ketika kita menyeberangi air kita tidak akan ‘tenggelam’ dalam masalah kita, Ia akan menyertai kita dan menolong kita. Ingatlah Roma 8:28.

2. Ketika menyeberang melewati sungai
Ketika kita menyeberangi sungai yang deras, pastilah kita akan hanyut terbawa arus. Sungai dapat berbicara mengenai tekanan yang ada di dunia ini, atau juga godaan yang datang dari sekitar kita. Janji Tuhan Ia akan membuat kita teguh sehingga tekanan dan arus godaan tersebut tidak menghanyutkan kita. Ketika tekanan semakin besarpun dan kita merasa kewalahan, Ia ada untuk menguatkan dan meneguhkan kita. Lihatlah pengalaman para Imam Ketika menangkat Tabut dan menyebrangi sungai Yordan di Yosua 3:13.

3. Ketika Berjalan melalui api
Api dapat berbicara mengenai konflik yang mungkin Tuhan ijinkan terjadi di dalam hidup kita. Janji Tuhan Ia akan menyertai kita sehingga kita tidak ‘terbakar’. Artinya Ia akan menyertai kita sehingga ‘Api’ bukan menjadi sesuatu yang ‘menghabiskan’ kita, tetapi malah menjadi sarana bagi Tuhan untuk memurnikan kita.

PENUTUP
Tuhan yang kita sembah adalah Imanuel, Ia ada Bersama dengan kita dalam setiap situasi dan keadaan. Dia akan berjalan di depan untuk menuntun dan membimbing kita melewati air, sungai dan api sehingga kita mengalami kemenangan yang Gilang Gemilang (1 Korintus 10:13). Amin

NATAL ADALAH HADIAH

Salah satu kegiatan yang sering kali dilakukan Ketika kita memperingati Natal adalah tukar kado / hadiah. Banyak juga yang mengkaitkan hari Natal dengan pemberian hadiah bagi anak-anak sehingga mereka sangat menantikan hari Natal. Bagi kita yang sudah dewasa, respon terhadap Natal ternyata berbeda-beda. Ada yang antusias menantikannya, ada pula yang menganggapnya biasa saja.
Jika kita mempelajari dari Firman Tuhan, ternyata Natal itu adalah hadiah! Apakah maksudnya ?

1. Natal adalah ‘hadiah’ dari Bapa Surgawi kepada dunia.
Dalam Yohanes 3:16 dikatakan karena KasihNya, Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal, ..” Bapa memberikan hadiah yang luar biasa bagi dunia, yaitu AnakNya karena Kasih Bapa pada dunia ini. Sebab semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Elohim (Roma 3:23), dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23), kematian yang kekal terpisah dari Tuhan selama-lamanya. Kebinasaan bukanlah tujuan Elohim menciptakan manusia, Elohim membenci dosa tapi mengasihi mereka yang berdosa. Itulah sebabnya Tuhan mengaruniakan Yesus Kristus untuk menjadi korban tebusan dosa-dosa manusia, sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal!

2. Natal adalah ‘hadiah’ keselamatan atas semua bangsa.
Di Yerusalem, ada seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Simeon dituntun oleh Roh Kudus untuk datang ke Bait Allah disaat yang sama ketika Yusuf dan Maria membawa bayi Yesus. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Apa yang selanjutnya terjadi? Ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Tuhan, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” (Lukas 2:28-32).
Sebelum kelahiran Yesus (natal), rencana keselamatan terfokus kepada bangsa Israel, melalui pemberian hukum Taurat, dengan harapan ketika bangsa Israel melaksanakan hukum Taurat dengan semangat dan cara yang dimaksudkan Tuhan, Israel dapat menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Sayangnya bangsa Israel gagal mengemban misi yang diberikan Elohim. Kelahiran Yesus (natal) membuka pintu yang sangat lebar bagi bangsa-bangsa non-Yahudi untuk menerima keselamatan yang Tuhan sediakan melalui Yesus Kristus.

PENUTUP
Kita sekarang memahami bahwa ‘hadiah’ yang Tuhan berikan kepada umat manusia di hari Natal bukanlah berupa barang atau atau benda berharga, tetapi Pribadi Yesus yang datang untuk menyelamatkan mereka yang mau percaya kepadaNya. Terpujilah Tuhan Yesus, Juruselamat Manusia! Amin!

TAWAR HATI

Amsal 24:10
Ciri-ciri dari mereka yang mengalami tawar hati adalah hilang sukacita, lesu, tidak bersemangat, dan tidak tertarik lagi akan hal-hal rohani. Hal ini dapat terjadi Ketika ada kekecewaan yang timbul dalam hidup, entah karena mengalami kegagalan, mengalami hal-hal yang tidak diinginkan atau hal-hal yang menjadi momok dalam hidup, seperti contohnya seorang Atlet yang mengalami cidera, seorang pelajar yang putus sekolah karena biaya, seorang pengusaha yang bangkrut, seorang tenaga medis yang gagal menyembuhkan pasiennya, dan masih banyak lagi. Tawar hati juga dapat terjadi Ketika seseorang mengalami kesusahan yang terus menerus, silih berganti seakan-akan tiada habisnya.
Bagaimana agar kita bangkit dari kondisi tawar hati?
1. Ingat janji Elohim dalam FirmanNya (2 Petrus 3:9a)
Tuhan tidak akan lalai menepati janjiNya. Meski terasa lama, Tuhan tidak melupakan janji-janjiNya itu. Petrus menyatakan bahwa “penundaan” itu bukan karena Tuhan lalai, melainkan karena kasihNya yang mendalam kepada manusia dan waktuNya pasti yang terbaik.
Tawar hati harus langsung kita hadapi dan lawan, karena kalau dibiarkan, bukan hanya akan membuat kita semakin lesu, namun dapat pula membuat kita menjadi suam. Oleh karena itu hadapilah dengan senjata rohani yang sudah Tuhan berikan kepada kita yaitu Firman Elohim. Salah satu janjiNya yang kita bisa terus “pegang” adalah 1 Korintus 3:10
2. Ingat KebesaranNya (Yohanes 10:29)
Ingatlah bahwa Tuhan jauh lebih besar dari masalah yang kita hadapi dan jangan mau diintimidasi oleh masalah kita. Seringkali kita terjebak untuk melihat kepada “besarnya” permasalahan yang kita hadapi dan lupa kepada Kebenaran yang Hakiki, bahwa tidak ada yang menandingi KebesaranNya. Kita juga lupa status kita sebagai anak Elohim, karena apa yang menjadi masalah kita pasti Bapa tahu dan Ia tidak akan membiarkan kita. Ketika masalah datang, jangan terpaku dan menjadi takut. Kuasai diri dan datang kepada Yeus melalui doa dan ucapan syukur (Filipi 4:6).

PENUTUP
Kita tahu bahwa saat ini hamper seluruh dunia mengalami kondisi yang sulit dan tidak mudah. Janganlah menyerah, kuatkan iman kita kepada Tuhan dengan mengingat janji-janji Tuhan lewat FirmanNya. Ingat terus siapa diri kita di hadapanNya dan janganlah tunduk kepada intimidasi iblis. Amin!

DIBERKATI DAN TETAP “ON FIRE”

Matius 19:24
Apakah salah dan berdosa jika kita menjadi kaya dan diberkati? Tentu saja tidak, tetapi tentu ada alasan mengapa Tuhan Yesus mengatakan Firman tadi. Hal ini dipertegas dengan apa yang dinyatakan dalam Kitab Wahyu 3:14-22 merupakan pesan Tuhan Yesus kepada jemaat di Laodikia. Jemaat di Laodikia adalah jemaat yang kaya secara materi. Mereka berdagang emas, salep mata yang sangat terkenal, dan juga berdagang baju-baju. Mereka berkata: aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa. Tuhan Yesus berkata kepada mereka: “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” Jadi tipu daya kekayaan dan kenikmatan hidup akan membuat orang Kristen suam-suam kuku dan tidak berbuah itu akan dimuntahkan oleh Tuhan Yesus. Artinya mereka akan kehilangan keselamatan kalau mereka tidak bertobat.
Bagaimana agar kita diberkati namun tetap bertumbuh dan “on fire”?
1. Jangan mengejar kekayaan
Mengejar kekayaan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi kehilangan banyak waktu untuk bersekutu dan beribadah dengan Tuhan Yesus, memiliki waktu yang berkualitas dengan keluarga dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Mereka yang mengejar kekayaan selalu mengukur waktunya dengan uang. Tidak memiliki waktu untuk bersekutu dan beribadah kepada Tuhan Yesus tentu berdampak secara langsung terhadap kerohaniannya. Dan dapat dipastikan yang model seperti ini tidak akan bertumbuh secara rohani. “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Tim 6:10)
2. Jangan menggantungkan pengharapan kepada kekayaan
Apa yang dialami oleh Ayub, menjadi suatu bukti hidup bagi kita bahwa harta yang kita miliki dengan mudahnya dapat habis dan hilang hanya dengan sekejap mata saja (Ayub 1:13-17). Ayub belajar melalui proses kehilangan harta, namun ia mendapatkan yang jauh lebih berharga, yakni pengenalan secara pribadi akan TUHAN yang disembahnya. Sangat berbeda dengan seorang pemuda kaya yang datang kepada Tuhan Yesus di Matius 19:20-22. Ketika Tuhan menyuruh kepada pemuda tersebut untuk menjual hartanya dan mengikut Tuhan Yesus, pemuda tersebut malah bersedih.
3. Pergunakanlah kekayaan untuk menjadi berkat bagi orang lain
Janji Tuhan dalam Kejadian 12:2 adalah kita akan “diberkati. “Diberkati” tidak bisa dilepaskan dengan “menjadi berkat”, sebab itu adalah salah satu tujuan utama mengapa TUHAN memberkati kita, yakni agar kita menggunakan kekayaan tersebut untuk menjadi berkat bagi banyak orang dan bukan sekedar hanya untuk dinikmati diri kita sendiri atau keluarga saja. (1 Timotius 6:18-19)

PENUTUP
Tidak salah diberkati berlimpah-limpah dan menjadi kaya, tapi ingat: jangan mengejar kekayaan, jangan menggantungkan diri pada kekayaan dan gunakan kekayaan kita untuk menjadi saluran berkat bagi yang lain. Be blessed, keep on growing and always on fire! Maranatha!

HASIL DARI PENANTIAN

Yesaya 30:15
Dalam hidup, ada saat di mana kita harus bergerak maju dengan penuh semangat, menerjang semua hambatan dan meraih apa yang diharapkan. Namun ada kalanya kita harus diam dan menunggu, seperti saat ini di mana kita diperhadapkan dengan sebuah pandemic yang membuat kita harus menahan keinginan kita untuk maju dan harus sabar menunggu sampai pandemic ini berlalu.

Yesaya 30:15 dapat menjadi acuan bagi kita bagaimana dalam sebuah masa penantian, kita tetap dapat memperoleh suatu hasil yang baik. Ada 2 sikap yang dapat kita lakukan :
1. Bertobat dan tinggal diam di dalam Tuhan (Yesaya 30:15a)
Sikap diam tidak akan menjadi sebuah sikap yang produktif, tetapi ketika sikap diam kita diiringi dengan sebuah sikap bertobat, introspeksi dan bercermin mengenai hidup kita, maka kita dapat memperbaiki diri kita menjadi lebih baik. Apalagi Ketika “diam” nya kita dalam bertindak / bekerja / berbuat juga disertai dengan keaktifan kita untuk terus mendekat pada Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan, maka justru kita akan bertambah kuat.
2. Tetap tinggal tenang dan percaya (Yesaya 30:15b)
Saat kita tinggal tenang dan percaya, maka kita akan memperoleh kekuatan. Kekuatan itulah yang akan menyelamat dan meluputkan kita hari-hari ini. Respon spontan dari daging / kemanusiaan kita ketika kita menghadapi masalah adalah panik dan merasa harus berbuat sesuatu untuk mengatasi atau menyelamatkan diri. Namun di dalam Tuhan justru kita harus tenang dan tetap percaya, karena bukan kita yang akan berperang, tetapi Tuhan yang akan berperang bagi kita. Ketenangan juga membuat kita tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Firman Tuhan di dalam Yeremia 17:5 mengatakan terkutuklah mereka yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan di ayat yang ke 7, diberkatilah mereka yang mengandalkan Tuhan. Ketenangan membuat kita mudah untuk mengandalkan Tuhan.

PENUTUP
Biarlah kita berbalik dari jalan-jalan yang jahat dan banyak tinggal di hadirat Tuhan agar kita tetap tenang dan percaya karena disitulah letak kekuatan kita. Tuhan tidak memebrikan pencobaan melebih batas kekuatan kita dan Ia senantiasa memberikan pertolongan tepat pada waktuNya. Saat kita mau menunggu waktuNya, cara Tuhan memberikan pertolongan akan sangat luar biasa, jauh melebih apa yang dapat kita doakan dan pikirkan (Efesus 3:20). Amin!

ROH KUDUS TERUS MENYALA

Roma 12:11
Hari-hari ini, dimana pandemic virus corona masih terjadi, banyak orang yang dibuat ketakutan, kuatir dan resah. Namun bagi kita anak-anak Tuhan yang memiliki Roh Kudus di dalam hidup kita, kita memiliki akses kepada sumber kekuatan dan semangat yang baru. Itulah mengapa penting bagi kita untuk tetap membuat api Tuhan di dalam kita terus menyala sama seperti para Imam dalam Imamat 6:8-13. Kitalah para Imam itu (1 Petrus 2:9), oleh karena itu biarlah hidup kita terus menjadi mezbah yang selalu memberikan persembahan hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan (Roma 12:1)
Ada beberapa cara agar Roh Kudus terus menyala dalam hidup kita :
1. Hidup Intim dengan Tuhan (Imamat 6:9)
Untuk membangun hubungan yang intim dengan seseorang harus dimulai dengan rasa cinta. Cinta itu harus bisa dirasakan melalui pengalaman yang pribadi, tidak bisa diajarkan oleh orang lain kepada kita. Demikian pula dengan hubungan kita kepada Tuhan, kita harus merasakannya secara pribadi melalui kehidupan kita sehari-hari, mulai dari saat kita merenungkan Firman Tuhan, berdoa sebagai bentuk kita dalam berbicara kepada Tuhan dan mendengarkan / menangkap kehendak Tuhan, dan Ketika kita menjalani hidup kita. Api Cinta itu harus terus kita jaga sehingga dalam hidup kita mampu bertahan di tengah apapun situasi yang terjadi.
2. Hidup Kudus dihadapan Tuhan (Imamat 6:10)
Dikatakan seorang imam harus mengenakan kain lenan untuk menutupi auratnya saat menjaga api diatas mezbah. Kain lenan di dalam Alkitab dikaitkan dengan kekudusan, kita sudah dikuduskan oleh kuasa darah Tuhan Yesus. Tugas kita sebagai imamat yang rajani yaitu untuk hidup menjaga kekudusan, melekat dengan Tuhan melalui firman itu kita dikoreksi supaya dalam kehidupan ini terus menjaga kekudusan. Hidup kudus kita menjaga agar api Roh Kudus tetap menyala.
3. Buanglah dosa (Imamat 6:10-11)
Jauhilah abu dari mezbah setelah pembakaran artinya hidup kita terus terjaga, dan tidak membiarkan dosa menempel justru kita harus membuangnya. Galatia 5:19-21, buanglah segala sampah-sampah yang mengotori hidupmu, agar tidak ada yang menghalangi hidup kita dan Roh Kudus terus menyala

PENUTUP
Kalau Roh Kudus terus menyala-nyala dalam hidup kita maka:
1. Hidup ini terasa nyaman, penuh dengan damai sejahtera dan sukacita.
2. Kita bisa melakukan amanat agung, menjadi messenger Tuhan untuk menjangkau jiwa.
3. Kita mempercepat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Amin!

KUASA PERCEPATAN

Matius 24:22
Firman Tuhan tadi berbicara mengenai situasi di akhir jaman, di mana nanti akan ada masa yang sulit di mana akan terjadi siksaan yang dashyat (ayat 21) sehingga Tuhan perlu mempersingkat waktu agar dari segala yang hidup ada yang selamat, yaitu orang-orang pilihanNya. Artinya Tuhan memiliki Kuasa untuk mempersingkat / mempercepat sehingga apapun bisa terjadi seturut kehendakNya. Bagaimanakah Kuasa Percepatan bekerja?

1. Kejadian 26:12-13
Ishak saat itu tengah berada di keadaan yang sulit, karena negeri dimana dia berada tengah berada dalam masa kelaparan. Namun karena ia taat pada perintah Tuhan untuk diam di negeri tersebut, maka Tuhan membuat apa yang ia tabur menjadi berhasil dengan sangat cepat. Kuasa Percepatan bekerja Ketika kita meresponi perintah Tuhan dengan ketaatan, dalam hal ini Ishak diam di negeri tersebut dan menabur.

2. Matius 24:22
Yang membuat Tuhan mempersingkat waktu adalah karena Tuhan peduli kepada orang-orang pilihanNya, sehingga Ia mempersingkat waktu supaya orang-orang pilihanNya dapat bertahan pada masa kesusahan yang besar. Kita yang percaya kepada Yesus adalah orang-orang pilihan Tuhan, karena Ialah yang telah memilih dan memanggil kita sehingga kita percaya pada Dia (2 Timotius 1:9). Jikalau kita adalah orang pilihanNya, maka kita harus hidup sesuai dengan FirmanNya, dan Ketika kita hidup dalam FirmanNya ada Kuasa percepatan yang bekerja (roma 9:28).

3. Kisah Para Rasul 8:39-40
Filipus mengalami Kuasa Percepatan dimana dalam sekejap tubuhnya berpindah dari jalan Gaza ke Asdod karena Filipus memiliki misi dari Tuhan yaitu untuk memberitakan Injil. Artinya, Kita dapat mengalami Kuasa Percepatan Ketika kita akan melakukan apa yang menjadi misi / tugas / panggilan dari Tuhan.

PENUTUP
Kalau kita melihat dari contoh-contoh bagaimana Kuasa Percepatan Tuhan bekerja, semuanya memiliki kesamaan, yaitu semua terjadi karena / seturut kehendakNya. Kita tidak bisa memaksakan Tuhan untuk melakukan percepatan atas kehendak kita, semua Kembali kepada kehendakNya. Namun yang menjadi perenungan bagi kita adalah apakah hidup kita sudah melakukan kehendak Tuhan? Amin

MENJADI PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Roma 12:1
Jikalau kita berbicara mengenai persembahan di dalam PB dibandingkan dengan persembahan dalam PL, sesungguhnya takarannya jauh lebih besar dibandingkan dalam PL karena yang harus kita persembahkan bukan lagi sejumlah materi, namun seluruh hidup kita, karena Tuhan Yesus telah terlebih dahulu memberikan hidupNya bagi kita. Jikalau kita mengerti hal ini dengan baik, kita tentu tidak akan bersungut-sungut mengenai “jumlah” persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, sebab jika tubuh saja kita persembahkan, apalagi materi. Dua makna mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup :
1. Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup artinya tidak mati rohani.
Jikalau kita masih bernafas, itu tentu berarti jasmani kita masih hidup. Tetapi rohani kita bisa saja mati. Kematian rohani adalah terputusnya hubungan kita dengan Tuhan, terpisah dari Tuhan. Orang yang mati rohani adalah orang yang sudah tidak melibatkan lagi Tuhan di dalam hidupnya dan tidak lagi membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan, tidak lagi tekun membaca Firman dan enjauhkan diri dari kegiatan ibadah. Untuk orang-orang seperti ini, Alkitab katakan dalam Efesus 5:14 agar bangun dan bangkit! Tidak ada cara lain selain dengan bertobat dan Kembali cara wajah Tuhan dengan sungguh-sungguh.

2. Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup artinya tidak suam-suam kuku
Suam-suam kuku adalah sebuah kondisi “sekarat rohani”. Dalam Wahyu 3:16 Tuhan mengingatkan agar jangan menjadi orang yang suam-suam kuku. Orang yang usam-suam kuku adalah mereka yang kompromi dengan dunia dan menjadi serupa dengan masyarakat di sekelilingnya. Mengakui dirinya Kristen, namun hidupnya menjauhi nilai-nilai kekristenan dan bahkan melakukan apa yang dunia lakukan. Kita dipanggil untuk menjadi garam, memberikan rasa bagi sekitar kita. Menjadi lilin, untuk menjadi terang dan menerangi lingkungan kita yang gelap, bukannya menjadi sama seperti dunia di sekitar kita. Mereka yang suam-suam haruslah segera bertobat!

PENUTUP
Marilah kita persembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, mari jaga dan pelihara hidup kerohanian kita. Jangan sampai suam-suam kuku, apalagi sampai mati rohani. Tidak ada kata terlambat untu bertobat dan Kembali “on fire” dengan Tuhan Yesus. Amin