Berjumpa Untuk Berubah

2 Korintus 5:17

Seseorang yang telah berjumpa dengan Yesus Kristus secara pribadi dan memutuskan / berkomitmen untuk hidup dan berjalan bersama Dia dalam hidupNya, maka kehidupannya PASTI berubah. Walaupun terkadang perubahan tersebut tidak berjalan dengan cepat, tetapi ada buah-buah yang bisa dirasakan oleh orang sekitarnya yang menunjukan suatu perubahan.

Perjumpaan dengan Tuhan terjadi dengan cara yang berbeda-beda di antara setiap orang. Namun satu kesamaan adalah bahwa buah perjumpaan itu adalah pertobatan kita yang juga diikuti oleh perubahan hidup kita.

Sangatlah penting bagi kita untuk menyadari bagaimana perubahan yang terjadi di dalam kehidupan seorang Kristen, karena kita bisa menguji apakah diri kita sudah mengalami perubahan-perubahan tersebut atau belum. Ada banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi tidak memiliki perbedaan sikap dan tingkah laku dengan orang di sekelilingnya. Ada juga orang yang mengaku sudah bertobat dan lahir baru, namun tidak ada perubahan yang mendasar di dalam kehidupannya, bahkan tetap melakukan dosa .

Berikut ini adalah beberapa contoh orang-orang di dalam Alkitab yang hidupnya sungguh-sungguh berubah setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan:

1. Saulus ( Kisah 8:1-3, 16 dan Kisah 9 :1-3, 19-20 )
Latar Belakang Saulus adalah seorang penganiaya orang Kristen. Setelah mengalami perjumpaan yang luar biasa dengan Tuhan, ia merubah namanya menjadi Paulus. Ia menjadi hamba Tuhan yang luar biasa, berapi-api di dalam mengabarkan berita Injil. Dahulu ia berkobar-kobar untuk membunuh orang Kristen, setelah berjumpa Tuhan hatinya senantiasa bekobar-kobar untuk melayani Tuhan dan berani membayar berapapun harganya. Selamatkan jiwa berapapun harganya. (Filipi 1:21, 3:7 – 2 Korintus 11:24, Roma 8:18)

2. Perempuan Yang berdosa (Yohanes 8:3-11)
Ia adalah seorang yang kedapatan berzinah. Setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus, ia bertobat, diampuni dosanya dan tidak melakukan dosa lagi. Tuhan tidak pernah mengingat dosa kita asalkan kita datang padaNya, mengakui segala dosa kita dan menerima pengampunan dari Tuhan. Perubahan tidaklah tergantung kepada apa yang dulu telah kita lakukan, tetapi bergantung kepada apa yang akan kita putuskan.

3. Wanita Samaria (Yohanes 4:1-30, 39)
Ia seorang yang hidupnya tidak baik karena berganti-ganti pasangan hidup. Setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus, hidupnya berubah dan ia menjadi saksi Tuhan dan menjadi berkat bagi seisi kotanya, dan karena kesaksiannya banyak orang di kota Samaria yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

PENUTUP

Tuhan tidak pernah melihat latar belakang seseorang. Bila Tuhan berkenan berjumpa dengan kita, siapapun kita ini, maka sesungguhnya Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi kita. Dia ingin mengubah hidup kita menjadi sesuatu yang berarti. Sudahkah perjumpaan kita dengan Tuhan merubah hidup kita? Jika Paulus dipanggil Tuhan untuk menjadi alat kemuliaanNya, Tuhan pun juga ingin menjadikan kita sebagai alat pilihanNya. Kita melihat kemuliaanNya, kuasaNya, dan kasihNya nyata sepanjang hidup kita. Amin

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.