Jangan menjadi Agamawi

18 Mei 2011

Bacaan Hari ini :
Yohanes 10:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
__________________________________________

Beberapa orang takut menyembah Tuhan karena mereka memiliki pikiran yang salah bahwa menyembah Tuhan berarti mereka harus menjadi orang yang selalu menghakimi dan kaku.
Ini adalah sesuatu yang jauh dari kebenaran.
Yesus datang untuk memberi kita hidup yang berlimpah dan memuaskan. (Yohanes 10:10)

Adalah Setan yang ingin “mencuri, membunuh dan membinasakan” kebebasan dan sukacita yang seharusnya menjadi milik Anda.

Seringkali beberapa orang yang menyesatkan dapat menyebabkan kita untuk menghindari Tuhan karena sikap-sikap fanatisme mereka.

Berikut adalah jenis fanatisme agamawi yang saya amati selama bertahun-tahun:

Tipe Farisi :
Dia kaku dan berpikiran sempit, dia memiliki aturan untuk semuanya.
Kata favoritnya adalah “Jangan!”
Beberapa orang takut mereka bisa menjadi seperti itu jika mereka menjadi seorang Kristen.
Tetapi Yesus menyebut orang-orang tipe Farisi sebagai “pemimpin buta”.
Kata-Nya, “Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan!” (Matius 23:24)

Tipe yang merasa paling benar :
Dia merasa diri paling suci dan menghakimi orang lain, kalimat favoritnya adalah “Terima kasih Tuhan, aku tidak seperti kamu!”
Namun, Yesus menceritakan kisah dua orang yang berdoa, yang satu merasa dirinya benar dan yang satu merendahkan diri karena kegagalannya: “Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14)

Tipe ekstrem :
Dia seorang yang terlalu ekstrem dan membuat jengkel orang lain.
Kalimat favoritnya adalah, “Kamu harus bertobat atau masuk neraka! Bertobat atau terbakar!”

Namun, rencana Allah untuk membawa kita kembali kepada-Nya adalah dengan cinta, anugerah, dan pengorbanan: “Karena Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, bahwa setiap orang yang percaya Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah tidak mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia melalui Dia.” (Yohanes 3:16-17 NIV)

Tipe sok rohani :
Dia tidak bisa berbicara tanpa hal-hal yang bersifat klise keagamaan.
Semuanya yang terjadi adalah keajaiban atau Iblis yang melakukannya.
Dia tidak pernah menggunakan otaknya untuk berpikir.
Tapi Tuhan tidak ingin Anda berhenti berpikir ketika Anda menjadi seorang Kristen.
Bahkan Dia ingin memberikan kita pikiran Kristus. (1 Korintus 2:16)

Ini adalah tipe-tipe stereotip yang kadang membangun opini mengenai Kekristenan, tapi sikap-sikap ini bukanlah intisari dari Kekristenan yang sebenarnya.
Sikap-sikap ini mewakili orang-orang yang telah meninggalkan hubungan mereka dengan Tuhan untuk hal-hal yang bersifat agamawi.
Yesus berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup (bukan agama), dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Tuhan tidak ingin kita menjadi orang-orang yang agamawi, Dia ingin kita untuk memiliki hubungan yang intim dengan Dia dan memiliki hidup yang berkelimpahan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

Nice post.betul tu.ada yang sampai melarang orang menonton tv.bodoh betul!

Leave a comment

(required)

(required)