Pembunuh Raksasa (bag.2)

Ps. Indri Gautama

Dalam renungan minggu bagian 1 minggu lalu, dijelaskan bahwa setiap orang pasti menghadapi goliat. Goliat-goliat kita adalah segala tantangan yang berdiri kokoh di antara kita dan janji-janji kebesaran Allah, yang membuat kita cemas dan takut. Raksasa-raksasa ini mampu melumpuhkan pengharapan dan semangat juang kita; sama seperti ketakutan bangsa Israel di 1 Samuel 17:11 sewaktu Goliat mengancam mereka. Langkah awal kemenangan Daud melawan Goliat adalah perubahan persepsinya. Daud melihat Goliat bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai batu loncatan dalam proses perjalanan Daud menuju kebesaran.

Langkah berikutnya, Daud keluar dari zona kenyamanan. Tempat perlindungan bukanlah tempat yang aman dari serangan musuh. Memang ketika goliat menantang Anda, sangatlah manusiawi jika Anda ingin menghindar dan menyembunyikan diri di tempat kenyamanan Anda. Di situ, Anda pikir bisa melupakan ancaman para raksasa, dan tidak perlu mengkonfrontasi tantangan. Ini berarti Anda menolak menghadapi kenyataan.

Ketika Anda mengikuti perasaan takut Anda dan tinggal nyaman di tempat perlindungan Anda, hidup Anda akan berputar dalam suatu siklus yang disfungsional. Kualitas hidup Anda akan semakin buruk dan berakhir dalam suatu lingkaran di mana Anda tidak bisa berfungsi.

Sikap takut pasukan tentara Saul menggambarkan mentalitas kebanyakan orang Kristen sekarang ini. Mereka takut melawan goliat-goliat mereka; mereka tidak berani mengambil risiko. Akibatnya, mereka menghindar dan bersembunyi. Namun bila Anda tidak pernah mengalahkan goliat Anda, maka Anda berada di tingkat kehidupan yang paling rendah, yaitu di tingkat bertahan. Ada 3 tingkat kehidupan manusia:

1. Tingkat Bertahan.
Mereka yang terperangkap di siklus ini hidup dengan perjuangan besar. Termasuk orang Kristen lahir baru, berbahasa Roh dan dibaptis; tetapi hidup mereka penuh pergumulan. Mereka hidup pas-pasan, bertahan hidup dari hari ke hari. Frustasi dan kekecewaan adalah hal yang biasa bagi mereka. Walaupun sudah berusaha sekuat tenaga namun mereka tidak mendapatkan hasil yang berarti. Raksasa-raksasa dalam hidup mereka merampok mereka dari hidup berkelimpahan yang sudah Tuhan janjikan bagi mereka.

2. Tingkat Kesuksesan.
Orang-orang yang berada di tingkat ini berfungsi di arena kesuksesan.

3. Tingkat Signifikan.
Mereka yang berada di tingkat signifikan memberi pengaruh. Nama mereka dikenal dan mereka dihormati.

Iman = Risiko
Takut gagal membuat orang ragu untuk berperang – termasuk orang Kristen. Akibatnya orang-orang ini hidup tanpa iman dan tanpa risiko.. Padahal Tuhan sudah merancang setiap anak-Nya untuk menjadi pengambil risiko yang berani.

Daud harus mempertaruhkan nyawanya demi melihat janji Tuhan. Petrus berani melangkah keluar dan berjalan di atas air. Perempuan yang mengalami pendarahan 13 tahun mengambil risiko melanggar hukum dan adat istiadat saat itu untuk bisa disembuhkan. Tindakan orang-orang ini penuh iman dan keberanian untuk mendapatkan janji Tuhan. Demikian juga dengan Anda. Jadilah berani menghadapi ketakutan dan keluar dari zona kenyamanan dan perlindungan Anda.

Dalam kasih-Nya,
Maria Magdalena Ministries
www.mmmindo.org

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.