- TODAYSWISDOMS - http://todayswisdoms.com -

Diangkat ke Level yang Lebih Tinggi

up levelHidup berjalan bersama Tuhan adalah sebuah perjalanan yang sangat seru. Bagaimana tidak, Ia akan terus membawa kita naik, ke tingkat kedewasaan iman yang lebih tinggi dan semakin hari semakin tinggi. Mungkin sampai di sini kita semua mengamini dan bahkan dengan segera meminta kepada Tuhan untuk segera membawa ke tingkatan yan lebih tinggi, tapi ketahuilah, bahwa proses yang mengikutinya tidak pernah enak. Dan ini yang sedang saya alami saat ini.

Bertahun-tahun lalu, seorang hamba Tuhan berkata kepada saya, “David, kamu akan mengalami nanti bagaimana yang namanya dikecewakan oleh orang-orang yang terdekat dengan kamu. Bahkan oleh hamba Tuhan!” Ternyata kata-kata ini seperti nubuatan, dan memang saya alami betul persis seperti yang dikatakan oleh hamba Tuhan ini. Tapi lewat kejadian itu Tuhan mengkat saya ke tempat yang lebih tinggi, saya naik kelas, saya bertumbuh. Betul memang saya dikecewakan, dan k arena itu saya merasa sakit hati, namun lewat itu Tuhan membukakan banyak hal, dan saya naik ke tingkatan kedewasaan yang lebih lagi.

Saya ngga pernah berpikir bahwa setelah kejadian itu saya akan berurusan lagi sama yang namanya sakit hati dan kekecewaan mendalam, sampai dengan beberapa hari lalu. Sesuatu terjadi. Orang yang saya anggap paling dekat, paling mengerti dan paling memahami diri saya (selain istri ) menuduh saya yang bukan-bukan. Tidak hanya berhenti di situ, Ia juga menghakimi saya, pelayanan saya dan hidup saya. Ia mengkritik semua yang saya lakukan. Rupanya ia pun menyimpan kekecewaan mendalam terhadap saya.

Di titik ini saya kecewa sekali. Tidak gampang bagi saya untuk diperlakukan seperti itu dan tetap bisa merasa biasa-biasa saja. Apalagi semua yang dituduhkan dan dikritiknya tidak benar. Namun satu hal yang Tuhan teguhkan kepada saya di saat saya mendengar semua tuduhan itu adalah bahwa Tuhan yang mengangkat saya menjadi hambaNya. Tuhan yang telah memimpin saya untuk hidup melayani, bekerja dan menghasilkan buah. Saya bertanggung jawab kepada Tuhan dan pelayanan yang saya lakukan pun untuk menyenangkan hatiNya, bukan hati manusia. Dan Ia yang akan membela saya.

Selama empat hari saya bergumul dengan perasaan kecewa saya. Saya tahu bahwa kita harus membereskan segala permasalahan hati kita kepada orang lain di hadapan Tuhan dengan segera, sebelum kecewa itu menjadi mendalam dan pada akhirnya menjadi akar pahit di dalam kehidupan ini. Dan itulah yang saya lakukan, tetapi tetap saja kecewa itu datang, pergi dan datang kembali.

Puji Tuhan, momen klarifikasi tiba, di situlah akhirnya semua dibukakan dan dibahas. Saya berkesempatan untuk mengkarifikasikan tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada saya walaupun tidak semua dibahas. Kembali saya harus berurusan dengan kecewa, tidak terima, marah, kesal dsb dan kali ini straight to the person! Walaupun tidak enak, pedih, sakit, … syukur kepada Tuhan semua dapat dilalui dengan baik. Luar biasanya lagi, Tuhan betul-betul membela saya. Sekarang kami bersama-sama melayani Tuhan. Luar biasa!

Untuk dapat diangkat ke tempat yang lebih tinggi, kita harus berurusan dengan sifat kedagingan kita. Dan walaupun itu sakit, tapi rewardnya luar biasa di depan bagi kita. Tidak ada proses naik kelas yang menyenangkan, sama halnya dengan perak yang dimurnikan. Artikel dari blog Jesus Inspires [1] semakin menguatkan saya. Untuk naik ke level yang lebih tinggi, kita harus meninggalkan comfort zone kita, dan masuk ke dalam api pemurnian itu. Dan semua proses pasti memerlukan waktu.

Saya percaya hari-hari ini banyak anak Tuhan lagi mengalami apa yang saya alami. Satu hal yang kita bisa senantiasa lakukan agar kita dapat melaluinya dengan baik adalah memandang Dia. Tanpa kekuatan dari Tuhan kita tidak akan bisa melewatinya. Bersabarlah di dalam kesesakan. Amin