Home » Headline, Renungan

Berdiri di Tanah tanpa Kutuk

25 July 2011 1,168 views One CommentPrint This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Noah's ArkKejadian 8:4

Selama 40 hari dan malam, hujan turun dengan begitu deras sehingga seluruh dunia lenyap, kecuali Nuh dan orang-orang yang bersama dengannya di dalam bahtera. Pada akhir hari ke 150 , pada hari ke-17 dari bulan ketujuh, bahtera beristirahat di pegunungan Ararat.

Dalam bahasa Ibrani, kata “Ararat” berarti “kutukan yang dibalik”. “Perairan penghakiman” surut, menyebabkan bahtera untuk beristirahat di pegunungan Ararat, di tanah baru di mana kutukan tersebut dibalik. Dan itu terjadi pada hari 17 bulan yang ketujuh pada Pesta buah sulung – tanggal yang tepat bahwa Yesus bangkit dari mati 4.000 tahun kemudian!

Ketika Kristus bangkit dari kematian, kita dibangkitkan bersama-sama dengan Dia (Kolose 2:12). Kita yang ada di dalam Kristus sang bahtera sejati berdiri di tanah kebangkitan mana kutukan telah dirbalik (Galatia 3:13), di mana penyakit, kemiskinan dan kegagalan tidak lagi punya hak untuk bekerja!

Seorang anggota gereja berbagi bagaimana Tuhan melepaskan dia dari cervical spondylosis, kondisi medis yang menyebabkan bagian leher dari sumsum tulang belakang terus memburuk. X-ray diambil 4-5 tahun yang lalu menunjukkan bahwa daerah sumsum tulang belakang semakin memburuk cepat. Dia sakit dan harus minum obat untuk menangani kondisi ini. Dan setiap kali penyakitnya kambuh, ia akan mengalami depresi.

Terakhir kali penyakitnya kambuh, ia pergi ke dokter,mempercayai Tuhan bahwa ia telah sembuh, mengikuti lagi test X Ray, dan meminum obat yang diberikan, tetap percaya Tuhan bahwa ia telah sembuh. Keesokan paginya, rasa sakit di lehernya sudah hilang dan ia mampu mengerakan lehernya. Ketika ia akhirnya mengambil hasil pemeriksaan X-Raynya seminggu kemudian, dokter mengatakan bahwa sumsum tulang belakang nya tampak lebih baik bahkan lebih baik daripada si dokter sendiri! Dokter sangat terkejut karena pasien dengan kondisi seperti ini biasanya tidak bertambah baik. Elohim telah membalikkan kutukan cervical spondylosis untuknya!

Teman, sebagai orang percaya, Anda berada di tanah “tanpa kutukan”. Anda berdiri di zona berkat di mana sangat mudah untuk berkat-berkat Tuhan untuk turun seperti hujan di seluruh aspek kehidupan Anda!

Amin!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

One Comment »

  • Rudyanto Lay said:

    Saya setuju dengan apa yang dipaparkan dalam artikel ini, namun kita juga nggak boleh terus tinggal dalam zona nyaman karena saat kita merasa nyaman dengan keadaan kita saat ini, kita akan mengalami stagnasi rohani

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.